Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 61


__ADS_3

Nares pun berjalan ke tempat duduk yang dimana asisten dan kliennya berada.


Kebetulan tempat duduknya berada di samping meja yang Zoya dan temannya tempati, sehingga Dila yang memang duduk di kursi yang mengarah ke pintu masuk, melihat Nares berjalan ke meja samping.


"Bukankah itu suamimu?" Bisik Dila.


"Mana," jawab Zoya.


"Tuh." Dila pun menunjuk ke arah meja yang ada di samping meja mereka.


Zoya pun melihat ke arah tempat yang Dila tunjuk.


Betapa terkejutnya ia, melihat suaminya tengah duduk bersama dengan seorang wanita, meski di sana ada Robi, tapi tetap saja membuat Zoya merasa kesal.


Ingin menemui suaminya itu, namun ia tak ingin membuat masalah. Ia pun hanya bisa makan dengan kesal, sesekali melihat ke arah samping, yang dimana suaminya berada.


Sementara Nares, ia pun kesal terhadap kliennya itu, yang terkesan mencari perhatian terhadap dirinya.


Dengan cara menangis, memang Nares kasihan dengan nasib yang menimpa kliennya itu, kliennya itu mengalami KDRT oleh suaminya, dan ia berniat menceraikan suaminya itu, namun suaminya itu tidak mau menceraikannya.


Namun melihat dengan mata kepala sendiri, kliennya itu menangis, namun masih sempat-sempatnya menggoda dirinya dengan membusungkan dadanya, dan juga memperlihatkan pahanya.


Memang kliennya itu memakai pakaian yang kurang bahan, mungkin menurut wanita itu Nares akan tergoda oleh nya, namun salah besar, Nares justru jijik dengan tingkah yang dilakukan wanita yang menjadi kliennya itu.


Nares pun melihat ke arah Zoya, yang ternyata istrinya itu tengah menatapnya dengan tatapan yang tajam, seakan-akan istri kecilnya itu akan memakan dirinya.


Nares berfikir istrinya itu salah faham, ingin sekali ia menemui istrinya itu, dan mengatakan bahwa ia sedang bertemu dengan kliennya, walaupun di sana ada Robi yang menemani dirinya, namun tetap saja ia tidak ingin istrinya itu berpikiran macam-macam.


Sampai Nares melihat istrinya dan kedua temannya, pergi dari cafe itu. Ingin mengejarnya, namun ia harus bersikap profesional, jadi sebab itu ia mengurungkan niatnya untuk mengejar istri kecilnya itu.


Nanti saja ia akan berbicara dengan Zoya, Nares pun kembali fokus terhadap kasus yang dialami oleh kliennya.


°°°


Di sisi lain, Zoya dan kedua temannya kini sudah berada di perjalanan menuju pantai.


Selama perjalanan, Zoya selalu saja menggerutu dengan suaminya itu.


Zoya tau, suaminya itu tidak memiliki perasaan cinta terhadap dirinya, namun apa salahnya jika suaminya itu menyadari bahwa ia cemburu terhadap suaminya yang dekat dengan wanita lain.


"Zoy, aku rasa suamimu benar-benar harus di jaga, kalau tidak bahaya, banyak sekali wanita penggoda," ucap Ratna, sesekali ia melirik ke arah Zoya yang duduk di kursi belakang dengan kaca spion yang berada di depan.


"Benar, tapi bagaimana jika suamimu menikah lagi?" Ledek Dila.


"Awas saja jika ia menikah lagi. Enak saja!" geram Zoya.


"Emangnya dia tidak cukup dengan dua istri," lanjutnya dalam hati.


"Sudahlah, masih ada kak Erik yang siap menunggumu," ujar Dila, yang meledek temannya itu.

__ADS_1


"Apaan sih."


"Hahahaha." Dila dan Ratna pun tertawa, sementara Zoya cemberut.


Mereka pun sudah sampai di pantai, dan ketiganya pun menikmati suasana pantai yang lumayan sepi, karena hari ini bukan hari weekend.


"Guys mumpung pantainya sedang sepi, bagaimana kita pakai b***i seja?" Usul Dila.


