Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
bertengkar


__ADS_3

Kenan menurunkan Aisyah dikamar mandi kamar mereka. Kenan langsung keluar menemui Azka.


''Azka besok gw gak masuk, kalau ada yang penting kerumah aja, Gw sibuk!,'' ucap Kenan segera melewati Azka tanpa mendengarkan Azka yang baru saja menepak-kan kakinya dirumah Kenan.


''Ah! Yaa Allah, banyak dosakah Ana teh,'' ucap Azka mengusap dadanya bersabar. Kemudian Azka segera pulang munuju rumahnya.


Kenan tengah didapur memasak sesuatu untuk Aisyah. Pikirannya terkadang teralihkan tentang kejadian tadi. Apa yang membuat Aisyah sedih, dan kenapa semakin lama Aisyah tampak seperti depresi.


Tak.


Kenan melihat pisau yang dipegangnya kini membelah papan talenanan.


''Hah... Aku akan meminta Azka beli yang lebih kuat,'' ucap Kenan membuang talenan tersebut.


...


Tok,tok.


Tidak mendengar sautan, Kenan membuka pintu dan melihat Aisyah tertidur diatas kasur dengan jubah mandinya. Kenan berjalan mendekati Aisyah, Kenan duduk disebelah Aisyah kemudian membelai pipinya yang terlihat merah.


''Panas?!'' ucap Kenan segera memeriksa suhu badan Aisyah.


''Panas sekali!!!'' ucap Kenan mengipasi tangannya yang terasa terbakar.


Kenan membuka laci disampingnya dan membuka sesuatu kemudian menempelkannya dijidat Aisyah.


Melihat yang tertempel dijidat Aisyah membuat Kenan tersenyum kecil.


''Benar-benar seperti anak kecil,'' ucap Kenan mengusap kepala Aisyah kemudian menyelimutinya.


...


''Ugh!'' Aisyah memeganf kepalanya yang terasa sakit. Saat meraba keningnya Aisyah merasa ada yang menempel dan dingin-dingin.


Aisyah melihat sekitarnya, benar ini kamarnya. Ingatan terakhirnya saat dia tertidur dikasur.


''Sayangku sudah bangun?''


Aisyah sontak kaget dan segera berbalik.


''K-kau!!'' Aisyah kehabisan kata melihat Kenan tidur disebelahnya tanpa mengenakan pakaian atasnya.


Lagi dan lagi Kenan suka membuat Aisyah marah-marah, ''Sayangku?''.


''Ish, apaansih!!!'' ucap Aisyah bangun dari tidurnya.


''Eh! Tunggu!''


Belum selesai Kenan berucap Aisyah sudah terjatuh dengan memegang kepalanya.


''Sakit, Hiks,'' isak Aisyah.


Kenan segera menghampirinya dan mengendongnya naik kekasur lagi.


''Makanya, lagi sakit gak usah banyak tingkah,'' omel Kenan, kemudian mengecek suhu tubuhnya.


''Nih, Buka mulutnya,'' ucap Kenan menyuapi Aisyah.

__ADS_1


Aisyah membuka mulutnya dan makan dengan lahap.


''Aisyah cuma flu kok!'' ucap Aisyah tidak terima diomeli disela makan-nya.


''Iya cuma FLU!! Tapi demamnya kaya panci kebakar!'' lanjut omel Kenan tak mau kalah.


''Apa, sih!'' ngambek Aisyah berbalik, engan untuk makan.


''Kalau gak mau makan, dikamar aja terus!! Gak usah keluar!!'' ucap Kenan kesal dan keluar dari kamar.


Bam!!


Suara pintu terdengar keras dibanting oleh Kenan. Aisyah yang kaget dan dibentak-bentak terdiam cukup lama dengan posisinya.


''Hiks, maaf,'' kata itu terucap beserta air mata dari pelupuk matanya, dia tidak bermaksud bertengkar.


''Astagfirullah, Kenan''.


Kenan mengusap kepalanya dengan kasar, dia tidak sengaja membanting pintu karna kesal dengab sikap Aisyah yang menganggap enteng sakitnya itu.


Kenan yang sudah terlanjur kesal, memilih masuk keruang kerjanya.


19:42.


Aisyah terbangun dengan perasaan sangat tidak enak, pandangannya buram bahkan tubuhnya terasa kaku dan tenpa tenaga.


'Haus... ,'' Aisyah mengedarkan pandangannya mencari dimana dia bisa menemukan air.


Matanya menangkap segelas air yang tinggal setengah dimeja samping kasurnya. Dengan sekuat tenaga Aisyah berusaha mengambil air tersebut.


Brak, prang.


Pandangannya menangkap beling kaca disekitarnya. 'Aisyah ja... tuh,' pikirnya pelan sebelum matanya tertutup. sebelum mata-nya benar-benar tertutup dia melihat seseorang tampak panik menghampirinya.


