
Kenan dan Aisyah kini duduk berdampingan sambil mengalihkan pandangan, setelah kejar-kejaran tadi mereka dibawa oleh masing-masing kedua orang tua mereka untuk duduk kembali.
''KALIAN!!!'' Abbi aisyah dan Abbi kenan berucap bersamaan. mereka saling memandang kemudian memijit kepalanya masing-masing, seperti saudara kembar saja.
Aisyah dan kenan memandang dengan malas. Mereka melirik satu sama lain dan mendengus kesal.
''Sudah. Kalian berduan gak bisa menolak!!! Ini wasiat kakek kalian!!! Dan sudah dicap jari!!!'' ucap Umi aisyah memperlihatkan wasiatnya.
Kenan menatap surat wasiat itu dengan seksama, memastikan apa itu asli. Kenan kecewa melihat surat wasiat itu ternyata memang asli. Berbeda dengan Kenan, Aisyah sama sekali tidak mengerti. Saat ini yang dipikirkan oleh Aisyah tentang surat wasiat itu, 'aku tidak bisa menolaknya, karna surat gak jelas itu.'
''kalau kalian sudah mengerti, kami tidak mau mendengar alasan apapun lagi!!! Paham?!!!'' ucap Umi Fatimah tegas dan diangguki oleh mereka.
Kedua orang tua mereka akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua. Lama terjadi keheningan diantara mereka, hingga Aisyah memgingat kekesalannya terhadap Kenan yang mengatainya anak kecil.
Bugh.
Aisyah melempar bantal kearah Kenan dan segera berdiri. Aisyah menunjuk Kenan dan memasang wajah garang.
''Rasakan itu!!! sekali lagi kau mengataiku Anak kecil, kupukul hingga kritis!!!!'' ucap Aisyah, kemudian pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Kenan menghela napas dan larut dalam pikirannya. Sayup-sayup Kenan mendengar suara santri putra yang sedang mengaji. Kenan akhirnya memutuskan untuk pergi bertanya kepada seseorang.
…
''Ahkkkkk, Aisyah kesal!!!'' teriak Aisyah mengacak-acak kerudungnya sendiri. Aisyah menendang batu-batu disekitarnya dan mendengkus kesal.
"Ish. Kakek kenapa sih jodohin Aisyah. Katanya kakek sayang Aisyah, kok bikin Aisyah sengsara, sih!!!"
Aisyah terus menendang batu disekitarnya, hingga salah satu batunya jatuh kekolam. Aisyah berjalan kekolam dan menatap pantulan dirinya.
'Kerudung Aisyah jadi berantakan.' Aisyah memperbaiki kerudungnya dan teringat akan sesuatu.
Drtt, drtt.
Aisyah melihat handphonenya dan tersenyum.
'Kebetulan nih.' Aisyah mengangkat telponnya dan berbincang dengan riang. Aisyah bahkan sudah memikirkan berbagai rencana dalam pikirannya, dengan bantuan orang yang menelponnya.
…
Tuk.
"Silahkan diminum."
"Terima kasih, Paman," ucap Kenan meminum tehnya.
Kenan pergi kerumah Pamannya yang merupakan seorang kyai. Pamannya seorang Kyai terkenal dan sering disebut Kyai Hamzah oleh masyarakat. Kenan cukup dekat dengan Pamannya. Bila Kenan tidak tahu harus berbuat apa, Dia akan datang dan bertanya kepada Pamannya. Pamannya merupakan Adik kandung Ayahnya yang berbeda 5 tahun.
__ADS_1
"Jadi Kenan tak mau dijodohkan??" tanya Kyai Hamzah yang diangguki oleh Kenan.
"Kalau jodoh tidak akan kemana-mana. Mungkin ini cara Allah mempertemukan kalian," ucap Kyai Hamzah tersenyum.
Kenan terdiam, sulit baginya menerima keadaannya sekarang. Melihat Kenan yang tampak masih belum tercerahkan membuat Kyai Hamzah kembali menasehatinya.
"Rasulullah SAW, menikah dengan khadijah dengan perbedaan usia 15 tahun. Aisyah juga menikah dengan Rasulullah yang merupakan Sahabat Ayahnya'' ucap Kyai Hamzah. Kenan tersenyum mendengar kisah itu. Kyai Hamzah yang melihat Kenan tersenyum ikut tersenyum.
…
''Aisyah, kamu gak bercanda, kan?''tanya seseorang dari sebrang telponnya.
''iya, Kagak bercanda!!!''ucap Aisyah melihat ke kiri dan ke kanan jalan raya.
''sekarang Kau dimana?''
''Ini lagi nyari taksi,'' ucap Aisyah. Aisyah tersenyum ketika melihat taksi yang lewat. Aisyah segera memberhentikannya dan masuk kedalam taksi.
''Ke jakarta pak!!!''ucap Aisyah membuat Pak supirnya terkejut, Karna dari sana kejakarta bisa sampe 5 jam perjalanan.
''Harganya bukan masalah, yang penting sampe!!!''ucap Aisyah. Pak Supir segera menjalankan mobilnya menuju jakarta.
