Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Bahagia


__ADS_3

''Mama sama Papah juga Umi, Abby beneran mau pulang?'' tanya Aisyah.


Mereka mengangguk lalu memeluk Aisyah satu persatu.


''Jaga diri. Kenan juga jaga Aisyah,'' ucap Umi mengingatkan.


''Iya, Umi. Kenan akan jaga Aisyah.''


Kenan menyalami tangan orang tuanya dan mertuanya.


Merek menatap kepergian mobil yang kian menjauh.


''Ayo Aisyah kita masuk kerumah kita.''


Aisyah tersenyum lalu masuk kerumahnya.


...


Tiga bulan kemudian.


Kini usia kehamilan Aisyah sudah menginjak delapan bulan. Aisyaj mulai susah untuk bergerak.


''Kak geseran sempit!'' ucap Aisyah mendorong Kenan ditengah malam.


Kenan sedikit menyingkir lalu menyanggah perut istrinya dengan bantal.


Puk, puk.


Kenan mengusap kepala Aisyah membuat sang istri tertidur kembali.


...


''Mah, Pah!'' girang Aisyah melihat kedua orang tuanya datang.


Aisyah berangsur kepelukan mereka.


''Perut Aisyah makin gede aja.''


Aisyah melihat perutnya lalu tertawa pelan. Ia menuntun kedua orang tuanya masuk kedalam rumah. Mereka datang untuk menemani putrinya melahirkan.


Aisyah menghidangkan teh juga beberapa kukis untuk mereka.


Tok, tok.


Pintu rumah kembali diketuk, Aisyah bergegas membuka pintu. Senyumanya merekah melihat Umi juga Abby berada disana dengan membawa koper.


''Umi! Abby!''


Aisyah mempersilahkan mereka masuk. Umi Fatimah terus melihat perut Aisyah yang besar.


''Umi mau pegang?''


''Mau!'' jawab Mamanya yang girang.


Ternyata bukan cuma Umi yang juga Kepo tapi Mamah.


Kedua perempuan itu mendekat lalu mencoba memegang perut Aisyah.


''Ini nenek.''


Tak ada pergerangan membuat mereka kecewa.


''Nanti Kenan pulang coba ajak ngomong nanti gerak kok.''


Mereka berdua saling memandang lalu menelpon Kenan untuk segera pulang.


Beberapa menit kemudian Kenan pulang membawa kue.


''Assalamualaikum.''


''Waalaikumussalam.''


Kenan memberikan kuenya pada Aisyah lalu berjongkok.


''Papah pulang.''


Dhuk.


Benar saja perut Aisyah terlihat ada pergerakan. Umi Fatimah dan Mama menaruh tangannya.


Dhuk.


''Mereka nendang!''


Aisyah tersenyum melihat senyum kedua perempuan itu.


Papah juga Abby yang melihatnya ikut penasaran.


''Ekhm,'' deheman Abby melirik Chandra.


Aisyah yang melihat Papah juga Abby saling melempar pandangan angkat bicara.


''Kalian mau pegang?''


Tanpa berpikir panjang mereka langsung mendekat.


Abby memegang perut Aisyah dari sebelah kiri ditempat Umi Aisyah tadi yang sudah menggeser. Lalu Papah duduk disebelah kanan Aisyah tempat Mama tadi duduk. Mereka memegang perut Aisyah.


''Ini Kakek kalian,'' ucap Kenan. Mendengar suara Kenan mereka menendang dengan kuat.


''Ish!''


''Aisyah gak apa-apa?'' tanya Kenan terlihat khawatir.


''Gak apa, si kecil suka sekali dengar suaramu.''


Kenan terkekeh pelan. Suara tawanya membuat mereka menendang beberapa kali.


''Iya, beneran loh,'' ucap Abby yang ikut merasakannya.


Papah ikut mengangguk.


...


''Aisyah!'' sapa Hafsah.


Hafsah melihat perut Aisyah yang kian membesar.


''Perut lo gede banget, suer deh,'' ucapnya mencoba menoelnya.


Aisyah terkekeh lalu menarik tangan Hafsah untuk memegangnya.


''Nak, ini tante Hafsah.''


Duk.


Terasa pergerakan kecil ditangan Hafsah membuatnya menatap Aisyah tak percaya.


''Hebat banget, yah. Dalam perut bisa ada makhluk kaya gini.''


Aisyah terkekeh mendengarnya.


''Aisyah!''

__ADS_1


Mereka berbalik melihat Ja'far memanggil Aisyah.