''AISYAH!!!'' teriak Kenan mendapati Aisyah tak sadarkan diri disamping ranjang dengan pecahan kaca dan darah mengalir segar dijidatnya yang mulus.


Saat tengah sibuk, Kenan kepikiran tentang Aisyah, takut Aisyah kenapa-kenapa jadi pergi mengeceknya sebentar. Ketika pintu terbuka suara pecahan kaca terdengar jelas ditelinganya.


Dengan khawatir Kenan mengangkat tubuh Aisyah.


Syut.


Mata Kenan membelalak dan wajahnya bersemu merah, Kenan segera meletakkan Aisyah ke ranjang dan berlari ke lemari Aisyah.


Jubah mandi yang Aisyah Kena-kan terjatuh saat Kenan mengangkat tubuhnya, menampilkan tubuhnya tanpa helain pakaian apapun.


Kenan terus mencari pakaian Aisyah yang mudah dipakainya hingga tangannya menggapai sebuah pakaian yang membuat Kenan bersemu merah hingga keujung telinganya. Sebuah gaun malam yang sangat menerawang atau bisa dikatakan sama saja gak pakai baju.


Tepat saat akan mengembalikannya, seutas kertas jatuh dari baju tersebut. Kenan memunggutnya dan membaca surat tersebut.


aisyah, Kenan kalau suka marah-marah tanya bunda saja. Nanti bunda marahin, Kenan bukan orang yang serem kok, mukanya aja serem tapi hatinya bagai marsmellow


Kenan meremas kertas tersebut dan membuangnya ke tong sampah.


Kenan segera mengambil pakaian Aisyah dan kembali kekasur untuk memakaikannya.


Deg.

__ADS_1


'ini cara pakai-nya gimana?' pikir Kenan.


20 menit kemudian.


Kenan akhirnya bernapas lega setelah berhasil memakaikannya ketubuh Aisyah. wajahnya benar-benar merah, dari pada memikirkan tentang kejadian tadi Kenan segera menelpon dokter untuk Aisyah.


...


Tok-


Baru satu ketukan Kenan langsung berdiri dan membuka pintu.


''In-''


Belum sempat Azka berbicara, dokter disebelahnya sudah masuk duluan kemudian pintu ditutup dengan cepat.


''Hah? Kenan, lo gak bercanda,kan? Gw datang jauh-jauh anterin dokter... Terus lo... TINGGAL!!'' Azka dengan kesal berbalik pergi.


''Salam kenal, saya dokter Nesya. Saya yang akan memeriksa istri anda,'' ucapnya memperkenalkan diri dan segera memeriksa Aisyah.


Kenan hanya memperhatikan apa yang dilakukannya.


Tak.


Setelah selesai dia menutup tempat alat medisnya dan memberikan resep obat kepada Kenan.


''Diminum tiga kali sehari, besok sudah bisa dibuka perbannya. Saya sudah berikan suntikan penurun demam jadi besok hanya perlu istirahat penuh,'' ucap Dokter Nesya kemudian berpamitan dan pergi.


Brak.


Kenan bernapas lega dan mengusap kepala Aisyah. ''Maaf,'' ucap Kenan pelan tampak penyesalan diwajahnya meninggalkan Aisyah seorang diri dikamar dengan kondisi yang sedang tidak sehat.


Kenan beranjak dari sana berjalan menuju dapur.


''pfthhh, hahahah''.


Kenan menengokkan kepalanya mendengar seseorang tengah tertawa dari arah ruang keluarga.


''Azka?''


Azka berbalik dengan mulut penuh keripik. Melihat Kenan yang datang membuat Azka kembali berbalik menatap tv.


''Kau ngapain disini,'' tanya Kenan.


''Gak liat,'' cuek Azka.


''Besok lo ambil obat Aisyah, gw mau dirumah nemenin Aisyah,'' ucap Kenan berbalik pergi.


''Astagfirullah, Kenan?!!! Gw babu apa temenmu sih!!!'' tanya Azka setengah berteriak.


''Dua-duanya,'' jawab Kenan setengah berteriak juga.


Azka berdecak kesal sambil makan dengan membayangkan Kenan yang dimakannya hingga tak tersisa.


Selama Kenan bergelut dengan bahan-bahan didapur, Azka yang sibuk berdumel sambil menonton tv, Aisyah sudah terbangun dengan mata yang terus berkedip-kedip. Saat menggerakkan kepalanya nyeri terasa dengan denyut yang membuatnya kesakitan.


Aisyah duduk bersandar ditepi ranjang, matanya menangkap dia telah memakai pakaian dan seingatnya dia belum berganti baju, jadi siapa? Sebuah pikiran yang membuat wajah Aisyah bersemu merah.

__ADS_1


'Gak!Gak mungkin kenan!' pikir Aisyah menolak keras pikirannya tersebut. Namun disisi lain dia cukup yakin bahwa ia adalah kenan, akan tetapi sisi dirinya tak mau menerimanya.


__ADS_2