Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Mempersulitmu


__ADS_3

Aisyah turun dari mobil Kenan dan menatap restorants yang ada di depannya. Aisyah tampak ragu haruskah dia memberitahu Kenan.


''Kenapa??'' tanya Kenan melihat Aisyah yang terdiam memantung di depan restorants tersebut.


''Engak apa-apa,'' ucap Aisyah melangkahkan kakinya mengikuti Kenan.


Kenan dan Aisyah duduk berhadapan didekat jendela. Aisyah memandang kearah jendela melihat perkotaan dari atas sana.


''Mau pesan apa?'' tanya Kenan memecah perhatian Aisyah. Aisyah menatap menu didepannya dan menelan salivanya. Aisyah ingin mencoba semuanya, akan tetapi sadar akan kondisinya Aisyah memilih yang tidak terlalu berat untuknya.


''Aku sup ikan aja,'' ucap Aisyah membuat Kenan heran, sebab menu disana ada banyak yang terlihat enak akan tetapi Aisyah memilih yang paling sederhana dan murah!!!!


''Jangan sungkan. Aku yang ajak, jadi Aku yang bayar,'' ucap Kenan dan mendapati senyuman Aisyah. Kenan terdiam, sepertinya Aisyah memang ingin makan itu.


''Kalau gitu kau ingin minum apa?'' tanya Kenan, kemudian memanggil pelayan.


Aisyah menatap menunya dan bingung memilih yang mana. Sebagian besar minuman yang ada disana tidak Aisyah ketahui. Aisyah terus membuka lembarannya dan tidak menemukan minuman yang cocok untuknya.


''Mau minum apa?'' tanya Kenan lagi setelah memesan makanan Mereka.


''I ... tu.'' Aisyah tampak ragu akan memesannya apa tidak.


''Gak suka yang dimenu??'' tanya Kenan melihat Aisyah yang kebingungan dari tadi. Aisyah menggangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah yang memerah.


''Kalau gitu samakan punyaku saja,'' ucap Kenan dan diangguki oleh Aisyah.


20 menit berlalu.


Pelayan datang dengan sebuah troli makanan. Aisyah menelan salivanya melihat minuman yang ditaruh didepannya.


''Kenapa?'' tanya Kenan milihat Aisyah terdiam tidak menyentuh makanannya sama sekali.


''E ... ngak,'' ucap Aisyah memakan sup ikannya.


'Enak ... tidak amis,' ucap Aisyah dalam hati.


Kenan melihat Aisyah makan dengan lahap tersenyum, sepertinya dia memang salah paham tadi.


''Kau ingin mahar apa nanti?'' ucap Kenan membuat Aisyah terkejut.


''Apa?!!!''


Kenan menggelap bibirnya dan menaruh sendoknya. ''Kita akan menikah. Kau ingin apa sebagai maharmu. mahar lainnya pasti ada tapi Kau pasti punya sesuatu yang diinginkan,'' ucap Kenan dengan serius.


Deg.


''A ... ku ke toilet dulu.''


Aisyah segera pergi dari sana dengan jantung yang berdetak kencang.


Deg, deg, deg.


'Tenanglah Aisyah,' Aisyah segera menyalakan air keran dan membasuh wajahnya. Aisyah mengangkat wajahnya melihat kecermin, wajahnya pucat pasih.


''Tenanglah Aisyah.''

__ADS_1


Aisyah mundur beberapa langkah dan terduduk. Pikirannya tidak tenang sama sekali memikirkan tentang pernikahannya. Aisyah mengambil handphonenya dengan gemataran dan menelpon seseorang.


''Halo ... ?''


Aisyah sama sekali tidak dapat berbicara menceritakan kegudahaannya. Betapa mudahnya kata-kata itu keluar dari bibir Kenan.


Aisyah terus diam tak ada kata yang dapat dia keluarkan, Air matanya langsung menetes mendengar apa yang di katakannya.


''Tuan Putriku lagi ada masalah yah? Pangeran akan dengarkan ..., jadi ceritalah,'' ucapnya dengan nada yang lembut.


5 menit kemudian


''Hm~ . Kenapa tidak minta yang susah, walau tidak bisa membatalkannya setidaknya Dia akan kesusahan,'' ucapnya dengan riang. Aisyah tersenyum mendengarnya, Aisyah bahkan bisa membayangkan wajahnya yang tengah tersenyum menyeringai.


''Baiklah.''


''Katanya Dia membawamu ketempat seafood?'' tanyanya khawatir.


''Iya,'' Aisyah berucap sambil membuat lingkaran dilantai memanyunkan bibirnya.


''Pftt, minumlah obat nanti lain kali kita akan pergi bersama, oke?'' ucapnya terkekeh.


''Hm.'' Aisyah segera membuka tasnya dan meminum obat.


''Sudah,'' ucap Aisyah ketus.


''Baiklah, Aku tutup telponnya,'' ucapnya menutup telpon.


Aisyah segera berdiri dan kembali membasuh wajahnya. Aisyah segera kembali ketempat Kenan sebelum Kenan bepikir macam-macam.



''Gak sopan, nanya urasan perempuan dikamar mandi!!!'' ucap Aisyah kesal.


''Afwan, saya sudah tidak sopan,'' ucap Kenan menggaruk teguknya yang tak gatal, Dia baru tau bahwa itu tidak boleh di tanyakan.


