Takdir Cinta Nina

Takdir Cinta Nina
Chapter 60


__ADS_3

Masih belum ada titik terang setelah dua hari berlalu. Rizon benar-benar hancur, ketakutan mulai menghampirinya. Tak kenal siang malam dia terus mencari dan memikirkan segala sesuatunya. Keluarga, teman semua seakan tak kenal lelah.


Disebuah tempat...


Pandanganku terasa buram. Badanku terasa ngilu dan sangat sulit untuk digerakkan. Tempat apa ini? Apa aku diculik?


Gubuk kecil dan sekelilingnya hanya ada pohon tebu. Kenapa aku ga tau dimana ini berada? Suamiku dimana suamiku?


Langkah kaki terdengar mendekat, ketakutan mulai menghantuiku.


Suara sinis perempuan bermasker menghampiriku.


"Ahirnya kamu sadar juga, nyusahin tau kalo pake acara pingsan-pingsan segala..."


"Siapa kamu??? Kenapa aku disini???"


"Jangan bertanya pertanyaan bodoh. Kepintaranmu ikut menghilang juga ya bersamaan dengan amnesiamu." ujarnya sinis


"Apa maumu?" ucapku memberanikan diri


"Mauku??? Ga banyak kok...AKU MAU SUAMIMU" Ucapnya tepat didepan wajahku


Degghhh

__ADS_1


Jantungku rasanya berhenti berdetak. Aku benar-benar marah, tidak terima dengan apa yang aku dengar. Meski ingatanku masih belum kembali, tapi keinginan perempuan itu sungguh tidak masuk akal.


"Langkahi dulu mayatku untuk keinginanmu itu." Emosiku mulai tersulut


"Yahhh, itu yang akan aku lakukan, bahkan aku akan menginjak-injak mayatmu perempuan lumpuh." Teriaknya membuatku semakin marah.


"hahahaa... Ga perlu meneriakiku seperti itu. Aku lupa ingatan, bukan tuli..."


"Plaaakkkk..."


Tamparan cukup menyakitkan mendarat dipipiku. Aku berusaha menahan sakitnya. Hanya bisa tertawa menanggapinya.


"Kauuu..." emosiku mulai naik.


Semua pandangan menatapku tanpa berkedip. Sampai aku sadar aku berdiri diatas kakiku sendiri. Rasa tak percaya menyelimutiku, aku bisa berdiri.


Dan orang yang ada dihadapanku benar-benar menunjukkan wajah marah yang sangat. Merah padam wajah itu seakan ingin membakar sekelilingnya.


Kupandangi wajahnya dengan intens, hatiku berubah menjadi kasihan melihatnya.


Dan BRRUUGHHH....


Tubuhku melemah, kepalaku terasa sangat sakit, tenagaku ternyata tak sekuat semangatku dan semua hitam tak meyisakan terang sedikitpun.

__ADS_1


***


Entah sudah berapa lama aku tertidur dalam pingsanku. Susana sekelilingku sudah hampir gelap sempurna. Takut??? Yahhh, aku sangat ketakutan. Tempat yang asing bagiku, kaki tanganku benar-benar terikat dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan berteriakpun tak berarti apa-apa. Hanya air mata yang tak bisa kutahan. Menangis yahhh hanya menangis mengharapkan pertolongan.


Terahir wajah dengan kemarahan dengan kebencian yang sangat menakutkan tapi membuatku merasa kasihan menyadari cinta bisa membuat seseorang bisa melakukan diluar batas kemampuannya.


Beberapa part perjalan hidupku mulai muncul. Apakah artinya aku mengingat semuanya? Wajah cantik yang berubah mengerikan itu tak kusangka mempunyai sisi sejahat ini.


Kupejamkan mata, bayangan-bayangan masa lalu menghiasi ketakutanku dalam gelapnya malam. Hanya bisa meringkuk menikmati dinginnya malam.


Jika aku akan mati saat ini, aku sangat bahagia. Disaat-saat yang mungkin akan menjadi kisah hidupku, aku bisa mengingat memoriku yang hilang. Aku mengingat suamiku yang meski ahir-ahir sebelum aku hilang ingatan keadaan kami kurang baik. Tapi aku percaya ada cinta yang dalam darinya.


"Sayang, aku mencintaimu sangat mencintaimu. Kakak adalah orang yang selamanya akan menjadi kekasih dihatiku. Jika takdir tidak berpihak baik pada kita, aku percaya akan ada takdir lain yang akan menjadi bahagiamu." lirihku mengeluarkan isi hatiku pada gelapnya malam.


"Ibu, aku menyayangimu. Mungkin saat ini takdir akan lebih memihak untuk kita bertemu. Maafkan Nina yang ga bisa memenuhi janji akan selalu menemani dan mendampingi kak Rizon."


"Caca, ayah, maafkan Nina yang belum bisa menjadi menantu, menjadi kakak ipar yang baik..."


"Keluargaku yang terkasih, maafkan mungkin takdir tak bisa menyatukan kita dalam pertemuan yang bahagia..."


Apapun yang menjadi takdirku, aku iklas.


Malam kian mencekam, hanya ada suara binatang-binatang dan hembusan angin yang membuat batang tebu meliuk-liuk seperti menari. Menemaniku yang benar-benar takut dalam gelapnya malam. Entahlah, apakah besok masih ada siang untukku. Entahlah, apakah masih ada waktu bagiku untuk bersama orang-orang yang aku cintai.

__ADS_1


__ADS_2