Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Apa itu honeymoon?


__ADS_3

Ckelk.


''Kamu dari mana?'' tanya Kenan.


Kenan buru-buru pulang takut istrinya kesal karna kebosanan tapi saat dirinya membuka pintu yang ia lihat kamar yang berantakan dan tidak ada istri yang menunggunya.


''Heheh. Dari luar,'' ucap Aisyah cegigiran.


''Kenapa gak minta izin?!''


Nyali Aisyah langsung menciut, kenapa ia bisa lupa bahwa ia harus minta izin dulu kalau mau pergi kemana-mana karna ia sudah menikah.


''Maaf.''


''Gak! Saya gak terima maaf Aisyah lagi, karna ini sudah yang kedua kalinya.''


''Terus kamu mau apa?'' tanya Aisyah menatap mata Kenan.


Kenan mengayunkan tangannya menyuruhnya mendekat.


Aisyah mendekati Kenan secera perlahan.


Bruk.


Kenan langsung menarik tangan Aisyah untuk duduk dipangkuannya.


''Kamu tau honeymoon?''


''Tau. Honey-kan madu, moon itu bulan. Jadi, madu bulan. Tapi kok rasanya kurang tepat.''


''Bulan madu.''


''Ho'oh.''


''Kalau orang bulan madu ngapain?''


''Gak tau.''


''Bulan madu itu buat pasangan yang baru menikah. Kita sedang bulan madu.''


''Tapi kita sudah lama menikah.''


''Ekhm, bisa juga buat pasangan yang sudah lama menikah.''


''Mereka ngapain?'' tanya balik Aisyah.


''Menurut Aisyah?''


''Makan?''


''Makan itu kebutuhan,'' ucap Kenan mengusap kepala Aisyah pelan.


''Mau mandi?''


Aisyah menggeleng pelan, ia capek dan pengen segera tidur.


''Ayuk mandi.''


''Ais mau tidur.''


''Kamu tidurnya nanti dulu.''


''Ais capek, ngantuk, pengen bobo.''


''Habis mandi ... kutemani.''


''Gak mau.''


Set.


Kenan langsung menggendong Aisyah masuk kedalam kamar mandi.


''Kenan!'' pekik Aisyah.


...----------------...


Aisyah terbangun tengah malam, ia menatap wajah Kenan yang tertidur pulas. Aisyah berbalik lalu memeluk guling yang disebelahnya.


Badannya nyeri semua, sakit. Ia baru tau makna kewajiban istri yang sebenarnya.


Set.


Aisyah melihat tangan Kenan yang melingkar diperutnya.


''Aisy gak apa?''


Aisyah mengigit bibir bawahnya, bohong bila ia bilang baik-baik saja. Rasanya nyeri, kepalanya sakit, matanya bengkak, seluruh tubuhnya nyeri.


Set.


Kenan bangun lalu melihat istrinya berusaha menahan tangis.


Puk.


Kenan memeluk Aisyah dari belakang. mencium rambutnya pelan.


''Mau obat tidur?''


Aisyah menggeleng pelan. ia tidak mau, tapi ia juga tak bisa tidur lagi.

__ADS_1


Kenan menatap wajah istrinya yang terlihat pucat, matanya bengkak, bibirnya memerah.


''Aish ... Maaf.''


Tak mendengar sautan Kenan melirik Aisyah yang ternyata telah tertidur lelap kembali. Kenan merebahkan tubuh mereka secara perlahan.


...----------------...


Saat membuka mata Aisyah sendirian dikamar. ingatan terakhirnya ia sholat shubuh dengan Kenan lalu sepertinya ia ketiduran.


Aisyah melangkah perlahan. Tubuhnya lemas, nyeri hingga angin kecilpun dapat membuatnya jatuh. Padahal ia punya rencana dengan sahabatnya untuk jalan-jalan tapi sepertinya ia harus membatalkan semuanya. Berjalan kedapur saja ia sulit apalagi untuk keluar.


Aisyah melihat makanan yang tersaji dimeja makan dengan secarcik kertas.


Dimakan, disebelah obat nyeri.


Aisyah melihat beberapa butir obat disamping kertas. Wajahnya terasa panas seketika.


Aisyah buru-buru menghabiskan makannya lalu meminum obat tersebut.


Tak lama kemudian Aisyah menjadi mengantuk, ia buru-buru pergi kekamar untuk tidur.


...


Drtt, drtt.


''Kok gak diangkat?'' ucap Raina berdecak sebal.


Sudah dua jam mereka menunggu tapi tak ada jawaban ataupun balasan dari aisyah. Ditelpon maupun dichat semuanya tak ada respon.


''Aisy gak diculikkan?'' ucap Celsie asal.


''Sembarangan kamu!'' ucap Ratna mencubit sahabatnya itu.


''Yahkan suaminya aisyah kaya, banyak uang.''


''Kita gak usah tunggu lagi. Ayok jalab!''


...


14:23


Aisyah terbangun dan melihat jam dihandphonenya, dilayarnya penuh pesan dari sahabatnya juga panggilan dari Kenan.


Aisyah segera bangun dan menelpon sahabatnya.


''As-''


''Lo dimana Syah! lo gak diculik-kan?! lo baik-baik ajakan!" khawatir Raina.


