
''Yes!! Akhirnya gw libur!!!'' girang Azka.
Dikamarnya ia sibuk menjadi laki-laki yang akan menaklukkan paris dengan ketampanannya.
Azka keluar dari hotel menggunakan kacamata hitam lalu menaiki mobil hitam yang mewah.
''PARIS!!'' Azka berteriak saat mobilnya melaju kencang.
Mobil Azka berhenti disebuah taman dekat menara Eiffel. Taman yang sangat cocok buat piknik. Tanpa berpikir panjang, Azka bersewa foto disana untuk dijadikan kenang-kenangan.
''Haduh ... kapan gw juga nikah, mama gw gak bakal jodohin gw juga-kan karna belum nikah.''
Mata Azka tiba-tiba tertuju pada seorang perempuan yang duduk dibangku taman sambil memandangi menara eiffel.
''Inimah bukan jodoh namanya.''
''Halo Aisyah.''
''Halo Azka,'' sapa balik Aisyah.
''Kenapa duduk sendiri?''
''Kalau gitu temani aku duduk.''
Azka tersenyum lalu duduk disebelah Aisyah.
''Aisyah bahagia?'' tanya Azka melihat Aisyah sepertinya banyak pikiran.
''Kenapa bertanya seperti itu?''
''Entahlah, firasat mungkin.''
''Bahagia.''
''Azka ... Apa kamu mengenalku?''
Azka menatap Aisyah lama lalu tertawa tebahak-bahak.
''Kenal kok. Istrinya Kenan.''
Aisyah menghela napas panjang kemudian tersenyum.
''Iya yah.''
Melihat Reaksi Aisyah sepertinya bukan itu jawaban yang diinginkan oleh Aisyah.
''Apa kita pernah bertemu sebelumnya?'' tanya Azka membuat Aisyah menunduk dalam.
''Mau dengar ceritaku.''
...----------------...
Saat itu aku berlari tanpa arah. Berusaha kabur dari rasa sakit dan berharap semakin jauh aku pergi, semakin jauh pula penderitaanku.
Dhuk.
''Astagfirullah!! Adek gak apa-apa.''
Ia terlihat khawatir, seketika tangisku pecah. Orang yang tak kukenal saja khawatir dengan diriku yang terjatuh, tapi kenapa ayah yang melihatku diperlakukan dengan buruk tak khawatir denganku.
Tangisku pecah begitu saja dan tidak bisa kuhentikan, perasaan yang meluap-luap itu tumpah dihadapan seseorang yang telah kutabrak.
''Adek gak apa-apa? jangan nangis. Mau saya belikan es krim?!''
Ia terlihat kelabakan. Orang-orang mulai melihat Kenan dan memandangnya dengan sinis.
''Ah! jangan menangis!! Saya belikan es krim!''
...
Aisyah memakan es krim dengan belopatan, ia sudah memakan enam bungkus es krim dan masih terlihat sedih.
Shut.
Laki-laki itu mengelap wajah Aisyah dengan sapu tangan. Ia tersenyum pada Aisyah membuat hati kecil Aisyah menghangat.
...----------------...
''Bukan. Saya gak ingat hal tersebut dan saya yakin bukan Azka ... Tapi rasanya memang pernah tapi kejadiannya bukan seperti itu, seingat Azka ....''
...----------------...
''Oiii, kenapa lo ninggalin gw!!''
''Sorry.''
Azka melihat gadis kecil yang memakan es krim. Disebalah gadis itu terdapat banyak stik es krim.
'Wah bahaya bocil zaman sekarang.'
__ADS_1
''Hallo adek kecil, Saya Azka.''
Azka menyapanya dengan ramah dan membuat gadis kecil itu tertawa.
''Kakak-kakak makasih telah menemani Aya.''
Aya melompat dari kursi taman kemudian berlari kearah seorang laki-laki yang membuka pintu mobil laku merentangkan tangannya.
''Kakak Mucing!''
...----------------...
''Begitu, yah ....''
''Kalau boleh tau. Siapa laki-laki yang bersamamu?''
Azka mencoba mengingat-ngingat tapi ia lupa.
''Maaf, Azka lupa.''
Aisyah mengangguk pelan.
''Jangan-jangan gadis itu ... Aisyah!!''
Aisyah mengangguk pelan.
''Ais!!!'' panggil sahabat Aisyah.
Jadi dari tadi sebenarnya Aisyah menunggu sahabatnya. ia tidak tau akan bertemu Azka dan mengetahui kebenaran tersebut.
''Makasih kak Azka.''
Azka sempat terpukau hingga tidak menyadari Aisyah sudah tidak ada disampingnya.
''Tunggu Ais,'' ucap Aisyah mengejar sahabatnya.
''Seingatku itu kenan bukan?''
Saat tersadar Aisyah sudah hilang. Azka menggelengkan kepalanya pelan.
''Bukan saatnya memikirkan jodoh orang! Saatnya cari jodoh sendiri!!''
...
Aisyah menyesap coffee americano latte miliknya lalu menatap para sahabatnya.
''Ais gak mau cerita?'' tanya Raina
''ituloh laki-laki tadi ... Kita lihat kok kalian ngobrol bareng.''
Aisyah meletakkan gelasnya kemudian menghela napas panjang.
''Mulai dari mana yah ....''
Aisyah menceritkan kejadian saat ia kecil dulu kepada temannya.
''Ais pikir ia orang yang menolong Aisyah, meski benar dia memang menolong Ais tapi Aisyah cari laki-laki yang membelikan Aisyah es krim dan menenangkan Aisyah.''
