
Perusahaan Arsie yang reputasinya anjlok perlahan-lahan pulih, ia melakukan kerja sama dengan perusahaan MA Groub. Mereka mengatakan yang sebenarnya pada media.
Kini Rendy dipecat dari perusahan yang manaunginya. Jessica terpaksa mencari manajer baru, juga perusahaan itu telah kehilangan seorang manejer besar. Banyak artis yang diurus oleh Rendy menjadi kocar-kacir dan semuanya artis yang cukup terkenal.
Hadijah berusaha menelpon Rendy tapi tak kunjung di angkat olehnya.
Prak!
"Sial! Kenan membohongiku!''
Hadijah mengigit kuku jarinya sambil berpikir keras.
...
Dibandara dengan sebuah topi hitam juga jas hitam Azka menarik kopernya dengan bersenandung.
Orang tua Hadijah tampak khawatir setelah mengetahui perbuatan putrinya.
Azka mengantar mereka kerumah yang telah disediakan oleh Kenan untuk mereka.
...
08:00
Hadijah menerima pesan dari Kenan.
'Kenan tak akan memperlakukanku begitu jahat. Aku sudah berkorban sepuluh tahun.'
Hadijah bersiap dengan super cantik untuk bertemu Kenan.
09:56
Pintu ruangan Kenan terbuka memperlihatkan Hadijah datang dengan senyum mengambang.
''Ke-''
''Hadijah!!''
Degh.
Hadijah mematung melihat kedua orang tuanya duduk disofa tamu.
Ibunya Zainab segera menghampiri putrinya.
Plak!
''Ma-ma.''
Hadijah memegang pipinya yang ditampar.
Greb.
Zainab memeluk putrinya, ia mengusap kepalanya.
''Ayo kita pulang, jangan mempermalukan keluarga lebih jauh lagi.''
''Gak!! Dijah gak mau pulang.''
''Hadijah!! Cukup jangan mempermalukan kedua orang tuamu dengan sikapmu!!'' ucap Ayahnya.
''Maaf Kami sudah menyesahkanmu, Nak. Sampaikan maaf kami pada istrimu.''
Kenan mengangguk pelan. Lalu menatap Hadijah dan Mamanya.
''Nak, iklaskan ya? Kenan bukan jodoh kamu. Relakan, jangan menyakiti dirimu lebih dalam.''
Tes.
''Enggak, Mah. Dijah gak bisa!''
Hadijah menangis dalam pelukan Mamanya. Bagaimana ia bisa merelakan hal ini begitu mudah.
''Perlahan-lahan. Mari kita pulang lalu memulai lembaran baru, masih banyak yang menunggumu pulang.''
Hadijah tak dapat mengucapkan apapun lagi dadanya terlalu sesak dengan air mata yang turun bagai hujan.
...
Dhuk.
Azka menjatuhkan kepalanya dimejanya. Ia pikir setelah ini ia akan libur, taunya tugas menumpuk dikantor dan ia harus begadang semalaman untuk mengerjakan-nya.
''Kapan Gw juga bisa nikah.''
''Kalau udah ketemu jodoh,'' ucap Klerie memberikan setumpuk berkas lagi.
''Kerjakan dengan baik.''
Azka menghela napas berat. Deringan handphone-nya membuat Azka tersenyum saat melihat nama Zahra disana.
__ADS_1
''Kalau jodohku gak ada, biar aku saja yang menentukannya siapa.''
...
Aisyah duduk termenung sambil melihat kedua perempuan yang sibuk memasak untuknya.
''Mah, Umi. Aisyah juga mau ikutan.''
Mereka berdua berbalik lalu terkekeh.
''Bilang dari tadi. Sini!''
Aisyah ikut dengan mereka. Mereka berencana membuat kue raksasa karna hari ini hari spesial mereka.
''Kalau tau gini Aisyah kasih tau hamilnya hari ini saja.''
''Pfft, gak apa. Itu juga udah luar biasa.''
''Kedua perempuan itu menghiasi rumah, sedangkan Aisyah sibuk memilih yang mana yang akan ia pakai.''
''Assalamualaikum.''
''Waalaikumussalam,'' balas Hamara juga Fatimah.
''Papah cepet banget pulang. Karna ini hari spesial?''
''Hng, Gak,'' ucapnya berbohong buktinya ia membawa pulang sebuah kado.
''Assalamualaikum.''
''Waalaikumussalam,'' jawab mereka lagi melihat Abby pulang juga membawa hadiah.
''Loh hadiah kalian sama?'' tanya Umi Fatimah melihat bungkusan kado dan warnanya sama.
''Enggak!'' jawab mereka bersamaan.
''Kalau gitu isinya apa?''
''Parfum,'' mereka berucap serempak lalu saling memandang.
''Merek flowris,'' mereka menatap dengan sinis.
''Aku duluan yang beli,'' ucap Papah Aisyah gak mau kalah.
''Heng, siapa yang tau.''
