
Di tengah-tengah perjalanannya, ia melupakan ponselnya yang tertinggal di apartemennya, dan bahkan ia lupa untuk memberitahukan password apartemennya ke Zoya.
Ingin kembali lagi ke sana, rasanya tidak mungkin, karena ia sudah hampir sampai di rumahnya yang berada di salah satu perumahan.
Sesampainya Nares di rumah, ia langsung memasukan mobilnya di garasi, setelah itu ia pun turun dan masuk kedalam rumahnya, untung saja ia membawa kunci cadangan, jika tidak mungkin ia akan menggangu, istrinya sedang tidur.
Ia melirik jam yang ada ditangannya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Nares pun menghela nafasnya, setelah mengunci kembali pintu utama, ia pun mulai menaiki tangga menuju lantai dua, yang dimana letak kamarnya dengan sang istri berada.
Cklek.
Ia pun membuka pintu kamarnya, dan melihat anak dan istrinya sudah terlelap, dan untungnya istrinya itu tidak menunggu nya pulang. Jika iya, sudah pasti istrinya itu akan tertidur di sofa ruang tv.
Pertama ia mendekati box bayi, yang berisi putri kecilnya itu, setelah berada dekat dengan box bayi, ia pun perlahan mencium kening putrinya.
Setelah itu ia beralih ke arah sang istri, ia berjalan mendekati istrinya itu sedang terlelap dengan posisi terlentang, setelah berada dihadapan istrinya itu Nares pun mencium kening istrinya sama seperti ia mencium anaknya.
"Maaf..." lirih Nares.
__ADS_1
Setelah mengucapkan kata "maaf" dan mencium kedua orang yang ia sayangi, Nares pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket karena keringat.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian tidurnya, ia pun naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya di samping sang istri.
Setelah itu, ia pun mengangkat kepala istrinya itu dengan hati-hati, setelah itu ia pun meletakan kepala istrinya itu di lengannya, kemudian ia pun memeluk istrinya itu dengan erat.
°°°
Di tempat lain, seorang gadis tengah bermimpi buruk, ia bermimpi sebuah kecelakaan mobil, dan di dalam mobil itu terdapat kedua orangtuanya dan juga adiknya yang masih berumur lima tahun.
Mobil yang dikendarai oleh kedua orangtuanya itu masuk kedalam jurang.
"Tidaaaakkkkk," Zoya pun seketika bangun dari tidurnya, setelah memimpikan kejadian yang menimpa keluarganya itu.
Ya, orang itu adalah Zoya, ia baru saja tidur beberapa menit, namun karena bermimpi buruk ia tak bisa tidur kembali.
Setelah minum, ia pun memutuskan untuk menonton drama Korea kesukaannya di tv, dikarenakan ponsel miliknya sudah dihancurkan oleh pamannya itu.
°°°
__ADS_1
Pada saat pukul jam 04:35 wib, Zahra pun terbangun dari tidurnya, ia merasakan tubuhnya di timpa oleh sebuah tangan.
Saat ia membuka matanya, ia melihat ternyata ia sedang berada di dekapan sang suami, ia pun melihat ke wajah sang suami, dan ia pun tersenyum, lalu ia perlahan menyentuh setiap lekukan yang ada di wajah suaminya yang tampan.
"Apa sudah selesai menyentuh wajahku yang tampan ini?" tanya Nares dengan suara serak, tanpa membuka matanya, karena sejujurnya ia masih mengantuk.
"Mas, kamu sudah bangun?"
"Belum, tapi karena kamu menyentuh wajahku, jadinya aku terbangun," ucapnya masih dengan wajah seraknya.
"Maaf," cicit Zahra.
Dan seketika Nares pun membuka matanya, ia bisa melihat wajah istri cantiknya tanpa polesan makeup, kemudian ia tersenyum, dan mengelus pipi istrinya itu.
"Untuk apa minta maaf?" tanyanya.
"Karena sudah membangunkan kamu," jawab Zahra.
"Tidak sama sekali. Yasudah, sebaiknya kita siap-siap untuk sholat subuh," ajak Nares.
__ADS_1
"Iya mas."
Mereka pun kemudian beranjak dari tempat tidur, lalu mulai masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.