Sruuppp.
''Gak nyangka Aisyah punya pengalaman gak enak kaya begitu,'' ucap Jessica mengelap ingusnya.
''Kau benci ayahmu?'' tanya Ratna.
Aisyah menggeleng pelan lalu berkata, ''Ais cuma marah karna ayah seperti tidak memiliki hati terhadap putrinya.''
''Jadi Ais punya kakak?'' tanya Celsie penasaran.
''Iya. Yang datang itu kakakku karna mendengar Ais mengalami hal buruk.''
''Kakakmu penyayang banget, gak kaya seseorang,'' ucap Raina menyindir kembarannya.
''Ekhm. Jadi kamu jatuh hatinya sama laki-laki itu bukan Azka?'' tanya Jessica.
''Iya, tapi mau bagaimana lagi kita tak ditakdirkan.''
''Plot twist banget gak sih kalau ternyata laki-laki itu suaminya sendiri, Hahaha.''
Karna ucapa Celsie seluruh mata jadi meliriknya.
''Hah?'' Celsie menatap para sahabatnya terheran-heran.
''Azka itu siapanya suami Ais?''
''Sekertarisnya. Katanya mereka sudah lama temenan.''
''Wah lampu kuning,'' kata Ratna.
Mereka sudah seperti detektif saja untuk mencoba menyelesaikan kasus siapa laki-laki yang membuat sahabatnya jatuh hati itu.
__ADS_1
''Coba tanya gih kalau ada kesempatan. Yah barang kali plot twistnya Celsie beneran.''
''Lebih plot twist lagi kalau ternyata Azka berbohong mengingat kamu sudah menikah,'' ucap Jessica langsung mendapat tamparan dari Ratna.
''Kenapa sih Rat!'' emosi Jessica.
''Kamu ngomong tuh disaring! Liat Aisyah!''
''Ais ... Maaf bukannya pengen bikin suasana hatimu buruk, heheh.''
Aisyah mengangguk pelan lalu tersenyum. Ia tidak tersinggung sama sekali, malah kata yang diucapkan oleh Jessica benar adanya. Karna yang diucapka Azka ada dalam ingatannya.
''Lebih plot twist kalau ternyata Kenan sudah tau dari dulu,'' ucap Ratna.
Hening.
Aisyah tidak tau harus mengatakan apa. Tapi yang semua sahabatnya katakan dapat dikatakan bahwa argumennya patut dipertimbangkan tapi tidak memiliki bukti untuk dinyatakan benar. Satu hal pasti Azka tidak berbohong yabg dikatakannya adalah fakta dan yang lebih membuat Aisyah kepikiran adalah pendapat Ratna.
''Ish, kalian malah bahas begituan. Ayok kita main!'' ucap Raina mulai tidak suka arah pembahasannya.
''Kemana?'' tanya Aisyah yang juga tidak ingin merusak momen mereka dengan masalahnya.
''Wahana permainan diprancis!!" seru Raina.
Mereka berempat saling memandang lalu mengangguk.
"Bentar aku kirim pesan dulu."
Kenan, Ais pergi jalan dulu ke wahana permainan.
Mereka segera berdiri lalu membayar tangihan makanan mereka.
''Ais yang bayar, Oke?''
Mereka saling memandang kemudian menggeleng.
''Kita bisa bayar sendiri kok, Ais.''
''Gak! Biar Ais aja,'' kekeh Aisyah yang akhirnya hanya dapat dipasrahkan oleh para sahabatnya.
''Ais bayar pake apa?''
''Pake kartu Ais yang dari suami.''
''Wah dikasih kartu, loh.''
Raina menyenggol Aisyah dengan mata menggodanya.
Set.
Aisyah buru-buru kabur sebelum Raina bertanya macam-macam.
''Ais tunggu!!''
Tak butuh waktu lama mereka sampai ditempat yang mereka tuju.
''Wah Gila keren banget.''
''Iya masyaallah sekali,'' ucap Raina membuat Ratna memegang jidat Raina.
''Tumben lo solehah.''
Raina berdecak sebal, apa salahnya ia bilang begitu.
''Lebih masyaallah Raina yang insaf,'' kata Jessica tersenyum lebar.
''Emang dosa gw ape?!'' tanya Raina nyalang.
''Banyak tuh, lo-kan tiap hari bikin dosa. Berpikir buruk aja dosa.''
Aisyah tak menghiraukan perdebatan sahabatnya yang kian mengganas.
''Rat, naik wahana itu yuk!'' ucap Aisyah menujuk wahana ekstrim yang jungkir balik diatas kapal.
''Yakin?''
''Pengen nyoba.''
10 menit kemudian.
Aisyah turun dengan kepala linglung, siapa sangka ia akan ketakutan ketika melihat ketinggian yang membuatnya merinding. Aisyah pikir tak akan terlalu buruk apalagi ia duduk ditengah, dugaannya salah wahanan itu terlalu ekstrem buatnya.
''Nih minum dulu,'' tawar Ratna memberikan air putih.
Kalau Ratna dan Aisyah naik wahana ekstrem, Raina juga Celsie naik komedi putar dan Jessica ia bermain capit boneka yang telah ia menangkan dengan mudah.
''Banyak banget lo dapet Jess,'' ucap Raina ketika mereka telah berkumpul kembali.
''Heheh, biasa ketagihan.''
__ADS_1
Ratna melebarkan kain lalu menaruh karanjang berisi makanan disana. Kini mereka akan piknik ditempat wahana permainan.