Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 31


__ADS_3

Dan Zoya pun menurut, ia membuka kedua matanya. Dan pada saat Zoya membuka mata Nares pun berteriak...


"Suprise," teriak Nares.


Seketika Zoya pun terharu apa yang dilakukan oleh Nares, suaminya.


Ia tak menyangka bahwa Nares akan menyiapkan makan malam romantis di apartemen mereka.


"Bagaimana apa kamu suka?" tanya Nares, dan Zoya pun mengangguk sebagai tanda jawaban, dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Hey, hey. Kenapa? Jangan menangis," ucap Nares ketika melihat istri kecilnya itu menangis.


Zoya tak menjawab, justru ia segera memeluk Nares dengan kuat, di sana ia mengeluarkan tangisannya.


"Husstt, sudah jangan menangis," ucap Nares seraya membelai rambut Zoya dengan lembut.


Setelah dirasa sudah cukup Zoya menangis, barulah Nares merelai pelukannya.


"Kenapa menangis hm?" tanyanya, sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Zoya.


"Apa kamu tidak suka dengan suprise nya?" tanya Nares lagi, dan Zoya pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Justru aku sangat suka, aku hanya terharu saja," jawab Zoya, disertai suara tangisannya.


"Yasudah kalau begitu jangan menangis lagi." Nares pun kembali menghapus air mata yang mengalir di pipi Zoya, kemudian ia menarik Zoya kedalam pelukannya.


Zoya pun membalas pelukan Nares, ia melingkarkan tangannya di pinggang sang suami dan memeluknya dengan erat.


Nares pun membelai punggung Zoya, sesekali ia mengecup pucuk kepala Zoya.


"Yasudah, lebih baik kita makan, nanti keburu makanannya dingin," ujar Nares setelah melepaskan pelukannya.


Ia pun menuntun Zoya untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan didepannya ada sebuah meja yang diatasnya ada steak dan gelas yang berisi air putih.


Nares pun ikut duduk di hadapan Zoya, Nares pun mengambil piring Zoya, dan membuat Zoya mengerutkan keningnya.


Ia tak tahu apa yang dilakukan oleh Nares, namun pada saat ia melihat Nares sedang memotong steak yang ada di piringnya, membuat Zoya tersenyum senang.


Akhirnya Zoya bisa mendapatkan perhatian dari Nares, meskipun Nares memberikan perhatian pada dirinya layaknya seorang kakak pada adiknya.

__ADS_1


Ya, Nares sudah memutuskan akan bersikap layaknya seorang kakak pada adiknya, itulah yang hanya bisa Nares lakukan agar ia bersikap adil pada istrinya itu.


Jika ia memberikan perhatian pada Zoya dengan berlandaskan cinta, ia tak akan pernah bisa, karena cintanya hanya untuk istri pertamanya, yaitu Zahra.


Mereka berdua pun makan bersama dengan tenang, sampai akhirnya mereka selesai makan.


Nares ijin untuk masuk kedalam sebentar, dengan beralaskan ingin pergi ke kamar mandi, namun nyatanya ia malah pergi ke dapur mengambil sebuah birthday cake.


Nares pun mengambil cake tersebut dalam kulkas, lalu ia pasangkan lilin berangka 18.


Ya, sebenarnya Nares sengaja memberikan kejutan untuk istri kecilnya itu, karena hari ini adalah hari ulang tahun Zoya yang ke 18thn.


Oleh karena itulah, tadi sore setelah memberi cake lalu menaruhnya kedalam kulkas, Nares mengajak Zoya pergi ke taman.


Dan untung saja waktu itu Zoya tidak curiga, dan menanyakan apa yang ia bawa dalam paper bag.


Setelah menyalakan lilin, Nares pun membawa cake itu ke balkon, tempat Zoya sedang menunggu dirinya.


"Happy birthday to you, happy birthday to you ..." Nares pun menyanyikan lagu ulang tahun ketika sudah berada di ambang pintu balkon.


Dan seketika Zoya melihat kearahnya, dan lagi-lagi matanya berkaca-kaca, melihat kejutan yang diberikan oleh suaminya.


