Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Sebelum pernikahan.


__ADS_3

Rumah mulai terasa berisik dari sejak shubuh dini. Aisyah sudah sibuk dari tadi, dia dihadapkan dengan ibu dan mertua-nya.


''Aisyah pergi shoping dulu!!!'' ucap Umi Fatimah.


''Tidak!!! Aisyah pergi perawatan dulu!!!''


''Shoping!!!''


''Perawatan!!!''


Mereka berdua terus berdebat akan kemana Aisyah pergi. Umi Fatimah ingin Aisyah berbelanja sebelum hari pernikahannya, agar tidak terlalu stres. Tapi ibunya ingin dia pergi perawatan kulit dulu. Akhirnya kedua orang sahabat itu yang akur menjadi bertengkar.


Aisyah yang malas ikut berdebat dan mencari masalah memilih merebahkan tubuhnya menatap kelangit-langit kamarnya.


'Kehidupan pernikahan itu seperti apa ... sebebarnya?' pikir Aisyah.


Lama kedua perempuan itu berdebat hingga akhirnya mereka menarik Aisyah.


''Jadi kau pilih mana ?'' tanya mereka.


Aisyah yang ditarik tersentak dan bingung.


''I-itu ... .''


''Aisyah shoping dulu?!!'' ucap Umi Fatimah.


''Tidak!!! Perawatan dulu?!!'' debat Umi Aisyah.


Mereka berdua menatap Aisyah dan mennati jawabannya.


"A-aisyah ... .'' Aisyah tampak ragu dengan apa yang akan diberikannya, dia tidak boleh menyinggung kedua singa betina didepannya ini.


Tok,tok.


Ketukan pintu berhasil menyelamatkan Aisyah. Aisyah berterima kasih sekali kepada orang yang mengetuk pintu.


"Maaf nyonya, tamu-tamu telah datang,'' ucap Bibi membuka pintu kamar Aisyah.


''Astagfirullah!!! kami lupa!!!'' ucap mereka bersamaan dan segera pergi.


Mereka memang mengundang keluarga mereka, ada keluarga jauh dan keluarga yang cukup dekat datang kemari. Sesuai adat keluarga, mereka mengadakan acara makan-makan bersama.


Aisyah melambaikan tangan pada Bibi dan mengacungkan jempolnya. Bibi mengedipkan mata dan tersenyum lebar.


''Bibi buruan bantuin!!!'' teriak Umi Fatimah.


Aisyah menghela napas lega, dia bisa istirahat sekarang.


''Aisyah jangan lupa pergi belanja dan perawatan!!!'' ucap Uminya menyembulkan kepalanya dan pergi lagi.


''Hah ... ,'' Aisyah menghela napas panjang, dia pikir sudah bisa bersantai.


 


"Assalamualaikum!!!" teriak seorang wanita yang terlihat seumuran Aisyah.


''Waalaikumussalam,''ucap Aisyah bangun dan menatap orang yang masuk kamarnya tanpa minta izin.


''Salam kenal saya Zainab!! panggil saja Zai atau Zana!!!'' ucapnya mengulurkan tangan dengan ceria.


Aisyah menggapainya dan tersenyum cangung.


''Aisyah,'' singkat Aisyah.


''Tau kok,'' kata Zai tersenyum lebar.


''Zai sepupu kenan, jadi hari ini aku yang temenin kamu melakukan aktivitas harian,'' Kata Zainab dengan menyeringai.


Perasaan Aisyah menjadi tidak enak.


30 Menit kemudian.

__ADS_1


Perasaan Aisyah ternyata benar. Zainab membuatnya memakai hak tinggi dan baju yang sangat panjang hingga bisa dibuat mengelap lantai. Zainab memakaikan-nya kerudung hingga kakinya dan Zainab menutup wajahnya dengan cadar sekaligus topi hitam yang memiliki renda. Dia seperti hantu saja, belum selesai disitu Zainab juga menyuruhnya memegang tongkat!!!


''Kau mengerjaiku?''tanya Aisyah cemberut.


''Pfftt, buahahaha,'' tawa Zainab.


Aisyah membuang tongkatnya dan ingin melepas topinya.


''Tidak boleh!!!'' ucap Zainab cepat.


Aisyah memutar matanya malas. Dia akan keluar dengan tampilan itu? Jangan bercanda dengannya.


''Sudah jangan banyak bicara, kita pergi sekarang!!!'' ucap Zainab menarik Aisyah pergi.


Bukan cuma Aisyah yang berpenampilan aneh, tapi juga Zainab. Mereka keluar diam-diam tanpa diketahui siapa-pun, seperti pencuri saja.


 


....


Mobil Zainab sampai disebuah tempat kecantikan yang entah Aisyah tidak terlalu paham.


Zainab segera menarik tangan Aisyah antusias, seolah bukan Aisyah yang ingin kesini, tapi Zainab.


2 Jam kemudian.


Zainab tertidur dengan pulas, Aisyah menatap Zana dan menghela napas. Perawatan kulit ini memang membuat orang mengantuk.


''Zzz.''


3 Jam kemudian.


''Aisyah, bangun!!!'' ucap Zana mengoyang-ngoyangkan tubuh Aisyah.


Aisyah terbangun dan bergegas memperbaiki penampilannya. Mereka khusus memesan tempat itu dan secara relatif hanya ada karyawan wanita ditempat itu.


''Enak yah?''tanya Zana tersenyum puas.


