
Tak.
Aisyah dengan semangat empat lima dengan wajah penuh senyum menginjakan kaki-nya didepan HK Groub.
Aisyah memasuki gedung itu dengan perlahan sambil melihat-lihat. Saat sampai ia bingung dimana kenan berada.
''Permisi, kak kenan ada dimana, yah?'' tanya Aisyah pada resepsionis yang ada didepan-nya.
''Mohon maaf, apa Anda punya janji?'' tanya-nya dengan ramah.
Aisyah cukup bingung, ia menggelengkan kepalanya pelan.
''Anda tidak bisa bertemu dengan presdir jika tidak ada kepentingan''.
''Bisa tanya kak kenan, Aisyah datang,'' tanya Aisyah tersenyum paksa.
Resepsionis itu tetap menjalankan tugasnya ia menelpon kekantor kenan.
Lama Aisyah menunggu hingga resepsionis itu meletakkan telponnya kembali ketempatnya.
''Maaf, presdir sepertinya sedang rapat.''
''Bisa kasih tau Aisyah dimana ruangannya?''
Resepsionis itu mengerutkan dahinya sedetik kemudian ia dengan senyum profesionalnya berkata ''maaf saya tidak bisa memberitahukannya''.
Aisyah yang awalnya masih memaksakan senyumnya seketika cemberut.
''Kasih tau! Saya mau ketemu kak kenan!'' ngotot Aisyah.
''Maaf, saya tidak bisa memberitahukannya begitu saja pada orang lain''.
''Saya bukan orang lain! Saya is-''.
Brak!
Seseorang tiba-tiba menyenggol bahunya membuat makanan yang dibawa-nya jatuh berantakan.
Aisyah menatap orang yang menabraknya dengan sinis, bahkan menengokpun tidak apalagi minta maaf.
Aisyah berjongkok ia menatap bekalnya yang hancur berantakan, padahal ia menyiapkannya dengan penuh semangat bahkan ia menghiasinya membuat bentuk karakter disana kini semua itu hancur bagaikan makanan tak enak dipandang. Aisyag menatap semuanya, rasanya air matanya akan jatuh. Sakit, satu kata itu sudah cukup mengepresikan perasaannya yang hancur.
Aisyah langsung berdiri dan meneriakinya.
''MINTA MAAF!!!''
Orang tersebut berbalik dan menaikkan alisnya.
''Kenapa saya harus minta maaf, itukan salahmu berdiri saja gak bisa,'' ucapnya sinis kemudian ia pergi dengan semakin cepat meninggalkan Aisyah.
Aisyah berbalik menatap resepsionis itu, ia kembali menyuruhnya menelpon Kenan. Resepsionis itu kembali menghubungi Kenan, namun tak kunjung tersambung. Akhirnya ia berinisiatif menelpon Azka dan langsung tersambung.
''Maaf,Pak. Ada yang ingin bertemu dengan presdir, ia-'' belum selesai ia berbicara Azka telah memotongnya.
''Presdir sibuk,tak bisa bertemu."
Azka pikir, kenan sudah bertemu aisyah karna ia sempat bertemu aisyah saat aisyah turun dari mobil. Tapi dia pergi lebih dalu karna terburu-buru.
__ADS_1
Resepsionis itu kembali memberitahukan Aisyah tanpa menutupi apapun darinya. Mendengar itu Aisyah menggempalkan tangannya, sakit dan kecewa itu menyakitkan. Meskipun begitu ia tetap enggan untuk pergi, ia tetap disana menunggu dan menunggu. Resepsionis itu mulai tak nyaman.
''Aisyah datang, tanya Kenan,'' ucap Aisyah tertahan dengan emosi. Dia datang jam satu dan kini telah hampir jam tiga.
Telponnya tiba-tiba masuk, tetapi Kenan malah bilang tidak ingin bertemu siapaun, karna ia akan rapat.
Kenan kira ia orang iseng karna memang sering ada orang yang datang ingin mendapatkan keuntungan dengan jalan yang sesat.
Mendapati jawaban seperti itu Aisyah menunduk. Aisyah mengambil handphonenya, namun ia tak memiliki nomor Kenan. Aisyah diam cukup lama menatap handphomenya hingga tangan-nya mengetik sebuah nomor yang bertuliskan 'Umi Fatimah'.
