Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Reuni


__ADS_3

''Besok kamu liburkan?'' tanya Kenan menatap Aisyah yang berbaring sambil membaca buku.


"Iya, besok saya gak ada mata kuliah apapun.''


"Besok kamu ikut saya pergi reuni.''


Aisyah menutup bukunya menatap Kenan bingung.


"Kenapa?'' tanya Kenan menatap Aisyah balik.


Mata mereka bertemu. Aisyah terus menatap manik hitam mata suaminya yang menenangkan itu.


"Kenapa saya harus ikut?"


Kenan tampak berpikir, mungkin lebih baik juga ia tidak bawa Aisyah.


"Yaudah besok kamu dirumah aja."


"Eh! Gak! Ikut! Nanti Aisyah bocan!" ucap Aisyah mulai bertingkah manja.


Puk.


Aisyah menaruh kepalanya tepat didada Kenan.


"Aisyah saya lagi kerja," ucap Kenan tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.


Posisi mereka sekarang berada dikasur dengan Kena setengah membaringkan tubuhnya dengan kepala Aisyah yang berada didadanya.


"Lalu kenapa?'' tanya Aisyah tersenyum cengingiran.


Kenan menatap mata Aisyah tajam.


"Laptopnya susah diliat sayang," goda Kenan agar Aisyah cepat menyingkir.


Syut.


Aisyah malah mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga benar-benar menghalangi penglihatan Kenan.


Aisyah manaikkan alisnya seolah menantang kesabaran sang Suami," Kenapa sa-yang?"


Kenan benar-benar jengkel. Ia menutup laptopnya kemudian menaruhnya disamping. Ia kembali manatap sang istri yang menatapnya seperti itu.


Set.


Mata Aisyah terbelalak, wajahnya jadi merah. Kenan membalikkan tubuhnya dengan cepat. Ia dapat melihat manik mata suaminya yang menetapnya.


Kenan menimpa tubuh Aisyah membuat Aisyah terkurung dibawah tubuhnya.


"Masih mau main-main?'' tanya Kenan menaikkan alisnya.


Aisyah langsung kelabakan dan menutup wajahnya. Wajahnya pasti memerah, lagi suaminya malah terlihat semakin ganteng dilihat dari sana.


Set.


Kenan menyingkir perlahan sambil terkekeh.


''Kamu ikut besok terus kita jalan-jalan ... jadi jangan nganggu saya kerja,'' ucap Kenan mengacak-acak rambut Aisyah.


Aisyah mengerucutkan bibirnya kenapa sih ia tidak bisa menjahili Kenan tanpa kekalahan seperti itu.


...


"Aisyah!!!'' teriak Kenan dari lantai bawah.


Aisyah menghela napas panjang. Kenapa memang kalau ia lama berdandan.


"Dasar laki-laki gak peka!"


"Ekhm," deheman Kenan membuat Aisyah cegigiran.


"Kenapa Kak?'' tanya Aisyah membuat Kenan menghela napas.


"Tadi katanya lima menit?" ucap Kenan menaikkan alisnya.


Aisyah menghela napas dan segera menutup alat make up-nya.


"Udah," cuek Aisyah.

__ADS_1


"Masyaallah, istri siapa ini cantik sekali,'' puji Kenan dengan wajah menantangnya.


Kalau begitu Aisyah jadi tidak bisa marah. Terlihat guratan kemerahan diwajahnya, ia tersenyum dengan tersipu malu-malu.


Kenan jadi gemes sekali melihat tingkah istrinya.


Syut.


Aisyah merentangkan tangannya. Setelah beberapa hari Aisyah tidak minta digendong akhirnya ia mulai manja lagi minta digendong.


Entah ia ini suaminya atau pengasuhnya.


"Hmp!"


Aisyah mengerucutkan bibirnya karna Kenan seolah-olah tak akan pernah meraih tangannya.


Syut.


Biasanya Aisyah suka digendong dibelakang punggung Kenan tapi kali ini Kenan menggendongnya layaknya anak bayi.


"Kak!!!'' jerit Aisyah.


Ia malu digendong seperti itu.


"Bayiku cerewet sekali!" ucap Kenan iseng.


Aisyah menggalungkan tangannya dileher Kenan. Ia malu, sangat malu.


"Turunin!"


"Ini mau turun kok sayang," ucap Kenan menurunu tangga.


Set.


Kenan menurunkan Aisyah disamping tempatnya mengemudi.


Nyut.


Kenan terkekeh canggung saat Aisyah mencubitnya.


"Gak lagi kok Syah."


...


Aisyah berjalan perlahan dibelakang Kenan.


Syut.


Kenan berbalik, ia mengulurkan tangan pada Aisyah.


"Biar gak kesasar," ucap Kenan tersenyum.


Aisyah menerima uluran tangannya dengan tersenyum kecil.


Mereka sampai diruangan yang begitu besar, sebenarnya Aisyah kurang tau Kenan alumni mana. Apakah ini reoni saat sekolah dasar, menengah, atas, atau saat kuliahnya.


"Assalamualaikum,'' ucap Kenan membuat semua mata tertuju pada mereka.


