
Kenan mendudukkan Aisyah di bangku sofa. Kenan menatap Aisyah yang menangis histeris.
''Jangan menangis lagi!'' tegas Kenan. Namun Aisyah tetap tidak berhenti menangis
Kenan menghela napas panjang dan memeluk Aisyah.
''Cup, cup, cup, Kakak gak marah ... Sudah jangan menangis lagi,'' ucap Kenan menghapus air mata Aisyah.
Aisyah mulai berhenti menangis, tapi tak lama kemudian matanya kembali berair.
Dengan cepat Kenan memeluknya.
''Sudah-sudah ... Maaf Kakak marah-marah,'' ucap Kenan lembut sambil mengusap kepala Aisyah.
Lama mereka berpelukan hingga tangan Kenan terasa pegal.
''Aisyah?''
Kenan melirik Aisyah, ternyata dia telah tertidur dengan pulas. Kenan pelan-pelan menurunkan Aisyah dan menyanggah kepalanya dengan bantalan sofa.
...
''Aisyah... ''.
Aisyah mengerjapkan matanya, marasa dirinya terpanggil. Samar-samar dia melihat Kenan yang tengah menatapnya
''Bangun ... Sholat Isya berjamaah''.
Aisyah membalikkan tubuhnya dan ingin melanjutkan tidurnya. Kenan tidak menyerah dia terus membangunkan Aisyah, membuat Aisyah jengkel dan tidak bisa tidur.
''Iya!!'' sarkas Aisyah.
Merekapun sholat berjamaah dengan tenang, setelah sholat Kenan berbalik.
''Pfft... capek banget, yah?'' ucap Kenan terkekeh melihat Aisyah tertidur diatas sajadah.
...
Syuytt.
Nyam~
Aisyah merasa menimpa sesuatu, dia membuka matanya perlahan-lahan.
''Ahkkk!!!''
Aisyah langsung bangun, ia menatap Kenan dengan sinis. Kenan membuka matanya secara perlahan, ia memandang Aisyah dengan mata yang sayu.
''Kakak kenapa tidur disini?!''
Kenan megerutkan dahinya, kalau bukan disini dia harus tidur dimana?
''Kakak gak boleh tidur disini!'' ucap Aisyah. Kemudian ia dengan sekuat tenaga mendorong Kenan.
''Aisyah kita sudah menikah. Terus Kakak tidur dimana?'' tanya Kenan turun dari kasur.
Aisyah mengangkat tangannya ia menunjuk kearah pintu, ''diluar'' satu kata itu membuat Kenan gusar, ia menghela napas.
Kenan terus diam memandang gadis yang tengah mengusirnya dirumahnya itu. Aisyah terus menatap Kenan hingga ia kembali bersuara, ''Kakak kenapa gak pake baju?'' tanya Aisyah menaikkan alisnya sambil menatap dengan permusuhan.
Kenan diam, ia menatap manik mata Aisyah yang menatapnya dengan memusuhi. Mereka saling menatap, sudut bibir Kenan sedikit terangkat. ''Panas''.
''Bohong!!!'' sengut Aisyah kesal.
''Aisyah-kan? Kedinginan!! Lihat tuh AC-nya!!
Kenan melirik pendingin ruangan itu yang masih tetap menyala. '' Panas Aisyah,'' ucap Kenan tidak berubah.
''Kamu dingin, Aku panas... Kita tidur bareng aja yah?'' ucap Kenan memelas. Baiklah dia tetap harus sabar, istrinya itu masih kecil. Dia harus banyak-banyak mengalah.
Dengan kesal Aisyah bangun, ia menghentak-hentakkan kakinya tidak setuju.
''Gak!! Pokoknya Kakak tidur diluar!!''
Kenan menghela napas ia mendekati Aisyah dan mengucup pipinya sebentar.
Cup.
Aisyah mematung pikirannya terhenti sejenak.
''Masih marah?''
__ADS_1
Aisyah diam, mereka saling menatap hingga alarm mereka berbunyi.
Kringg, kring!!
04:30.
Syutt.
Aisyah langsung berlari keluar kamar dengan wajah yang merah. Kenan masih tetap pada posisinya dengan jam yang berbunyi.
....
''Aisyah?''
Mendengar suaranya terpanggil Aisyah menengok kebelakang.
''Aisyah udah sholat?'' tanya Kenan.
''Udah'' singkat Aisyah.
''Kakak makan dulu, nanti Aisyah bikin kopi,'' ucap Aisyah dengan senyum menyeringai.
Kenan duduk didepan meja makan tanpa berpikir macam-macam. Dia membuka tudung saji yang ada didepannya. Kenan merinding seketika melihat masakan Aisyah.
''Sa- saya pergi dulu!!'' ucap Kenan segera pergi, dia tidak sanggup makan-makan yang bagaikan neraka itu.
''Tapi kak!!'' pekik Aisyah seolah-olah sedih melihat Kenan tidak makan sama sekali, padahal hatinya senang bukan main.
Cup!
''Kakak ada rapat pagi ini!!''. Kenan mencium pipi Aisyah dan langsung pergi dengan cepat.
Brak!.
Melihat pintu yang tertutup Aisyah langsung melempar panci-panci yang didepannya.
''GAK USAH CIUM-CIUM!!!PERGI AJA SONO!!'' kesal Aisyah.
Dia membereskan meja makan dengan menghentak-hentakkan kakinya.
