
Jalan Kota dipenuhi orang-orang yang berkumpul, meksipun jaraknya dibilang cukup jauh, karena mereka tidak ada yang berani mendekati pemuda tersebut. Sedangkan di sisi Qin Chen, ia memiliki rencananya sendiri untuk masalah seperti ini.
Ia mungkin akan mencari masalah, mendapatkan tumbal pertama kali tentunya bisa menarik banyak perhatian dari Wilayah Perak. Dengan begitu, Qin Chen bisa melanjutkan rencana selanjutnya untuk mendapatkan informasi tentang wanita itu.
Qin Chen membantunya bukan karena melihat gadis kecil di hadapannya cantik, melainkan ia mempunyai rencananya sendiri dan lagi bahan herbal yang gadis itu dapatkan kemungkinan sangat penting baginya.
Bisa dilihat dari luka kasar di tubuhnya maupun luka kecil di wajahnya, itu membuktikan bahwa herbal tersebut sangat berarti baginya.
"Terimakasih." Balas Qin Chen.
Qin Chen berjalan dengan langkah kecil mengarah ke tempat mereka. Pergerakan Qin Chen mengudang tatapan mata pemuda lainnya, mereka melihat dengan tatapan mata penuh kesombongan.
Boom!
Menghilang dari pandangan mereka semua dan langsung menghancurkan pemuda di dekatnya. Kecepatan Qin Chen tidak dapat diprediksi oleh mata biasa, tubuh pemuda sebelumnya hancur berkeping-keping tanpa meninggalkan sedikitpun jejak.
Tatapan mata Qin Chen sedingin iblis!
Pemandangan kabut darah menjadi domain sekitar, orang-orang mulai menjauh dari tempat kejadian. Mereka tidak berani menyinggung orang berkuasa jika ingin tetap hidup.
Pemuda penuh kesombongan menatap Qin Chen, ia beberapa kali mengertak giginya dengan kesal. "Brengsek!" Ia lalu melirik ke arah rombongannya, memberikan isyarat untuk menyerangnya.
Melihat isyarat diberikan, keenam lainnya berlari mendekati Qin Chen dari segala sisi, mereka menyerang secara bersamaan agar Qin Chen tidak memiliki waktu untuk bernapas.
Dari depannya terlihat pemuda bertubuh kekar dengan hanya memakai celana panjang hitam terukir semangat naga. Kedua lengan memiliki cincin pemberat, itu sangat menarik banyak perhatian bagi orang-orang.
'Kultivator Fisik?' Pikir Qin Chen.
Pukulan tangan kanannya melesat dengan cepat mengarah Qin Chen namun dapat dihindari. Kekuatan fisiknya sudah setara dengan puncak Immortal King. Namun, ia kekurangan pemahaman tentang bertarung melawan musuh dengan kekuatan tinggi, bisa dikatakan bahwa dia standar.
Serangan yang diberikannya hanyalah pukulan fisik, serangan fisik terus diberikan. Saat pukulan keras mengarah ke kepalanya, Qin Chen memutar tubuhnya dengan posisi membelakangi lawan. Tangan kanannya menyentuh perut pemuda tersebut dengan telapak tangan bagian atas.
__ADS_1
Boom!
Gelombang kejut menyebabkan pemuda tadi kembali hancur mengikuti temannya. Pemandangan kabut darah menutupi jalanan, Qin Chen tidak menggunakan kemampuan miliknya, ia hanya memberikan serangan jiwa kepada lawan.
Gelombang kejut masuk ke dalam tubuhnya sehingga menyebabkan organ dalam hancur berkeping-keping sampai ke bagian raga maupun jiwanya. Tidak diberikan waktu untuk mengambil napas, serangan lainnya melesat ke arahnya.
Dari sisi kanan maupun kiri terdapat pemuda menggunakan senjata pedang maupun sabit, dari belakang menyerang dengan genggaman tangan penuh api berkobar.
Menggerakkan ujung jarinya dengan sedikit ayunan. "Tebasan Ruang!"
Swoshh!
Kilauan cahaya pelangi seperti siluet bulan sabit melesat masuk ke dalam celah ruang, serangan Qin Chen menyebabkan retakan ruang lain di belakang pemuda, ia tidak sempat untuk menghindari serangan tersebut.
Srashh!
"Arrkkkk!"
Qin Chen melangkahkan kaki kedepan menyebabkan kedua pemuda hancur berkeping-keping lagi! Kekuatan jiwa memang mengerikan, ditambah setiap detiknya akan meningkat puluhan lebih kuat.