Zana menyuruh Aisyah memakai pakaian-nya tadi dan begitu-pun Zana.


''Kita pergi shoping?''tanya Aisyah.


''Hoho, tidak ... untuk menghilangkan stres itu ada cara yang lebih bagus ... ,'' ucap Zana menyeringai.


''T-tidak a-apa-apa?''tanya Aisyah takut mertuanya marah.


''Tentu saja, umi cuma khawatir kamu stres. Apapun aktivitasnya itu tidak masalah, yang penting stresmu hilang,'' ucap Zana menjelaskan. Dia memang diminta membantu Aisyah.


''Lalu kita akan apa?''tanya Aisyah.


''Balapan.'' Ucapan singkat Zana berhasil membuat Aisyah terkejut setengah mati.


''A-apa?!!!''


Brummm.


Mobil Zainab melaju dengan kencang, Aisyah menutup matanya rapat-rapat, takut terjadi hal tak terduga.


''bukalah matamu ... ,'' ucap Zana pelan.


Aisyah membuka matanya perlahan. dia terpukau dengan pemandangan disekitarnya. Zainab membawanya kepantai, laju mobil membuat angin sepoi-sepoi masuk kemobil. Lautan biru dan deru ombak bergemuru membuat Aisyah menjadi tenang.


''Bagiamana?''tanya Zainab.


Aisyah tersenyum dan mengangguk.


...


''Tempat ini indah bukan?''tanya Zana.


Mereka duduk dipinggir pantai dan melihat lautan yang bercahaya.

__ADS_1


''Iya, tempat ini indah,''ucap Aisyah. Senyum cerah merekah diwajahnya, wajahnya tidak terlihat gelisah lagi. Aisyah sudah tidak ingat bahwa dia akan menikah. Zainab telah menyelesaikan tugasnya.


Crass.


Deru ombak yang keras tiba-tiba membuat senyum Aisyah luntur, wajahnya berubah menjadi serius.


''Ada apa?''tanya Zana.


''Boleh aku bertanya?'' tanya Aisyah tanpa mengalihkan pandanganya.


''Silahkan,'' ucap Zana santai.


''Kau tau Azka?''tanya Aisyah pelan.


''Azka? ... Owhh sahabat kenan!!!'' ucap Zana tersenyum menatap Aisyah. Dia sama sekali tidak peka.


''Dia itu sekertaris kenan, dia sudah lengket dengan kenan dari dulu,'' ucap Zana mengalihkan pandangannya ke luat.


''Apa kau mengenalnya?''tanya Aisyah.


''Tentu saja!!! kami pernah bermain waktu dulu,'' ucap Zana tersenyum lembut mengingat masa lalu.


''Kau mau nomornya?''tanya Zana antusias, dia terlihat bersemangat.


''E-h ... ,''Aisyah tampak ragu, dan lagi dia akan menikah.


''Kau bisa menelponnya jika ingin tau sesuatu tentang kenan, dia tau banyak loh,'' ucap Zana berpikir Aisyah hanya ingin tau banyak tentang orang terdekat kenan dan kenan sendiri.


''Terima kasih,'' ucap Aisyah tersenyum pilu. Dirinya tau ini salah, tapi dia juga ingin tahu.


Zana mengeluarkan handphonenya dan mereka bertukar nomor. Zana terlihat polos dan ceria, Aisyah juga ingin hidup seperti Zana. Usia mereka tidaklah terlalu jauh, Aisyah tau karna Zana sendiri mirip dengannya.


''Berapa umurmu Zainab?''tanya Aisyah membuat Zana yang serius dengan handphonenya berhenti.


''Aku 18 tahun!!!'' ucap Zana tersenyum lebar hingga menampilkan giginya yang putih.


''Kita seumuran,'' ucap Aisyah pelan, namun terdengar suara kesedihan diucapannya.


Zainab tersenyum kecut dan dia segera merangkul Aisyah.


''Jangan bersedih!! Aisyah tetap bisa hidup seperti orang lainnya!!!'' ucap Zana yakin.


Aisyah menatap Zainab penuh tanda tanya, memang itu bisa?.


''Tentu saja bisa!!! Kenan itu jarang dirumah, dia suka dinas dan bekerja diperusahaan ayahnya. Jadi Aisyah bebas deh, lagi pula ancam saja dia kalau tidak mau!!!,'' ucap Zainab tersenyum menyeringai.


Aisyah tertegun, kemudian dia tertawa terbahak-bahak.


''Pffttt, buahahah.''


Aisyah tidak menyangka, dia akan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Entah dosa apa yang dimiliki kenan, keluarganya malah mendukung Aisyah.


''Ehhh ... kenapa?'' tanya Zana Bingung.


Aisyah tidak menghiraukan ucapan Zana dan terus tertawa. Zainab menjadi kesal dan cemberut, namun ide jahil muncul dikepalanya. Dia mengelitik Aisyah dan mereka tertawa bersama.


''H.. en-tikan ... ,'' ucap Aisyah menahan tangan Zana


Puk.


Mereka terjatuh, Aisyah menatap Zainab dan tersenyum.


''Sudah jangan lama-lama, nanti perawatannya sia-sia lagi,'' ucap Zana segera menari Aisyah pergi.


Brak.


Zana memberikan Aisyah sesuatu.


''Pakai itu, biar kulit tidak menghitam dan kusam,'' ucap Zana menjelaskan.Aisyah tersenyum dan berterima kasih.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2