Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Hadijah dan Kenan


__ADS_3

''Lepaskan!!! Aku tak mau makan!!!''


Hadijah melempar mangkuk bubur yang suster berikan.


Dari balik pintu ruang rawat Kenan menghela napas lalu membuka pintu.


Melihat siapa yang masuk Hadijah memalingkan wajahnya.


''Kenapa kau kesini? Pergi!! Aku tak mau melihatmu.''


Kenan tak menanggapi perkataan Hadijah, ia duduk lalu mengambil bubur baru yang diberikan suster.


Kenan meniup-niup bubur yang ada pada sendok lalu menyodorkannya pada hadijah.


''Aku sudah bilang tak akan makan!!''


Kenan tak menanggapi dan tetap menyodorkan sedoknya.


''Pergi!! Biarkan saja aku mati!! Kenapa susah-susah membawaku kemari!!!''


Tes.


Kenan menghela napas berat. Hatinya merindukan rumah, dimana istrinya tinggal. Kemungkinan Aisyah sudah pulang dan melihat rumah yang sunyi ... Apa yang harus ia katakan padanya nanti saat pulang.


''10 tahun bukan waktu yang singkat ... Aku terus menunggu dan menunggu ... Pergi!! jangan urusi aku lagi.''


''Dijah ... Aku minta maaf.''


Hadijah memalingkan wajahnya menahan tangis agar tidak terlihat lemah. Penyakit yang ia derita sudah cukup dirinya dikasihani orang-orang.


''K-katakan padaku kau tak mencintainya ... Kamu dijodohkan-kan?''


''Apa kau akan makan bila aku menjawab.''


''Aku ....''


Hadijah menunduk dalam. Air matanya turun bagaikan tetesan hujan.


Kenan bisa jaga dijah-kan? Kami mohon ... Dijah hidup hingga sekarang adalah anugerah dari Allah pada kami. Kami mohon, Nak. Dijah tak bisa hidup tanpanmu.


'Aisyah maafkan aku ... Aku berhutang maaf padamu yang tak terhitung jumlahnya.'


''Iya.''


Wajah Hadijah terangkat. Ia tersenyum lalu membuka mulutnya. Kenan menahan perih dihatinya mengkhianati cintanya.


Kenan merawat hadijah dengan baik, demi memenuhi janjinya. Janji itu kini Kenan sesali sedalam-dalamnya.


''Ken ... Dijah mau ketaman. Kita pergi kesana, yah?''


''Maaf dijah, gak bisa.''


''Ayolah!! Aku bosan terus dibangsalku!!''


''Kata suster kamu harus istirahat.''


''Tapi bukan berarti gak boleh jalan-jalan!''


Cklek.


Seorang suster datang untuk menganti infus Hadijah yang akan habis. Hadijah memegang lengan sang suster lalu menatapnya memelas.


''Suster, dijah bolehkan pergi ketaman rumah sakit buat jalan-jalan? Dijah bosan disini.''


''B-''


Sing.

__ADS_1


Mata Kenan bagaikan pisau menatap sang suster. Suster itu menatap hadijah lagi, mata memelasnya membuat sang dokter jadi memiliki pilihan yang sulit.


''Asalkan hati-hati,'' ucapnya cepat lalu pergi secepat kilat setelah mengantinya.


''Hore!!''


Kenan memalingkan wajahnya lalu berdecak kesal.


''Ayo buruan!''


Kenan menghela napas berat lalu mengambil kursi roda. Kenan membantu Hadijah untuk duduk, memegang infusnya lalu mendorongnya ketaman.


Kenan melihat langit yang biru, mungkin bila dinegaranya sekarang sedang sore.


Huaaaa! Aisyah gak bakal lari-lari lagi!! Kakak jangan marah.


Kenan teringat saat pertama kali ia datang kerumah mereka, aisyah tersesat. Kenan mencarinya kemana-mana hingga menemukannya di pasar malam dan saat pulang aisyah terjatuh disebabkan ia berlarian.


''Kenan ... Aku mau bunga itu!! Ambilkan untukku!''


Kenan melihat bunga putih yang tak jauh dari depan mereka.


''Gak boleh! Bunganya bisa jadi berbahaya.''


''Ish! Ken, mah gitu! Tapi makasih perhatian sama Dija. Tetap saja Dijah mau mau!!!''


Kenan menghela napas panjang lalu berjalan kearah bunga tersebut memetiknya satu. Bunga mawar putih yang besar dengan rona kuning ditengahnya itu memiliki rasa harum, kelopaknya ada lima dengan tekstur yang lembut namun tidak mudah rusak.


''Nih.''


Hadijah menerima bunga tersebut lalu melihatnya. Hadijah mengendus-ngedus bunganya lalu tersenyum begitu lebar saat semarbuk wangi melati masuk kehidungnya.


