Takdir Cinta Nina

Takdir Cinta Nina
Clear !!! no salah paham


__ADS_3

Sudah jadi kebiasaan bangun pagi, jadi selarut-larutnya tidur pasti ga pernah bisa bangun siang.


Jam di handphone masih menunjukkan stengah 6, dan mataku sudah ga bisa diajak merem lagi. Sementara Fitri, apalagi Endah masih benar-benar terlelap.


Setelah cuci muka kuputuskan untuk jalan santai. Dengan rambut terikat tinggi ke atas membuatku lebih nyaman. Dengan sepatu kets kesayanganku aku mulai perjalanan pagi ini, meski sendirian, karena jalanan juga sudah mulai ramai aktivitas.


Tanpa rencana aku berjalan kemana arah angin membawaku. Godaan hawa pantai memang ga bisa dihindari. Kakiku pun membawa langkahku kesana. Dari kejauhan sudah terdengar debur ombak yang membuat semakin semangat untuk segera sampai ke tempat itu.


Beragam aktivitas dan keramahan penghuni kota tempat aku berpijak saat ini. Senyum mereka menyapa padahal kita tidaklah saling kenal.


Angin pantai terasa sangat dingin tapi memberiku rasa tenang dan damai. Sambil menenteng sepatu, aku berjalan dipesisir pantai yang sesekali ombaknya menyapu bekas langkahku.


"Takdir yang membawaku ke kota ini, dengan segala rencana yang udah Tuhan sediakan" lirihku berpasrah seraya


***


Entah apa yang terjadi antara aku dan kak Rizon. Pertama kali permasalahan seperti ini terjadi. Diluar nalar sebenarnya. Kuambil handphone yang ada di saku celana selututku. Ternyata langsung ada chat masuk.


R-b : selamat pagi adek... pasti masih tidur yah????


maaf ya tadi malam kk reject panggilan adek. Udah malam sekali, takutnya adek kenapa2 kalo obrolan kita lanjutkan. Kk pengen bicara sama adek, bisa minta waktunya??? Kapan ada waktu chat kk yah 🙏🙏🙏


me : pagiii kakak😊😊😊


Udah bangun dari tadi,nie lagi di pantai sambil jalan santai tadi.


Sambil mengirimkan foto pemandangan laut yang ada di depanku.


R-b : kk kesana yah,sklian juga ntr plng bareng aja. Kk ada d lapangan basket kampus depan. Tunggu jangan kmn2.


Tanpa membalas pesannya aku sedikit gugup. "Kayaknya masalahnya serius nie" gumamku dalam hati.


Berselang tidak sampai 5 menit, sosok jangkung itu berlari kecil kearahku. Dan tanpa diminta dia duduk sambil tersenyum tepat di smapingku.

__ADS_1


"Kirain belum bangun" ucapnya membuka percakapan


"Heeee...kok cepat bagettt"


"Diantar sama teman, biar kamu ga nunggu lama"


"Boleh kakak nanya sesuatu???" Dia meminta ijin yang hanya kubalas dengan anggukan.


"Kenapa kamu diam aja waktu kakak antar pulang? Ga suka sama kakak yah???"


Sedikit bingung untuk menjawabnya, karena malah aku yang berfikir sebaliknya. Dia diam karena dia lagi ada masalah.


"Bukannya kebalik kak???"


"Maksud kamu???"tambahnya minta penjelasan


"Aku...."


Semakin aku bingung dengan lelaki disampingku ini. Dibilang aneh iya.


"Adek, jujur kakak suka sama adek." Ucapnya to the point.


" Pertama ngeliat dan nyapa adek di gedung rektorat kakak udah suka dan berharap bisa ketemu adek lagi. Dan Tuhan ngasi kesempatan ngeliat adek di dekat kantin, dan yang bikin kakak bahagia ternyata kita satu jurusan. Mungkin bagi adek ini terlalu cepat. Tapi kakak ga mau nanti malah nyesal." Jelasnya membungkam bibirku yang ingin bicara.


Jantung berdebar kencang iya, bingung iya, dan lainnya yang membuatku ga berani melihat kearahnya.


"Terus kak Ayu???" Tanyaku memberanikan diri


"Ayu? Kenapa sama Ayu?"


"Hubungan kakak sama kak Ayu?"


"Kok bisa adek menyimpulkan kalo kakak ada hubungan sama Ayu?

__ADS_1


"Ngeliat dari kebersamaan kalian aja. Mulai dari kandang, Terus pas malam keakraban kalian rasanya mesra banget, duduk dan bercanda mesra, makan dari satu tempat yang sama"


"Adek memperhatikan kakak sedetail itu" ucapnya sembari mengacak rambutku yang sudah acak-acakan.


"Ihh apaan siee" balasku manyun


"Tapi kan kakak yang deluan bikin aku jadinya merhatiin kamu. Lagian di depan mata gimana ga lihat" aku masih berusaha menghindar


"Biar ga salah paham ya, kakak ga ada hubungan sama Ayu. Hanya teman ga lebih dari itu. Status kakak jomblo maksimal." jelasnya tanpa kuminta.


" terus kenapa kakak diam waktu nganteri pulang, dan kenapa sampai chat kayak kemarin???" Tanyaku menanti jawaban


"Kakak cemburu"


"Whatttzzzz, untuk apa dan cemburu sama siapa???"


"Andar"


Aku benar-benar tertawa lebar, nyaris ngakak. Dan seketika didiamkan oleh tatapan tajam Rizon.


"Maaf" ucapku berusaha menahan geli dihati.


"Berarti kita satu sama dong" ujarnya kemudian


"Kamu juga cemburu sama Ayu kan" tembaknya langsung


"Siapa yang cemburu, adek tuhhh ga mau di bilang merusak hubungan orang kak. sekedar jaga-jaga. Kita belum lama kenal pasti banyak yang adek ga tau. Cuma jaga-jaga aja, jangan sampai nanti di cap perusak hubungan orang." Ujarku jauh dari kata bercanda.


Pria di sampingku hanya tersenyum menaggapi ucapanku yang mendadak serius. Ada rasa lega dihati, karena artinya keadaan akan baik-baik saja.


Obrolan berlanjut entah kemana aja. Dapat terlihat sisi lain dari seorang Rizon. Cerita tak hanya membahas soal kampus, bahkan keluarga dan tentang masing-masing pribadi kita.


Hari itu benar-benar mengantarkan kedamaian hati, menyambut besok yang akan diperhadapkan dengan segala kesibukan kampus.

__ADS_1


__ADS_2