"Gak ah," ujar Zoya, karena ia takut suaminya itu akan marah jika dia tahu bahwa dirinya memakai bikini di tempat umum.


"Kenapa? Lu takut sama suami lu?" tanya Dila, dan Zoya pun mengangguk.


"Yaelah, dia kan gak ada disini ini. Ngapain takut," ujar Dila.


"Tapi tetap aja, ini kan tempat umum," ucap Zoya.


"Benar yang dikatakan Zoya, ini tempat umum. Gua juga ogah ah, kalau pakai b***i," timpal Ratna.


"Terus gimana. Ah, gimana kalau kita renang aja, kita nyewa tempat renang yang privat. Apa sih namanya, kalian tau, kan."


"Iya-iya gua tau, tapi gua juga lupa namanya apa, hehehe," ucap Ratna.


"Gimana Zoy! Lu mau, kan?" tanya Dila.


"Kalau hanya kita bertiga sih, gua ... Setuju," jawab Zoya.


"Yey, yaudah yuk. Lebih baik kita pergi sekarang." Ajak Dila.


°°°


Di lain tempat, Nares yang kini sudah selesai dengan pertemuannya dengan kliennya, ia berencana untuk pergi ke apartemennya dulu, sebelum pulang ke rumah, karena ada yang ingin ia sampaikan pada istri kecilnya itu.


"Sepertinya, wanita tadi suka sama lu. Cocok jadi istri ketiga," canda Robi.


"Apaan sih lu, dua aja gua puyeng. Apalagi harus nambah, ogah."


"Yaudah gua balik duluan," ucap Robi.


"Hm."


Mereka pun pergi dari cafe itu, dan masuk kedalam mobil masing-masing.


Tak butuh waktu lama, Nares pun sampai di apartemennya, namun pada saat ia masuk, ia tidak menemukan keberadaan Zoya.


"Dimana dia," monolognya.


Nares pun duduk di sofa yang berada di ruang tamu, kemudian ia mengirimkan pesan pada istri keduanya itu.


^^^Me.^^^

__ADS_1


^^^Zoy, kamu dimana? Aku ada di apartemen, ada hal yang ingin ku sampaikan padamu, cepat pulang.^^^


Nares pun mengirim pesan itu, dan terkirim dengan tanda centang dua.


Sambil menunggu balasan dari Zoya, Nares pun tiduran di sofa, seraya memainkan game yang ada di ponselnya.


°°°


Ting. Ada sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Zoya, Zoya pun melihat siapa yang mengirimkan nya pesan.


Yang ternyata adalah suaminya yang mengirimkan pesan, Nares menyuruhnya untuk pulang ke apartemen.


🖤


Zoy, kamu dimana? Aku ada di apartemen, ada hal yang ingin ku sampaikan padamu, cepat pulang.


^^^Me.^^^


^^^Aku ada di jalan. Iya, aku akan pulang.^^^


Zoya pun membalas pesan dari suaminya itu.


"Guys, sorry. Kayanya gua gak bisa ikut kalian deh, soalnya kak Nares nyuruh gua pulang," ucap Zoya pada kedua temannya.


"Hah. Yah, padahal gua pingin banget berenang," keluh Dila.


"Ya maaf. Tadi kak Nares mengirim pesan, gua disuruh pulang sama dia."


"Emangnya mau ngapain?" tanya Ratna.


"Gua gak tau. Katanya sih, ada yang ingin di sampaikan sama gua," jawabnya.


"Yaudah kalau gitu, lebih baik nanti aja kita jalan-jalan lagi." Ratna pun menjalankan mobilnya ke arah apartemen Nares dan Zoya.


°°°


Di apartemen.


Nares yang masih tiduran dan bermain game di ponselnya, mendadak menghentikan game yang sedang ia mainkan, sebegitu melihat notifikasi pesan dari Zoya.


Zoya.


Aku ada di jalan. Iya, aku akan pulang.


Itulah pesan balasan dari Zoya. Setelah melihat balasan dari Zoya dan tanpa membalasnya lagi.


***


Happy reading ❣️

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2