Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Permintaan, suamiku.


__ADS_3

Hotel Starn


Usai acara mereka kembali berangkat ke acara selanjutnya, ini hanya formalitas tapi tetap perlu dilakukan agar semuanya mengenal Aisyah dan Kenan.


Kamar Aisyah & Kenan


Kenan berjalan perlahan menghampiri Aisyah.


''Aisyah ... aku punya permintaan,'' ucap Kenan serius dan memberikan sesuatu kepada Aisyah.


Aisyah menatap apa yang diberikan Kenan dan mengambilnya.


''Ini ... .'' Aisyah menatap Kenan lekat-lekat, dia harus memakainya?


Kenan mengambilnya dan memakaikannya diwajah Aisyah, Kenan memberi Aisyah cadar. Kelaurganya boleh tau dirinya. Tapi diluar sana ada saingan bisnisnya, orang-orang tak dikenal, entah mereka baik atau jahat.


Cup.


Sebuah kucupan mendarat dikening Aisyah, Kenan tersenyum simpul kemudian pergi.


Shsss.


Wajah Aisyah memerah, rasanya jantungnya terbakar.


'Akhhhhh'


Aisyah merebahkan tubuhnya ke kasur dan berguling-guling. Aisyah tiba-tiba bangun dan menepuk pipinya.


''Sadarlah Aisyah, masih ada satu acara lagi,'' ucap Aisyah menyemangati dirinya.


Aisyah segera berganti pakaian dan bersiap kelantai bawah, sebab acaranya ada dilantai bawah hotel.


...


Aisyah berjalan dengab menunduk, beberapa pandangan memandangnya aneh dan juga ada yang memandangnya dengan tatapan hina. Aisyah kesal setengah mati gara-gara Kenan menyuruhnya menutup wajahnya, dia harus memilih baju yang cocok dan itu membuatnya lama diruang ganti.


Tak.


Langkah Aisyah terhenti saat diujung jalan aula sepasang mata yang bergemilap sedang manatap kearahnya. Kenan menunggu Aisyah disana, sebab belum tentu keluarga mereka akan kenal dengannya.


''Kenapa lama sekali?'' tanya Kenan.


Aisyah diam mematung, orang yang didepannya tampak berbeda. Setelan jas hitam yang pas ditubuhnya dan rambut yang tertata rapi seolah bukan Kenan yang selalu ditemuinya.


''Ayo ... .''


Kenan menarik Aisyah yang diam saja, mungkin Aisyah marah dengannya, pikir Kenan.


''Kalian sudah datang,'' Abbi Kenan menyambut mereka dengan senyum merekah diwajahnya.


''Saya perkenalkan, ini putra saya yang sudah kalian kenal ... dan ini menantu saya ... Aisyah. Setelah ini saya umukan akan pensiun dari perusahaan, dan akan dilanjutkan oleh putra saya,'' ucap Abbi Kenan dengan bangga.


Para tamu bertepuk tangan dengan meriah menyambut presdir pimpinan baru mereka dan istrinya.


Umi Fatimah terkejut sekaligus senang. Dia tidak sendiri dirumah, ada suaminya yang akan menemani harinya. Mungkin inilah saat mereka menikmati masa tua bersama. Abbi Kenan tersenyum dan mengenggam tangan istrinya yang tak lain adalah Umi Fatimah.


Abbi Aisyah memandang dari kejauhan dan menatap istri yang ada disampingnya. Terlihat kilatan cahaya dimatanya. Abbi Aisyah menunduk, berlutut dan mengenggam tangan istrinya.


''Maafkan aku Hamara ... ,'' ucapnya pelan. Terlalu banyak luka dia taruhkan dihati istrinya.


Tes.

__ADS_1


Wajah Abbi Aisyah basah oleh air mata istrinya.


