Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Kita terikat takdir.


__ADS_3

''E ... ngak,'' Aisyah berucap dengan gugup.


''Ka ... mu kenapa bisa disini?'' tanya Aisyah gelagapan.


Orang tersebut menatap Aisyah tajam, kemudian tersenyum.


''Ini dekat rumah pamanku. Aisyah mau ke jakarta ... ,'' ucapnya menatap ekspresi wajah Aisyah yang pucat pasih.


Aisyah meremas pakaiannya dan berusaha berpikir keras bagaimana caranya agar bisa pergi. 'Yaa Allah, kok bisa Aisyah ketemu Kenan disini,' ucap Aisyah dalam hati dan ternyata orang yang ditemuinya adalah Kenan yang juga habis melaksanakan shalat.


''Mau kabur?'' tanya Kenan tepat sasaran membuat Aisyah semakin gugup.


''E ... ngak, Si ... apa yang ka ... bur.''


''Yaudah kalau gitu, kamu ikut Aku pulang saja,''ucap Kenan menunjuk mobilnya. Aisyah menelan salivanya, bagaimanapun dia harus bisa sampe jakarta.


''E ... ngak mau,'' ucap Aisyah memegang tangannya sambil menunduk. Kenan menaikkan alisnya dan melipat kedua tangannya.


''Jadi bener mau kabur?'' ucap kenan mendekati Aisyah.


''ka ... mu, ka ... mu, ja ... ngan dekat-dekat,''ucap Aisyah menunjuk Kenan sambil mundur beberapa langkah.


''Kalau gitu, ikut Aku pulang!!!''


Aisyah menunduk dan meremas pakaiannya menahan emosinya. Aisyah melihat ujung kakinya, kemudian melirik mobil taksi yang ditumpanginya.


Kenan menatap Aisyah yang terdiam dan mendekatinya lagi. Aisyah terkejut dengan tindakan Kenan dan spontan mendorong Kenan. Kenan mundur beberapa langkah dan melihat ekspresi Aisyah yang terkejut dengan tindakannya sendiri. Aisyah segera berbalik dan berlari menjauh.


''Aisyah!!!!'' teriak Kenan dan mengejar Aisyah. Aisyah menyebrang jalan dengan cepat dan membuka pintu mobil taksi.


Bam!!!


Kenan menutup pintu itu lagi dan memojokkan Aisyah. ''Kamu jangan macam-macam. Mau kulaporin sama Abbi!!!!'' ucap Aisyah mengancam.


''Ku telpon abbi sekarang?!!!'' ucap Kenan kembali melemparkan ancaman Aisyah.


''JANGAN!!!'' ucap Aisyah cepat.

__ADS_1


''ikut aku pulang!!!''


Aisyah menunduk. dia tak mau pulang, dia ingin ke jakarta. Aisyah berharap dia bisa sampe jakarta dengan selamat. Bagimanapun caranya dia harus bisa lepas dari Kenan.


''Kamu ngapain?!!! Ku telpon polisi!!! Berani-beraninya mau bikin kejahatan disiang bolong!!!'' ucap Pak Supir yang melihat Aisyah terpojok oleh Kenan dan segera berdiri di depan Aisyah.


''Engak, ini bukan yang seperti Bapak pikirkan!!'' ucap Kenan. Pak Supir menatap Kenan dari atas hingga kebawah.


''Orang tampangnya kaya baik-baik, ternyata jahatin perempuan. memang buku tak bisa dilihat dari sampulnya,'' ucap Pak Supir menaruh tangannya dipinggang dan menunjuk Kenan.


''Astagfirullah,'' ucap kenan mengusap wajahnya.


''Saya yang harusnya bilang, Astagfirullah. Kamu pergi sekarang!!! Atau Saya laporin polisi!!'' ucap Pak Supir menggelengkan kepala dan menatap Kenan dengan tajam. Aisyah berucap syukur dalam hati melihat Pak Supir yang membelanya.


''Aisyah, tolong jelaskan ... ,''ucap Kenan menatap Aisyah. Pak Supir kini ragu apakah benar dia hanya salah paham.


''A ... ku gak tau,'' ucap Aisyah mengalihkan pandangan.


''Saya laporin polisi kalau Kau gak pergi,'' ancam Pak Supir tanpa ragu mendengar jawaban Aisyah.


''Aisyah ... .'' Kenan menatap Aisyah, namun Aisyah tak ingin menatapnya. Kenan segera berbalik pergi.


''Aisyah, gak apa-apa,'' ucap Aisyah keceplosan menyebut namanya.


Kenan tersenyum melihat Aisyah yang ceroboh. Pak Supir yang mendengar ucapan Aisyah terkejut dan mengingat Kenan tadi memanggilnya Aisyah. Pak Supir menunduk dan ragu apa dia harus membiarkan Aisyah apa tidak. 'Saya cuma Supir, jalankan tugas sajalah. urusan mereka, biar mereka saja,' ucap Pak Supir menggelengkan kepala dan membuka pintu mobil.


