
Kenan memberhentikan mobilnya di depan rumah sakit.
''Aisyah ... ,'' Kenan memanggil Aisyah, namun tidak ada jawaban.
Kenan kembali memanggil-manggil Aisyah.
''Aisyah, Kau gak apa-apa?''
''Aisyah ... ?''
Kenan memengang bahu Aisyah dan Aisyah langsung terjatuh kesandaran kursi. Kenan terkejut melihat wajah Aisyah yang pucat pasih dan kini Aisyah pingsan.
'Yaa Allah, Kenan harus apa sekarang ... ,' ucap Kenan dalam hati bingung haruskah Dia mengendong Aisyah dan membawanya ke dalam rumah sakit atau memanggil suster untuk membantu, tapi itu butuh waktu dan mereka pasti akan kesulitan menolong Aisyah dan ujung-ujungnya mereka akan memanggil perawat pria. Kenan menatap Aisyah dan menelan salivanya.
Deg.
'Maaf, Aisyah,' ucap Kenan menggendong Aisyah dan lari ke rumah sakit.
''Suster, tolong ini ada yang pingsan,'' ucap Kenan membuat para perawat dengan cepat mengambil bangkar. Kenan meletakkan Aisyah di bangkar dan segera dibawa ke UGD.
…
''Anda keluarga Pasien?'' tanya dokter yang baru saja keluar dari UGD.
''Yah, Saya keluarganya ,'' ucap Kenan berdiri menghampiri Sang Dokter.
'Iya ... keluarga seolanya dia dekat umi dan udah kaya anak umi tapi dia juga calon istriku, gak salah aku menyebutnya keluarga ... iya gak salah,' ucap Kenan dalam hati mengoreksi ucapannya sendiri.
''Saya sudah memberikan obat pereda nyeri dan perlu diperhatikan kondisi lambung pasien sangat lemah, jadi jangan biarkan pasien memakan makanan pedas dan dingin dalam waktu dekat dan seterusnya perlu di waspadai. Kopi juga tidak boleh karna asam lambung yang cukup parah dan jangan biarkan pasien terlambat makan. Intinya tolong jaga pola makan pasien. Perlu saya ingatkan pasien alergi makanan laut dan untunglah pasien tidak terlambat makan obat, jadi jangan biarkan pasien memakannya!!'' ucap Sang Doktor penuh penekanan diakhir sambil menatap Kenan dengan tajam.
Kenan menelan salivanya, dia baru tau hal itu. Pantas aisyah memilih menu yang tidak berat dan tidak meminum minuman pesanannya sama sekali saat di restorants tadi.
''Baiklah, terima kasih, Dokter,'' ucap Kenan dan Dokter itu segera pergi.
Tok,tok,tok.
''Masuk saja,'' ucap seseorang dari balik ruangan tersebut tapi bukan Aisyah.
''Assalamualaikum,'' ucap Kenan membuka pintu ruangan Aisyah dan terkejut melihat pemandangan yang tidak lazim.
__ADS_1
''Walaikumussalam,'' ucap mereka serempak. Kemudian melanjutkan pembicaraan mereka.
''Nona tolong minum obatnya!!!'' ucap suster berusaha membujuk Aisyah.
''Engak!!! Obatnya pahit!!!'' ucap Aisyah yang sudah sadar dan berdiri diatas bangkar engan untuk turun. Aisyah tidak suka pahitnya rasa obat sama sekali. Aisyah akan muntah bila merasakannya, berbeda dengan obat alerginya yang sudah dimodifikasi tidak memiliki rasa sama sekali.
''Kalau begitu Nona turun dulu!!'' ucap suster tersebut menyerah.
''Engak mau!!! pasti ini akal-akalan Suster kan agar Aisyah turun!!!'' ucap Aisyah menaruh tangannya di pinggangnya. Suster itu menghela nafas frustasi, baru kali ini dia ketemu pasien seperti Aisyah yang sulit sekali di tangani.
Kenan memijit pelipisnya dan menghela napas. ''Kalau Aisyah gak mau minum obat, Aisyah gak bisa pulang!!!'' ucap Kenan melipat kedua tangannya dan tersenyum ramah, namun dengan nada mengancam.
Mendengar ucapan Kenan Aisyah tersenyum menyeringai.
''Bagus dong!!! Aisyah gak perlu pulang!! Biarin Aisyah disini aja seterusnya!!! Aisyah jadi bisa ?kemanapun Aisyah mau!!!'' ucap Aisyah melipat kedua tangannya dan tersenyum senang. Senyum Kenan luntur seketika, Kenan pikir Aisyah akan menurutinya namun malah sebaliknya.
Aisyah melompat dari bangkar dan ingin keluar tapi di halangi oleh Kenan.
''Mau kemana?'' tanya Kenan dan mendapat tatapan tajam dari Aisyah.
''Seterahku dong!!! Misi, Aku mau lewat!!'' ucap Aisyah tidak membuat Kenan menyingkir sedikitpun.
''Minggir gak?!!!'' ucap Aisyah kesal.
