Takdir Cinta Nina

Takdir Cinta Nina
First day (gedung "i")


__ADS_3

Tidur cepat dimalam hari memberiku istrahat yang cukup. Tidak lupa menyambut pagi dengan segala syukur. Aku bersiap untuk melangkahkan kakiku menuju kampus yang sebelumnya cukup sarapan roti dan secangkir teh sudah membuatku kenyang.


"brangkat sekarang Ndah?"


"hayokkk" semangatnya sambil langsung merapikan kemejanya didepan cermin memastikan kalo hari pertama ini penampilannya udah maksimal.


Sepanjang jalan ada aja yang menjadi bahan pembicaraannya. Ga terlepas dari pembahasan 4 orang kakak kelas yang kemarin baru kami kenal.


Meski baru mengenalnya, Endah sosok yang ceria, percaya diri tingkat dewa. Jadi apapun itu dia selalu bisa mengambil kesimpulan bahwa dia adalah sosok yang paling the best.


"ga papa lahhh, selagi masih dalam wajar" gumamku dalam hati.


***


Ga terasa sudah sampai aja. Ada untungnya punya teman yang bawel, jadi sepanjang jalan cerita dan ga terasa sudah sampai.


Sebelum memasuki gedung "i" ternyata ada kak Udan dan kak Doni melambaikan tangan.


"berdua aja kak?" sapaku mengingat kemarin mereka ber 4.


"iyaa, Baim sama Rizon belum datang"


"emang ga barengan? lanjut Endah memperjelas.


"kakak kan beda kosan sama mereka, jadi.ga tau dimana mereka berdua sekarang."lanjut kak Udan


"bukannya kemarin barengan pulangnya?"


" kakak cuma maen aja, malamnya pulang" jelas kak Doni menimpali.

__ADS_1


Sambil berjalan santai ke gedung perkuliahan yang sudah lumayan ramai.


Langsung ke lantai 2 dimana jadwal kuliah ditiliskan di sana.


Bebarapa pasang mata mengawasi kami saat naik ke lantai 2, yang pasti itu adalah kaum hawa yang kemungkinan adalah kakak kelas.


ada yang melihat sambil bisik-bisik, ada yang dengan tatapan sinis, dan yang pasti jadi bahan pembicaraan.


***


Benar dugaanku jadwal hari ini masih belum benar-benar fix. Yaghhh, anggap aja pengenalan gedung "i".


Masih dengan keriuhan dalam kelas, dimana satu kelas denganku berkisar 31 orang dari berbagai wilayah. Jadi banyak cerita dan ga terasa jam udah menunjukkan pukul 2.


"pulang yuk Na..." ajak Endah


"boleh, sekalian mapir di jurusan yagh, siapa tau ada pengumuman baru"


Satu persatu aku memperhatikan kertas yang ditempel di papan pengumuman, dan benar ada info baru. Yang mana besok seluruh mahasiswa baru diwajibkan hadir untuk persiapan acara orientasi di jurusan. Dan jujur saja bukan berita yang menyenangkan buatku.


"orientasi lagi,,,huffhhh..."


"dinikmati aja Na" Endah seakan mengerti ketidaksukaanku.


"ehhh bentar aku ke toilet dulu yaghh" Endah buru-buru.


Belum sempat aku iyakan dia sudah langsung melongos pergi.


Sambil menunggu aku membuka aplikasi sosmedku sambil melihat-lihat...

__ADS_1


Postingan teman-teman bikin aku kangen kampung halaman. Padahal baru 1 minggu meninggalkan kota kelahiran itu.


"anak baru yaghh??"


"I..iiya..." balasku gugup pada pria yang menyapaku tiba-tiba...


Dari penampilannya sepertinya dia bukan mahasiswa, bisa aja staf ato dosen, tapi entahlah hanya berusaha menebak saja.


"asalnya dari mana?" lanjutnya bertanya seraya duduk di sebelahku tepatnya sebelah ujung kursi.


"saya dari Medan pak..."


"panggil kak aja, jangan pak...kesannya saya sudah tua banget"


"hehhehe... maaf pak ehhh pak" aku merasa gugup...


Dia hanya mengiyakan sambil angguk angguk sendiri.


"kakak juga masih mahasiswa di sini kok, tapi tinggal wisuda aja...cuma dari semester 6 kakak sambil kerja juga. ceritanya jadi asisten dosen mudah-mudahan nant bisa lanjut Masternya biar bisa jadi dosen hehheh" jelasnya tanpa di minta.


"wahhh hebat dong kak, gmn caranya? pasti kakak nie orangnya pinter yaghh?? akupun semakin antusias.


"kalo dilihat dari nilai bisa jadi orang menganggapnya pinter, tapi pinter ga selamanya dilihat dari nilai" jelasnya


Banyak ilmu yang dibagi sang kakak kelas yang sedang menunggu wisuda membuat fikiranku terbuka. Ternyata dunia kampus lumayan menarik untuk dijalani.


Dengan langkah buru-buru Endah menghampiriku dan kemudian langsung pamit duluan sama kak Andar.


"besok-besok kalo ada waktu kita ngobrol lagi yaghhh" ucapnya sambil tersenyum dan akupun kurang mengerti kenapa tiba- tiba ada kata-kata itu.

__ADS_1


Aku pun hanya membalas dengan senyuman sambil melangkah meninggalkan gedung itu.


__ADS_2