
R-b : pagiii adekπππ
kakak ada kuliah pagi ini...
jangan lupa sarapan n obatnya di minum ya..."
Pesan singkat yang baru kubuka. Benar-benar efek obat tidur bikin kayak bagong.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 aku baru bisa membuka mata. Melangkah ke dapur dan sudah ada bubur ayam di sana.
"Tadi nak Rizon bawain sebelum berangkat kuliah"' ujar mami seraya ikutan duduk disampingku.
"Bersykur kamu nak, bisa dekat sama orang baik kayak dia. Jangan di sia-siain ya" pesan mami meyakinkanku
"Kok mami yakin gitu kalo dia benar-benar baik???"
"Dari cara dia menjaga kamu, sopan, dan dari keluarga yang baik-baik."
"Mami tau keluarganya"
"Mami kenal sama ibunya, sebelum pindah kembali pulang ke Manna dulu bapaknya pernah dinas di wilayah sini.
"pom bensin yang di perempatan dan mini market punya keluarganya...dulu ibunya yang kelola... Belanja terdekat yang lengkap kan cuma di sana. Dulu rumah mereka masuk gang sebelah...tapi pas Rizon SMP kalo mami ga salah bapaknya pindah tugas. Ga tau rumhnya masih atau sudah di jual apa di kontrakin."
Obrolan pagi yang santai dengan mami sedikit mebuatku lega. Seperti mendapatkan angin segar. Sambil menyendok bubur ayam membalas chat Rizon yang dari tadi terabaikan...
Me : Pagi kak, maaf adek baru bagun...
Mksi sarapan paginyaπππ
Sambil mengirimkan foto bubur ayam di hadapanku.
R-b : mkasi emoticonnya
"πππ"
Sambil tersenyum aku melihat emoticon yang dibalasnya...
__ADS_1
R-b : nanti siang mau makan apa? Pulang kuliah sekalian kk bawa.
Me : adek mau bikin makanan sendiri kak...pengen yang segar-segar
R-b : emang udah kuat?? Jangan dipaksain nnti kecapean loh dek...
Me : bikin yang simple aja kokπππ
R-b : ya uda, yang penting adek senangπππ dan jangan kecapean
Selesai sarapan dan minum obat aku menuju warung depan kos yang menjual bahan makanan untuk dimasak, lengkap dengan bumbu-bumbu.
Berhubung ada udang yang masih segar, kayaknya enak di bumbu padang tapi ga pake pedas ditemani tumisan buncis dan brokoli, dan ga lupa kerupuknya.
Sambil berlari kecil aku menyebrangi jalan yang tidak begitu ramai. Lanjut menuju dapur kecil tapi cukuplah untuk bereksperimen.
Semangat pagi ini benar-benar membuatku merasa 100% sudah sembuh, meski rasanya gampang lelah. Mungkin karena masih dalam masa recovery.
"Cekrekkk"
Chatku sambil mengirimkan foto makan yang baru saja mateng.
R-b : π±π±π± rasanya pengen bolos πππ
Me : π π π
R-b : πππ
Aku menghentikan membalas chatnya, karena ujung-ujungnya maen hape dan balas-balasan emoticon.
***
Sekitar setengah 12 tampak Endah turun dari boncengan motor yang sudah ga asing bagiku.
"Cuma nebeng doang, skalian kak Rizon mau ke sini juga" ujarnya sewot
"Apaan sehhh" balasku manyun.
__ADS_1
"Ada aroma enak nie...siapa yang masak siang-siang gini"
"lagi pengen masak... bosan makanan orang sakit..."
Setelah memarkir sepeda motornya Rizon menghampiriku.
"Ga capek??" Tanyanya sembari duduk disampingku yang hanya kujawab dengan gelengan kepala.
"Makan yuk kak, adek lapar" tanpa menunggu jawabannya aku beranjak mengambil makanan kedapur. Rizon yang ikutan bangkit menuju wastafel batu yang ada dipojok dapur.
"Endah, hayokk makan sama-sama"
"Nanti aja, makan duluan aja... ga mau ganggu" ucapnya menggoda seraya beranjak meninggalkanku menemui mami yang lagi nonton.
Dengan sedikit ragu aku menunggu respon dari suapan pertamanya.
"Hhmmm...ga nyangka adek masak seenak ini. Pantesan ga begitu doyan makanan luar" ucapnya membuatku lega
"Beneran enak kak???" Tanyaku meyakinkan
"Beneran... kakak suka... pas, tapi cabenya jangan adek makan ya, belum boleh yang pedas-pedas"
Makan siang yang manis, meski sederhana tampak Rizon menikmatinya.
"Kakak ga ada kuliah lagi?" Tanyaku
"Ada praktikum jam 3, tapi masih nunggu konfirmasi dulu...masih belum fix... soalnya bu Endang sebelumnya lagi ada seminar di Jakarta. Sampe sekarang belum jelas.. korti masih ngubungi" jelasnya tanpa ku minta.
"Besok kayaknya adek udah kuat kuliah kak. Udah banyak ketinggalan"
"Jangan dipaksain, surat dokternya masih berlaku juga"
"Ga papa, besok pelan-pelan aja"
"Ya udah besok berangkat dan pulang harus sama kakak. Belum boleh jalan kejauhan, masih belum pulih benar" ucapannya sedikit kuatir dengan permintaanku besok untuk kuliah.
"Iya kak..." balasku yang hanya bisa pasrah dengan aturannya.
__ADS_1