"Waalaikumussalam, wah orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang,'' ucap Seseorang datang menghampiri Kenan kemudian merangkulnya.


Matanya tiba-tiba menangkap sosok kecil dibalik punggung Kenan. Tanpa hati ia mendorong Kenan melihat Aisyah dengan seksama.


"Masyaallah, ukhti adeknya Kenan, Yah? Kalem banget.''


''Bukan,'' ucap Azka menjitak kepalanya.


''Terus apanya? Yah kali istrinya," ucapnya terkekeh.


Tak ada respon dari Azka juga Kenan. Tawanya langsung berhenti.


''Serius Azka?''


''Serius Hanif,'' ucap Azka menghela napas.


Aisyah yang menunduk mengangkat wajahnya sambil tersenyum.


Wajah Hanif terlihat memerah. Ia buru-buru berbalik sambil menggerutut.

__ADS_1


"Kok gak adil banget sih Kenan dapatnya yang imut gitu."


"Umurnya berapa?''


Pertanyaan seorang perempuan dari mereka membuat suasana menjadi hening.


"Kamu gak nikahin anak kecilkan?'' ucapnya entah ingin mengatakan apa.


Ia memandang Aisyah dari bawah hingga keatas. Apakah karna wajahnya babyface jadi tidak ada yang sadar ia ini juga dewasa hanya mungkin tidak terlalu cocok dengan umur Kenan yang terlalu jauh.


Suasana yang semakin mencengkam tanpa ada yang ingin menjawab pertanyaan tersebut.


''Yaya mau makan?'' tanya Kenan yang tiba-tiba menggunakan nama kecil Aisyah.


Aisyah mengangguk pelan sambil mendekati Kenan. Kenan mengusap kepalanya pelan. Ia menarik tangan Aisah untuk duduk disalah satu meja yang kosong.


Set.


Hanif juga Azka ikut duduk dimeja tersebut.


''Situasi tadi jelek banget," ucap Hanif menghela napas panjang. Ia menyantap buah didepannya dengan pelan.


Sementara Kenan sibuk menyiapkan makanan untuk istrinya. Ia mencoba setiap makanan untuk memastikan apakah semuanya aman untuk dimakan.


"Sudah, silahkan dimakan," ucap Kenan menyuapi Aisyah dengan sepotong kiwi dengan garbu kecil.


Aisyah memakannya dengan tersipu, ia juga tak mungkin menolaknya.


''Saat begini kalian malah mesra-mesraan, bener-bener deh,'' ucap Azka menghela napas panjang.


Kemudian Azka berdiri dan menghampiri beberapa teman laki-lakinya.


Meski ingin menghindar Aisyah tetap terusik dengan tatapan dari mereka. Salahkah bila ia lebih muda? lagi pula ini bukan salahnya yang terlihat seperti itu. Tubuh kecil dengan wajah babyface membuatnya selalu terlihat seperti anak kecil.


''Aisyah tunggu sebentar disini,'' ucap Kenan pergi menghampiri seorang laki-laki yang terlihat lebih tua, mungkin ia yang paling tua disana.


''Yaya?''


Aisyah mengalihkan pandangannya pada Hanif, laki-laki itu tersenyum pada Aisyah. Suasana mereka menjadi canggung. Aisyah memilih untuk makan apa yang Kenan berikan padanya, ia terlalu bingung untuk mengobrol.


"Pagi aja Hanif, Kakak juga boleh, A'a juga boleh."


Ting.


Ia mengedipkam sebelah matanya membuat Aisyah merinding.


Plak.


Ia meringkis dan melihat sang empu yang memukul kepalanya.


"Jessica?!" pekiknya kesal dan menariknya duduk disebelahnya.


"Hanif semblek! Gara-gara kamu sih keluyuran!"


"Bukannya kamu yang suka nyasara?!"


"He'eh siapa bilang!"


"Ica?"


Panggil Aisyah membuat sang empu menengok. Seketika ia jadi kegirangan bertemu dengan Aisyah.


Tanpa disadari olehnya Jessica telah mengobrol panjng lebar dengan Aisyah. Keduanya seolah lupa mereka berada dimana, asik dengan dunia mereka.


Syut.


Hanif menyodorkan kepada mereka jus jeruk karna dari tadi mereka berbicara tanpa mengenal lelah.


"Nih minum, dari tadi gobrol kaya gitu gak kering bibir,'' ucap Hanif memakan salad buah yang ada didepannya.


"Enggak!" kompak mereka berdua.


"Terus-" Jessica berhenti berucap ketika melihat Kenan datang kemudian mengucup pipi Aisyah.


"Omgt!!! Aisyah?!!!" pekik Jessica dengan wajah penuh tanda tanya.


"Ekhm, i-ini ... Suamiku, Kenan,'' perkenalan Aisyah membuat Jessica terngangga. Sahabatnya itu yang itu selalu bobrok tiba-tiba menikah, babyface wajahnya dengan wajah maskulin Kenan benar-benar berlawanan dengan Aisyah.

__ADS_1


''Aku perlu kasih tau Groub kang Bobrok!''


Woiii!!! Kabar heboh!!! Aisyah udah Nikah!!!


__ADS_2