Tersisa dua orang lagi yang kini bersembunyi di balik bayangan, mereka menggunakan kemampuan pengintai cukup hebat, Qin Chen memberikan apresiasi untuk mereka di usia muda telah dapat keunggulan.
"Bersembunyi di balik bayangan tidak akan mengubah semuanya, yang tetap mati akan mati." Ucap Qin Chen dengan jelas.
Kedua orang itu menjadi panik mengetahui bahwa Qin Chen telah menemukan keberadaan mereka berdua. Ia mencoba menggenggam tangannya, genggaman tangan menyebabkan Ruang disekitar kedua orang tersebut menjadi Domain Kematian!
Ribuan pedang dari langit melesat ke bumi, tajamnya pedang dapat menembus pertahanan Surgawi! Dalam Domain Kematian, kedua orang itu menerima hujan Pedang ke tubuh mereka.
Srashh! Srashh! Srashh!
Hanya mereka berdua yang dapat melihat maupun merasakan, genggaman tangan Qin Chen telah mencapai puncaknya. "Mati!" Suara Qin Chen terdengar kecil.
__ADS_1
Ia cukup tenang menghadapi mereka, satu langkah kakinya menyebabkan dirinya muncul di hadapan pemuda sombong yang di sebut sebagai, Tuan Muda Bai!
Aura gelap Qin Chen keluar menambah ketakutan di sekitarnya, mata pemuda tersebut bergetar hebat dengan keringat dingin membasahi pakaian. Qin Chen mendekati telinganya, Aura membunuh terasa hebat!
"Di kehidupan selanjutnya, jadilah anak yang baik." Suara iblis berdarah dingin memberikan kesan Kematian, benar saja Qin Chen menyentuh keningnya menggunakan ujung jarinya.
Gelombang kejut sekali lagi menghantam tubuhnya, ia meledak berkeping-keping di samping Qin Chen. Darahnya mengenai wajahnya yang tampan, berdiri sambil membersihkan darah dengan jarinya.
Setelah selesai, ia mendekati gadis kecil di hadapannya. Di lihat dari dekat, pandangan matanya sama seperti Qin Chen, wajahnya tidak jauh berbeda dengan Qin Chen.
Qin Chen memberikan penyembuhan kepadanya, luka-luka luar perlahan menghilang seperti mimpi. Tangannya yang lecet kembali halus, ia hanya memiliki basis kultivasi Immortal King!
"Seharusnya semua lukamu telah sembuh, Immortal King sepertimu sampai segitunya mempertahankan Rumput Ajaib Peri? Dan mengabaikan semua konsekuensi. Sangat konyol, bagaimana jika pemuda sebelumnya benar-benar ingin membunuhmu? Bukankah semuanya akan sia-sia?!" Qin Chen sedikit memarahinya, bagaimanapun usia Qin Chen sekarang ini adalah lima ribu lebih.
Ia berdiri dengan bantuan pedang patah miliknya, basisnya memang hebat, jika berhadapan satu lawan satu kemungkinan menang ada di pihaknya. Namun, ia di kepung sehingga peluang menang berkurang cukup signifikan dari awalnya.
Setelah ia berdiri, Ia sedikit menundukkan kepalanya. "Terimakasih banyak telah membantu." Balas gadis di hadapannya.
Qin Chen lalu melewati gadis kecil di hadapannya, meksipun ia menolongnya. Namun masalah yang ia buat akan berdampak pada keluarga gadis tersebut, tujuan awalnya menolong bukan untuk menjadi pahlawan melainkan mencari masalah.
Sebelumnya, Qin Chen merasakan Aura Negatif dari jarak 10km dari tempat ia berada. Aura tersebut terfokus pada gadis kecil di belakangnya. "Bergegaslah kembali kekediamanmu. Jika aku benar, herbal tersebut akan digunakan untuk menyembuhkan seseorang, bukan?"
Saat mendengar perkataan Qin Chen, gadis kecil itu mengerti dengan situasi sekarang ini. Qin Chen memberikan isyarat untuk bergegas pergi dari sana segera mungkin.
Setidaknya ada 10 Kultivator jahat di ranah Nine Heavens Supreme, dan 12 kultivator lainya di ranah Immortal King. Dengan kekuatan yang ia miliki sekarang ini, tentunya akan menjadi hari terakhir ia melihat matahari.
"Sekali lagi, terimakasih telah membantuku, jika ada kesempatan, aku akan membalas kebaikan ini." Ujar gadis kecil di belakangnya.
Qin Chen tertawa kecil, bersamaan mendengar tawa itu, ia pergi melesat dengan kecepatan tinggi menjauh daerah sekitarnya. Kultivator jahat melihat gerakan gadis itu, kini melesat mengejarnya.
...
__ADS_1
*See You Again :)