Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Hal yang tak ingin diingat


__ADS_3

Aisyah membuka matanya kemudian merengangkan tubuhnya. Aisyah melangkahkan kakinya dan membuka tirai kamarnya. Pemandangan yang selalu dilihatnya di pagi hari. Dia berada dirumahnya, setelah pulang kemarin Aisyah dan keluarganya pulang disaat sore harinya. Mata lentik Aisyah terlihat berkedip beberapa kali. Aisyah menguap dan membuka jendela kamarnya.


Cip,cip,cip.


Aisyah memandang burung-burung kecil yang bertengker di jendelanya. Pemandangan yang menenangkan dan membahangiakan.


''AISYAH!!!!''


Aisyah tersentak dan segera menutup tirainya lagi dan masuk kedalam kamar mandi.



''Ada apa mah?'' tanya Aisyah turun dari tangga dan menggelap rambutnya yang basah. Air rambutnya terlihat menetes membasahi bajunya. Aisyah baru selesai mandi dan diteriaki lagi oleh ibunya itu.


''Makan!!! kemarin Aisyah gak makan malam!!! Jangan bilang gak mau makan lagi?!!!'' ucap Mama Aisyah kesal dan menggambilkan nasi untuk Aisyah.


''Hufft, baiklah. Aisyah makan,'' Aisyah duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya dan makan dengan perlahan. Suasana canggung membuat Aisyah sulit menelan makanannya.


'Akan lebih baik Aisyah makan diluar saja, rasanya perutku gak bisa berkompromi,' pikir Aisyah menelan makanannya dengan susah payah.


''Aisyah kemarin kemana sama Kenan?'' tanya Abbinya tanpa menggalihkan pandangannya dan menyantap sarapannya.


Aisyah terdiam, apapun jawabannya tidak akan berdampak baik padanya.


''Aisyah cuma pergi keluar beli makanan sebentar gak sengaja ketemu Kenan,'' ucap Aisyah setengah berbohong dan tersenyum palsu.


Tak.


Abbi Aisyah meletakkan sendoknya dan memandang putrinya itu.


''Lain kali jangan lakukan itu!!! Ingat Aisyah itu perempuan!!!'' ucap Abbi Aisyah dengan tajam.


''Baik, Abbi,'' ucap Aisyah menunduk meremas pakaiannya. Memang apa yang dilakukannya hingga harus ditegur. Aisyah beneran gak sengaja bertemu Kenan dan bukan keinginannya untuk pulang bersamanya.


'Lagi-lagi, Abbi menyalahkanku ... ,' Aisyah menghabiskan makanannya dengan cepat dan pergi keluar.


'Yang abbi katakan tidak salah, tapi hati Aisyah sakit ... .seperti waktu itu ... abbi juga tidak mendengarkanku dan memarahiku ... ,' Aisyah teringat kejadian saat dia kecil, tampak bulir bening dimata Aisyah akan jatuh. Aisyah mengusap matanya dan duduk ditaman dekat rumahnya.



''Hai, Kamu Aisyah,kan? Aku Zen, boleh kenalan?'' tanyanya mengulurkan tangan.


''Iya, Saya Aisyah salam kenal ... ,'' ucap Aisyah tampak mundur beberapa langkah menjauh dan menggatupkan tangannya.


Laki-laki itu tersentak Aisyah menjauhinya, pandangnya menjadi buruk dimata Aisyah.


''Kenapa?'' tanyanya dengan menunduk.


''Kata Abbi Aisyah gak boleh dekat dengan laki-laki, Aisyah gak boleh bersentuhan dengan mereka,'' ucap Aisyah menjelaskan dengan meremas tangannya takut.


Laki-laki itu menggertakkan giginya. dia menggempalkan tangannya.


''Bohong!!! Kau pasti tidak mau berteman denganku, makanya Kau menjauhiku!!'' ucapnya mendekati Aisyah.


''Ti ... dak, bukan seperti itu,'' ucap Aisyah mundur beberapa langkah dengan ketakutan.


