Tak Semanis Novela

Tak Semanis Novela
36_Reoni


__ADS_3

...Selamat membaca...


...*************...


Aisyah dan Bayu tengah bermain dengan anak mereka di dalam kamar. Sebagai orang tua baru, Bayu sangat bahagia mendapatkan anak yang sangat cantik dan lucu. Ia berharap Zahra kelak menjadi anak yang cerdas dan membanggakan kedua orang tua.


 


“Melihat Zahra tertawa rasanya lelah yang Mas rasakan hilang seketika,” ujar Bayu kala selesai membersihkan tubuh seraya menggendong Zahra yang sore itu selesai mandi. Harum minyak telon dan bedak bayi membuat Bayu gemas mencium putri satu-satunya. Aisyah yang melihat sikap suaminya yang selalu rindu dengan anaknya saat pulang kerja, merasa terharu. Walaupun di mata Bayu Aisyah selalu kurang cakap mengurus anak, Aisyah tidak ambil pusing. Yang terpenting bagi Aisyah ia sudah memberikan yang terbaik untuk Zahra. Aisyah sebenarnya  tidak ingin memperpanjang masalah dan jalan satu-satunya agar terjaga keharmonisan rumah tangganya yaitu dengan mengalah kepada sang suami, walau dalam hatinya merasa marah ingin berteriak melampiaskan kekesalannya kepada Bayu, tetapi ia tidak sampai setega itu dan justru ia memilih menjaga rumah tangganya yang baru menginjak satu tahun. Cita-cita Aisyah ingin memiliki rumah tangga yang sakinah dan berumur panjang sampai mereka dipisahkan oleh maut.


 


“Mas mau makan tidak? Aku siapkan, yah!” kata Aisyah yang duduk di pinggir ranjang seraya memompa ASI.


 


Bayu menggeleng. “Nanti aja selesai magrib. Kalau makan sekarang keburu azan nanti,” jawab Bayu masih mengajak si kecil Zahra berinteraksi. Aisyah merasa sikap suaminya sore ini agak sedikit berubah. Ia heran, biasanya Bayu selalu ketus saat mengajaknya bercerita. Namun saat ini, Bayu seolah melunak dan menjaga Zahra.


 


...************...


 


Malam hari usai makan malam, Bayu sedang bersantai di depan televisi menonton acara bola dengan ditemani segelas wedang jahe dan pisang goreng. Aisyah baru saja membuatkan untuk suaminya sesuai instruksi Bayu sewaktu makan malam tadi. Ia sengaja memesan wedang jahe sebagai teman begadangnya menonton pertandingan sepak bola favoritnya.


 


Bunyi ponsel Bayu mengalihkan fokusnya dari layar lcd tv ke layar ponsel. Ia membuka chat yang ternyata dari Indar.


 


Indar: Bay, akhir pekan ini teman-teman mengadakan reuni. Kamu nggak baca grup?  Jangan lupa datang, yah!


Bayu: Belum sempat buka grup.


Indar: Baca gih. Teman-teman lagi rame nanyain kamu.


Bayu: Ok!


GRUP ALUMNI SMANSA


Surya: Hi, guys datang, yah. Sabtu lusa di Villa Mutiara di puncak. Ini adalah agenda reuni kita setelah 10 tahun berlalu. Jadi, diharapkan semua wajib datang. Yang ga datang di kick dari ALUMNI SMANSA! Bagi yang berkeluarga bisa bawa suami/istri dan anaknya. pokoknya di sana kita happy-happy!!!


All: Ok suhu!


 


Usai membaca pesan di ponselnya, Bayu mendekati Aisyah di dalam kamar. Melihat Zahra sudah terlelap di atas kasur, Bayu pun mulai membuka pembicaraan.


 

__ADS_1


“Ais, akhir pekan nanti kamu nggak ada kegiatan, kan?” tanya Bayu duduk di samping Aisyah yang sedang memompa ASI.


 


Merasa selesai dengan kegiatannya Aisyah merapikan bajunya dan menaruh ASI tersebut ke dalam tas yang steril untuk menyimpan stok ASI agar ia tidak repot lagi jika Zahra bangun tengah malam.


 


“Memangnya kenapa, Mas?”


 


“Teman-temanku mengadakan reuni Sabtu weekend nanti. Mas ingin ikut dengan catatan, kamu dan Zahra juga ikut.”


 


“Memangnya, Mas tidak malu mengajak aku dan Zahra? Apa tidak mengganggu?” tanya Aisyah sengaja memancing Bayu. Ia sedikit heran dengan sikap suaminya hari ini yang terkesan lembut.


 


“Ya, nggaklah. Ngapain malu bawa kamu dan Zahra. Lagian, di sana juga nanti banyak teman aku yang bawa pasangan. Pokoknya kamu siapkan keperluan Zahra selama dua hari satu malam. Kita ke puncak ikut reuni!”


 


“Kalau itu keputusan Mas Bayu, aku sih ikut saja.”


 


...*************...


