
Di perjalanan menuju tempat kerjanya, Nares hanya diam saja.
°°°
Di tempat lain, lebih tepatnya di negara lain, kini Zoya telah sampai di bandar udara internasional Los Angeles- Amerika serikat.
Zoya pun melihat ke arah kanan dan kiri, memastikan temannya sudah berada di sana untuk menjemput dirinya.
Tak lama ia pun mendengar suara seseorang yang memanggil dirinya.
"Zoya." Panggil seseorang yang tak lain ialah teman Zoya dulu, pada saat ia tinggal di LA.
"Angel," ucap Zoya, pada saat ia berada di hadapan temannya itu.
Zoya dan Angel pun pergi dari sana. Di dalam mobil, tak ada yang bersuara, hanya keheningan yang melanda.
Tak lama mereka pun sudah sampai di rumah yang dulu Zoya tinggal. Yakni, rumah kedua orang tua dari Daddy Alex, ayah dari Zoya.
Mereka berdua pun sampai di dalam, mereka pun mulai membersihkan rumah itu.
Setelah selesai membersihkan rumah, kini Angel mengajak Zoya untuk berbicara, ia penasaran kenapa teman yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu memilih melarikan diri dari suaminya.
Ya, usia Angel memang lebih tua dari Zoya, namun ia tak memperdulikan itu, malahan ia lebih menganggap Zoya sebagai adiknya sendiri.
Mereka pun duduk di salah satu sofa, dan Zoya pun mulai menceritakan semuanya. (Di sini aku cmn mau tulis bagian pas Zoya pergi dari apartemen).
Flashback on.
Malam itu, setelah mereka mandi keduanya memutuskan untuk tidur.
Namun pada saat itu, Zoya hanya berpura-pura tidur. Pada saat Zoya melihat Nares sudah terlelap dalam tidurnya, Zoya pun bangun dari tidurnya, kemudian ia melangkah menuju ke kamar mandi.
Di sana ia mengganti pakaian, yang sudah Zoya siapkan sebelumnya. Tak lama, Zoya pun keluar, pada saat keluar ia menatap suaminya yang tenang dalam tidurnya.
Zoya pun melangkahkan kakinya ke arah pintu dengan pelan, sambil membawa koper berisi pakaiannya.
Namun sebelum itu, ia menaruh surat yang sudah ia tulis ke atas meja belajarnya.
Setelah itu barulah ia keluar dari kamar itu. Dan pada saat ia berada di halaman apartemen, Zoya pun masuk kedalam mobil yang sudah ia pesan lewat online.
Beruntung nya masih ada taksi online di jam dua dini hari, dan mobil itu pun langsung meninggalkan halaman apartemen.
Tak ada yang tahu Zoya pergi, kecuali pihak keamanan. Sebenarnya pihak keamanan pun ingin bertanya pada Zoya kemana dia akan pergi, namun ia urungkan.
Flashback off.
__ADS_1
"Aku turut prihatin, Zoy," ucap Angel seraya memeluk teman sekaligus yang sudah ia anggap sebagai adiknya.
"Thanks Angel," ujar Zoya, setelah melepaskan pelukannya.
°°°
Di Indonesia.
Nares kini telah pulang dari kantornya, ia pulang ke rumah yang ia tempati bersama dengan Zahra.
"Assalamu'alaikum," ucapnya setelah memasuki rumah.
"Wa'alaikum salam, mas. Kamu kemari, ada apa?" tanya Zahra setelah menyalim punggung tangan suaminya.
"Memangnya mas gak boleh datang ke rumah mas sendiri?" Nares pun balik bertanya dengan senyum yang mengukir di bibirnya.
"Bukan seperti itu, hanya saja ini kan waktu kamu bersama dengan Zoya, mas," jawabnya dengan memelankan suaranya di akhir.
"Zoya tidak ada."
"Maksud mas?"
"Nanti saja mas cerita, mas mau mandi dulu," jawab Nares.
"Yasudah kalau gitu, aku siapkan air untuk mas mandi, dan juga pakaian ganti untuk mas."
