Takdir Aisyah

Takdir Aisyah
Dirumah baru kita


__ADS_3

Pufhhh


Aku menatap langit kamarku 'Asing' itu kata yang terucap dalam pikiranku.


''Aisyah, Buka dulu sepatunya''


''Hm''


Aisyah berbalik memenggunggi Kenan, kemudian memainkan hp-nya.


Aisyah udah sampai, besok Aisyah kesana boleh?


Aisyah menunggu balasan, Namun tak kunjung datang. Aisyah bangkit dan melempar hpnya kesal. Matanya menangkap hal yang tak wajar.


''Aaakkhhh!!!"


Aisyah segera berlari menarik kopernya dari tangan Kenan.


"Jangan sentuh koper Aisyah!!!" tegasnya.


Kenan menatap Aisyah bingung. Dia hanya ingin memindahkannya, bukan membukanya.


"Awas kalau Kakak buka!!! Aisyah tendang dari kamar!!!"


Aisyah menarik kopernya susah payah jauh dari Kenan dengan memasang wajah cemberut.


"Hufftt...." Kenan menghela Napas panjang, lalu membereskam kopernya kedalam lemari


...


Tsk


Tsk


"Buahhh"


Aisyah keluar dari semak-semak dengan pakaian yang berantakan.


''Mana sih tuh kucing!! Larinya kenceng banget. Aisyahkan cuma mau ngelus!!!'' cemberut Aisyah.


Aisyah melihat sekitar dan kebingungan sekarang dia ada dimana.


''Astagfirullah!!! Aisyah kesasar!!!'' jerit Aisyah kebingungan.


''Aduh gimana,nih. Aisyah juga lupa bawa hp.. .'' Aisyah semakin kebingungan.


Meongg!!


Aisyah menengok dan melihat kucing yang dikejarnya


''Kucing tunggu Aisyah!!'' ucap Aisyah mengejar kucing itu.


...


......Jika kita ditakdirkan akan-kah semua ini menjadi duri dihidupku.......


''Aisyah? ... ''


Kenan mengelilingi rumahnya, namun tak menemukan Aisyah berada dimana.


Kenan melihat ke arah halaman belakang yang berantakan. ''Apa Aisyah pergi keluar?''


Disatu sisi Aisyah masih asik mengejar kucing itu hingga dia benar-benar jauh dari rumah


''Hosh, hosh, pelan-pelan dong!'' ucap Aisyah menyerah. Dia duduk dengan mengatur-atur napasnya.


''Aisyah pengen pulang ... '' ucapnya lirih.


Aisyah melihat sekitarnya, hari sudah semakin gelap. Bukannya makin sepi malah makin ramai. Samar-samar Aisyah mendengar grasak-grsuk dari sebuah gedung tinggi didepannya. Tanpa berpikir panjang, Aisyah hanya mengikuti jalan hingga sampai dibelakang gedung


''Wah!!! Pasar malam!!!'' ucap Aisyah kegirangan.


Aisyah dengan girang berjalan kesana kemari, dia lupa dirinya keluar rumah tanpa membawa apapun.


''Permisi, Pak. Apa bapak liat anak perempuan setinggi bahu saya, pakai kerudung besar warna biru?'' tanya Kenan, kalau tidak salah Aisyah tadi pakai warna biru atau dia telah menggantinya.

__ADS_1


''Owh tadi saya liat, dia lari-larian ngejer kucing''.


''Kearah mana, Pak!''


''Kesana''. Tunjuk bapak itu kearah pasar malam.


Kenan terus mencari Aisyah kesan-kemari bertanya apa ada yang melihatnya.


''Bapak liat anak perempuan sebahu saya, dia pake kerudung besar dan gamis yang besar?''


''Bapak nyari dia?'' tanya Bapak penjual itu melantur.


''Iya, Pak!''


''Tadi sih datang buat liat-liat, namun wajahnya tiba-tiba murung'' ucap bapak Penjual itu dengan memperlihatkan dagangannya.


Kenan memperhatikan apa yang dijual Bapak itu kemudian ia mengeluarkan dompetnya.


''Dia liat apa saja tadi, Pak?'' tanya Kenan.


''Owh dia liat ikan yang di etalase sana, sama gantungan kunci disebelahnya'' ucap Bapak itu memperlihatkannya pada Kenan.


Kenan melihat semua yang ditunjukkan bapak itu. Kenan menggaruk kepalanya bingung, yang mana yang disukai aisyah.


''Saya beli semuanya. Berapa yah, Pak?'' tanya Kenan, dia sudah pusing nyari aisyah.


''Bapak mau beli semuanya?!'' tanya Bapak penjual itu terkejut.


''Iya''.


''Sebentar saya hitung''.


Bapak penjual itu dengan sigap membungkusnya dan memberikannya kepada Kenan. Kenan langsung membayarnya setelah disebutkan harganya.


''Bapak tadi lihat dia kemana?''


''Tadi dia jalan ke arah bianglala''.


Kenan langsung bergegas mencari Aisyah lagi. Mata Kenan langsung tertuju pada sosok perempuan dibawah kilauan cahaya bianglala menatap dengan sendu. Dirinya terlihat berbeda dibanding yang lain.