''Aku sudah memikirkannya.''


Mendengar ucapan Aisyah, Kenan tersenyum mengerti maksud Aisyah.


''Jadi, aisyah ingin apa?''


''Aku ingin ... .''



Kenan menatap Aisyah yang diam menatap keluar jendela mobil. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang kerumah Umi fatimah.


Kenan menghela napas, Kenan sadar permintaan Aisyah sebenarnya untuk menyulitkannya. Kenan memberhentikan mobilnya dan segera turun. Aisyah berbalik melihat Kenan, namun Kenan sudah tidak ada.


'Ngapain Kita berhenti disini,' pikir Aisyah melihat kesebrang


'Makanan siap saji. buat siapa, yah kira-kira?' Aisyah berpikir sambil melihat tempat yang ada di depannya. Aisyah menepuk pipinya dan mengutuki kebodohannya. 'Aisyah bodoh, buat apa Kau peduli dengannya!!! Itu bukan urusanmu!!!'


Kenan datang dengan sebuah plastik ditangan nya. Kenan memberikannya kepada Aisyah

__ADS_1


''Aisyah tadi cuma makan sedikitkan. Aku mau mampir kekantor sebentar,'' ucap Kenan menjalankan mobilnya.


Aisyah menerima plastik itu dan melihat isinya, Tidak ada makanan laut, yang ada hanya nasi, ayam, lalapan, rendang, sayur, telur dan dua botol air. Aisyah mengambil air botol itu dan meminumnya. Kenan melirik Aisyah sekilas, mata lentik yang berkedip,hidung mancung dan bibir mungil yang tengah menenguk air botol, Kenan menelan salivanya dan segera mengalihkan pandangannya sebelum Dia semakin berpikir aneh.


'Astagfirullah Kenan, ada apa denganmu. Dosa!! inget dosa!!!'


Kenan menepikan mobil didepan HK Group.


''Tunggu Aku sebentar, Aku akan segera kembali,'' ucap Kenan melepas sabuk pengamannya. Aisyah hanya berdehem tidak peduli, ''Hm.''


....


''Oy Kenan!!!'' Teriak seseoran menghampiri Kenan dan langsung merangkulnya.


''Azka, kenapa Kau membiasakan kebiasaan burukmu!!!'' ucap Kenan melepas rangkulan Azka dan berjalan dengan cepat meninggalkan Azka.


''Sorry, assalamualaikum,'' ucap Azka menyusul Kenan.


''Walaikumussalam,'' ucap Kenan tanpa berbalik.


''Jadi bagaimana?'' tanya Azka penasaran.


Kenan berhenti, kemudian berbalik menatap Azka dan menghela napas.


''Hah, Kau benar,puas?'' ucap Kenan kembali melangkahkan kakinya. Kenan tau yang dimaksud Azka apakah benar gadis itu yang dijodohkan dengannya.


Azka segera menyusul Kenan dan kembali bertanya, '' Kenapa Kau terburu-buru, apa Dia menunggumu?'' tanya Azka berdiri didepan Kenan menghalangi jalannya.


''Astagfirullah, Azka!!! Iya Dia menungguku, jadi jangan ngangu Aku!!!'' ucap Kenan melewati Azka dan berjalan lebih cepat.


Kenan mengambil laptop dan dokumen yang mau di selesaikannya. Kenan segera keluar dari Hk Group, namun di hentikan oleh Azka.


''Assalamualaikum, Kenan,'' ucap Azka di depan pintu keluar HK Group dengan melipat kedua tangannya.


''Waalaikumussalam,'' ucap Kenan mengusap wajahnya.


''Ayolah, Aku ingin lihat Tunanganmu!!'' ucap Azka berdiri di samping Kenan.


''Tidak! Kau punya urasan dikantor dan ini masih jam kerja!!!'' ucap Kenan tegas.


''Cih, lalu Kau?!!'' ucap Azka memanyunkan bibirnya.


Kenan menggeser Azka yang menghalangi pintu dan menunjuknya.


''Karna Aku gak ada, Kau sebagai Sekertarisku tidak boleh kemana-mana sebagai Penggantiku!!'' ucap Kenan menekan kata Sekertaris membuat Azka menyerah dan kembali kedalam.


''Iya, tapi jangan lupa gajiku bulan ini dua kali lipat!!!'' ucap Azka tanpa berbalik.


Kenan menghela napas dan segera pergi sebelum Aisyah menunggu semakin lama.


Kenan membuka pintu mobil dan melihat Aisyah tengah menunduk meremas pakaiaannya dengan gemetaran. Pakaiaan Aisyah tampak basah entah itu air mata atau keringat, padahal AC mobil masih menyala.


''Aisyah kau gak apa-apa?'' tanya Kenan khawatir melihat kondisi Aisyah.


''Aku gak apa-apa!!!'' ucap Aisyah cepat.

__ADS_1


''Tapi-''


''JALANKAN SAJA MOBIL,NYA!!!" bentak Aisyah membuat Kenan terkejut. Kenan segera menjalankan mobilnya tapi bukan ke rumah Umi fatimah tapi ke rumah sakit. Kenan melirik Aisyah, samar-samar Kenan melihat Aisyah mengigit bibir bawahnya seperti kesakitan.


__ADS_2