''Assalamualaikum,Umi''.
''Waalaikumussalam,Nak. Aisyah kenapa?''
''Umi, Aisyah ... Mau minta nomor Kenan,'' ucap Aisyah sedikit gugup.
''Umi sebutkan yah ... ''.
''Iya, Umi''.
''0821..... ''
''Sudah, Umi. Makasih''.
''Iya, baik-baik yah."
''Iya, Umi. Assalamualaikum."
''Waalaikumussalam."
Aisyah segera menelpon Kenan dengan penuh harapan.
''Maaf, saya tidak bisa meninggalkan tempat saya,'' ucapnya sopan.
''Tidak akan terjadi apa-apa, tanya kak kenan, Aisyah datang!!'' ucap Aisyah tak menyerah.
Saat itu seseorang tiba-tiba lewat dengan tatapan sinis ia berkata, ''keras kepala banget!''
Aisyah menengok dengan tatapan tidak senang melihat yang mengatainya orang yang sama dengan menumpahkan makanan yang dibuatnya.
''Anak kecil pulang sana!! Disini bukan tempatpun! Gak malu tampil begitu?'' liriknya menatap Aisyah dari atas hingga kebawah yang memakai kerudung besar dan gamis yang panjang.
Aisyah menatapnya dengan sinis dan membalasnya tak kalah pedas, ''kalau situ mau goda siapa? Pake make up kaya ondel-ondel! Mau goda suami orang?!''
Merasa dipermalukan, ia hendak menampar Aisyah. Namun dengan cepat Aisyah menahannya dan menghempaskannya dengan kuat hingga ia terjatuh kelantai.
Diperlamukan didepan umum dia berteriak memanggil petugas keamanan.
''Pengganggu!! Keamanan!! Usir dia!!''
''Dasar gak TAU MALU! ORANG GILA!!'' ucapnya memaki-maki Aisyah.
Emosi Aisyah langsung memuncak. Saat petugas keamanan menghampirinya tanpa melihatpun Aisyah langsung menghantamnya ketanah. Aisyah mengambil alat yang mereka bawa dan berjalan keruang kerja dilantai tersebut sambil menyeret alat yang dipegangnya.
''Kau bilang apa tadi?'' tanya Aisyah dengan mengancam.
''Apa yang akan kau lakukan!! Akan kulaporkan pada presdir!!!''
__ADS_1
''Laporkan saja... ,'' ucap Aisyah enteng sambil menaikkan alisnya.
Satu detik kemudian Aisyah mengayukan alat yang dipegangnya mengahantam segalanya yang menghalanginya. Aisyah menghancurkan komputer, berkas-berkas dan alat elektronik lainnya. Bahkan ia tak segan-segan menghajar orang yang mengatainya atau menghlanginya, matanya merah karna marah wajah tampak tak bersahabat.
Satu rahasia yang ia sembunyikan, ia ahli bela diri dia bahkan pernah menjuarai tingkat nasional. Namun terlalu lama ia berhenti dan orang-orang mulai melupakan sosok kecil yang selalu menampakkan kesinisan dimatanya. Belajar menjadi lebih baik, hingga terlalu banyak rahasia dimilikinya bahkan yang mengenalnya lama juga akan sulit mengkorek segala rahasianya.
Saat itu Azka lewat untuk membeli makanan, ia mendengar suara kegaduhan yang parah. Azka pun buru-buru kesana melihat apa yabg terjadi. Melihat Azka datang seorang karyawan langsung melaporkannya. Azka tak menghiraukannya sama sekali dengan cepat ia menelpon Kenan. Tubuhnya merinding melihat Aisyah yang tiada ampun menghancurkan apapun yang ditemukannya, gadis itu benar-benar menggila. Melihat panggilannya tak kunjung masuk, ia mengirimi Kenan pesan.
'ANGKAT!!! KALAU MASIH MAU HIDUP!'
Kenan mengerutkan dahinya melihat pesan Azka, kemudian ia segera mengangkat telpon dari Azka. Belum sampai handphonenya ditelinganya Azka sudah berteriak dengan keras.
''Bodoh, bodoh, bodoh!! Kenan lo bodoh banget!! Itu Aisyah nungguin lo udah dua jam lebih!! Sekarang ia hancurin lantai satu!!!''