"Happy birthday my little wife," ucap Nares, ketika sudah berada di depan Zoya.


"Hey, sudah jangan menangis lagi. Cepat tiup lilinnya, sebelum lilinnya mati," ujar Nares, seraya melepaskan pelukan dari Zoya.


"Aku menangis karena bahagia tau," ucap Zoya dengan memanyunkan bibirnya, dan hal itu membuat Nares gemas.


"Iya-iya, aku tahu. Tapi sekarang tiup lilinnya dulu," ujarnya seraya mencubit hidung mancung Zoya dengan gemas.


"Baiklah." Zoya pun meniup lilinnya, namun sebelum meniup lilin, ia terlebih dahulu melakukan make a wish.


Setelah meniup lilin, Zoya pun memotong kue nya, dan menyuapi Nares menggunakan pisau kue.


Dengan senang hati Nares pun menerima suapan dari istri kecilnya itu, lalu Nares pun menyuapi kembali Zoya.


Setelah menyuapi Zoya Nares kemudian mengecup kening Zoya, dan hal itu membuat hati Zoya berbunga-bunga.


°°°

__ADS_1


Di lain tempat, Zahra kini tengah uring-uringan, karena Nares belum juga meneleponnya.


Biasanya, suaminya itu akan menghubungi nya ketika sudah sampai ditempat tujuan.


Ya, Nares waktu pagi meminta ijin pada Zahra akan pergi ke luar kota dengan alasan ada pekerjaan yang mendesak.


Padahal ia tak pergi ke luar kota melainkan ke apartemen untuk merayakan ulang tahun Zoya.


Sebenarnya memang ia memang harus pergi ke luar kota untuk menemui klien, yang akan bekerjasama dengan perusahaan milik keluarganya itu.


Namun Nares meminta Jeffry agar mengijinkan dirinya untuk tidak pergi ke luar kota, dan membiarkan Roy yang mengurus pekerjaan dirinya.


Mau tak mau Jeffry pun mengijinkan adiknya itu untuk tidak ikut ke luar kota, ia melimpahkan semua pekerjaan adiknya untuk di urus oleh Roy.


Karena Jeffry tahu Nares akan memberikan kejutan ulang tahun untuk istri kedua adiknya itu.


Karena Jeffry yakin, jika ia membiarkan Nares pergi, maka adiknya itu tidak akan bisa memberikan kejutan ulang tahun untuk istri keduanya itu.


Karena adiknya itu tak punya banyak waktu untuk istri keduanya, karena Nares masih belum memberitahukan pernikahan keduanya kepada Zahra, istri pertama dari adiknya itu.


Zahra pun menghela nafasnya, ia menaruh ponselnya ke atas nakas, setelah mamah mertuanya memanggilnya untuk makan malam, karena kebetulan anaknya itu sudah tidur.


"Zahra sayang. Ayo turun, kita makan dulu," ucap mamah Anggun, dibalik pintu.


"Ia mah sebentar Zahra akan turun."


"Baik kalau begitu, mamah sama papah tunggu di meja makan ya."


"Iya mah."


"Semoga kamu baik-baik aja mas," lirih Zahra, ia pun keluar dari kamarnya dan menyusul mamah mertuanya ke ruang makan.


Ya, Biasanya Nares memang menyuruh Zahra dan anaknya tinggal sementara di rumah kedua orang tuanya, ketika ia sedang ada pekerjaan di luar kota.


°°°


"Apa kakak setelah ini akan pulang?" tanya Zoya ragu-ragu, yang kini sedang tiduran di paha Nares.


"Tidak. Aku akan menginap, dan akan pulang nanti Senin," jawab Nares seraya mengelus rambut Zoya.

__ADS_1


Kali ini mereka berdua tengah menikmati drama yang ada di televisi, seperti biasa drama romantis kesukaan Zoya, setelah mandi dan mengganti baju dengan baju santai.


Dengan Zoya yang memakai dress piyama berbahan satin berwarna maroon. Sedangkan...


__ADS_2