Aisyah tersenyum kikuk lalu melihat layar ponselnya yang bertuliskan Ratna tapi yang menjawab adalah Raina.


Ratna mengambil handphonenya lalu berkata, ''Kenapa?''


''Maaf aku gak bisa pergi. Ais lagi kurang sehat.''


''Yaudah gak papa. Jaga kesehatan.''


Aisyah melihat panggilan yang telah mati. Ia beralih pada kontak Kenan yang terdapat panggilan ditolak tiga kali.


"Aisyah sudah makan?''


''iya.''


Kenan tersenyum singkat melihat panggilan yang masuk terdapat nama istrinya.


''A-apa masih sakit?''


Hening.


wajah Aisyah terasa panas, ia menyembunyikan wajahnya dibalik bantal. Ia tidak mau menjawab.


''I love you.''


Blush.


Aisyah memukul bantal saking malunya mendengar perkataan Kenan.


Tut.


Aisyah langsung menutup panggilan,semakin ia berlama-lama Kenan akan semakin menggodanya.


Kenan menatap panggilan yang tertutup, ia tersenyum kecil melihat panggilan yang telah tertutup.


''Besok gw gak ada.''


Kenan melirik Azka yang menyerahkan beberapa berkas padanya.


''Mau kemana? besok kita ada rapat.''


Azka memperlihatkan sebuah tiket ditangannya dengan senyum lebar.


''Gw sudah minta cuti. Jadi, besok gw gak ada.''


''Gw juga mau pulang cepat.''


''Siapa yang izinin?!''


Kalau Azka gak ada, ia akan super sibuk. Padahal ia ada rencana mau jalan bareng Aisyah besok.

__ADS_1


''Papamu.''


Degh!


''baiklah. Pergi sana!'' usir Kenan sebelum ia tambah kesal.


...


Aisyah duduk dibalkon melihat bintang-bintang yang indah sambil menikmati puding rasa jeruk yang dingin.


''Mau lagi?'' tanya Kenan yang datang tiba-tiba dengan stelan jas yang masih rapi.


Aisyah melirik pudingnya yang memang tinggil sedikit.


''G-gak usah,'' gugup Aisyah.


Kenan mengangguk lalu masuk kedalam lagi. Aisyah kembali melihat langit malam yang indah.


Tak lama kemudian sepasang tangan memeluk Aisyah.


Puk.


Kenan memeluk Aisyah dari belakang. Ia mencium pipi Aisyah sekilas kemudian terkekeh kecil.


''Kenan!''


Aisyah memukul lengan Kenan dan berusaha melepaskan tangannya yang memeluknya.


''Kenapa? Ais mukanya merah, loh.''


''Lepas!!!''


Wajah Aisyah semakin memerah mendengar perkataan Kenan. Sekarang ia tidak punya muka lagi menatap Kenan.


Kenan melepaskan pelukannya dan melihat Aisyah.


Aisyah segera berdiri lalu bersiap untuk pergi.


Set.


Kenan menghalangi jalan Aisyah membuat Aisyah kesal.


''M-minggir.''


Kenan tidak bergeser sedikitpun. Bila dulu Aisyah akan menatapnya dengan menantang, sekarang yang ia dapati hanya wajah memerah yang menunduk.


''Ais ....''


''Ais ... Mau tidur!!''


Aisyah langsung menyelip dan berlari ke arah kasur. Aisyah menarik selimut menyembunyikan wajahnya.


Tuk, tuk.


Kenan mengetuk pagar balkon sambil melihat pemandangan menara eiffel yang berkelip-kelip oleh cahaya lampu, sangat bersinar.


Kenan mulai masuk saat hawa dingin menusuk tulangnya.


Kenan melingkarkan tangannya diperut Aisyah.


''Selamat tidur my wife.''


Tanpa Kenan sadari, wajah Aisyah memerah. Ia belum tidur dan tidak bisa tidur. Saat Kenan masuk, ia pura-pura tidur.


''Ais belum tidur?''


Degh.


Aisyah langsung akting tidur nyenyak. Kenan terkekeh melihat akting Aisyah yang sangat buruk menurutnya.


''Saya gak bakal ngapa-ngapain,'' bisik Kenan di telinga Aisyah.


Bulu kuduk Aisyah langsung berdiri. Rasanya geli hingga membuatnya merinding ketakutan.


tik, tik, tik.


Bunyi jam terus berdenting tapi Aisyah belum juga tidur. Ia terlalu takut untuk tidur, apalagi Kenan begitu dekat dengannya.


Aisyah melirik Kenan secara perlahan.


'Syukurlah ia telah tidur nyenyak.'


''Ais tidur.''


Degh.


Aisyah menutup mulutnya dan memejamkan matanya.


Set.


Kenan bangun dan membalikkan tubuh Aisyah. Refleks mata Aisyah terbuka.


''K-kamu m-mau n-ngapain?!''


Puk.


Kenan memeluk Aisyah dan mengusap kepalanya pelan.


''Tidur, sayang.''

__ADS_1


Wajah Aisyah sedikit memerah, tapi memang posisi mereka membuat Aisyah cepat mengantuk.


__ADS_2