Aisyah sangat terkejut, dia tiba-tiba ditarik oleh seaeorang. Aisyah ingin menarik tangannya, namun matanya langsung melihat siapa yang menariknya, yaitu 'suaminya'.


Kenan mengajak Aisyah naik bianglala. Terlihat mata Aisyah begitu bersinar saat mereka duduk disana. Aisyah tiada henti-hentinya menatap keluar, menikmati udara dan pemandangan yang indah.


''Nanti jatuh,'' ucap Kenan tersenyum kecil.


''Kalau jatuh-kan ada, Kakak!!'' ucap Aisyah tersenyum lebar.


Kenan terdiam sejenak dan tertawa ringan. Kenan menarik Aisyah hingga dia terjatuh disebelahnya.


''Maka dari itu, sebelum Aisyah jatuh ... Saya akan melarangnya,'' ucap Kenan mencubit pipi Aisyah.


Aisyah menjadi cemberut dicubit oleh Kenan. Mata Aisyah tiba-tiba menangkap sesuatu yang dibawa oleh Kenan.


''Apa ini kak!!'' tanya Aisyah.


Kenan langsung mengambil tas belanjaannya tadi dan menyembunyikannya.


''Kak!! Apa itu?!!!'' rengek Aisyah sambil mengoyang-goyangkan tangan Kenan.


''Gak! Pulang baru dibuka!!'' tegas Kenan.


''Hmp!''


Aisyah melipat kedua tangannya dan membelakangi Kenan.


''Aisyah gambek!''


''Jadi Aisyah gak mau liat?'' tanya Kenan menaik turunkan alisnya.


''Mau!!'' ucap Aisyah dengan tidak mengubah posisinya.


''Yaudah balik sini!''


''Gak!! Aisyah-kan lagi ngambek sama, Kakak!!''

__ADS_1


Kenan menghela napas dan mengusap kepala Aisyah lembut.


Tring.


Pintu bianglala yang mereka naiki akhirnya terbuka. Aisyah dan Kenan segera turun.


''Ayo pulang,'' ucap Kenan menarik tangan Aisyah.


Aisyah hanya diam. Keinginan dan perasaannya kini berlawanan.


''Aisyah? Ayo pulang!'' ucap Kenan menatap Aisyah, namun tidak ada jawaban.


Kenan mendekatkan wajahnya dan menatap Aisyah. Aisyah tak bergeming, dia hanyut dalam pikirannya.


Cup!


Pipi Aisyah langsung merona. Bisa-bisanya Kenan menciuminya ditengah banyak orang.


''Kakak ngapain!!!'' ucap Aisyah memegang pipinya yang dicium.


Puk


Kenan mengusap kepala Aisyah dan menariknya pergi.


''Kita mau kemana, Kak?!'' tanya Aisyah


Bukannya berjalan keluar, mereka malah semakin masuk kedalam pasar malam.


''Aisyah mau liat pasar malam-kan?''


Ucapan Kenan berhasil membuat Aisyah tersenyum lebar. Aisyah langsung berjalan disamping Kenan dengan senyum mengambang.


''Aisyah mau beli itu!!!'' ucap Aisyah langsung menarik Kenan.


Aisyah selalu menarik Kenan kesana kemari, membelikannya ini dan itu.


''Kakak mau coba punya Aisyah?'' tanya Aisyah melihat Kenan terus melihatnya.


Aisyah menyodorkan minumannya, kemudian diminum oleh kenan.


''Enak tidak?''


''Enak, manis,'' ucap Kenan, namun matanya menatap Aisyah.


''Iya, Aisyah juga suka!!''


''Iya Kenan juga suka ... .'' Kenan melihat Aisyah intens, dia terus manatapnya seolah jika tidak melihatnya Aisyah akan hilang dari pandangannya.


...


''Akhh, sakit!!'' ucap Aisyah terduduk dijalanan.


Kenan segera menghampirinya.


''Aku-kan sudah bilang! Jangan lari-larian!'' ucap Kenan kesal. Dia sudah melarang Aisyah beberapa kali, tapi dia tetap ngeyel dan mempermainkan Kenan.


Mata Aisyah menjadi berkaca-kaca, dia sudah jatuh dan dimarahi pula bukannya dibujuk.


Kenan menghela napas dan membungkuk didepan Aisyah.


''Naik sini! Kugendong sampai rumah!'' ucap Kenan tegas.


Aisyah tanpa ragu naik kepunggung Kenan, memeluknya dari belakang.


''maafin, Aisyah'' bisiknya.


Kenan tidak menjawab, dia terus melangkah membuat Aisyah semakin sedih. Aisyah semakin menyesal tidak mendengarkannya.


''Hik, Kakak marah?'' tanya Aisyah.


''Iya, marah!'' ucap Kenan membuat Aisyah semakin menangis.


''Huk, Aisyah minta maaf!!!'' ucap Aisyah membenamkan kepalanya dibahu Kenan.


''Jangan menangis lagi ... Nanti mereka mengejekmu,'' ucap Kenan melihat sekitar.

__ADS_1


Mendengar ucapan Kenan, Aisyah semakin tidak tahan dan menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2