Kenan langsung berdiri berlari meninggalkan ruang rapat. Saat sampai dilantai satu semuanya hancur tak bersisa. Kenan melihat Aisyah berdebat dengan maneger.
''Gadis gila!! Gak takut polisi, Hah!??''
''Lo yang GILA Aisyah gak peduli!!!''
Melihat Kenan datang maneger itu langsung mendatangi Kenan dan melaporkan kelakuan Aisyah dengan menambah-nambahi cerita yang tak benar.
Kenan sama sekali tidak peduli ia dengan cepat menghampiri Aisyah. Mereka mengira Kenan akan menamparnya tapi Kenan malah menariknya kedalam pelukannya.
Aisyah ingin menghajar orang yang tiba-tiba menariknya dan mendekapnya dengan erat tapi ketika hidungnya mencuim wangi yang familiar ia mendongkak menatap wajah Kenan yang terlihat wajah khawatir.
Kenan menepuk-nepuk punggung Aisyah dan mencium puncak kepalanya.
''Tidak apa, tidak apa-apa'' ucap Kenan dengan lembut tidak ada kemarahan dalam dirinya melihat apa yang dilakukan istri kecilnya itu.
Kenan berlutut dihadapan Aisyah, ia mengenggam tanggannya dan meminta maaf.
''Maaf, Kakak buat Aisyah menunggu,'' ucap Kenan mengusap-usap tangan Aisyah.
Air mata Aisyah langsung jatuh, ia menangis dengan kencang menumpahkan segala rasa sedihnya, kesal, marah, kecewa dan kekecewaannya yang begitu dalam.
''Ka..li i..ni Ai..syah mas..ak kh..usus bu..at kak..ak,'' ucap Aisyah sambil seguk-segukkan.
Aisyah menunjuk bekalnya yang tumpah dan mengatakan manegernya itu sengaja menyenggolnya, '' tapi dia menyenggol Aisyah dengan sengaja, dan makanan itu tumpah''.
Kenan mengambil bekal itu yang bahkan tak layak dimakan kemudian memakannya didepan Aisyah tanpa keraguan. Kenan kembali meminta maaf kepada Aisyah, ''Kakak minta maaf, Aisyah mau-kan maafin Kakak?''
Aisyah mengusap air matanya dan mengangguk pelan. Kenan tersenyum ia menarik tangan Aisyah untuk pergi, namun Aisyah tak bergerak sama sekali. Kenan berbalik menatap mata istrinya itu, seutas senyum merekah diwajah Aisyah ia mengulurkan kedua tangannya pada Kenan. Kenan terkekeh ia mendekati Aisyah dan menggangkat tubuh mungil istrinya.
Setelah Kenan pergi Azka berdiri didepan para karyawan yang diam mematung, sibuk memikirkan apa yang terjadi dan takut akan dikeluarkan dari perusahaan karna yang mereka nganggu adalah Istri presdir mereka bahkan perlu ditekankan lagi ISTRI PRESDIR!!!
''Saya Azka, sekertaris presdir meminta maaf atas kekacauan ini dan waktu kalian yang terbuang sia-sia, atas kerusakan properti pribadi atau properti perusahaan,'' ucap Azka sedikit membungkuk.
Ucapan Azka membuat mereka sedikit bernapas lega. Azka kemudian berdiri dengan tegak dengan senyuman bagaikan malaikatnya, namun perkataannya tak-kan bagaikan malaikat.
''Pesan dari presdir, Yang bersangkutan akan didenda atau dikeluarkan. Yang tidak ikut campur dan mendapat kerungian akan ditanggung oleh perusahaan, sekian terima kasih,'' ucap Azka membuat bahu mereka merosot dengan lemas. Artinya tidak ada siapa-pun yang akan lolos dan bersih secara penuh.
Orang yang paling khawatir tentu saja manenger dan mereka yang menggosipi Aisyah bahkan tanpa berpikir menjudjet Aisyah gadis tak berpendidikan.
....
Mobil.
__ADS_1
Kenan melirik Aisyah yang tertidur dengan mata sembab. Kenan memijit kepalanya yang terasa berdenyut, ia melirik Aisyah dan tersenyum hangat sambil mengusap kepala Aisyah lembut. Gadis itu tertidur bahkan sebelum mereka belum sampai dimobil, Aisyah sudah tertidur dalam bahu Kenan.