
Kedua perempuan itu sibuk memberikan anak dan menantu mereka makan, sedangkan para laki-laki pergi keluar mengurusi urusannya.
''Aisyah masih mau makan?'' tanya Umi Fatimah.
Aisyah mengangguk pelan. Ia belum merasa kenyang dari tadi.
''Umi masak sekarang!'' ucapnya pergi secepat kilat.
Ting.
Sebuah pesan bertubi-tubi masuk kedalam handphone mereka bertiga.
Degh.
Mama Aisyah menutup mulutnya melihat berita yang viral dalam sekejap.
Pernyataan dari tunangan Kenan tentang dirinya. "Saya dan Kenan saling mencintai seperti yang kalian tahu kami bersama selama sepuluh tahun. Cinta yang kita rakit tidaklah sedikit dan sebentar, saya tidak tau ia pulang dan tiba-tiba dijodohkan. Saya tidak ingin berbohong lagi, saya telah menikah siri dengannya dan sekarang saya sedang hamil. Saya harap tidak ada yang menyalahkan kami, cinta kami membuat istrinya kesulitan. Saya harap ia memakluminya dan mau berbagi. Memikirkan berapa lama saya menunggu kurasa ia akan bertoleransi lagi pula mereka dijodohkan.'' Istri sahnya ternyata orang ketiga dalam hubungan mereka. Para netizen menghujat presdir HK groub sebagai laki-laki bejat, beberapa netizen mendukung istri keduanya sedangkan netizen lain berdebat tidak setuju meski berapa lama mereka bersama karna faktanya ia menyakiti hati istrinya. Yang lebih mengejutkan foto sang istri dengan pria lain bahkan sampai dilamar beberapa kali. Netizen menghujat mereka secara panas, suami selingkuh, selingkuhan kurang ajar, istri baik juga selingkuh, Keluarga ini berantakan.
Aisyah meremas dadanya yang sesak. Padahal baru kemarin mereka bergembira, kehamilannya yang menginjak empat bulan itu masih rentang keguguran. Berita itu membuat Aisyah shock hingga pingsan.
''Aisyah!!!''
Mama semakin panik saat telponnya tak diangkat oleh ketiga pria yang seharusnya menolong mereka.
HK groub dibanjiri hujatan dan kritikan netizen, sahamnya anjlok seketika. MA groub juga ikut terkena imbasnya. Abby Kenan memijit pelepisnya, masalah mereka tiada habisnya.
Muslim menghela napas yang terasa sesak didadanya.
''Lapor, Presdir. Sumber berita itu telah diketahui.''
Muslim menerima laporan tersebut. Ia membacanya lalu membantingnya ketanah.
Telponnya berdering. Muslim mengangkatnya setelah melihat kontaknya.
''Kamu dimana?''
''Diperusahaan, ruanganku.''
''Aku akan kesana.''
''Apa?!''
Tak lama kemudian pintu ruangan Muslim terbuka.
''Jangan hancurkan reputasiku!''
''Apa maksudmu?!!''
''Laporan berita itu dibawah naungan Arsie!! Jelas-jelas itu berasal dari perusahaanmu!''
''Kau gila?! Mana mungkin aku merusak reputasi adikku!''
''Lalu siapa?!''
''Pengkhianatan ada dimari!''
ratna mengangguk, ia menghubungi sekertarisnya untuk membuat klasifikasi bahwa masalah ini tak ada kaitannya dengan Arsie.
''Apa maksudmu?'' tanya Muslim tak paham setelah menyelidikinya lagi.
''Nara sumbernya dari salah satu diantara kalian, beritanya tertulis oleh perusahaan Arsie. Sekarang kami banjir tekanan juga pemutusan kontrak.''
''Tapi dalangnya sudah kutemukan.''
''Hah?!''
__ADS_1
''Nara sumbernya dari seorang OB yang tak sengaja melihat Aisyah dilamar disalah satu asetku. Lalu sepertinya pengkhianat itu dari sahabatmu.''
''Perhatikan perkataanmu.''
''Perhatikan baik-baik,'' ucap Muslim menyerahkannya pada Ratna.
Ia dicetak dibawah naungan Arsie, berarti perusahaanmu pernah mendonornya bahkan menginvestasikannya.
''Tak mungkin.''
...
''Aisyah maafkan aku.''
Ting.
Rendy melihat handphonenya yang menerima uang transfer. Tangannya gemetaran melihat angka yang munjalang tinggi.
Brak.
Degh.
''RENDY! BERANINYA KAMU!!'' teriak Ratna tidak terima.
''Apa kau tak memikirkan perasaan Aisyah!! Tidak bagaimana dengan Jessica yang selama ini membantumu!! Kalau bukan karna ia kamu pasti tidak akan bertahan sebagai manejer artis terkenal!! Lalu kamu menggunakan Arsie yang mendonormu hingga berjaya? Perusahaan AIM groub?!!''
''Tidak!! dengarkan aku!!''
Ratna menarik dasi Rendy menunggu penjelasannya.
''Aku tidak punya pilihan, Adikku kecelakaan dan butuh biaya. Umar tak bisa dihubungi, aku terlalu malu meminta tolong pada kalian atas apa yang kulakukan.''
''Jadi skandal sebelumnya dari Lo juga!!''
''Skandal kedua aku memang!! Tapi yang pertama bukan aku!!''
