
Aisyah terbangun dari tidurnya saat Adzan shubuh berkumandang. Aisyah bangun dan melihat sekitarnya.
''Sepertinya Aya gampang bangun disini ... ,'' ucap Aisyah pelan, kemudian merenggangkan tubuhnya.
…
Tak,tak,tak.
Umi Fatimah membalikkan tubuhnya mendengar suara langkah kaki.
''Loh Aya, mau kemasjid?'' tanya Umi Fatimah melihat Aisyah yang udah rapi.
''Iya Umi ... ,'' ucap Aisyah tersenyum dan menghampiri Umi Fatimah.
''Sekalian bareng.''
Umi Fatimah dan Aisyah pergi kemasjid bersama. Hari yang masih terlihat gelap dan hanya diterangi lampu jalan membuat masjid terlihat bersinar terang karna cahaya lampunya.
Mereka melakukan shalat shubuh secara berjamaah dengan Imam seorang santri yang sudah bagus bacaannya.
''Aya masih mau tinggal dimasjid?'' tanya Umi Fatimah melihat Aisyah tidak beranjak dari tadi. Padahal Shalat Shubuh sudah lewat dari tadi.
''Iya Umi, Aya masih pengen disini,'' Ucap Aisyah tersenyum menampilkan lesung pipinya.
''Yaudah, Umi duluan,'' ucap Umi Fatimah dan diangguki oleh Aisyah.
Aisyah menatap sekeliling masjid. masjid yang cantik dan indah. Disini para santri diajarkan memperbagus bacaannya. Dan disini juga akan selalu ada santri yang rajin membaca Al-Qur'an. Walau tidak diperintahkan oleh ustadz ataupun ustadzah. Setelah Shubuh terkadang akan ada santri yang memilih tinggal untuk membaca Al-Qur'an ataupun menghafal. Kerajinannya ini terkadang menjadi nilai ples di raport mereka tanpa mereka sadari.
Aisyah mengalihkan pandangannya saar mendengar suara santri yang terus mengulang bacaannya.
''Wah, Kamu hafalin Al-Qur'an?'' tanya Aisyah membuat santri itu tersenyum kaku.
''Ehh, iya, kak ... ,'' ucapnya terlihat gugup.
''Semangat!!!'' ucap Aisyah ikut bersemangat.
''Syukron,'' ucapnya senang.
''Namamu siapa?''tanya Aisyah.
''Nama saya Widia.''
''Widia hebat, mau hafalin Al-Qur'an. Padahal ini gak wajib-wajib banget, Loh.''
''Gak apa-apa, Saya seneng, kok,'' ucap Widia memeluk Al-Qur'annya. Terlihat dimatanya dia begitu senang menghafal Al-Qur'an.
''Kakak ... calon istri ustdaz kenan, yah?'' tanya widia memastikan.
''Eh, kok tahu??'' ucap Aisyah terkejut.
''Soalnya, Kakak lagi terkenal ... ,'' ucapnya tersenyum. Namun senyumnya terlihat aneh.
''Maksudnya?'' tanya Aisyah merasa ada yang salah.
''I-itu ... ,'' Widia tampak ragu dan terlihat gelisah seperti habis melakukan kesalahan.
''Widia!!! Maaf Kak, kita pulang dulu. Mau siap-siap kesekolah,'' ucap seorang santri buru-buru menarik Widia pergi.
Aisyah merasa heran dengan tingkah mereka. Tapi Aisyah tidak ingin ambil pusing dan memutuskan untuk pulang.
…
Cip, cip, cip.
Aisyah melihat burung-burung beterbangan mencari makan. 'Andai manusia bisa seperti burung mereka berserah diri kepada Allah dan pergi mencari rezeki' pikir Aisyah.
''Aya ... .''
__ADS_1
Aisyah menengokkan kepalanya dan menatap orang yang memanggilnya.
''Abbi ... ada apa?'' tanya Aisyah melihat Abbi kenan menghampirinya dan duduk disebelahnya.
''Aya mau ikut Abbi ke perusahaan ... jalan-jalan gitu?''tanya Abbi.
''Enggak deh, Bi,'' ucap Aisyah menolak.
''Atau gak, Abbi suruh pak tono antarin Aisyah ke mall?'' tanya Abbi membuat Aisyah merasa aneh.
''Enggak Bi, Aya mau dirumah aja.''
''Aya suka kue,kan!! Bagaimana kalau Aya pergi ketoko kue terkenal itu ... ?'' ucap Abbi membuat Aisyah merasa ada yang aneh.
''Abbiii ... Aya gak boleh tinggal disini?'' tanya Aisyah dengan wajah yang terlihat sedih.
''Enggak Aisyah!!! Aisyah bisa tinggal disini sepuasnya!!! Ini rumah Aisyah juga ... ,'' ucap Abbi merasa bersalah.
''Lalu kenapa? Seolah Abbi gak ingin Aya disini ... ,'' ucap Aisyah pelan dan terlihat wajahnya sangat sedih.
''I-itu ... ,'' ucap Abbi terlihat gelisah dan khawatir.
''Abbi cuma khawatir Aisyah bosen dirumah.''
