Tak Semanis Novela

Tak Semanis Novela
85_Permintaan Maaf Tian


__ADS_3

...Selamat membaca...


...**********...


 


Bunyi ketukan di pintu kamar rawat Bayu membuat Bayu dan Aisyah mengalihkan atensi mereka pada suara tersebut.


 


“Siapa sih, Dek? Ganggu orang lagi mesra-mesraan aja,” decak Bayu. Pasalnya, ia baru saja berbaikan dengan istrinya. Maka dari itu, Bayu selalu ingin berada dekat dengan Aisyah tanpa ada gangguan sedikit pun.


 


“Mas Bayu apa-apaan, sih. Sembuhin dulu itu luka, baru mikir buat mesra-mesraan. Ini luka aja belum sembuh, otak sudah mikir ke mana-mana,” kekeh Aisyah karena melihat kelakuan absurd suaminya.


 


“Berarti nanti kalau mas sudah sembuh, mas boleh dong–.” Belum sempat Bayu meneruskan ucapannya sudah terdengar suara salam dari balik pintu, yang ternyata orang tersebut adalah Diana dan Tian.


 


“Assalamualaikum,” Ucap Diana dan Tian secara bersamaan.


 


“Waalaaikumusalam,”  jawab Bayu dan Aisyah sedikit terkejut karena melihat keberadaan Tian di samping Diana.


 


“Wah, Mas Bayu sama Mbak Aish lagi ngapain, nih? Kok, dari tadi aku ketuk pintu nggak dibukain. Kalian lagi ehem-ehem, ya?” tanya Diana sambil menarik-turunkan alisnya, kemudian disusul dengan senyum jahil yang membuat pipi putih Aisyah menjadi sedikit kemerah-merahan. Aisyah yang merasa malu dan sedikit kesal pada Diana refleks memukul lengan adiknya.


 


“Kamu apa-apaan, sih, Di. Ya enggak mungkin, lah, mbak sama mas Bayu seperti itu di tempat seperti ini,” cicit Aisyah sedikit malu.


 


“Canda, Mbak, canda. Di cuman bercanda, kok. Kalau gitu, Di minta maaf, ya,” ucap Diana dengan senyum dan puppy eyes-nya.


 


Saat Aisyah dan Diana tengah asyik bercanda, pandangan Bayu justru tertuju pada Septian. Pria yang pernah menjadi rivalnya saat ingin mendapatkan hati Aisyah.


 


“Sedang apa dia di sini,” batin Bayu.


 


Melihat tatapan permusuhan dari wajah Bayu membuat Diana dan Aisyah menjadi peka.


 


“Pak Tian ke sini bareng Di, Mas. Katanya pak Tian pengen nengokin mas Bayu yang sedang sakit.” Diana mencoba menjelaskan pada Bayu sebelum kakak iparnya itu bertanya.


 


“Terima kasih atas kunjungannya. Saya sudah tidak apa-apa. Sekarang kondisi saya sudah jauh lebih baik. Ini semua karena istri saya sudah benar-benar mengurus dan menjaga saya dengan baik.” Bayu mencoba menekan kata ‘istri’ agar Septian tahu kalau sekarang hubungan antara dirinya dengan Aisyah sudah baik-baik saja.


 


“Saya datang kemari hanya ingin meminta maaf kepada Pak Bayu dan Aisyah, karena saya pernah berusaha masuk di antara hubungan kalian. Sekarang saya sadar kalau ternyata Aisyah memang istri yang setia dan hanya mencintai Pak Bayu,” ucap Tian dengan senyum penuh luka.


 


“Maafkan saya. Saya berjanji jika saya tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian lagi. Tapi jika Pak Bayu kembali menyakiti hati Aisyah, saya tidak akan segan-segan mengambilnya dari Pak Bayu,” ucap Tian sungguh-sungguh yang seketika membuat Bayu, Aisyah, dan Diana menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Karena melihat semua mata tertuju padanya akhirnya Tian pun tersenyum kikuk.


 


“Canda, Pak. Seperti Diana tadi, saya juga cuma bercanda.” Septian mencoba untuk tertawa walau terlihat kaku.


 


 Setelah mendengar jawaban dari Septian, akhirnya membuat semua orang yang berada di ruang rawat Bayu merasa tenang.


 


“Pak Tian mau belajar ngelawak, ya. Muka Pak Tian gak cocok buat ngelawak. Cocoknya jadi model iklan,” ucap Diana diiringi dengan tawa.


 

__ADS_1


“Pak Tian. Saya berjanji akan menyayangi dan menjaga istri saya dengan baik sehingga tidak akan ada satu orang pun yang bisa masuk di dalam kehidupan kami,” tegas Bayu dengan sungguh-sungguh, tetapi kini dengan mimik wajah teduh dan lebih bersahabat dan diangguki oleh Tian.


 


Saat tengah asyik bercerita, tiba-tiba suster pengawas di bangsal rumah sakit tempat Bayu di rawat pun datang dan mengusir seluruh pengunjung agar segera meninggalkan ruang besuk,  karena jam besuk yang telah berakhir.


 


“Maaf Bapak, Ibu, jam besuk telah berakhir. Silakan datang kembali pada jam besuk berikutnya,” tegas suster tersebut, yang akhirnya membuat Tian dan Diana gegas berpamitan dan segera meninggalkan ruang rawat Bayu.