Aisyah menunduk. ''Bisa kasih Aisyah lewat?''
Kenan melihat Aisyah yang sepertinya sudah tidak dapat melakukan apapun lagi tersenyum.
''Gak mau!!!'' ucap Kenan ketus.
Sepertinya Kenan salah memperkirakan bahwa Aisyah akan menyerah. Aisyah menampar wajah Kenan hingga tersungkur kebelakang.
Plakkk.
Kenan memengang wajahnya yang terasa nyeri akibat tamparan Aisyah.
'Astagfirullah, sepertinya Kenan udah keterlaluan.'
Kenan mengangkat wajahnya tapi aisyah sudah berhasil pergi dan sudah pergi jauh. Kenan menghela napas dan menatap Suster yang bertugas memberikan obat kepada aisyah.
__ADS_1
''Biar Saya yang kasih dia obat,'' ucap Kenan dan Suster tersebut langsung memberikan obatnya kepada Kenan. Kenan segera mengejar aisyah sebelum aisyah menghilang dari pandangannya.
…
Jalanan perkotaan.
''Aisyah gak boleh kemana-mana!!'' ucap Kenan menghalangi Aisyah. Aisyah mendengus kesal, akan tetapi mata aisyah tiba-tiba berbinar. Aisyah segera melawati Kenan dan berjalan dengan riang.
''Kembang gula, Aisyah datang,'' ucap Aisyah menghampiri Penjual kembang gula.
Aisyah tampak asik berbicara dengan Penjual kembang gula dan mengambil kembang gula itu dengan senyum merekah di wajahnya, setelahnya aisyah menujuk Kenan dan tampak senang. Aisyah yang melihat Kenan tergesa-gesa menghampirinya tersenyum menyeringai. Aisyah memakan kembang gula itu dengan lahap, terlihat Aisyah sangat menikmatinya. Setelah Kenan sampai ditempat Aisyah, Aisyah kabur dengan cepat. Kenan ingin mengejarnya namun ditahan oleh Penjual kembang gula.
''Maaf Mas, tapi tolong bayarin punya tunangannya,'' ucap Penjual kembang gula membuat Kenan membatu. Ternyata ini maksud seringaian aisyah tadi saat aisyah menujuknya. Kenan segera menyadarkan dirinya, sebaiknya dia langsung membayarnya sebelum aisyah menghilang.
''Berapa, Pak?'' tanya Kenan membuka dompetnya.
''100 ribu pak,'' ucap Kenan terkejut mendengar harga kembang gulanya.
''Engak kemahalan, Pak,'' ucap Kenan mengambil uangnya dan memberikannya.
Penjual kembang gula itu mengangkat wajahnya dan tersenyum.
''Engak kemahalan kok, mas. Liat sih Neng, dia beli lebih dari sepuluh kembang gula,'' ucap Penjual kembang gula mengambil uang Kenan dan menunjuk arah Aisyah pergi.
Kenan menolehkan kepalanya dan melihat Aisyah yang lari dengan membawa banyak kembang gula ditangannya. Kenan menghela napas dan mengejar Aisyah. Kini Aisyah tengah berada dipenjual siomay. Kenan berhasil menghampiri Aisyah dengan terengah-engah.
''Hah, hah, hah, hah, Aisyah ... ,'' belum sempat Kenan menyelesaikan ucapannya Aisyah sudah pergi. Kenan menengokkan kepalanya dan kalau tidak salah tebak aisyah belum membayarnya juga.
''Berapa,Pak?'' tanya Kenan berusaha mengontrol napasnya dan mengambil dompetnya lagi.
''300 ribu pak,'' ucap Penjual siomay membuat Kenan terkejut.
''Astagfirullah, berapa dia beli?'' tanya Kenan tidak habis pikir dengan aisyah yang membeli kembang gula dengan begitu banyak dan sekarang dia membeli siomay sebanyak 300 ribu!!!.
''Owh, sih mbaknya bungkusin sih Bapak itu 100 ribu dan bayarin punya mereka 50 ribu, punya sih mbaknya 150 ribu,'' ucap Penjual siomay itu menjelaskan dan menunjuk seorang Bapak dan Anak kecil yang sedang makan siomay di depan.
Kenan memberikan uangnya dan melihat Bapak itu tengah makan dengan lahap bersama Anaknya. Kenan tersenyum melihatnya dan menyadari Aisyah juga memberikan kembang gulanya sebagian kepada Anak kecil itu.
Kenan berjalan ke arah aisyah pergi, Kenan kehilangan aisyah saat berada di penjual siomay tadi.
__ADS_1
''KENAN!!!'' teriak seseorang. Kenan menoleh dan melihat Aisyah sedang duduk diluar restorants melambaikan tangan kepadanya. Kenan menghampiri Aisyah dan duduk di depannya. Aisyah memakan siomay dengan lahap. Kegagalannya untuk kabur membuatnya stres dan jadi ingin makan terus.
''Aisyah baik juga mau menolong mereka,'' ucap Kenan membuat Aisyah berhenti dan menantap Kenan penuh tanda tanya.