''Pulanglah lebih awal, temani aku diakhir pekan,'' ucap Hamara rendah. mereka tidak punya penerus lagi untuk melanjutkan perusahaan mereka. Putranya pergi dan tidak tau apa dia akan pulang. Dan putrinya kini sudah menikah.


Abbi Aisyah bangkit dan mengangguk. Mereka saling memeluk, memandang kearah keluarga yang bahagia dan keluarga baru itu. Hubungan keluarga mereka tidak semulus keluarha Umi Fatimah, banyak lika-liku yang menyakitkan mereka hadapi.


...


''Selamat atas pernikahannya, Pak'' ucap para karyawan yang diundang.


''Terima kasih telah datang,'' balas Kenan dengan senyum profesionalnya.


Aisyah duduk dimeja pojokan sendirian, memakan buah-buahan yang diberikan Kenan sebelum meninggalkannya sendirian, bahkan dia dilarang minum dan makan apapun yang orang lain berikan atau dia mengambilnya sendiri. Aisyah mulai bosan dan jenuh, dia terus merutuki Kenan. Aisyah tidak henti-hentinya menatap Kenan dengan tajam dan mengunyah buah yang dimakannya seolah sedang mengunyah musuhnya.


''Kenan ... Lo gak sadar sedang ditatap singa betina kaya mangsa?'' bisik Azka yang merasa tatapan Aisyah sangatlah menyeramkan, tapi sahabatnya itu tak sadar sama sekali.


Kenan menengok dan melihat Aisyah tengah manatapnya. Kenan tersenyum dan melambai-lambai kepada Aisyah. Aisyah mendengus kesal karna Kenan seolah tak paham sama sekali.


Kenan kemudian kembali mengobrol dengan rekannya, tanpa mempedulikan Aisyah.


Brak.


Aisyah menggebrak meja itu,tapi tidak ada yang menyadarinya. Jika dia ingin, sudah patah meja itu karnanya. Azka yang mungkin peka, terkejut dan memandang Aisyah yang sudah benar-benar emosi.


''OIII KENAN!!!!'' panggil Azka cepat.


Plak.


Sebuah pukulan mendarat dikepala Kenan.


''Apaan sih, Azka ... kita lagi bahas proyek tau!!!'' ucap Kenan mengusap kepalanya yang terasa nyeri.


Kenan segera berbalik dan melihat kearah Aisyah. Aisyah terlihat sangat marah, meja itu bahkan terlihat bekas pukulan Aisyah.


Kenan segera menghampiri Aisyah dan duduk didepannya. Azka dengan cepat menggantikan Kenan yang membahas proyek berikutnya.


''Aisyah ... marah?'' tanya Kenan pelan.


Aisyah tidak menjawab, dia takut terlalu emosi hingga mengacaukan acaranya itu.


''Tunggu disini ... aku ambilkan minum.'' Kenan segera bangkit dan mencari makanan dan minuman untuk Aisyah.


Aisyah memainkan handphonenya karna bosan, Aisyah tidak sadar ada pesan yang masuk.


''Ini ... .'' Kenan memberikan Aisyah jus jeruk dan buah apel yang cantik.


Aisyah mengalihkan pandangannya dan meletakkan handphonenya. Mood Aisyah setidaknya membaik dengan makan.


...


''REN!!!! BUKA PINTUNYA!!!''


Suara ketukan pintu yang keras dan teriakkan yang memekik membuat Rendy segera keluar melihat siapa yang bertamu malam-malam.


Cklk.


Deg.


''Umar ... Ada apa denganmu?!!!'' panik Rendy.


Umar langsung masuk rumah Rendy, penampilannya benar-benar kacau dan kebiasaan baiknya juga entah hilang kemana.

__ADS_1


''UMAR!!! Ada apa denganmu!!!'' suara Rendy terdengar meninggi, antara panik dan khawatir kini bercambur bersama.


