
Tak lama Nares pun langsung memalingkan wajahnya, agar ia tak melihat mata indah berwarna biru milik Zoya.
Sejujurnya ia pun terkesima melihat mata biru milik istri sirinya itu, namun sebisa mungkin ia tak ingin terlena.
"Apa kamu masih ingin tetap di sini?" Pertanyaan yang dilontarkan Nares, membuat Zoya yang masih menatap suaminya itu buyar seketika.
"K- kakak disini. Tapi kenapa?"
"Kenapa?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Zoya, justru Nares balik bertanya.
"I- iya. Kenapa kakak ada disini?" tanya Zoya lagi.
"Huh. Tentu saja aku datang kemari untuk menemui mu, kamu tau? Sudah satu jam aku menunggumu. Ayo cepat, aku tak ingin membuat istriku semakin khawatir!" tegas Nares.
"Tapi aku kan sudah bilang, jika kakak ingin pulang ke rumah kakak, kakak pulang saja. Tidak perlu khawatirkan aku, aku gak pa-pa ko," ujar Zoya.
"Bukankah kamu sudah diusir dari kontrakan kamu?" tanya Nares, dan Zoya pun hanya mengangguk.
"Lalu apakah kamu punya tempat untuk tidur?" tanya Nares lagi, dan lagi-lagi Zoya menjawabnya dengan gelengan.
__ADS_1
Melihat Zoya yang menggelengkan kepalanya, membuat Nares frustasi. Ia pun akhirnya menggendong Zoya di pundaknya, layaknya seorang yang tengah memikul karung beras.
Dan satu tangannya membawa koper yang berukuran sedang milik Zoya, untung saja ia sering melakukan olahraga dan gym. Jika tidak, mungkin ia akan kewalahan membawa dua beban sekaligus.
Zoya pun menjerit dengan aksi yang dilakukan oleh Nares.
"Akkhh, kakak turunkan aku," jerit Zoya, seraya memukul punggung Nares.
"Diam!" Bentak Nares.
"Jeritan mu bisa membuat para tetangga bangun," lanjutnya.
Saat sampai di mobil, Nares langsung mendudukkan Zoya dikursi nya. Dan tak lupa ia memakaikan seat belt untuk Zoya, setelah itu ia pun langsung pintu dan masuk ke dalam, lalu duduk di balik kemudi.
Kemudian Nares pun langsung menancapkan gas, meninggalkan kampung itu dan menuju ke apartemen miliknya.
Setelah menempuh perjalanan sampai berjam-jam, akhirnya mobil yang dikendarai Nares pun sampai di basement apartemen, ia pun langsung turun dan diikuti oleh Zoya dari belakang.
Selang beberapa menit, akhirnya mereka pun sampai di unit apartemen Nares di lantai 15, Nares pun langsung menekan password nya, setelah pintu terbuka, ia pun langsung masuk ke dalam dengan diikuti oleh Zoya dari belakang.
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu akan tinggal disini," ucap Nares, setelah mereka sudah berada didalam.
Zoya pun melihat sekeliling apartemen yang cukup luas, namun sayang di apartemen Nares hanya ada satu kamar tidur. Dan yang lainnya adalah ruang kerja, dan juga ruang gym.
"Ini apartemen milik kakak?" tanya Zoya, setelah lama diam.
"Ya," jawab Nares dengan singkat.
"Apa tidak pa-pa, jika aku tinggal disini?" tanyanya lagi.
"Memangnya kenapa?" Bukannya menjawab, Nares malah balik bertanya, seraya melihat Zoya yang ada di sampingnya.
"Tidak pa-pa, hanya saja... Aku takut jika istri kakak datang kemari dan melihatku berada disini," jawab Zoya.
"Dia tidak akan pernah kemari, karena dia tidak pernah mau datang kesini," jelasnya.
"Sudahlah, lebih baik kamu cepat tidur. Aku akan pulang ke rumahku, mungkin jika ada waktu aku akan datang lagi kesini," ucap Nares.
Dan Zoya pun hanya mengangguk, ia pun langsung masuk kedalam kamar yang sering Nares tempati, sementara Nares sudah lebih dulu keluar dari apartemen nya, dan langsung melanjutkan kendaraan nya kembali ke rumahnya yang ditempati bersama dengan anak dan istrinya.
__ADS_1