''Kuracuni nanti mau?!!Dasar seenaknya lagi! Nyebelin banget! Pagi-pagi dah bikin masalah!'' cerocos Aisyah panjang lebar yang isinya gak suka sama Kenan.
...
''ASSALAMUALAIKUM!!'' teriak Azka.
''Waalaikumussalam!!'' jawab Kenan dengan sinis.
''Kenapa lo?'' tanya Azka melihat Kenan kaya habis liat setan.
''Engakk!!'' singkat Kenan dan langsung berjalan dengan cepat sebelum Azka bertanya macam-macam.
''Oi Ken!! Lo kenapa? Istri lo, yah?'' tanya Azka tidak berhenti.
''Kagak!! Langsung keruang meeting aja, Gak usah nanya!!'' ucap Kenan memberhentikan langkahnya dan menyuruh Azka untuk diam.
Kepalanya bahkan sudah terasa sakit pagi-pagi.
...
''Maaf Nona. Kalau tidak ada janji tidak bisa!!'' ucap resepsionis itu sopan.
''Tapi-kan Aisyah cuma pengen ketemu KAKAK AISYAH!!'' ucapnya penuh penekanan.
Resepsionis itu tetap gigih dengan keputusannya.
''Maaf Nona gak bisa!!''
Dengan jengkel Aisyah merongoh sakunya dan menelpon kakaknya.
''As-''
''KAKAK!!! AISYAH ADA DIBAWAH!!''
Tut.
Muslim menelan ludahnya, padahal dia sedang rapat. Imejnya rasanya langsung hancur melihat dirinya dimarahi didepan para karyawannya.
10 menit kemudian.
Aisyah melipat kedua tangannya dengan wajah super masam.
__ADS_1
''Ai-''
''Kakak lama banget sih!!'' cemberut Aisyah.
Muslim menghela napas dan langsung mengandeng adiknya naik ke atas. Sebelum pergi dia memberikan isyarat kepada sekertarisnya.
''Kalian lihat baik-baik!! Dia adik bos jadi perhatikan dengan BAIK!'' ucap sekertarisnya penuh penekanan. Bukan masalah penting tapi sudah terlama dia bersama bosnya dan sudah dapat mereka-reka sikap dari adik bosnya itu.
...
''Wahhh!!!'' Aisyah duduk dikursi Muslim dengan santai, mengacak barang-barang yang dimilikinya.
''Ada apa Aisyah kemari?'' tanya muslim mulai resah.
''Iseng'' singkat Aisyah berhasil membuat standar kenegatifan Muslim langsung jatuh.
''Yaudah, Kakak rapat du-'' ucap Muslim terhenti, mendapati tatapan maut Aisyah.
''Aisyah mau ikut?'' tanya Muslim, harap-harap cemas.
Mata Aisyah langsung berbinar, dengan cepat dia memeluk Kakaknya dan menariknya keluar.
''Jangan nakal yah?''
''Yap!!!''
...
Ruang rapat.
Suasana yang biasanya tengang dan mencengkram, malah terlihat seperti pertemuan biasa saja.
''Aisyah diam dulu!! Kakak lagi bahas masalah penting'' ucap Muslim menahan tangan Aisyah yang tiada henti berputar-putar dibahunya.
Mendapati teguran Aisyah langsung cemberut. Muslim memberikan kode ke sekertarisnya dan ditangkap dengan cepat.
''Nona mau main game?'' bisik sekertarinya.
Aisyah langsung menenggok, menandakan dia tertarik. Ditengah rapat, Muslim menengok, dia melihat Aisyah yang asik bermain game. Muslim tersenyum lebar melihat Perubahan-perubahan ekspresi adiknya itu.
''Baiklah rapat selesai'' ucap Muslim dan langsung berdiri menghampiri Aisyah.
''Masih mau main?'' tanya muslim melihat game yang dimainkan Aisyah.
''Eh?''
Aisyah mengangkat kepalanya dan tersenyum.
''Tidak!!!''
Aisyah mengembalikan HP Sekertaris kakaknya dan segera memeluk kakaknya.
''Gendong!''
Suatu permintaan keluar dari bibir Aisyah yang membuat Muslim terdiam cukup lama. Tak lama kemudian seutas senyum tulus merekah dibibirnya, itu adalah senyum seorang kakak yang menyayangi adiknya.
''Yaudah naik sini!'' ucap Muslim membungkuk dan langsung disambut oleh Aisyah.
Para karyawan yang melihat mereka ada yang terkagum, terharu, aneh, dan tatapan yang tidak berani mereka keluarkan secara langsung.
...
Aisyah melihat jam ditangannya, dengan wajah sedih dia berpamitan dengan Kakaknya.
''Kakak gak usah anterin sampai bawah, Aisyah udah tau jalan kok!'' ucap Aisyah dengan senyum diwajahnya. Dia harus tetap bersyukur setidaknya dia sudah disini seharian.
...
Tringg!
Aisyah keluar dari perusahaan kakaknya dengan sedikit kekecewaan, waktu terasa begitu cepat.
Syuttt.
Aisyah menutup matanya saat angin menghampirinya dengan kencang.
'Eh... Gawat!!'
Aisyah langsung bersembunyi ketika melihat sosok yang dikenalnya akan masuk lewat pintu yang dilaluinya.
''Kok bisa tuh Kenan kesini!'' tanya Aisyah pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah merasa aman dia pergi diam-diam, menimbulkan sejuta pertanyaan dan kekhawatiran dikepalanya.