Mereka berdua pun masuk kedalam kamar pribadi mereka.
Setelah itu mereka pun turun ke bawah untuk makan malam, dan untuk Zahwa. Seperti biasa, bayi yang kini berusia enam bulan itu sudah terlelap dalam mimpinya.
"Masakan mu selalu enak," puji Nares disela-sela ia makan.
"Terima kasih, mas."
Mereka pun mulai menikmati makan malam mereka.
Setelah selesai makan, mereka berdua pun kembali ke kamar mereka.
"Sayang maafkan mas, mas tau kamu cemburu dan selalu menangis di setiap malam. Kenapa kamu tidak bilang dari dulu, dan kenapa kamu tidak melampiaskan rasa marah dan cemburu mu sama mas," ucap Nares, seraya membelai rambut hitam Zahra yang kini sedang bersandar di dada bidangnya.
"Darimana mas tau kalau aku sering menangis?"
"Waktu itu mas tidak sengaja melihat kamu menangis sayang," jawab Nares.
"Jika seandainya dulu kamu meminta mas untuk berpisah dari Zoya maka akan mas lakukan, tapi kenapa kamu malah menerima pernikahan mas dan Zoya?"
__ADS_1
"Jujur mas. Pada saat kamu bilang kalau kamu ... Kamu menikah kembali, pada saat itu dunia ku hancur mas, hatiku sakit. Tapi apa boleh buat, aku tidak bisa menentang takdir, apalagi mendengar bahwa Zoya tidak punya siapa-siapa disini ... Jadi, karena itu aku mulai menerima maduku itu ..."
"Lagi pula kamu menikah lagi bukan karena nafsu, tapi karena kamu ingin menolong seseorang yang tidak memiliki siapa-siapa, walaupun dia masih muda. Jika seandainya kamu menikah lagi dengan seorang wanita dewasa, dan cantik, tidak seperti Zoya, yang tidak memiliki keluarga ... Saat itu pula, aku meminta mu untuk memilih aku atau dia," ucapnya lagi.
"Terbuat dari apa hati kamu sayang? Kenapa kamu terlalu baik?"
"Aku tidak sebaik itu, aku juga masih memiliki kekurangan mas," jawabnya.
"Terima kasih karena kamu mau menjadi istriku, sayang." Nares pun mencium punggung tangan Zahra, sampai akhirnya mereka berdua saling menatap, dan ... Yah, kalian pasti tau lah. Hehehe.
°°°
Keesokan paginya, dihari weekend ini Nares mengajak Zahra dan putri mereka pergi ke mall, sekedar untuk berkualiti-time bersama.
Disinilah keluarga kecil itu berada, di area bermain khusus anak-anak, meski Zahwa tidak ikut bermain, karena usianya masih balita yakni enam bulan, tapi ia sangat senang melihat orang-orang yang bermain di sana.
"Sepertinya dia juga ingin ikut bermain," ucap Nares melihat putrinya itu terus saja memberontak ingin turun dari gendongannya.
"Sepertinya," timpal Zahra.
"Lebih baik kita cari makan, sebentar lagi waktu makan siang," ujar Nares.
"Iya, tpi nanti. Aku mau mengganti popok Zahwa terlebih dahulu," ucap Zahra.
"Aku antar."
"Tak apa mas. Aku bisa sendiri."
"Yasudah, nanti mas tunggu di restoran sana ya."
"Iya mas."
Zahra pun pergi ke toilet khusus anak-anak atau bayi, sementara Nares, setelah melihat punggung istrinya tak lagi terlihat, ia pun berjalan ke arah restoran yang ada di mall itu.
°°°
Los Angeles- Amerika.
Seperti biasa, sebelum tidur ia menonton drama kesukaannya.
Sebetulnya Zoya rindu dengan suasana di Jakarta, ia rindu dengan kedua temannya, dan ia juga rindu dengan Nares, yang masih berstatus sebagai suami sirinya.
***
Jangan lupa like, komen, vote, dan gift 🙏🤗
__ADS_1
Thank you 😘