
''Haiiii semuanya. Kita main, yuk!!'' ajak Aisyah ditempat para Santriwati sering berkumpul.
''Wahhh,boleh-boleh. ayok kita main!!''ucap mereka semangat
Saat ini para Santriwati tengah istirahat sebelum kembali kekelas, kemudian aisyah datang untuk mengajak mereka bermain. Aisyah dengan cepat dapat berbaur dengan mereka, walau perbedaan usia mereka terpaut cukup jauh.
…
Tiiiinnn, tiinnnn.
Seseorang langsung membunyikan klakson mobilnya ketika melihat Aisyah yang sedang bermain dengan para Santriwati. Aisyah dan para Santriwati langsung berbalik dan melihat siapa yang membunyikan klakson mobilnya.
'Ehh, itu Abiiii!!! Yaa Allah selamatkan Aisyah!!!' Tanpa menunggu lama Aisyah segera berlari secepat mungkin.
''Aisyah!!''ucap abi Aisyah terkejut dan segera keluar dari mobilnya mengejar Aisyah.
Aisyah berlari dengan cepat dan menengok kebelakang apa dia sudah pergi jauh,namun ketika menengokkan kepalanya Aisyah terkejut Abbinya sebentar lagi akan mengejarnya.
'Ahhhh, Aisyah tidak mau!!!!' ucap Aisyah dalam hati dan dengan cepat berlari kerumah Umi fatimah.
Ketika melewati pohon mangga kemarin, Aisyah mendapatkan ide gila.
'Panjat ajalah. gak mau,pokoknya gak mau di JODOHIN!!!!!!' ucap Aisyah dalam hati, kemudian memanjat pohon mangga tersebut dengan cepat.
''Astagfirullah, Aisyah!!!!''ucap Abbi aisyah terkejut melihat Putrinya langsung memanjat pohon, karna tidak ingin bertemu dengannya.
''Aisyah turun, Nak!!!''ucap Umi aisyah terkejut melihat Aisyah memanjat pohon hingga kedahan paling tinggi.
''Gak mau Umi!!! Soalnya Abiiii nanti marahin Aisyah!!!'' ucap Aisyah dengan keras dan menatap tajam Abbinya.
''Gak. Abbi gak bakal marahin Aisyah, kok''ucap Umi aisyah membujuk Putrinya itu.
''Umiii bohong!!!! Abbikan orangnya galak!!! Aisyah gak mau turun!!!''ucap Aisyah menujuk Abbinya yang terlihat galak.
Melihat Aisyah yang tidak ingin turun Abbinya membuat keputusan nekat. Abbi aisyah naik kepohon dan menarik kaki Aisyah.
__ADS_1
''Abbi mau ngapain?!!!'' tanya Aisyah takut ketika melihat Abbinya memanjat pohonm
Abbinya tak mempedulikan pertanyaan Aisyah sama sekali dan langsung menarik kakinya.
''Kyaaaaa!!!! Ummmiii, tolong Aisyah!!!''teriak Aisyah terkejut terjatuh dari pohon.
Saat itu juga Umminya menangkapnya dengan cepat. Aisyah memejamkan matanya karna takut dan mendumel dalam hati tentang Abbinya yang kejam, ingin menjatuhkannya ketanah.
''Abbi, jangan lakukan itu lagi!!! kalau Ummi gak tangkap, Anak ini bisa masuk rumah sakit!!!Awas aja kalau Aisyah kenapa-kenapa. Gak usah masuk rumah lagi!!!''ucap ummi aisyah khawatir dan mengancam Suaminya.
''Huft ... ,''Abbi aisyah menghela napas berat. Dia juga serba salah dan bingung menghadapi anaknya itu.
''Aisyah udah gak papa kok, Nak,'' ucap Uminya lembut mengusap kepala Aisyah. Aisyah membuka matanya perlahan dan turun dari gendongan Umminya.
''Hiks, Abbi jahat, Ummi,'' ucap Aisyah merengek dan menunjuk Abbinya yang sudah bermuka masam.
''Iya. Abbi jahat, Nak. Lain kali, kalau Abbi jahat lagi lapor ke Ummi aja'' ucap Umi aisyah memeluk Putrinya.
Aisyah mengganguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum penuh kemenangan. Abbinya hanya menghela napas berat melihat istri dan anaknya yang sama-sama satu sifat. Mempunyai seorang putri benar-benar cobaan berat untuknya dibanding memiliki seorang putra.
…
Kini Aisyah tengah duduk ditengah-tengah dua keluarga tersebut, menggerutut dalam hati dengan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkannya dan menyumpahi kakeknya. Padahal dulu Aisyah dan kakeknya sangat dekat. Aisyah tidak menyangka bahwa kakeknya akan mempertaruhkan kebahagiaannya untuk sahabat sialannya itu, pikir Aisyah.
Aisyah bersumpah jika tetap dijodohkan Dia akan kabur kejakarta. Walau Aisyah anak manja ada sebuah misteri yang tidak diketahui semua orang bahkan kedua orang tuanya. Di tenggah-tengah lamunannya seorang Pria masuk keruang tamu tersebut dengan muka masam, Terlihat jelas dia sedang tidak senang.
''Assalamualaikum.''
''Walaaikumussalam'' ucap Mereka bersamaan dan melihat orang tersebut ternyata kenan.
''Duduk sini,''ucap Umi Fatimah kepada Kenan sambil menepuk-nepuk tempat duduk disebelahnya.