''Katanya Kau baik, nyatanya Kau hanya munafik!!'' ucapnya dengan wajah penuh emosi.


Aisyah semakin mundur dengan cepat, namun kakinya terselandung batu. Aisyah terjatuh, Aisyah gemetaran ketika laki-laki itu sudah didepannya ingin memukulnya.


Plakkk.


''Kau jijik didekatku?? Kau jijik ,hah?!!!'' tanyanya dengan menarik kerudung Aisyah dan meneriakinya didepan wajahnya. Aisyah ketakutan dan berharap seseorang akan menolongnya.

__ADS_1


''Dari dulu Kau itu cuma sok suci!!! Kalau Ku robek kerudungmu apa Kau masih mau sok suci didepan sana!!!'' ucapnya tersenyum licik.


Deg.


Aisyah mendorongnya dan mundur beberapa langkah. Lelaki itu terdorong dengan keras.


Brak.


''Ka ... u jangan macam-macam,'' ucap Aisyah menunduk memegang dadanya.


Keheningan membuat Aisyah memberanikan diri melihat laki-kaki itu.


Deg.


Jantung Aisyah memompa dengan cepat, Dia tidak menyangka dorongannya akan membuat laki-laki itu terbentur Air mancur ditaman hingga berdarah.


'Aisyah ga ... k sengaja ... ,' ucap Aisyah terduduk.


''Ahkkkk, Seseorang tolong kemari!!!'' teriak seorang yang lewat disana.


Ruang kepala sekolah


'' ***** ''


Aisyah sama sekali tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, entah itu caci makian, penghinaan, tuduhan, Aisyah hanya ingin seseorang berpihak padanya. bayangan mata Aisyah menggelap. Dia sudah tidak peduli kata mereka.


''Aisyah!!!'' ucap Seseorang memasuki ruangan itu.


Aisyah menatap orang itu dengan harapan, sebulir bening yang ditahannya hampir menetas, namun Aisyah tersentak mendengar perkataannya.


''Maafkan Anak Saya, Saya akan mengajarinya dengan benar!!'' ucap Abbi Aisyah membungkuk. Aisyah mematung, Aisyah menulikan telinganya, yang dia tahu Ayahnya tidak memihaknya, bahkan Ayahnya tidak bertanya kepadanya.


Abbi Aisyah memegang pundak Aisyah setelah kepala sekolahnya pergi dengan orang tua laki-laki tersebut.


''Aisyah, jangan lakukan itu,Nak'' ucap Abbi Aisyah memposisikan tubuhnya dengan Aisyah yang masih kecil.


Aisyah menepis tangan Abbinya dan berlari dari ruang kepala sekolah. Sebulir bening yang terus ditahannya sudah tidak tertahan lagi. Aisyah tidak menyangka abbinya akan menyalahkannya. Hati Aisyah seperti teriris sebuah pisau besar dan dihancurkan berkeping-keping.


Brakk.


''Yaa Allah, Adek gak apa-apa?'' tanya orang yang ditabraknya. Aisyah mundur beberapa langkah dan memeluk lututnya menangis sejadi-jadinya.


''Hik, huaaaaaaa!!!''


Laki-laki itu kelabakan, Dia menaruh buku-bukunya dan berusaha menenangkan Aisyah.


''Adek sakit? Adek jangan nangis, mau Saya belikan permen? es krim?'' tanyanya terus berusaha membujuk Aisyah.


Hal yang diharapkan ayahnya membujuknya malah dilakukan orang asing. Aisyah berharap ayahnyalah yang akan menenangkannya sekarang, mengatakan bahwa Aisyah tidak salah, Aisyah tidak sengaja.


''Hiksss, huaaaa!!!'' tangis Aisyah semakin menjadi membuat laki-laki itu dipandang dengan buruk.



Drtt,drtt.


Aisyah tersadar dari lamunannya dan menatap siapa yang menelponnya. Aisyah menghela napas dan tersenyum.


''Met pagi putri, heheh'' ucapnya penuh riang.