 


Setelah berada di lorong rumah sakit menuju ke arah parkirkan, suasana yang awalnya hening kembali terasa bising karena ocehan Diana.


 


“Gimana, Pak. Sekarang perasaan Bapak jadi jauh lebih tenang, kan?” tanya Diana.


 


“Sesungguhnya takhta mencintai paling besar itu adalah ketika kita bisa mengikhlaskan orang yang kita cintai hidup bersama dengan cinta sejatinya," lanjut Diana lagi.


 


“Memangnya kamu pernah jatuh cinta atau mencintai seseorang, Di?” tanya Septian yang dijawab dengan galengan kepala oleh Diana.


 


“Terus bagaimana caranya kamu bisa tahu kalau takhta tertinggi mencintai itu dengan cara mengikhlaskan?” lanjut Septian lagi.


 


“Dari baca novel dan nonton drama Korea, Pak,” kekeh Diana seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


 


“Kamu ini. Saya pikir kamu berpengalaman. Gak tahunya pengalamannya hanya sebatas dunia halu.” Seketika tawa Septian pecah karena melihat wajah polos Diana. 


 


“Sebentar lagi Di juga bakal berpengalaman, kok, Pak. Tunggu aja nanti kalau Pak Tian jadi jodohnya, Di,” gumam Diana.


 


 


“Saya gak bilang apa-apa, kok, Pak. Kalau gitu saya pergi dulu, ya. Bye, Pak Tian. Sampai ketemu lagi, ya,” teriak  Diana kemudian berlari meninggalkan Tian yang terdiam seorang diri.


 


“Anak itu. Anak itu sungguh ceria dan menyenangkan,” gumam Tian.


 


...**********...


 


Sebulan telah berlalu pasca kecelakaan motor yang dialami oleh Bayu. Akhirnya Aisyah dan Bayu kembali pada rutinitas sebelumnya, yaitu kembali bekerja. Serta Zahra pun kembali dirawat oleh Ambar. Herman yang pada awalnya tidak menyukai Aisyah dan Zahra kini berubah 180° menjadi benar-benar menyayangi kedua orang tersebut.


 


Namun, berbeda dengan Diana. Karena kini Zahra telah diasuh oleh Ambar, kini Diana kembali menjadi seorang pengangguran. Sudah hampir satu bulan ini Diana sibuk memasukkan berkas lamarannya ke seluruh perusahaan yang dia inginkan termasuk perusahaan tempat Aisyah bekerja. Namun, hingga saat ini tidak ada satu perusahaan pun yang menghubunginya.


 


Hingga pada siang hari saat ia tengah asyik menonton reality show suara dering teleponnya berbunyi.


 


“Hallo, selamat siang, bisa bicara dengan saudara Diana,” tanya si penelepon.


 


“Iya saya sendiri,” jawab Diana.


 


“.....”


 

__ADS_1


“Siapa, nak?” tanya Agung.


 


“Ini dari kantornya mbak Aish, Pak. Katanya besok Di disuruh datang ke kantor buat interview,” jawab Diana.


 


“Semoga besok kamu diterima, ya, Nak.” Agung mendoakan dengan tulus.


 


“Aamiin,” jawab Diana.


 


Keesokan harinya Diana pun gegas pergi ke kantor Aisyah untuk melakukan interview. Pun akhirnya Diana dinyatakan diterima oleh perusahaan tersebut. Betapa bahagianya Diana karena berhasil mendapatkan pekerjaan yang selama ini memang sangat ia harapkan.


 


Karena jarak dari kantor dan rumah Agung lumayan jauh, serta Diana yang tidak ingin merepotkan Aisyah dan Bayu. Akhirnya Diana memutuskan untuk menempati kamar kos milik Aisyah.


 


Di perjalanan menuju kos-kosan milik Aisyah, Diana bertemu Tian yang baru saja keluar dari salah satu mini market.


 


“Hay, Pak Tian. Apa kabar?” tanya Diana yang mulai menyejajarkan  langkahnya dengan Tian.


 


“Eh, Diana. Kabar saya baik. Dari mana  dan mau ke mana kamu, Di?” tanyanya balik.


 


“Saya dari kantor Bapak dan mau pulang ke kos-kosannya mbak Aish,” jawab Diana.


 


“Kamu ada perlu dengan Aish, ya. Nanti saja kalau ingin bertemu. Tunggu jam istirahat. Nanti biar saya antar.” Tian mencoba menawarkan solusi.


 


“Saya datang bukan mau ketemu sama mbak Aish kok, Pak. Saya datang ke mari buat bekerja,” terang Diana.


 


“Maksud kamu, Di?” tanya Tian bingung.


 


Melihat kebingungan Tian, Diana justru tersenyum lalu mengulurkan tangannya.


 


“Kenalin, saya Diana Fatimah, yang besok akan menjadi partner kerja Bapak di perusahaan tempat Bapak bekerja.”


...**************...


...To be continued...


Jangan lupa like, komentar dan gift, ya 🙏


Wah kok Diana dan Tian makin dekat, ya. apakah kira-kira mereka berdua akan berjodoh?


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2