Tak Semanis Novela

Tak Semanis Novela
65_Aku Ingin Kita Bercerai! (Aisyah dan Bayu)


__ADS_3

...Selamat membaca...


...************...


Setelah perdebatan antara Bapak dan Ibunya, Bayu memilih meninggalkan ruang tamu dan duduk di teras samping rumah. Ia ingin menenangkan diri, niatnya berkunjung ke rumah orang tuanya agar hati dan pikirannya bisa lebih tenang. Nyatanya malah membuatnya semakin pusing dengan ucapan bapaknya sendiri.


 


Bayu termenung, ingatannya kembali kepada wajah cantik Aisyah juga Zahra putri kecilnya. Tak dipungkiri ia sangat merindukan kedua sosok tersebut. Bayu bingung harus bagaimana mengambil langkah.


 


"Sebesar itukah kesalahan yang sudah mas perbuat, Dek? Sampai kamu matikan ponsel dan nggak mau menghubungi mas sama sekali," batin Bayu.


 


"Aisyah, mas kangen kalian. Sedang apa kalian di sana?" lirih Bayu. Ia pandangi foto Aisyah dan Zahra dalam gendongannya yang menghiasi layar ponsel Bayu. Sedih rasanya berada jauh dari istri dan anaknya.


 


"Sebenarnya ada masalah apa antara kamu sama istrimu, Bayu? Ibu yakin pasti kalian sedang tidak baik-baik saja, bukan?" tanya Ambar yang tiba-tiba saja sudah duduk di samping Bayu.


 


Sejak lima menit yang lalu, Ambar memperhatikan Bayu dari samping pintu teras. Ia melihat Anak laki-lakinya itu begitu gelisah. Akhirnya Ambar putuskan untuk menghampiri Bayu.


 


Bayu menghela napas panjang, dan tersenyum menanggapi pertanyaan ibunya. " Kami nggak apa, Bu. Sabtu besok Bayu akan jemput Aisyah dan Zahra. Ibu tenang saja, doakan saja supaya Bayu bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga Bayu, Bu!" tutur Bayu, ia kemudian berdiri dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


 


Bayu tak ingin ibunya semakin curiga jika masih berdiam di teras dengan ibunya. Lebih tepatnya Bayu tidak mau ibunya marah dan menyalahkan dirinya. Mungkin karena sikap keras kepala yang diwarisi Bayu dari Herman bapaknya, membuat lelaki itu egois dan masih merasa tidak bersalah sampai sekarang.


 


...**************...


 


"Bayu, besok bisa antar aku belanja nggak? Motor aku masih di bengkel, sementara stok belanja bulanan aku udah pada habis," ucap Indar setelah turun dari boncengan motor Bayu. Ia menatap Bayu penuh harap, wajahnya dibuat memelas agar Bayu luluh dan mau menuruti keinginannya.


 


Sudah beberapa kali Bayu menolak saat Indar memintanya pulang kerja bersama. Namun, hari ini Bayu tak bisa menolaknya lagi. Sudah terlalu banyak alasan yang ia gunakan untuk menolak keinginan Indar. Ia tak ingin Indar kecewa padanya, bagaimanapun Indar adalah sahabat baiknya sejak kecil.


 


"Maaf, Indar. Besok pagi-pagi aku akan menjemput istriku di rumah orang tuanya. Kamu bisa pake jasa ojek online saja, ya!" jawab Bayu.


 


"Sebentar saja,kok. Janji deh, nggak akan lama-lama aku belanjanya," Indar masih mencoba merayu Bayu.


 


"Aku nggak bisa, Ndar. Aku pamit pulang dulu. Aku harus mempersiapkan semua perlengkapan untuk menjemput istri dan anakku besok," Bayu segera melajukan motornya tanpa mendengar jawaban dari Indar lebih dulu. Ia tak ingin lebih lama lagi meladeni rengekan Indar.

__ADS_1


 


Sejak kepergian Aisyah, Bayu sudah berusaha menjaga jarak dengan Indar. Hanya sesekali saja Bayu mau membantu jika Indar meminta bantuannya.


 


...************...


 


Sekitar pukul 07.00 WIB Bayu sudah sampai di rumah Agung--mertuanya. Bayu berangkat pagi-pagi sekali, selepas melaksanakan salat shubuh tadi. Ada keraguan saat ia tiba di kediaman mertuanya.


 


Ada rasa canggung juga sedikit takut saat ia memasuki halaman rumah mertuanya. Ia takut jika mertuanya akan membenci dan menyalahkannya,  karena membiarkan anak dan istrinya pulang sendirian.