''pagi, ada apa?'' tanya Aisyah penasaran.


''tidak ada. Cuma nanti siang barang yang Ku hadiahkan untukmu akan datang, jadi jangan lupa diambil, oke?''

__ADS_1


''Baiklah, Aku penasaran apa yang Kau berikan ... ,'' ucap Aisyah tersenyum.


''Neh, bisakah Aisyah memanggil Ku-'' ucapnya terpotong.


''Hah? Ishh, baiklah ... ,'' ucapnya dari sebrang samar-samar terdengar Dia sedang mengobrol dengan seseorang.


''Kau sibuk, yaudah Aku matikan.''


''Apa!! Tunggu dulu panggil Aku-''


Tuttt.


Laki-laki iti terdiam dan menghela napas. Dia menatap nama yang dipangggilnya. My Princes tertulis disana dengan love-love. Laki-laki itu memandang dengan sayu, terlihat dimatanya kesedihan dan penyesalan yang besar.


Aisyah kembali kerumahnya dengan berjalan perlahan, seolah enggan untuk pulang.


''Apa Kau tau … diriku lelah … untuk berpura-pura ... ,'' seorang penyanyi jalanan bernyanyi dengan riang, matanya yang tampak sayu memperlihatkan dia melalui banyak hal dalam hidupnya. Aisyah berhenti dan memperhatikan penyanyi itu.


''Kau mau dengarkan laguku?'' tanyanya menatap Aisyah yang berdiri didepannya.


Aisyah tidak menjawab,namun tidak juga pergi. Penyanyi jalanan itu tersenyum dan memainkan gitarnya.


''Kau tak pergi berarti tertarik mendengarnya. Ini lagu ciptaanku setelah melewati badai yang besar.''


apa kau tau...


Diriku lelah~


Untuk terus berpura-pura...


Seolah semua baik-baik saja...


Diriku hancur, tanpa Kau sadari...


Dan Kau bertanya mengapa?


Apa kau tak sadar...


Kau hancurkan diriku...


Aisyah diam mendengar hingga selesai. Menurut Aisyah itu adalah lagu yang menyimpan penderitaan. bisa ditujukan untuk siapa saja, baik kekasih, orang tua, teman dan siapapun.


''Kau punya bakat menyanyi … Aku bisa membantumu ... ,'' ucap Aisyah mengeluarkan handphonenya.


''Wah, benarkah? Tapi banyak orang bilang Aku ini tidak cocok jadi Penyanyi ... ,'' ucapnya tersenyum kecut. Aisyah menggelengkan kepala dan menelpon seseorang.


''Assalamualaikum, Rendy.''


''Waalaikum salam, Ada apa Aisyah tumben Kau menelpon Ku?'' tanya Rendy penasaran.


''Kau sudah menggapai mimpimu jadi menenger artis terkenal, kan? Aku ingin merekomendasikan seseorang ... ,'' ucap aisyah tersenyum melihat orang yang didepannya.


''Hah? Kau menolong Penyanyi jalanan lagi?!!!'' ucapnya terkejut.


''Heheh, kali ini kayanya dia berbakat,'' ucap Aisyah tersenyum kikuk.


''Ck, baiklah karna Kau sudah merekomendasikanku dengan bantuannya hingga aku bisa jadi seperti ini. Akan Aku kabulkan,'' ucapnya.


''Kirim tempatnya.''


Aisyah membagikan tempatnya dan mematikan telponnya.


''Seseorang akan datang membawamu, namanya rendy, dia meneger artis terkenal,'' ucap Aisyah tersenyum ramah.

__ADS_1


''Terima kasih. Kenapa kau membantuku?''


''Aku melakukannya untuk seseorang, agar aku tidak lupa bahwa semua orang dibumi ini tidaklah buruk. Aku ingin mencontohnya,'' ucap Aisyah mengingat seseorang yang sudah menolongnya. Di bayangan Aisyah laki-laki itu terlihat begitu baik bagaikan malaikat tanpa sayap dipunggungnya.


__ADS_2