''Astagfirullah!'' kejut Ja'far melihat perut Aisyah.


''Kamu hamil? Jadi Aisyah udah nikah?''


Hafsah berkecak pinggang lalu menanggapinya.


''Yah sudah lah. Memang kamu jomblo.''


Ja'far terkekeh pelan lalu menghela napas.


''Padahal Gw mau ngajakin ke tempat latihan soalnya kamu gak pernah datang lagi sejak beberapa bulan lalu, tapi sekarang gw paham apa alasannya. Selamat telah jadi ibu.''


Aisyah mengangguk lalu mengatakan, ''Makasih. Tapi Aisyah masih anggota-kan?''


''Tentu saja. Siapa sih yang gak mau nerima orang berbakat.''


Aisyah terkekeh pelan mendengarnya.


...


''K-kamu hamil?!'' kejut Jessica.


Aisyah mengangguk pelan. Jessica menatap Celsie tak percaya.


''Gw juga baru tau.''


Jessica mengusap dadanya lega.


''Terus kenapa lo santai aja?''


''Yah mau gimane marah-kan gak guna.''


Jessica mengangguk kemudian memegang perut Aisyah.


''Dia tidur?''


''Mungkin.''


''Jadi kita kumpul begini ada apa?'' tanya Jessica.


Semua mata melihat kearah Ratna.


''Ekhm, sebelum itu aku mau minta maaf dulu. Jadi kemarin Rendy datang mengajukan kerjasama dan Gw terima, Sorry jess lo taunya dari Gw. Jadi gw bakal bikin agensi sama Rendy. Sorry Syah.''


Aisyah mengangguk, semua mata tertuju padanya.


''Gw butuh 3 triliun.''


Plak.


Celsie menjitak kepala Ratna dia pikir itu uang sedikit.


''Tenang aja kita punya ini!'' ucap Aisyah mengeluarkan black cardnya.


''Gw tebak dari suamimu,'' ucap Jessica tepat.


Aisyah mengangguk. ''Gak apa kok, dia bilang Aisyah bebas ngapain aja.''


''Kalau gitu 3 triliun 5 milyar, oke?''


Celsie melotot tapi Aisyah tetap mengangguk.


''Terus ....''


Mereka semua menanti ucapan Raina.


''Ini,'' ucap Raina menyerah selembar surat pada Aisyah.


''Pesan Rendy ... Dia minta maaf,'' ucap Ratna dan diangguki oleh Aisyah.


Aisyah membuka suratnya yang berisikan beberapa kalimat.


Aisyah, sebelumnya saya mau minta maaf. Mengingat kenangan lama semoga ini bisa jadi hadiah untuk masa lalu. Dan aku harap kamu bahagia.


Aisyah melihat hadiah yang dimaksud ternyata fotonya dengan Umar saat tamatan yang difoto oleh Rendy.


Mereka memandang Aisyah. Aisyah mmeperlihatkannya lalu tersenyum senang.


''Kita lupakan masa lalu.''


''Pftt, hahah. Kamu gak berubah syah cepet banget maafiinnya,'' ucap Riana yang diangguki sahabatnya.


...


Sembilan bulan kehamilan Aisyah.


Pagi-pagi sekali setelah sholat shubuh Aisyah turun kebawah lantaran mencium bau harum dari dapur.


''Mamah masak nasi goreng?''


''Iya, ini baru selesai.''


Aisyah duduk dimeja makan menyantap nasi goreng yang dihidangkan Mamanya.


''Mama buatkan susu.''


Aisyah mengangguk lalu menyantap nasi gorengnya.


Setelah selesai Hamara menghampiri Aisyah, langkahnya terhenti melihat darah menetes dari kursi juga dari gamis putrinya.


''Aisyah!!''


Aisyah menengok dengan mulut penuh nasi goreng.


''Kamu berdarah!!!''


Aisyah melihat kebawah ternyata gamisnya sudah penuh darah.


''Jangan gerak!! Mama panggilin Kenan!!''


Mama meletakkan gelas susunya lalu buru-buru naik keatas.


Aisyah melihat susu coklat tersebut lalu meminumnya.


Drab!!


Langkah cepat membuat Aisyah menengok.


Mereka semua langsung menghampiri Aisyah. Kenan menggedong istrinya kemobil lalu membawanya kerumah sakit.


''Perut kamu kram, Nak?'' tanya Umi.


Aisyah menggeleng, ia tidak merasakan apapun.


...