''Ren, kalau kau susah lebih baik jangan membuat kami menderita. Lebih baik kau meminta dari pada mendapat uang dengan cara yang buruk.''
''Yang menyuruhmu apakah Hadijah?''
Rendy mengangguk pelan.
''Dia juga sepupuku,'' ucapnya pelan.
''Hng. Ternyata darah lebih kental dari pada teman seperjuangan. Ingat Artis pertamamu yang membawamu berjaya adalah Jessica, lalu yang membuatmu masuk perusahaan besar itu Kakak Aisyah, jangan lupa Arsie yang menginvestasikan segalanya untukmu.''
...
Kenan melajukan mobilnya ketempat Hadijah. Ekspresinya sulit diartikan hanya ia yang tau isi pikirannya.
Ting, tong.
Cklek.
Hadijah tersenyum senang melihat Kenan datang membawa bunga.
''Buat kamu.''
''Makasih.''
''Boleh masuk?'' tanya Kenan sopan.
Hadijah sangat sopan melihat Kenan yang memperlakukannya dengan begitu hati-hati.
Kenan duduk menyesap teh yang dibuat Hadijah.
__ADS_1
''K-kamu beneran hamil.''
Hadijah mengangguk pelan, ia memegang perutnya lalu tersenyum.
''Kamu akan jadi ayah. Ini beneran anakmu, apa kau ingat saat itu kamu datang tengah malam lalu ....''
Kenan meremas kemajanya dibalik punggungnya. Hadijah bohong, ia hanya terlalu mengantuk lalu terjatuh didepan kasur Hadijah, itupun ia hanya tidur beberapa jam karna pagi sudah menjelang.
''Saya lapar.''
''Bentar saya masakkan!''
Kenan menahan Hadijah, ia berdiri lalu tersenyum.
''Kamukan sedang hamil. Jadi, gak boleh kerja berat. Biar aku yang masak.'' Kenan pergi menuju dapur.
Sementara Hadijah tersenyum bahagia, cepat atau lambat Kenan akan menikahinya dan mencintainya lebih dari siapapun.
''Makanannya enak?'' tanya Kenan.
Hadijah mengangguk. Kenan tersenyum melihat Hadijah makan dengan lahap. Kenan jadi teringat Aisyah, mungkin saat ini perempuan itu tengah menangis.
Setelah selesai Kenan membersihkan meja makan juga dapur, mencuci piring lalu menghampiri Hadijah. Melihat perempuan itu tertidur disofa dengan tv menyala membuat Kenan tersenyum senang.
Matahari sudah terbit. Hadijah membuka matanya perlahan. Ia tersenyum senang Kenan belum pulang.
''Kamu akan menginap?''
''Maaf, Dijah. Tapi aku harus pulang.''
Hadijah memeluk Kenan manja.
''Ayolah, anakmu pengen kamu tinggal.''
''Maaf, tapi perusahaanku akan bangkrut.''
''Cih. Baiklah, tapi besok pagi pergi kerumahku yah?''
Kena mengangguk, ia mengusap kepala Hadijah lalu melangkah keluar. Saat sampai dimobil Kenan mengelap tangannya, membuang baju yang disentuh Hadijah.
Kenan tersenyum senang melihat laporan kesehatan Hadijah, jelas perempuan itu tidak hamil karna ia masih perawan.
Saat Hadijah tidur Kenan membawanya kerumah sakit, ia bahkan membawanya kebeberapa rumah sakit untuk membuktikan bahwa ia bersih.
...
''Aisyah makan, Nak?'' bujuk Umi Fatimah.
''Iya, ayok makan. Demi anakmu.''
Aisyah menggeleng pelan, ia terus menangis dengan tersedu-sedu mengingat suaminya melakukan hal bejat dibelakangnya membuatnya benar-benar hancur lagi dan lagi untuk kesekian kalinya.
Ting.
''Aisyah Kenan melakukan konversi pers!!''
Mamah segera menyalakan TV. Mereka semua menanti apa yang dikatakan Kenan.
Saya Presdir Hk Groub menyangkal apa yang dikatakan oleh mantan tunangan saya. Bahkan saya tak bisa mengatakannya tunangan karna saya dipaksa oleh orang tuanya agar anaknya mau menjalani pengobatan. Dulu ia punya penyakit jantung yang parah dan atas dasar kemanusian saya mengiyakannya untuk berperan sebagai kekasih yang menyayangi tunangannya yang sakit. Saya tidak mencintainya, Saya mencintai istri saya, saya tidak menikah siri dengannya dan apa yang ia ucapkan tak bisa dinyatakan benar karna tak ada saksi untuk pernikahan yang tak pernah terjadi, ia juga tak hamil, kalian bisa lihat jelas laporan kesehatannya yang normal, bukan hamil tabung juga bukan hamil karna perbuatan tak bermoral jelas ia masih perawan.
Aisyah membuka handphone-nya Kenan benar-benar membagikan laporan tersebut dimedia dan terdapat banyak laporan dari rumah sakit berbeda dengan jawaban yang sama.
Aisyah tersenyum senang bahwa yang ia pikirkan tidak nyata.
Aisyah menatap kedua wanita yang tak lagi muda itu mengkhawatirkan-nya.
__ADS_1
''Mah, Umi. Aisyah mau makan.''
Senyum mereka mengambang, mereka segera menyuapi Aisyah membantunya makan.