Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Malam yang indah.


__ADS_3

''Oiiiiiiiiiiiiii ... ,'' teriak Azka menggema dikamar itu.


''Lo ngapa disini???'' tanya Azka sebel.


Kenan bukannya dikamar mereka, kamar aisyah dan dirinya, dia malah dikamarnya!! Mereka memang tinggal dihotel yang sama, tapi beda kamar dan Kenan malah datang kekamarnya.


Kenan terlihat cengar-cengir tidak tau mau berasalan apa. Azka menyipitkan matanya, menatap Kenan sinis.


''Jangan bilang lo gak enak berduan dengan aisyah?''tanya Azka menusuk hati Kenan.


Wajah Kenan terlihat memerah dan dia menjadi gagap.


''M-m-m-a-a-a-n-na.''


''Dahlah ... ,'' ucap Azka menutup mukanya malu melihat sahabatnya.


Azka menggulung lengan bajunya dan manarik Kenan keluar, menendangnya dari kamarnya.


Brak.


''Tu-''


Kenan menghela napas panjang, mau tidak mau dia harus balik kekamarnya.



Cklek.


Kenan menelan ludahnya berat dan menatap kamarnya.


'Eh?'


Kenan terlihat bingung, padahal saat sore tadi ruangan-nya penuh bunga-bunga. Bahkan entah dari siapa, Kenan menemukan gaun malam yang membuatnya merinding. Ruangan-nya terlihat sama seperti milik Azka, tanpa dekorasi. Kenan melihat tong sampah yang penuh bunga dan renda-renda love-love itu sudah tidak berbentuk, mungkinkah Aisyah yang merusaknya.


Kenan berjalan perlahan kearah ranjang. Aisyah terlihat tertidur nyenyak dengan pakaian tidurnya sendiri, tapi entah apa yang dipikirkan Aisyah dan dapat dari mana baju tidur itu. Baju itu membalut seluruh tubuhnya, hanya wajahnya yang terlihat. Kenan terkekeh geli dan memutuskan tidur disamping aisyah. Malam yang seharusnya indah itu hanya dilewati dengan sebuah suara dengkuran orang yang tertidur nyenyak.


Mungkin ini adalah malam yang baik bagi sebagian orang. Namun ada beberapa orang yang merasa malam ini begitu berat untuk dilalui.



Aisyah terbangun lebih awal, sangat awal.


Pukul 03:56.


'Ngantuk ... .'' Aisyah kembali memejamkan matanya.


Aisyah yang selalu tidur pulas, tidak bisa tidur sama sekali. Aisyah mencoba bangun, namun tubuhnya terasa berat.


'Aisyah gendutan?'


Aisyah kembali berusaha bangun, namun tetap saja tubuhnya terasa berat.


''Kok gak bisa bangun!!!'' gumam Aisyah.


Mungkin karna terusik, Kenan tampak mengerutkan dahinya.


''Ehnm'' gumam Kenan dengan mata masih terpejam


''Eh?''


Aisyah menengokkan kepalanya. ternyata Aisyah tidak bisa bangun karna Kenan memeluk pinggangnya.


'AHKKK!!!!'


BRAK.

__ADS_1


Aisyah berteriak dalam hati dan terjatuh dari ranjang.


''Yaa allah sakit banget... ,'' ucap Aisyah mengelus punggungnya.


''Huh ... Pantesan, mana bisa bangun. Orang tangan tuh om segede gajah,'' umpat Aisyah. Aisyah menarik bantalnya yang ditiduri Kenan.


''Ughhh!!! ini kepala apa batu besi sih!!!'' umpat lagi Aisyah, berusaha menarik bantalnya dengan keras.


Pak.


''Ahkk.''


Saat bantalnya terlepas Aisyah ikut terjungkal kebelakang.


''Ngeselin banget sih!!!'' Aisyah berdiri dengan berdecak pinggang.


''Oi ... ,'' panggil Aisyah. Namun Kenan tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun.


''Dasar kebo!!!'' hujat Aisyah.


'Rasakan ini!!!' Aisyah yang kesal melempari Kenan dengan bantalnya.


Puk.


Karna baru bangun tidur, lemparannya jadi tidak terasa untuk Kenan yang tidur nyenyak.


''Huh!!! Sudahlah ... Aisyah dah capek, tidur disofa aja deh.''


Aisyah mengambil bantalnya lagi dan ingin pergi. Namun tangannya ditarik dan dia langsung terjatuh kekasur.


''Mau kemana?''


Mata mereka bertemu, Kenan masih terlihat mengantuk. Samar-samar dia mendengar Aisyah ingin tidur disofa. Dia buru-buru menariknya, dia bisa dimarahi uminya kalau melihat Aisyah yang tidur disofa.


''M-mau t-tidur,'' Aisyah berucap dengan gugup. Mereka sangat dekat, Aisyah bahkan bisa merasakan deru napas Kenan.


Blush.


Wajah Aisyah memerah, dia mana bisa tidur sekarang.


3 Menit kemudian.


Aisyah tampak tertidur pulas, padahal dia yakin tak mungkin bisa tidur. Kenan menatap mata Aisyah yang terpejam, dia tidak pernah jatuh cinta. Namun dia mudah kesal dan marah disampingnya, mungkin ini yang namanya cinta.



