
Istirahat tapi ga istirahat kalo ceritanya kayak gini. Rasa risih dan ga nyaman. Entah apa yang ada dibenak lelaki yang ada di sebelahku. Padahal baru kenal, baru ketemu 4 kali, tapi sikapnya sok akrab dan sok perhatian. Dan itu membuatku sangat risih dan ga nyaman dengan pandangan orang sekitar. Ada yang menggodai, ada yang menatap sinis, ada yang mengejek dan beragam ekspresi lainnya. Tapi sosok itu seakan ga peduli dengan semua keadaan itu.
Entah lahhh!!!
"Kak, kayaknya udah mendingan. Sakitnya udah hilang. Kita ke yang lain yuk" ajakku
"Beneran ga sakit lagi???"
Aku mengiyakan seraya bangkit duduk dari
berbaring. Dengan cekatan dia bangkit dari duduknya membantuku untuk duduk.
"Makasi kak"
"Tapi muka kamu masih pucat loh"
"Ga papa kak, bentar juga membaik" aku masih ngotot.
Aku dan kakak kelas yang sok perhatian itu berjalan pelan menuju tempat acara berlangsung.
Kembali lagi kami berdua menjadi tontonan.
Benar-benar membuatku ga nyaman. Entah apa yang mereka fikirkan tentang kami berdua.
"Kita sambut pasangan terserasi tahun ini...." teriak kak Anton salah satu panitia dengan toanya, semakin membuaku merasa panas. Wajah entah sudah kayak tomat mateng yang merah merona.
"Santai aja, ga usah dihiraukan" ucapnya masa bodoh.
***
Acara demi acara berlanjut. Lumayan seru tapi aku ga begitu bisa menikmatinya. Jam sudah pukul 4 sore, pengumuman untuk mengahiri acara tapi akan dilanjutkan malam nanti yakni acara Makrab (malam keakraban) yang mana acara bebas. Api unggun, barbeque, dll.
__ADS_1
Endah menghampiriku yang sejak tadi asik dengan kelompoknya.
"Kita pulang Na?"
"Iya, lumayan buat istrahat nunggu entar malam"
"Iya, gerah juga nie, pengen buru-buru mandi
"Ayok bareng kakak aja" suara dari dalam mobil tiba-tiba berhenti disampingku dan dia adalah kak Rizon dan kak Ayu.
" searah juga" tambah kak Ayu
Dengan sedikit ragu aku dan Endah ikut dengan mereka.
"Udah ga sakit lagi kan" tanya kak Ayu memastikan keadaanku baik-baik saja.
"Udah enakan kak..."balasku singkat.
Seperti biasa suara Endah sudah memenuhi suasana dalam mobil dengan obrolan yang aku juga ga terlalu menyimak.
tuhhh kan fikiranku sudah mulai aneh...
sedikit baper jadinya.
"sampai ketemu nanti malam yaghhh" tak terasa kak Ayu turun duluan karena rumahnya sudah sampai.
"iya kak" balasku dan Endah hampir bersamaan.
Sebelum mobil kembali melaju dijalan raya,
"ceritanya kakak jadi supir dua tuan putri nie?" candanya seraya melirik kearahku dan jok depan. Seperti isyarat aku disuruh pindah duduk.
__ADS_1
"sana Ndah, pindah kedepan"
"nanggung ahh kak, ga begitu jauh juga" elak Endah sambil melirik kearahku.
"kalo kayak gini kita ga akan jalan nie"
Mendengar ucapannya tanpa berlama-lama aku membuka pintu dan pindah duduk di sampingnya yang sedang memegang setir.
"dari tadi kan ga nunggu lama udah jalan" balasnya melirik penuh kemenangan, bersamaan itu juga sosok Endah mengikuti senyum meledek menang.
Entah apa yang ada dibenak keduanya seolah-oleh menggodaku sepanjang perjalanan pulang.
"nanti bareng sama kakak aja yah berangkatnya"
Dia pun menawarkan tumpangan lagi.
"malam-malam ga aman kalian jalan" tambahnya meyakinkan
"boleh deh kak" jawab Endah duluan sebelum aku membuka mulut. Dan ahirnya hanya senyuman mengiakan ajakannya.
Sepeninggalannya Endah terus menggodaku benar-benar habis aku digodainnya. Mami yang lagi duduk di depan teras ikutan menyimak apa yang Endah gosipin.
"Ospek ketemu calon kekasih Mi..." Endah mulai ngaco.
"apaan sie Ndah... jangan ngegosip"
"apa coba namanya Mi, perhatian yang luar biasa. sakit ditemani. pulang dianterin. malahan entar mau di jemput juga."celotehnya ga berenti.
"jangan baper dehhh" elakku sambil membuka pintu kamar.
"cuma kebetulan aja, nanti jadi fitnah lohhh...bahaya kalo ada pihak yang dirugikan"
__ADS_1
Mengingat kedekatan kak Rizon dan kak Ayu dan aku ga mau terbawa perasaan yang masih ga jelas.
Siapa yang ga senang mendapat perhatian lebih, tapi masih terlalu dini menyimpulkan makna perhatian itu. Dan aku bukan tipe orang yang gampang menyimpulkan sikap baik terlebih itu lawan jenis.