
Aisyah merasa suasana kamarnya menjadi sesak karna dia dan kenan sedang tidak baku bicara. Aisyah melangkahkan kakinya menuju kamar rawat ibunya.
''Assalamualaikum.''
''Waalaikumussalam,''ucap penghuni kamar.
''Aisyah ... ,'' ucap mamanya pelan.
Aisyah menghampiri ibunya dan memeluknya erat.
''Maaf , Mah,'' ucap Aisyah membenamkan wajahnya.
Melihat istri dan anaknya saling memadu kasih, Abbi Aisyah memutuskan untuk pergi, memberi mereka waktu.
Brak.
Mereka saling melirik pintu dan tersenyum satu sama lain.
Puk.
Aisyah mendudukkan tubuhnya dan menatap ruangan itu.
''Ibu ketemu kakak.''
Ucapan Uminya berhasil membuat Aisyah terkejut. Uminya yang memandangnya menoleh, menatap langit-langit kamarnya.
''Kakakmu berubah ... dia terlihat lebih dewasa, tapi dia tetap terlihat seperti anak-anak dimataku,'' ucap Ibunya tersenyum bahagia. Terlihat di wajahnya pertemuan singkat itu sangat berarti dan berharga baginya.
''Aisyah ... suatu hari, bawalah kakakmu pulang,'' ucap ibunya mengenggam tangan Aisyah.
Aisyah mengangguk dan menyakinkan ibunya.
''Tenang saja mah, aku pasti bawa kakak pulang,'' ucap Aisyah dengan senyum merekah diwajahnya.
…
Keesokkan harinya mereka pulang kerumah masing-masing, karna kondisi mereka sudah tidak perlu penanganan lebih lanjut hanya perlu istirahat dengan baik. Aisyah pulang tanpa berbaikan dengan Kenan, itu membuat suasana keluarga itu yang berpamitan menjadi suram.
"Hnmm~"
Aisyah terus berguling kekanan dan kekiri, dia merasa jenuh berada dirumah. Pikirannya yang tiada henti memikirkan berbagai macam hal. Bagaimana cara membawa kakaknya pulang? Apa dia beneran menikah? Apa dia harus menjadi pelayan suaminya yang setiap hari tersenyum menyambutnya dan menyiapkan segala keperluan suaminya seperti seorang raja tirani kejam? Apa suaminya akan mengamuk membanting meja jika makanannya tidak enak? Apa dia harus membersihkan seluruh rumah setiap hari hingga kinclong? Dan jika ada noda dia akan dipenggal? Berbagai macam pikiran membuat Aisyah tidak sadar bahwa dia sudah ditepi ranjang.
''Hnm~"
''Eh??!!''
Brakkk.
''Sakit!!! Dasar kasur rongsokan!!!'' umpat Aisyah.
Aisyah menselonjorkan kakinya dan menggoyang-ngoyangkannya kekiri dan kekanan.
Dasar menantu kurang ajar, seharusnya kau menjaga anakku dengan baik-baik bukannya main seenaknya keluar rumah!!
Aisyah tiba-tiba teringat dengan sinetron yang pernah ditontonnya. Karna kasian sekaligus kesal, Aisyah memberi ranting bintang satu untuk filem itu.
Aisyah menggeleng-ngelengkan kepalanya. Itu tidak akan terjadi kepadanya. Karna dia begitu disayangi oleh keluarganya itu dan keluarga calon suaminya.
Aisyah naik keranjang dan merebahkan tubuhnya sambil memainkan handphonenya, melakukan senam jari, yaitu menlike seluruh postingan tanpa kenal siapa itu dan apa yang dipost.
''Ehhh?!!!''
Sebuah postingan berhasil menarik perhatian Aisyah.
''Inikan ... Rendy, kalau begitu yang disebelahnya ... ,'' Aisyah memberhentikan kalimatnya melihat wajah artis yang disebelahnya dengan seksama.
__ADS_1
Artis terkenal ini siapa sangka dulunya bukan siapa-siapa!!! dia merubah nasibnya secara ajaib setelah bertemu malaikat ucapnya ...
Aisyah membaca apa yang dikatakan postingan itu.
''Ini sih itu bukan sih ... ." Perkataan Aisyah memiliki banyak makna, karna orang yang dilayar itu bisa siapa saja.
Aisyah yang tidak ingin ambil pusing memutuskan untuk menelpon rendy saja, mumpung dia lagi gabut.
Drttt, drttt.
…
''Rendy!!!'' Teriak seseorang membuat Rendy yang tertidur depan laptopnya bangun dengan cepat.
''Apa?!!!''
''Malaikatku menelpon!!!'' ucapnya dengan senang.
Rendy mengambil handphonenya dan mengangkatnya.
''Halo.''
''ASSALAMUA'ALAIKUM!!'' ucap Aisyah menggelengar.
''Waalaikumussalam, waalaikumussalam,'' ucap Rendy mengulang hingga dua kali. Perasaannya menjadi tidak enak.
''Dasar, kebiasaan buruk jangan dipelihara!!!'' Ketus Aisyah.
''Yah mau gimanakan yang sering nelpon aku juga belum tentu muslim,'' ucap Rendy membela diri.
''Nyenye~"
"AKU GAK MAU DENGER!!!'' Teriak Aisyah. Rendy langsung menjauhkan handphonenya dari telinganya.