Aisyah membuka matanya perlahan, dia langsung bangun dan melihat sekitarnya. Aisyah tidak menyangka akan tertidur begitu pulas.


'Ahkkkk, malu banget!!!'


Aisyah menutup wajahnya dengan selimut, wajahnya terasa panas.


''Aisyah sudah bangun?'' tanya Kenan, dia terlihat rapi dan sepertinya akan sholat shubuh.


''Engak,'' ketus Aisyah.


''Mau sholat bereng?'' tanya Kenan tersenyum canggung.


''Hnm ... boleh,'' ucap Aisyah. Dia tidak punya alasan untuk menolak hal baik.


Akhirmya mereka sholat shubuh berjamaah. Setelah sholat dan berdoa, Kenan berbalik mengulurkan tangannya.


''Apa?'' Aisyah tampak bingung dan tidak paham sama sekali.


''Salim,'' singkat Kenan.

__ADS_1


Aisyah tampak cemberut, dia memanyunkan bibirnya dan menatap tangan Kenan dengan tajam.


''Salim! Kalau gak ku cium tu bibir yang monyong-monyong,'' tegas Kenan dengan nada ancaman.


Aisyah dengan cepat menggapai tangan Kenan, Aisyah tidak menaruh tangan Kenan dibibirnya. Tapi dia menaruhnya dijidatnya, layaknya anak kecil tak tahu cara salim.


Tak.


Kenan menjitak jidat Aisyah pelan. Dia tau Aisyah hanya tidak ingin melakukannya dengan benar.


Aisyah sontak memegang jidatnya yang memerah. Wajahnya terlihat semakin cemberut.


''Lakukan yang bener. Nanti Allah gak ridho sama istri yang gak nurut suami.''


Dengan terpaksa Aisyah menggapai tangan Kenan lagi dan menciumnya dengan benar.


Kenan tersenyum senang, sedang Aisyah mengumpat Kenan dengan kesal.


'Semoga saja kepeleset kulit pisang kau!!'


Saat Kenan membereskan sajadahnya membelakangi Aisyah. Aisyah dengan geram ingin memukul Kenan. Namun saat Kenan berbalik, Aisyah langsung diam dan tersenyum manis.


Kenan tersenyum lembut, dia menarik sajadah Aisyah. Akibatnya Aisyah terjungkal kebelakang. Kenan terkekeh geli, dia benar-benar mengerjai Aisyah.


Aisyah menselonjorkan kakinya, bibirnya tampak monyong, dia ngambek.


Kenan yang melihat Aisyah marah seperti anak kecil, manahan tawanya. Aisyah melihat Kenan sekilas, semakin cemberut.


''Maaf, maaf. Jangan marah.'' Kenan menghampiri Aisyah dan duduk disebelahnya.


''Hnm!!''


Aisyah melipat kedua tangannya, memalingkan wajahnya.


''Mau ini gak?'' tanya Kenan memberikan Aisyah sesuatu.


Aisyah melihat apa yang diberikan Kenan. Matanya tampak berbinar, namun karna dia masih kesal. Aisyah tetap memalingkan wajahnya.


''Yaudah kalau gak mau,'' ucap Kenan memancingkan matanya, dia hendak pergi. Tapi Aisyah buru-buru menariknya.


''Mau!!! Mau!!!'' ucap Aisyah cemberut.


''Yaudah ini,'' ucap Kenan memberikannya pada Aisyah. Kenan memberikan sebuah kartu hitam kepada Aisyah. Aisyah tampak senang menerimanya. Dengan kartu itu, dia bisa jajan sesuka hatinya.


''Sekarang ... Aisyah mandi. Kita makan dibawah, sama umi dan abbi,'' ucap Kenan pelan, dia mengusap kepala Aisyah lembut.


Aisyah segera mengangguk dan dia pergi kekamar mandi dengan senang.


...


Aisyah keluar dari kamar mandi dengan rapi, dia melihat sekeliling kamarnya. Namun dia tidak melihat adanya Kenan.


''Katanya mau makan bareng? Apa Aisyah kelamaan, jadinya Aisyah ditinggal,'' Aisyah berucap dengan sedih.


Drtt,drttt,drttt.


Aisyah buru-buru mengambil handphonenya.


'Si resek.' Sebuah senyum merekah dibibirnya.


''Assalamualaikum Kakak. Hadiah sudah kuterima, aku langsung memakainya loh semalam,'' Aisyah berucap dengan semangat. Baju tidur yang dipakai Aisyah dan tampak aneh dimata kenan adalah pemberian dari Muslim.


''Waalaikumussalam, syukurlah Aisyah SUKA,'' ucap Muslim menekankan kata suka.


Aisyah tampak cegigiran, terakhir kali hadiah yang diberikannya hanya disimpan dalam lemari. Yaitu parfum limit edition yang hanya bisa diproduksi satu tahun sekali, akibat susahnya membuat produk tersebut. Parfum yang berharga itu malah digunakan Aisyah untuk main-main.

__ADS_1


Aisyah mengobrol dengan Muslim dengan antusias, tanpa sadar dia tidak menyadari ada seseorang yang masuk kekamarnya.


''Bicara dengan siapa?''


__ADS_2