Seperti yang diucapkan Bayu, sore ini mereka bertolak ke puncak untuk menghadiri acara reuni. Bayu sengaja merental mobil untuk ia pakai selama dua hari. Tidak mungkin ia tega membiarkan anak dan istrinya ikut rombongan di bus yang sudah Surya booking. Walau fasilitas bus itu tidak kalah mewah, Bayu ingin istri dan anaknya nyaman selama perjalanan dan tidak terganggu dengan suara teman-temannya yang ribut selama perjalanan menuju puncak. Oleh karena itu, ia pun menyewa mobil.


Saat sibuk memasukkan barang ke dalam mobil, tiba-tiba Indar teman bayu datang menghampiri.


 


“Bayu, aku ikut sama kamu aja. Soalnya kata Surya, bus sudah penuh. Dan teman yang lain juga sudah jalan duluan. Jadi bisa nggak aku nebeng sama kamu?” tanya wanita berkaos kuning ketat yang mencetak bentuk tubuhnya dipadukan dengan jeans grey yang tak kalah ketat juga. penampilan janda itu menarik perhatian Aisyah yang baru saja keluar dari rumah seraya menggendong Zahra mendekati mobil.


 


“Ya sudah. Kamu naik saja,” kata Bayu tanpa meminta pendapat istrinya. Hal itu membuat Aisyah sedikit jengkel karena tanpa rasa sungkan, Indar dengan cepat masuk ke dalam mobil dan mengambil tempat di samping Bayu di depan. Wanita itu tidak tahu diri, batin Aisyah.


 


“Kamu di belakang saja ya Ais agar lebih leluasa menidurkan Zahra jika rewel," ucap Bayu seraya masuk ke dalam mobil.


 


Selama perjalanan Aisyah merasa jengkel karena Indar terus berinteraksi dengan Bayu. Sesekali wanita itu membuat Bayu tertawa terbahak saat membahas kenangan semasa sekolah mereka. Sampai di puncak Aisyah langsung masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan panitia untuk pasutri. Karena merasa lelah di perjalanan Aisyah langsung beristirahat bersama Zahra di dalam kamar usai makan malam bersama. Ia tidak berminat ikut ngumpul karena takut anaknya rewel. Apalagi saat ini cuaca begitu dingin, tubuhnya tidak tahan dengan cuaca dingin. Oleh karena itu Bayu pun setuju dan mengantar Aisyah ke kamar untuk beristirahat menemani anaknya.


 

__ADS_1


Reuni yang pertama kali mereka adakan sejak tamat dari bangku SMA membuat Bayu dan teman-temannya baru tidur menjelang subuh. Berbagai kegiatan mereka lakukan seperti bermain games, bernyanyi, dan bercerita masa-masa putih abu-abu membuat mereka tepar di aula ruangan vila tempat mereka menginap.


 


"Mas Bayu ke mana?" batin Aisyah ketika tidak mendapati suaminya di kamar.


 


Aisyah  terbangun karena suara azan subuh yang menggema. Ia keluar dari kamar hendak mengambil air wudhu. Namun, langkahnya terhenti saat melewati ruang tengah vila.


 


"Astaghfirullah, apa-apaan ini?"


 


Ia sangat terkejut melihat teman-teman suaminya tidur di lantai hanya beralaskan karpet bulu. Seolah mereka sudah terbiasa tidur bercampur antara laki-laki dan perempuan. Tentu saja hal itu membuat Aisyah merasa risih. Terlebih lagi teman wanita suaminya dan Indar salah satunya.


 


Menurut Aisyah, wanita itu terlalu banyak tahu tentang Bayu. Dengan santainya Indar dan teman wanitanya yang lain tidur di tengah-tengah para lelaki. Tentu saja bagi Aisyah ini salah dan tidak pantas untuk mereka lakukan di sini. Padahal ada banyak kamar di villa ini yang bisa mereka tempati.  Mengapa mereka lebih memilih tiduran di ruang tengah?


 


"Mas, bangun! Tolong temeni Zahra. Aish mau salat Subuh." Aisyah mengguncang tubuh Bayu perlahan. Dia merasa tidak nyaman melihat Bayu tidur bersama teman-temannya di ruangan itu.


 


"Hhmm." Bayu tidak sedikit pun bergeser dari posisinya.


 


"Mas, bangun. Pindah ke dalam, gih. Temenin Zahra, takutnya dia terbangun." Aisyah mengguncang tubuh suaminya lebih keras.


 


"Apa-apaan, sih, Dek? Aku masih ngantuk, nih." Bayu akhirnya bangkit meskipun sambil mengomel. Dia berjalan memasuki kamar untuk tidur di samping Zahra. 


 


Aisyah buru-buru mengayuhkan langkahnya mengambil air wudhu di belakang dan segera menunaikan solatnya. Ia baru sadar ada banyak sekali perbedaan antara dirinya dengan Bayu. Aisyah yang berasal dari kampung selalu ingat dengan pesan bapaknya yang selalu menjunjung tinggi adat ketimuran. Jangan sampai ikut dengan gaya orang barat yang bebas melakukan apa saja yang nantinya akan merugikan diri sendiri. 


...**************...


...To be continued...


Jangan lupa like, komentar dan gift, ya🙏


 


 

__ADS_1


__ADS_2