''Ken, cantik gak?'' Hadijah menaruh bunganya diselip kerudungnya.


''Iya.''


''Cuek banget sih!''


...


''Ken pasti akan datang lagi,'' ucapnya pada Kenan yang membuka pintu.


Kenan tersenyum begitu singkat lalu meletakkan sebungkus makanan disana.


''Ken ... Potongkan aku apel.''


Kenan tak banyak bicara dan langsung mengerjakannya. Setelah selesai Kenan menyodorkan sepiring apel yang telah dikupas dan dipotongnya pada Hadijah.


''Suapkan.''


''Makan sendiri.''


''Kalau gitu dijah gak mau makan obat!!!''


Kenan menghela napas panjang dan menurutinya.


...


Hadijah telah dinyatakan sembuh dan sudah dapat pulang. Tapi dokter menasehatinya untuk rajin meminum obatnya serta kontrol setiap bulannya dirumah sakit terdekat.


Hadijah mengangguk lalu melirik Kenan.


''Kalau gitu sekarang kita pergi kencan!''


Degh.


Kenan menahan rasa kesalnya juga amarahnya.

__ADS_1


''Dijah ... Aku sudah menikah.''


''Lalu? Ken-kan tidak mencintainya. Ken bisa menceraikannya, atau kalau tidak bisa ... Nikahi aku untuk jadi istri keduamu.''


Kenan tersenyum, namun ia menggempalkan tangannya dengan kuat dibelakang tubuhnya.


''Gak bisa! Kita harus segera pulang!''


''Tidak! Aku mau jalan! Kalau tidak Dijah tidak akan minum obat,'' ancamnya.


Kenan menghela napas berat lalu mengangguk.


''Horee!! Banyak tempat yang ingin dijah kunjungi.''


Dari satu tempat ke tempat lain. Tempat yang hadijah datangi adalah tempat para pasangan sering datangi.


''Kenan akan menikahiku-kan? Lagi pula aku sudah menunggu lama ... Aku setia-kan? Aku juga baik sekali loh, buktinya aku memaklumi istri pertamamu yang seharusmya posisiku.''


Kenan menenguk salivanya berat. Ia tak ingin berbohong, Kenan tak lagi ingin menambah luka untuk Aisyah. Aisyah tak salah apapun, ia dan takdir-lah yang menyakitinya.


''Kenan malu yah? Diam berarti iya!!''


Hadijah tertawa begitu lepas. Poligami, tidak ada yang mengingikan poligami.


''Aku baik-kan mau berbagi dengannya.''


Kenan menunduk dalam, ia tak bisa mengatakan apapun.


Hadijah berputar-putar disekitar burung-burung, menikmati semilir angin dengan kicauan.


''Padahal aku duluan tapi ia yang menikah lebih dulu sebagai istri pertama. Aku sangat baik hingga tak menyuruhmu menceraikannya ... Hidupnya pasti sedih karna Ken tak mencintainya.''


Trang.


Kenan tak lagi bisa mendengar ucapan sembrono hadijah, hatinya memanas juga sakit. Ia tersiksa dengan semuanya.


''Kenan?''


''Dijah kita pergi makan, yuk.''


Hadijah tersenyum sumringan mendengarnya, ia segera menghampiri Kenan lalu mengangguk.


''Ken sangat perhatian! Dijah memang belum makan siang.''


Kenan tersenyum kecut mendengarnya.


Cup.


Degh.


Kenan mematung, bagaimana bisa Hadijah menciumnya didepan umum. Meski mereka dekat, tak sepatutnya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim saling bersentuhan.


''Kita akan menikah jadi tidak usah dipikirkan.''


'Aisyah maafkan aku ... Yaa Allah apakah ini ujian dari engkau untuk melihat seberapa setia kami membina rumah tangga kami.'


Kenan berjalan dibelakang hadijah mengikuti perempuan itu.


...


Syuut.


Aisyah tiba-tiba terbangun tengah malam. Ia duduk begitu saja sambil melamun. Perutnya tak lagi rata, terlihat buncit tapi untunglah pipinya jadi gembul seolah ia jadi ngemuk.


Aisyah mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat tahajjud. Aisyah berdoa meminta petunjuk dan kemudahan untuk menghadapi masalahnya.


...

__ADS_1


Terlalu banyak tau tak membuat kita bahagia. Aisyah menelan pahit sebuah berita yang ada didepannya.


Gosip terhangat. Kenan Presdir HK groub ditemukan sedang bermesraan disalah satu wisata pasangan terbaik yang ada diluar negri, dikabarkan mereka sedang berbulan madu. Wahhh semoga langgeng terus yah.


__ADS_2