Takdir Cinta Nina

Takdir Cinta Nina
M.O.S


__ADS_3

Semenjak banyak kejadian mahasiswa/i meninggal karena tindasan panitia ospek ahirnya kegiatan ini sangat-sangat diawasi pihak universitas. Ga ada lagi yang namanya hukum hukuman, adanya lebih ke pengenalan kampus dan lembaga-lembaganya.


Bukan tidak bangga menjadi bagian dari kampus itu, bukan tidak bersyukur mendapat kesempatan bisa melanjutkan pendidikan, dan bukan tidak bersyukur bisa ada di kota itu. Beban fikiran sangat berat.


"mampukah bertahan dengan segala masalah yang akan muncul di setiap hari nanti"


Bukan tidak percaya pada orang tuaku tapi keadaan benar-benar membuatku ragu.


***


Ceramah Bapak Rektor serasa lama dan sangat membuatku bosan. ingin rasanya meninggalkan tempat itu saat ini juga. tapi apa daya, itu diluar kemampuanku.


Tampak Endah, teman satu jurusan sekaligus teman satu kos denganku beberapa kali menguap. Subuh tadi dia baru tiba diantar mama dan kakaknya, makanya baru kenal sepintas belum ngobrol banyak seperti dengan Fitri yang beda jurusan denganku.


"ngantuk bangettt" bisiknya pelan


"emang keliatan mata kamu merah banget" balasku ga kalah pelannya.


Tampaknya anaknya asik. Meski kulitnya yang hitam, badanya tinggi semampai, tapi wajahnya manis dengan hidung mancung, rambut panjang terurai, seperti keturunan India benggali.

__ADS_1


Benar-benar ga bisa fokus, mana sore ini ibu rencananya berangkat pulang, karena urusanku sudah kelar semua.


"uufhhh" desahku panjang


***


Tanpa aku sadari sepasang mata mengawasiku. Beberapa kali aku bertemu pandang saat menoleh dan seketika mata itu langsung berpaling sambil tersenyum simpul. Sosok itu rasanya tidak asing, tapi entah kapan dan dimana aku ga ingat samasekali.


"....untuk itu bapak ucapkan selamat bergabung menjadi keluarga besar Universitas....." yang tandanya ceramahnya akan segera berahir. Dan benar setelah itu tepuk tangan dari ribuan mahasiswa baru pun terdengar mengiringi langkah bapak rektor menuruni podium.


" ahirnyaaa..." Endah sudah tidak sabar lagi beranjak dari tempat duduknya.


***


Matahari sudah condong kebarat, tapi panasnya masih terasa kayak jam 12 tenkkk. Sambil bejalan menuju kosan bersama Endah dan Fitri yang masih banyak celoteh. Masih seputar M.O.S, dan aku hanya nimbrung dan menjawab ketika dibutuhkan saja.


Di taman dekat kantin kampus masih banyak mahasiswa yang berkumpul. Yang pake nametag sudah pasti adalah kakak-kakak panitia.


Sebagai mahasiswi baru yang masih cupu berusaha memberikan hormat berupa senyum, entah itu iklas atau terpaksa entalah...

__ADS_1


Lagi-lagi diantara para senior itu aku menemukan mata yang tadi aku lihat. Serasa mengawasi perjalanan pulang kami.


Masih dengan wajah dengan sedikit senyum di sudut bibirnya. Entah siapa dan kepada siapa senyum itu aku pun ga tau, karna aku ga sendiri.


"ntar di kira ge-er lagi"


Yang pasti dia itu senior entah dari jurusan mana.


Celoteh dua gadis yang menemaniku belum juga berahir kayaknya seru pembahasannya, baru 3 hari sudah ketemu kecengan. Wajar, umur masih masa-masa pencarian cinta sejati.


"apa aku ga normal ya???"


Dari sekian banyak wajah yang aku lihat, tapi ga ada satupun yang menarik perhatianku buat dijadikan kecengan.


"atau aku kebanyakan beban fikiran makanya ga bisa menikmati menjadi mahasiswi baru yang penuh dengan cerita seru?"


***


Sesampainya di kosan tampak ibu sudah beberes. Karena sore ini akan berangkat pulang kekampung halaman dengan bis ja 5 sore.

__ADS_1


Dan tinggallah aku di kota baru yang masih asing bagiku.


__ADS_2