Melihat Pak Supir yang tak berubah pikiran membuat Kenan melanjutkan langkahnya, Namun handphonenya tiba-tiba berdering.


''Halo, Abbi ... '' Kenan melirik Aisyah. Aisyah yang mendengar suara Kenan menelpon menatapnya dengan khawatir. Kenan tersenyum melihat Aisyah yang khawatir akan dirinya yang tidak bisa melarikan diri.


''Owh, Aisyah ... Dia lagi ... ,''ucap Kenan menggantungkan kalimatnya dan menatap Aisyah. Kenan menggunakan matanya agar Aisyah ikut dengannya agar tidak ketahuan.


Aisyah menunduk gemetaran, dia tidak ingin pulang dengan keluarga yang menjodohkannya dengan orang yang tak dikenalnya.


''Neng??'' tanya Pak Supir melihat Aisyah terdiam tidak masuk ke mobil.


''maaf Pak Sipir,'' ucap Aisyah mengambil uang ditasnya dan memberikannya kepada Pak Supir. Pak Supir terkejut Aisyah memberinya uang sebanyak 500 ribu padahal biayanya perjalannya saja tidak sampe 100 ribu. Aisyah segera berlari kearah Kenan dan mengikuti Kenan ke mobilnya.

__ADS_1


''Neng!!'' teriak Pak Supir ketika menyadari Aisyah sudah pergi.


''Aduh, Yaa Allah semoga sih Neng selalu diberkahi anugrahmu Yaa Allah,'' ucap Pak Supir masuk ke mobilnya. Pak Supir merasa beruntung bertemu Aisyah, selama ini tidak ada penumpang sebaik Aisyah yang bahkan memikirkan tentang seorang Supir yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Walau Aisyah selalu salah menyebutnya sebagai Pak Sipir yang seharusnya Pak Supir.



Selama perjalan Aisyah terus diam dan melihat kearah jendela. Kenan sesekali melirik Aisyah tanpa Aisyah sadari.


Drt, drt, drt.


Aisyah melihat nomor yang menelponnya. Aisyah tersenyum masam melihat siapa yang menelponnya. Aisyah mengangkat handphonenya sambil melirik Kenan sekilas.


"Tuan putri yang cantik sudah sampai mana?"


"Sesuai permintaan putri, saya sudah pesankan restorant mahal dijakarta ... ."


Aisyah terdiam, mendengar suara seseorang yang begitu Aisyah rindukan dan harapankan untuk bertemu telah hilang. Aisyah terlalu berharap apa yang di rencanakannya akan berhasil, namun rencana Aisyah gagal. Aisyah sangat kecewa, hatinya sakit menerima kenyataan pahit bahwa dia harus tetap menerima keadaannya yang dijodohkan. Jika Aisyah sampai di Jakarta Aisyah dapat melakukan berbagai cara agar bisa lepas dari perjodohan dengan bantuan orang yang menelponnya ini.


''Aisyah kau kenapa??'' tanyanya dari sebrang telpon.


Aisyah mengusap matanya agar Air matanya tidak terjatuh semakin deras lagi.


''Tidak, tidak ada apa-apa'' ucap Aisyah tersenyum pahit.


''Maaf, Aisyah gak jadi datang,'' ucap Aisyah meremas pakaiannya.


''Kenapa?!!!'' ucapnya terkejut.


''Bukan apa-apa!!!'' ucap Aisyah membuatnya terdiam. Aisyah bisa membayangkan ekspresi kecewanya dari balik telpon.


''Baiklah ... ,'' ucapnya. Aisyah menutup telpon dan melirik Kenan.


''Siapa?''tanya Kenan, namun tidak dibalas oleh Aisyah. Aisyah kembali melihat ke arah jalanan berharap akan terjadi keajaiban. Kenan melihat Aisyah yang tampak sedih menghela napas. Kenan tidak bisa membiarkan Aisyah kabur, jika Aisyah pergi Kenan pasti akan di suruh mencarinya dan itu akan menambah masalah untuknya. Kenan tau tujuan Aisyah kabur agar bisa membatalkan perjodohannya, akan tetapi tidak mudah membatalkannya, sebab kakek mereka sudah membuat perjanjian, masalahnya akan semakin rumit bila Aisyah pergi.


''Mau mampir makan dulu?'' tanya Kenan memecah keheningan diantara mereka. Kenan sadar Aisyah tak ingin bertemu orang tuanya dengan keadaannya yang kacau, Kenan hanya bisa mengulurkan waktu agar mereka tidak cepat bertemu dan memang sekarang waktunya makan siang.


''iya,'' ucap Aisyah singkat tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Kenan tersenyum dan menjalankan mobilnya menuju restorants. ''aku tau tempat yang enak,'' ucap Kenan berhasil membuat Aisyah tertarik. Aisyah menatap Kenan dan tanpa sengaja Kenan melirik Aisyah, membuat mata mereka bertemu. Lama mereka saling memandang hingga Aisyah tersadar dan segera menggalihkan pandangannya kejendela,begitu juga Kenan yang kembali fokus menyetir.


__ADS_2