''Mah, Umi. Bagus gak?'' tanya Aisyah memperlihatkan baju yang ia pakai.
''Bagus!'' ucap mereka serempak saling tersenyum senang.
Papah juga Abby mengangguk setuju. Mereka duduk diruang tamu dengan sinis.
''Sudah jangan bertengkar lagi, cuma kado.'' Umi Fatimah melerai mereka lalu memberikan segelas minuman pada mereka.
''Assalamualaikum.''
Suara orang yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai. Umi Fatimah, Mama Aisyah juga Aisyah bergegas kepintu rumah untuk menyambutnya.
''Selamat ulang tahun!!!''
Degh.
Kenan mematung sejenak. Ia tampak berpikir keras.
''Bukannya ulang tahun Kenan besok?''
''Gak tuh. Orang hari ini, coba liat tanggal,'' ucap Uminya terkekeh pelan.
Kenan mengecek tanggal dan memang benar hari ini ulang tahunnya. Ia tertawa canggung lalu memeluk istrinya.
''Makasih.''
''Ekhm?!''
Kedua wanita itu berdehem, Kenan hanya memeluk istrinya dan melupakan mereka.
''Maaf, Mah. Lupa.''
''Dasar!'' ucap Uminya mencubit putranya. Hamara hanya dapat terkekeh kecil melihat kelakuan menantunya.
Kenan memeluk Uminya dengan erat.
''Makasih, Umi.''
Kenan beralih ke mertuanya dan siap untuk memeluknya.
Set.
Kerah baju Kenan ditarik oleh Papah mertuanya.
__ADS_1
''Yang ini gak boleh.''
''Chandra!!'' tegur Hamara.
Suaminya memalingkan wajahnya tidak berubah pikiran sama sekali.
Umi Fatimah dan Abby tertawa melihatnya.
Mereka memotong kue lalu memakannya bersama-sama.
"Nih, Aaaa."
Kenan menyodorkan potongan pertama pada istrinya. Aisyah membuka mulutnya malu didepan kedua orang tuanya.
"Umi lihat tuh putramu. Setelah punya istri kamu dilupakan."
Umi hanya terkekeh pelan, ia tidak peduli. Umi Fatimah mengambil kue lalu menyuapi suaminya.
''Kamu ingat ini hari apa?'' tanya Umi Fatimah pada suaminya.
''Hari ulang tahun Kenan-kan?''
''Masih ada satu lagi.''
''Apa?''
Dhuk.
Chandra menyenggol siku Adnan, masa ia lupa.
''Hari ... Hari ... Hari ... '' Adnan berpikir keras tapi tak mengingat apapun.
Karna kesal Umi Fatimah mengambil krim lalu mengusap keseluruh wajah suaminya.
''Hari pernikahan!''
''Ah ... Aduh Umi jangan marah. Abby udah pikun,'' bujuknya.
''Tau, Ah.''
''Umi?''
Umi Fatimah membuka mulutnya menerima kue yang diberikan putranya. Ia memotong kue dengan besar lalu membawanya pergi.
''Umi, Tunggu!'' kejar Abby.
Hamara terkekeh pelan lalu makan kue sendiri karna Chandra tidak terlalu suka kue.
''A'a.''
Hamara melihat Chandra membuka mulutnya heran.
''Buruan.''
Hamara tersenyum kecil lalu menyuapinya.
Tung.
Aisyah menoel pipi Kenan dengan krim. Kenan mengambil krim ditangannya lalu mengusapnya keseluruh wajah Aisyah.
''Kenan!!'' pekik Aisyah mengejar Kenan untuk membalasnya.
Dari kejauhan Chandra melihat menantu juga putrinya. Ia masih marah tapi melihat mereka bahagia membuatnya sedikit membuka hatinya untuk memaafkan.
...
BANDARA.
"Kenan maafkan kami."
Papah Hadijah mengenggam tangan Kenan lalu memeluknya. Mata Hadijah masih terlihat sembab. Ia mendekati Kenan lalu menatap matanya.
"Maaf."
Hadijah menatap Aisyah yang berdiri disamping Kenan. Hadijah memeluknya sejenak.
"Maaf, saya berutang maaf padamu. Padahal kita sama-sama perempuan yang pasti kita tidak ingin tersakiti.''
Aisyah mengangguk pelan. Mereka melihat punggung keluarga tersebut yang semakin jauh masuk kedalam bandara.
Aisyah menatap pesawat yang terbang setelah beberapa menit kepergian mereka. Sekarang benar-benar telah usai.
Aisyah menatap Kenan lalu menangis dalam pelukannya.
"Kenapa, Syah?"
Aisyah menggeleng pelan, hatinya merasa lega hingga membludak dan tumpah begitu saja.
...
__ADS_1
Mereka pulang kerumah mereka, dirumah mereka disambut oleh kedua orang tua masing-masing.
''Jadi, sekarang sudah bisa cerita menantu?" tanya Papah Aisyah yang disambuti senyum oleh Kenan.