Aisyah memandang dengan cemberut dan berpikir jika dia dijodohkan dengan orang tersebut mungkin saja dia akan segera melayangkan kata-kata pedasnya karna tidak sudi dijodohkan dengan orang yang jelas-jelas sudah dapat dikatakan paman ataupun om baginya.
Kenan duduk disebelah Uminya sambil memasang wajah senyum ramah dengan terpaksa. Abbi aisyah melihat Kenan dan mengganguk-angguk seolah Kenan telah lulus dari pandangannya, membuat Aisyah mendengus kesal.
__ADS_1
''Kenan, ini Aisyah. Aisyah, ini kenan. Kalian sudah saling kenalkan?''tanya Umi Fatimah yang hanya mendapati senyum paksa Aisyah dan anggukan kecil dari Kenan.
'Huh, awas saja kalau Abi beneran jodohin Aisyah dengan sih Om-om itu. Udah tua gak nyari jodoh lagi!!! Gak laku!!! Makanya mengorbankan Aisyah yang baik hati ini!!! Liat saja, tuh tampangnya udah kaya duda beranakan tiga yang ditinggal istri!! Kalaupun ada istri juga pasti mana tahan tuh istri liat tampangmu kaya gitu, kaya bakwan basihhh!!!Makanya gak dapat istri!! Gak laku-laku!! jadi Om-om kaya juga gak ada yang mau!!!' ucap Aisyah dalam hati dan memaki-maki Kenan.
Kenan merasa selalu ditatap tajam, akhirnya menenggokkan kepalanya dan melihat Aisyah yang memandangkannya dengan tajam.
'Tuh, Anak ngapain liatin Kenan kaya gitu??Jangan bilang Kenan benaran dijodohin dengan tuh, Anak?? Abi benaran gila?? Masa Kenan dijodohin dengan Anak ABG kaya gitu!!! Liat aja tuh, tampangnya kaya Anak remaja yang kena masa puber, cinta monyet. Memang didunia ini udah gak ada gitu perempuan yang seumuran Kenan, hingga harus dijodohkan dengan anak kecil!?!?!!!' ucap Kenan yang mempertanyakan pilihan Abinya itu dan menilai Aisyah sebagai anak yang belum dewasa.
Tanpa mereka sadari kedua orang tua mereka tengah tersenyum dan mengira bahwa anak mereka sedang pandang-pandangan penuh kasih, namun kenyataannya mereka kini tengah memandang dengan permusuhan hebat.
''Ekhm,jangan pandang-pandang lagi belum muhrim,'' ucap Abbi kenan melirik putranya, membuat Kenan membatu mendengar ucapan Abinya.
'Hah?!!!'ucap mereka bersaman didalam hati masing-masing, kemudian mereka saling memandang kembali, namun tak lama kemudian kenan dan aisyah mengalihkan pandangannya dan menggerutu kesal.
Berbeda dengan mereka berdua, kedua orang tua mereka tampak bahagia dan lagi-lagi mereka salah paham bahwa Aisyah dan Kenan mengalihkan pandangan karna malu.
''Kalian pasti sudah memperkirakaannya, ini Aisyah tunanganmu Kenan,'' ucap Umi Fatimah tersenyum lebar, tampak jelas dia sangat bahagia dengan perjodohan ini.
Muka kenan kini benar-benar tak bisa dikontrolnya lagi. Kalimat itu adalah kalimat yang benar-benar tak ingin Kenan dengar dan seperti sebuah bencana untuknya. Kenan langsung berdiri dan berkata dengan wajah yang benar-benar menampakkan ketidak terimaannya dengan perjodohan ini.
''Mama jangan bercanda!! Masa Kenan dijodohin sama Perempuan yang jelas-jelas belum dewasa!!!''ucap Kenan tegas dan menahan amarahnya.
Belum sempat Umminya berbicara, Aisyah langsung berdiri dan menujuk Kenan dan barkata dengan sarkas.
''Hmp, Aku juga gak mau dijodohin sama Om-om kaya Dia!!! Gak laku!!!'' ucap Aisyah melipat kedua tangannya dan menatap Kenan dengan tajam.
Kini Abbi aisyah yang ingin angkat bicara, namun Kenan sudah berucap lebih dulu dengan senyum palsu diwajahnya.
''Gak laku?? Walau gak laku juga Kenan gak bakal NIKAH sama anak kecil kaya KAMU!!!''ucap kenan menunjuk aisyah dan menekan kata nikah.
''Apa!!! Kurang ajar Kau, yah!!!'' ucap Aisyah kesal menggempalkan tangannya. Kenan hanya tersenyum mengejek Aisyah, hingga membuat Aisyah semakin kesal. Akhirnya aisyah mengambil sendalnya dan melemparkannya kepada Kenan.
'Astagfirullah!!'ucap Kenan terkejut dan langsung menghindar.
Melihat Kenan yang menghindar membuat Aisyah mengambil satu sendalnya lagi, bersiap melempar Kenan. Namun sebelum sendal itu melayang, Kenan sudah terlebih dahulu kabur hingga membuat Aisyah berlari mengejarnya. Aisyah dan Kenan jadi kejar-kejaran sepanjang rumah Kenan. Kedua orang tua mereka hanya dapat memijit kepala masing-masing melihat kekacuan tersebut tanpa dapat menghentikannya.
__ADS_1