''AISYAHHHHH!!!!'' teriak seseorang dari sebrang telponnya.
''Eh apaan sih, tenang ajalah ... ,''ucap Aisyah enteng, membuat orang yang ditelponnya sakit kepala.
Tin.
Aisyah menatap layar dihandphonenya dan tersenyum melihat wallpapernya. Aisyah membuka isi pesannya dan terkekeh melihatnya.
jangan cari masalah melulu, tapi kalau butuh apapun kasih tau Aku ... tapi jangan kelewatan juga!!!! semoga cepat sampai tuan putri ...
Aisyah hanya membalas singkat dan kembali menatap keluar. mata Aisyah tiba-tiba tertuju pada penjual seblak keliling yang terlihat sepi.
'jadi pengen makan seblak,' ucap Aisyah membayangkan memakan seblak itu.
''Pak Sipir bisa berhenti sebentar gak?''tanya Aisyah tanpa mengalihkan pandangannya.
'sipir???' Pak Supir bertanya-tanya dalam hati, namun segera menggelengkan kepalanya.
''Bisa-bisa,'' ucap Pak Supir memberhentikan mobilnya. Aisyah segera turun dari mobil dan mendatangi penjual seblak itu.
''Mas, seblaknya sepuluh ribu,'' ucap Aisyah membuat tukang seblak itu tersenyum, karna mendapatkan pelangan.
''iya, Neng,'' ucap Tukang seblak segera menyalakan api.
10 menit berlalu.
__ADS_1
''Ini, Neng,'' ucap Tukang seblak memberikan plastik berisi seblak ke pada Aisyah.
Aisyah membuka tasnya dan tak mendapati uang 10 ribu. 'yah gak ada sepuluh ribu.' Aisyah mengambil uang 50 ribu dan memberikannya kepada Tukang seblak.
''Gak ada uang pas, Neng?''
''Gak ada, Pak''
''Tunggu sebentar, saya tukar dulu,'' ucap Tukang seblak
''Eh ... gak usah, nanti lama. saya buru-buru'' ucap Aisyah segera pergi sebelum dihentikan oleh Tukang seblaknya.
''MAKASIH, NENG,'' teriak Tukang seblak ketika mobil yang dikendarai Aisyah sudah jalan. Aisyah mengeluarkan kepalanya dan melambaikkan tangannya kepada Tukang seblak.
Aisyah, membuka tempat seblak dan memakannya dengan lahap. Aisyah terhenti sejenak dan memfotonya, lalu mengirimnya kepada orang yang tadi mengirimnya pesan.
aku makan seblak nih, enak banget. lain kali ajak aku ke restorants mahal ...
Aisyah menutup handphonenya dan juga tempat seblaknya. Aisyah melihat sekitar apakah ada tempat untuknya membeli Air.
''Pak sipir, bisa cari warung gak? saya mau beli air,'' ucap Aisyah menatap tukang supir yang tengah mengemudi dengan serius.
'sipir lagi?!!! Saya Tukang SUPIR!!! Bukan sipir, Mbak' ucap Tukang Supir dalam hati, namun tak bisa dia sampaikan.
''Ini didepan ada,'' ucap Tukang supir memberhentikan mobilnya. Aisyah segera turun dan pergi membeli air minum.
Aisyah menatap air mineral dengan berbagai merek dan juga minuman lainnya.
'Merek Awua saja deh, sama floridona.'
Aisyah mengambil kedua menuman tersebut dan teringat akan Tukang supir yang selalu dipanggilnya Pak sipir. 'Kopi pahit apa manis yah? manis aja deh, takutnya hidup pak sipir udah pahit, nanti tambah pahit hidupnya kalau kopi pahit,' pikir Aisyah dan mengambil minuman kopi manis. Aisyah membawa membayarnya dan segera menuju mobil. Aisyah berhenti ketika mendengar suara adzan. Aisyah melihat kesebrang jalan dan ternyata terdapat masjid besar. Aisyah segera berjalan menuju mobil.
''Pak Sipir, ini punya Bapak,'' ucap Aisyah memberikan kopi manis
''Pak sipir, saya mau mampir shalat dulu,'' ucap Aisyah menunjuk masjid yang ada didepannya
''Baik, Neng. Saya juga mau shalat,'' ucap Pak supir yang keluar dari mobilnya.
Aisyah segera berjalan menuju masjid dan mencari tempat wudhu. Setelah selesai Aisyah segera pergi ketempat orang-orang melakukan shalat.
15 menit berlalu.
Aisyah keluar dari mesjid sambil menghirup udara segar. Aisyah memperkirakan perjalanannya. 'sekitar 3 jam lagi,' ucap Aisyah dalam hati dan menghela napas. Tanpa Aisyah sadari sepasang mata tengah menatapnya.
''Gak sabar sampai jakarta,'' ucap Aisyah merengangkan tububnya.
''Kau mau ke jakarta?'' tanya seseorang membuat Aisyah terkejut setengah mati ketika melihat siapa yang bertanya.
__ADS_1