 


Nyalinya menciut saat tiba di depan pintu rumah Agung, padahal tadi sebelum berangkat ia begitu yakin untuk menemui Aisyah dan mengajaknya pulang. Nyatanya sampai di sini semua keberanian itu menguar  begitu saja.


 


Bayu menarik napas panjang berulang kali, mencari ketenangan dari semilirnya udara sejuk pagi ini. Setelah merasa tenang, Bayu segera mengetuk pintu.


 


"Assalamualaikum." Bayu mengetuk pintu sambil mengucap salam.


 


"Wa'ailaikumsalam."


 


 


"Mas Bayu," Aisyah sedikit terkejut saat mendapati Bayu suaminya sudah berada di depan pintu. Aisyah kembali masuk ke dalam rumah begitu saja, tanpa memedulikan Bayu yang masih berdiri di depan pintu.


 


"Dek, kamu masih marah?" Bayu segera tersadar dari lamunannya dan berjalan masuk mengikuti Aisyah. Namun, tak ada jawaban dari Aisyah. Aisyah hanya diam saja, celotehan lucu Zahra tidak membuat hati Aisyah luluh.


 


"Bapak, Aish cari dari tadi ternyata disini." ucap Aisyah saat sudah menemukan Agung yang sedang memberi makan ikan-ikan yang ada di kolam belakang rumahnya.


 


"Kenapa Nduk? Eh, ada nak Bayu, kapan datang, Nak?" tanya Agung. Saat menoleh ke arah Aisyah dan melihat ada Bayu berdiri di samping Aisyah.


 


"Baru saja, Pak. Bapak apa kabar? Maaf Bayu sudah lama tidak berkunjung, Pak," ucap Bayu lalu mencium punggung tangan Ayah dari istrinya itu.


 


"Bapak, Aish nitip Zahra sebentar ya! Aish mau mandi dulu," ucap Aisyah.

__ADS_1


 


"Zahra biar sama aku, Dek. Sini, Nak, sama ayah, ya, Bunda biar mandi dulu. Biar cantik seperti Zahra," tutur Bayu yang langsung mengambil Zahra dari gendongan Aisyah.


 


Aisyah masih bergeming, sedikit pun ia tak merespon ucapan Bayu suaminya. Ia pun segera berlalu setelah Bayu mengajak Zahra bermain.


 


Agung menatap putri kesayangannya dengan sendu, ia tidak membenarkan sikap Aisyah. Namun, Agung juga tidak bisa memaksa Aisyah untuk bersikap baik pada Bayu yang statusnya masih suaminya.


 


"Bapak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan, kamu, Nduk," batin Agung. Ia tersenyum melihat Zahra yang terlihat begitu senang bermain dengan ayahnya.


 


Setelah puas bermain dengan Zahra, dan juga sedikit mengobrol dengan mertuanya. Bayu memberanikan diri untuk mengajak Aisyah berbicara. Ia sudah bertekad untuk mengajak Aisyah pulang. Bayu sadar sejak kepergian Aisyah, ia merasa ada yang kurang. Begitu besar pengaruh Aisyah dalam hidupnya.


 


"Pak, Bayu nitip Zahra dulu, ya. Bayu akan coba berbicara dengan Aisyah," ucap Bayu. Agung mengangguk, kemudian mengajak Zahra bermain kembali. Sejak tadi ia berharap agar Aisyah mau menghampirinya. Namun, ternyata sedikit pun Aisyah tidak mau melihatnya. Aisyah mengabaikan Bayu, seolah menganggap Bayu tidak ada di sana.


 


"Dek, ayo kita pulang. Ibu sudah rindu sekali dengan Zahra." Bayu mencoba membujuk Aisyah saat Aisyah sedang sibuk menyiapkan MPASI untuk Zahra di dapur.


 


Aisyah masih diam, ia mengabaikan Bayu yang berada di sampingnya. "Jadi karena Ibu kangen dengan Zahra, kamu menyusul aku, Mas. Bukan dari keinginan kamu sendiri," batin Aisyah. Ia masih mencoba menahan emosinya.


 


"Dek, jangan gini dong. Mas ngajak kamu ngomong dari tadi kamu diemin. Mas bingung, Dek? Mau kamu apa? Mas harus bagaimana? Jangan seperti anak kecil, Dek! Kita sudah sama-sama dewasa." Bayu yang kesal menjadi emosi karena Aisyah tidak menghiraukannya sejak tadi.


 


Aisyah menoleh menatap Bayu, lalu berkata, "Aku ingin kita bercerai."


...**************...


...To be continued...


Jangan lupa like, komentar dan gift, ya 🙏


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2