Mereka semua menunggu diruang tunggu didepan UGD kecuali Kenan. Ia masuk kedalam ruang UGD menemani istrinya.


Aisyah mneggeram kesakitan tanpa suara, ia meremas tangan Kenan hingga memutih.


''Sedikit lagi!''

__ADS_1


''Oeekkkkk.''


Kenan bernapas lega mendengar suara tangisnya.


''Satu lagi!''


''Ahk!''


''Gawat pasien akan pingsan!!!''


''Aisyah! Ayo! Kamu pasti bisa!''


Aisyah meremas tangan Kenan sampai tangannya berdarah.


Berjam-jam ia diruang UGD tapi anak keduanya tak ada tanda akan keluar.


''Kita sesar saja?''


''Tidak perlu! Kepalanya sudah terlihat.''


'Nak jangan susahin Mama,' ucap Kenan dalam hati.


''Oekkkkk!''


Aisyah membuka matanya perlahan melihat sekeliling. Pandangan matanya melihat Kenan yang berkeringat mengkhawatirkannya.


Kenan mengusap kepala Aisyah. ''Kamu hebat, Sayang.''


Aisyah memaksakan senyumnya lalu memejamkan matanya.


Kenan menatap dokter, apa istrinya pingsan.


''Pasien cuma tertidur.''


Kenan bernapas lega. Ia melihat tangannya yang berdarah segera keluar untuk mengobatinya.


Saat keluar Papah, Mama, Umi, Abby menghampiri Kenan.


''Aisyah gak apa-apa, anak Kenan kembar. Baru dimandiin sama suster. Kenan mau baluti tangan Kenan dulu.''


Umi ikut dengan Kenan untuk membaluti lukanya.


...


Aisyah membuka matanya perlahan, pemandang pertama ia lihat Kenan yang mengendong anaknya dengan tangan diperban.


Melihat Aisyah membuka mata, Kenan mendekatkan putranya.


''Oekkk!!!!''


Umi langsung menenangkannya lalu memberikannya pada Aisyah. Kenan membantu Aisyah agar dapat duduk melihat anaknya.


''Laki-laki Kakak, yang perempuan adek,'' ucap Mama mengusap kepala putrinya.


Aisyah mengangguk lalu memberikan asih kepada mereka.


''Namanya Ali dan Fatimah.''


''Kembar dong sama Umi,'' ucap Umi terkekeh pelan.


Aisyah tersenyum mendengarnya. Mungkin bila ia berpisah dengan Kenan mimpinya adalah kenyataan, anaknya terpisah dan ia menghadapi kelahiran seorang diri.


''Assalamualaikun.''


''Waalaikumussalam.''


Muslim datang membawa bunga dan dari belakang muncul sebuah kepala.


''Halo, Syah,'' sapa Ratna.


''Cuma berdua?'' tanya Mama.


''Gak Tante,'' ucap Raina memunculkan kepalanya dari balik pintu.


''Aku juga ada, Tan,'' ucap Celsie.


Jessica ikut memunculkan kepalanya lalu terakhir Hafsah datang membawa kado.


''Selamat!''


Ruangan Aisyah menjadi penuh dengan kedatangan mereka. Aisyah tersenyum senang melihat orang-orang yang menyayanginya.


...


''Fatimah!!!'' teriak Aisyah mencari putrinya.


''Buahh!'' Fatimah muncul dari semak-semak mengagetkan Aisyah.


''Fatimah!!''


Fatimah tertawa pelan, Aisyah membersihkan pakaian putrinya lalu menariknya untuk foto bersama.


''Kamu belum mandi?'' bisik Aisyah pada suaminya.


''Lupa kalau mau foto bareng,'' bisik Kenan lagi.


Ali mendongkak lalu tersenyum jahil.


''Papah belum m-''


Kenan dengan cepat menyumpal mulut putranya.


''Belum Apa Ali?'' tanya Umi Fatimah.


Ali mengigit tangan Papahnya lalu tersenyum polos.


''B-''


Nyut.


Aisyah mencubit lengan putranya.


''Bukan apa-apa Umi!''


Ali menatap mamanya dengan tatapan penuh kasihan.


''Nanti mama belikan coklat.''


''Deal.''


''Timah juga mau coklat!!!''


Kenan mengangguk lalu mengusap kepala putrinya.


''Woi kalian berdua!!! gak jadi foto terus nih!!'' tegur Rendy.


Mereka terkekeh lalu bersiap untuk berfoto.


''Satu-dua ... '' ucap Rendy.


''Tiga!!!'' girang Raina.


Cklek.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2