''Kamu juga Syah gak usah teriak-teriak,'' nasihat Rendy.
''Yaudah, ada apa telpon. Jangan bilang nemu artis berbakat lagi dijuwalanuan~" ucap Rendy dengan nada lebay.
''Kagak ... cuma mau nanya itu yang dipostingan beranda siapa?'' ucap Aisyah tidak peduli dengan ejekan Rendy.
''Heheh, itu yang terakhir kali kau pungut,'' ucap Rendy enteng seperti mengatakan memungut kucing dijalanan tanpa sengaja.
''Owh, yaudah ... ASSALAMUALAIKUM!!!'' ucap Aisyah mengakhirinya dengan berteriak.
Tut.
'' Waalaikumussalam,'' ucap Rendy pelan dan menghela napas berat. Rendy meletakkan handphonenya dan menatap Bilal.
''Lailahaillallah!!!''
Bila memanyunkan bibirnya cemberut.
''Emang aku dah meningoy apa!!!'' sewot Bilal.
''Lagian ngapain kau tatap kaya gitu? udah gitu kepala doang yang nongol dimeja!!!'' tanya Rendy emosi dan memegang dadanya yang hampir loncat dari tubuhnya.
''Bagi nomor bidadari?!!!''ucap Bilal bersemangat.
''Boleh~ tapi habis konser!!!'' ucap Rendy membuat senyum diwajah Bilal runtuh dan terlihat tidak bertenaga.
''Baiklah ... .'' Bilal keluar ruangan rendy dengan lemas.
…
"Hah ... aku bosan ~ dirumah nunggu calon suami jemput aku dengan kuda putih seperti pangeran!!!! Pokoknya aku bosan~ ," ucap Aisyah menyanyi dengan tidak jelas. Dia kembali berguling-guling melakukan aktivitas rendem.
__ADS_1
Tin.
Tiba-tiba sesuatu muncul dikepala Aisyah.
''Mari kita let's go!!!'' ucap Aisyah segera bangkit dengan penuh semangat.
Drap.
Drap.
Aisyah berlari-lari dengan riang sambil bernyanyi.
''Ohhh suamiku beban~''
"Pergi cari uang aku yang happy dirumah~"
Entah dari mana dia dapat lagu itu, yang penting Aisyah sudah memiliki tujuan hingga tidak jenuh.
Sringg.
Aisyah mengambil sepatula dan menggesekkannya kepanci penggorengan.
''Ku goreng cintaku dengan rasa benciku ... hingga kau muntah darah dan is the death ... ,'' Aisyah mengatakan itu dengan riang sambil menari-nari kecil.
Ckelk.
Aisyah menyalakan kompor dan mulai memasak, dia tetap menyanyi dengan nyanyian yang dapat membuat orang mendengarnya menjadi merinding.
30 Menit berlalu.
''Dah siap!!! Hidangan cintaku!!!'' ucap Aisyah dengan senyum tiada tanding.
''Nona masak apa?'' tanya pelayan yang bekerja dirumahnya itu.
''Bibi Nengsi cobain deh?!!!'' ucap Aisyah menarik Bibi duduk dimeja makan.
'Astagfirullah!!!' terkejut bibi melihat masakan Aisyah, makanan itu bahkan tak layak dipandang sama sekali ... baunya juga aneh.
''Ayo Bi dimakan,'' ucap Aisyah polos. Melihat mata Aisyah yang penuh harap membuat Bibi menjadi tidak tega.
Bibi menyendok masakan Aisyah dengan perlahan dan memasukkan makanan itu kemulutnya. Bibi bahkan sudah siap merasakan rasa keanehan.
Deg.
''Enak!!!'' ucap Bibi tersenyum lebar membuat Aisyah yang menanti dengan penasaran menjadi sangat bahagia.
''Makasih, Bi!!!'' ucap Aisyah memeluk Bibi kemudian berlalu pergi.
'Makanannya sih enak,tapi ... ,'' ucap Bibi memandang masakan Aisyah yang terlihat seperti monster. Bahkan ada kue yang mengeluarkan seperti darah dari bawahnya (sebenarnya itu selai steroberi yang sudah dicampurnya dengan bahan lain sehingga mirip darah)
Disisi Aisyah.
Puk.
Aisyah merebahkan tubuhnya dan cekikikan sambil berguling-guling memeluk bantalnya.
''Kalau kaya gini, dia gak akan berani nyuruh-nyuruh Aisyah ... percobaan kali ini berhasil!!!'' ucap aisyah semangat.
''Idenya bisa ku share kemereka,'' ucap aisyah dengan cepat mengambil ponselnya. Dia terlihat serius dan sangat senang. Entah apa yang akan terjadi kepada pernikahan mereka nanti.
''Hah~'' Aisyah menghela napas menatap langit-langit. Rasanya dia masih ingin terbang bebas.
''Apa aku bisa seperti itu?''
''Mungkin jika aku meminta dengan baik-baik, aku bisa hidup normal seperti orang lain seusiaku,'' ucap Aisyah pelan.
__ADS_1
''Kalau dia tidak mau, kuancam saja!! Akan kubuat dia memakan masakanku yang hancur lebur tak berbentuk!!!'' ucap Aisyah menyeringai.
Aisyah terus bertanya-tanya, bergelud dengan pikirannya hingga dia terlelap dengan cepat.