Abbi dan Aisyah menengokkan wajahnya secara bersamaan kearah suara tersebut.
''Umi ... ,'' ucap Aisyah pelan melihat Umi Fatimah menghampirinya.
''Benarkan, Abbi?'' tanya Umi Fatimah.
''Iya, iya, iya yang dikatakan Umi benar,'' ucap Abbi cepat.
''Makasih Abbi, tapi Aya gak pengen kemana-mana,'' ucap Aisyah membuat Umi dan Abbi saling memandang.
''Baiklah kalau Aya betah dirumah,'' ucap Umi Fatimah mengusap kepala Aisyah dengan sayang.
…
''Hah, Aisyah bosen ... ,'' ucap Aisyah memandang keluar jendela kamarnya.
''Seharusnya Aya ikutin kata Abbi aja tadi,'' ucap Aisyah sedikit menyesal menolak tawaran Abbi.
Aisyah memandang kearah taman samping rumah umi fatimah.
''Bosen makan rambutan ... ,'' ucap Aisyah malas.
''Ngapain, yah?''
Aisyah terus melihat kearah langit dan halaman rumah umi fatimah.
''Aii, serius loh mau bolos ... ,'' ucap seseorang terdengar dikuping Aisyah walau tidak terlalu keras.
''Hah??''
Aisyah melihat sekitar mencari asal suara tersebut.
''Iya, Gw mau makan rambutan!!!''
Aisyah langsung mengalihkan pandangannya ke pohon rambutan.
''Yah, ini punya umi, gak takut dimarahin ...''
''Kagak lah!!! kan gak ada yang tau ... ,''
Aisyah terkekeh melihat mereka yang berusaha mengambil rambutan dan percakapan mereka yang benar-benar polos. Aisyah memutuskan untuk menghampiri mereka.
…
__ADS_1
''Eh, Kal, Lo gak takut dosa??'' tanya temannya
''Gak lah Imaran!!! orang ini sering dikasih kesantri kok!!!'' ucap Haikal berusaha memanjat pohon rambutan.
''Gak takut riba??''
''Gak lah Imran!!!'' ucap Haikal tegas.
''Loh?? Aku gak nanya opo-opo toh ... ,'' ucap Imran heran.
''Hah?!!''
Haikal terkejut dan menelan salivanya berat.
'mati aku!!!' ucap Haikal dalam hati.
''Hayooo, maling rambutan umi, yah?'' ucap aisyah tersenyum lebar.
''Ahkkkkkkk!!!!'' teriak mereka bersamaan saat melihat Aisyah yang muncul.
''Huaaahhhhhh!!!'' Aisyah ikut berteriak karna terkejut.
''Astagfirullah .... ,'' ucap Aisyah memegang dadanya.
''Kalian ini bikin jantungan saja!!!'' ucap Aisyah berdecak pinggang dan menghentakkan kakinya.
''Maaf Kak ... gak sengaja,'' ucap Imran menunduk dan mengatupkan tangannya.
''Huh, saya maafkan!!!'' ketus Aisyah.
''Heheh, jangan kasih tau umi yah, Kak??'' ucap Haikal menggaruk tenguknya yang tak gatal.
''Huh, Apa peduliku!!!'' sebel Aisyah.
''Yah, jangan Kak!!! Kakak cantik deh ... ,'' ucap Haikal membujuk Aisyah.
''Hhm, boleh ... ,'' ucap Aisyah mengangguk-angguk senang.
''Dari pada maling, mending yang Halal ... ,'' ucap Aisyah mengambil galah.
''Wah, makasih Kak!!!,'' ucap Imran senang.
''Kakak memang the best!!!'' ucap Haikal mengajungkan jempol.
…
Aisyah, Imran dan Haikal duduk diteras halaman sambil makan rambutan bersama. Awalnya Aisyah tidak mau makan rambutan tapi melihat Imran dan Haikal makan rambutan membuat Aisyah jadi kepingin. Rasa rambutan yang Aisyah makan terasa lebih enak. Mungkin karna selama ini dia sering makan rambutan sendirian.
''Kakak baik juga, yah ... ,'' ucap Imran sudah berhenti makan rambutan.
''Iya dong!!!'' ucap Aisyah tersenyum bangga.
''Oh yah, nama kakak siapa?'' tanya Haikal juga berhenti makan rambutan.
''Inget baik-baik, nama Kakak yang cantik, imut dan baik hati ini A.I.S.Y.A.H,'' ucap Aisyah dengan dramatis.
''Hhahhhhh!!!!'' teriak Haikal dan Imran bersamaan. Aisyah refleks menutup kupingnya dan mendengkus sebal.
''Ish, jangan teriak mulu napa!!!'' ketus Aisyah.
''Serius Kakak, Aisyah??'' tanya Imran tak percaya.
''Ish, masa Aisyah tuh siti jamela!!!'' ucap Aisyah sebel dan melipat kedua tangannya.
''Tapi yang dirumorkan ... ,'' ucap Imran sambil memangku dagunya berpikir.
''Shutttt, gak boleh Imran!!! jangan menggosip!!!'' ucap Haikal berbisik. Tapi masih didengar oleh Aisyah.
__ADS_1