Umar diam, bibirnya tak sanggup berbicara. Hanya air mata yang keluar dari matanya, dia menatap Rendy lekat-lekat. Rendy terkejut sahabatnya tak pernah menangis kini menangis dihadapannya, luka apa yang dipikul olehnya.


''Umar ... .''


Rendy mendekati Umar secara perlahan, dia akan menemaninya sampai umar angkat bicara.


Pikiran dan hati umar terguncang berat, kenyataan pahit harus ditelannya bulat-bulat. pikiran negatif mulai menghampirinya, mungkinkah sahabatnya menyembunyikan semua itu. Memikirkannya membuat Umar menggempalkan tangannya kuat-kuat.


''Apa ... ini tentang aisyah?'' tanya Rendy hati-hati.


Deg.


GREB.


Umar langsung berdiri dan menarik kerah baju Rendy. Dia tidak menyangka sahabatnya akan menyembunyikan hal sepenting ini darinya.


''KAU SUDAH TAU??!!! TAPI TIDAK MEMBERITAHUKU!!!'' bentakkan Umar diselingi dengan kehancuran rasa percaya-nya dengan sahabatnya.


''Tunggu!!! Kau bicara apa?'' tanya Rendy tajam. Dia berusaha mengontrol emosinya agar tidak bertengkar dengan sahabatnya itu.


Pikiran Umar saat ini tidak dapat berpikir tenang, dia bisa melakukan hal buruk yang akan disesalinya nanti.


''Aisyah ... DIA SUDAH MENIKAH!!!!'' Umar menyebut nama aisyah dengan pelan dan mengeluarkan rasa sakitnya dengan meneriaki Rendy yang tidak tau apa-apa.


Deg.


''Aisyah ... su-sudah menikah?'' Ekspres Rendy terlihat terkejut, dia tidak tau itu sama sekali.


''Dan ... kau tau itu ... ,'' ucap Umar pelan, dia melepaskan kerah baju Rendy dan terduduk dilantai.


''Aisyah sudah menikah?!!!''Rendy menggoyangkan bahu Umar dengan keras berusaha menyadarkan sahabatnya.


''IYA!!! DIA SUDAH MENIKAH!!!'' bentakan Umar berhasil membuat Rendy kehilangan keseimbangan.


Brak.


''Gak!!! gak mungkin!!!! Dia gak cerita apapun denganku!!!!'' Rendy terlihat frustasi. Bukan dia yang mencintai aisyah tapi aisyah cukup berarti baginya.


''TAPI KENYATAANNYA DIA SUDAH MENIKAH!!!!!'' Umar terlihat marah, sahabatnya juga tidak tahu dan malah bertanya dengannya.


Mereka sama-sama diam, seolah tidak ada yang bisa mereka bicarakan. Hanya suara jam berdeting terdengar diruangan itu. Mereka sama-sama berusaha menenangkan diri, mencerna segala hal yang tidak dapat mereka terima.


...


Kenan menatap Aisyah yang asik makan buah. Kenan tiba-tiba teringat kejadian dipernikahannya tadi.


'Si-siapa dia ... ,' pikir Kenan. Namun Kenan sungkan bertanya kepada Aisyah. Kenan tau tatapan mata yang diperlihatkan laki-laki itu bukan pandangan teman atau lainnya. Pandangan matanya memiliki arti makna lain dan Kenan benci itu.


''Kenapa?'' tanya Aisyah risih ditatapi terus oleh Kenan.


''Ahk, tidak apa-apa ... Saya cuma menatapi Istri saya,'' Goda Kenan.


Pipi Aisyah memerah, entah harus bersyukur apa tidak Kenan menyuruhnya memakai cadar.


''Istriku manis banget sih!!!'' Kenan semakin menggoda Aisyah, dia mencubit pipi Aisyah.


''Ihhh!!!'' Aisyah terlihat sangat malu, dia menepis tangan Kenan dan memakan buahnya dengan cemberut.


''Aisyah ... .''

__ADS_1


__ADS_2