Takdir Cinta Nina

Takdir Cinta Nina
Semakin yakin


__ADS_3

Hari-hari yang benar penuh kegiatan. Kuliah-tugas yang seabrek-praktikum-laporan, seolah-oleh ga selesai dan ga ada habisnya sepanjang minggu. Sepertinya semester ini akan seperti itu. Benar-benar full.


Bahkan jadi kebisaan baru bagiku tidur tengah malam.


R-b : udah tidur dek?


Me : belum kak, masih nyelesain laporan praktikum" balasku singkat sembari menaruh kembali handphone diatas meja.


R-b : udah makan???


Getaran handphone masih belum aku hiraukan karna masih nanggung.


Selang beberapa menit pintu gerbang dibuka. Tampak Rizon berjalan kearahku yang masih belum menyapanya.


"Sibuk banget..."


Aku menghentikan aktivitasku sejenak menyadari dia duduk di sampingku, sambil meletakkan bungkusan yang aromanya mengundang rasa laparku.


"Pasti belum makan kan?" Tebaknya dan aku hanya tersenyum menjawab pertanyaannya itu.


"Bentar aja kak, masih nanggung" ucapku sambil melanjutkan fokus dilaptopku.


"Trus kalo udah sakit masih bilang naggung???"


" sekarang makan dulu" ucapnya sedikit memaksa sembari mengambil piring dan sendok di dapur..


"Enaknya ya ada yang perhatian" suara Fitri menggodaku menyadari kedatangan Rizon.


"Apaan sie Fit..."

__ADS_1


Rizon yang masih sibuk dengan bungkusannya hanya tersenyum menaggapi guyonan Fitri.


"Masih belum legal Fit..." serunya pada Fitri membuat aku geli mendengar kata "legal" itu. Sindiran halus buatku yang masih belum memberikan status yang pasti padanya.


Aroma rempah makanan padang memang tak bisa dibohongi godaannya. Salah satu makanan favorit kami berdua. Sambil mengunyah aku meletakkan sendok seraya melanjutkan ketikanku. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati.


Sebelum aku menyendok suapan kedua, tangan Rizon inisiatif mengambil sendok dan menyodorkannya ke mulutku. Sontak aku kaget dan mengambil sendoknya, tapi dia malah menepisnya.


"Ga papa, kakak suapin aja, biar fokus ngetiknya."


Jujur aku malu. Wajahku terasa panas. Karena di tempat itu bukan hanya ada kami berdua. Mami yang melihat itu hanya tersenyum senang dan ga lupa di sambung dengan berbagai ledekan.


Rizon dengan santainya menaggapi godaan mereka. Seolah-olah urat malunya sudah putus. Sedikit memaksaku membuka mulut. Tapi dalam hati bahagianya luar biasa.


"Udah kenyang kak" ucapku menolak suapannya


"Kakak juga kan juga pasti belum makan" sembari mengambil sendok dan menyuap ke mulutnya.


Gantian wajahnya yang mendadak berubah pink manis. Jangankan lagi malu-malu kena panas aja wajahnya udah kayak pakai blush on. Kulitnya putih bersih, ngalahin kulitku yang hanya standar kulit orang Indonesia.


Tapi aku ga menghiraukan sekeliling yang makin gencar ledekannya.


"terserah mereka deh, puas-puasin dah meledek, biar ga nanggung" batinku dalam hati.


***


Setelah perut kenyang, lanjut lagi dengan laptop yang ga ada lelahnya. Kak Rizon masih menemaniku sambil sesekali kami bercanda.


"Adek ga boleh biasain ngelewatin jam makan malam yah, kasian lambungnya. Apalagi adek punya sakit maag. Kalo nanti kambuh gimana? Atau adek takut gemuk ya???" Ceramahnya lumayan panjang

__ADS_1


"Iya sayang..."ucapku tanpa sadar dengan kata-kataku


"Apa dek, coba bilang sekali lagi???" Pintanya menyadarkanku.


"Ihhhh kakakkk..."


Dia kembali tertawa lepas sambil meringis menahan sakit cubitanku di lengannya. Sejauh aku mengenalnya ini kali pertama aku melihat tawanya selepas itu. Dan dari beberapa informasi yang aku dapat Rizon belum pernah punya pacar atau naksir seseorang selama berada di kampus yang memiliki ribuan wajah cantik.


Info yang aku rasa akurat karena aku dapatkan dari kak Ayu yang sudah berteman dengannya semenjak di bangku SMA.


Semenjak dekat dengan Rizon, kak Ayu lah satu-satunya yang update tentang aku dan Rizon. Dia juga orang yang sangat mendukung hubunganku, dan yang pasti dan aku suka darinya bisa menjaga rahasia.


"ahirnya selesai juga kak" seruku lega sambil melihat jam di handphone ku.


"whatzzz dah jam stengah 12 kak"


"emang kenapa??? kakak dah biasa begadang. jangankan begadang ga tidur aja pernah"jawabnya santai


"tapi kan ga enak"


"iyaaa iyaaa, kakak pulang sekarang yah. adek langsung tidur jangan begadang lagi" seraya bangkit berdiri dari duduknya."


"aku mengantarnya sampai kedepan"


"hati-hati kak" ucapku pelan


"iyaaa sayang..." balasnya sambil mengacak rambutku...


Aku hanya manyun bahagia dengan caranya memperlakukanku. Dewasa dan memberiku rasa nyaman.

__ADS_1


__ADS_2