Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 54


__ADS_3

Tak lama Nares pun sampai dikediaman orang tuanya, setelah mematikan mobilnya, ia pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Nares, setelah berada di ruang makan. Karena semua orang kini tengah berada di meja makan.


"Wa'alaikum salam," jawab mereka.


"Loh mas, aku pikir kamu kesini habis dari menemui klien mu," ucap Zahra, setelah menyalim suaminya itu.


"Iya nanti jam sepuluh mas menemui klien, dan lebih baik habis sarapan kita langsung pulang." Nares pun duduk di salah satu kursi, setelah menyalim kedua orang tuanya.


"Yasudah kalau begitu, mas." Zahra pun mengambilkan suaminya itu sarapan.


"Oh ya, bagaimana keadaan Zoya?" tanya sang papah.


"Kata mamah kamu, dia sedang ada masalah? Masalah apa?" tanya sang papah lagi.


"Alhamdulillah keadaan Zoya baik pah ... Aku belum tau masalah yang menimpa Zoya apa, dia tidak cerita," jawabnya.


"Yasudah, papah hanya bilang, jaga istri-istri mu. Terlebih lagi Zoya, karena dia masih polos."


"Iya pah."


Mereka pun mulai menikmati sarapannya.


°°°


Sementara di apartemen, kini Zoya tengah rebahan di atas ranjangnya, sambil menonton drama Korea kesukaannya di laptop.


Karena hari ini ia ijin tidak masuk kuliah, lantaran area sensitifnya masih merasa sakit, ditambah lagi ia masih belum bisa berjalan.


Jika ia memaksa, untuk tetap kuliah. Ia yakin kedua temannya itu akan mengejeknya, bagaimana tidak, cara berjalannya seperti seekor pinguin.


"Hufs, bosen juga," ucapnya.


°°°


Disisi lain, kini Nares dan juga istrinya, serta anaknya itu, sudah sampai di rumah mereka.


Setelah mematikan mesin mobilnya, Nares pun keluar disusul oleh istrinya dengan menggendong putri mereka.


Sementara Zahra dan putrinya masuk kedalam rumah, Nares justru membuka bagasi mobil, dan mengambil koper beserta tas bayi, dan membawanya kedalam.


"Sayang, mas pergi menemui klien dulu ya," ucapnya pada sang istri, setelah mereka sudah berada di dalam kamar.


"Iya mas, hati-hati ya."


"Iya."

__ADS_1


Nares pun keluar dari kamarnya dan pergi menemui kliennya itu di cafe.


Sementara Zahra, setelah menidurkan putrinya, ia pun bergegas turun kebawah dan pergi ke dapur, untuk melihat apakah ada bahan untuk ia masak.


Setelah berada di dapur, ia melihat ternyata tidak ada satu bahan atau sayuran untuk di masak.


Ia pun mengirimkan pesan pada suaminya, dan menanyakan kapan ia pulang, karena ia ingin mengajak suaminya itu pergi ke swalayan untuk berbelanja bahan makanan untuk ia masak.


^^^Me.^^^


^^^Assalamu'alaikum mas, maaf aku mengganggu. Aku hanya ingin tanya, kapan kamu akan pulang? Soalnya aku ingin mengajak kamu ke swalayan, untuk beli bahan makanan. Pasalnya bahan makanan di rumah sudah habis.^^^


Setelah mengirimkan pesan pada suaminya, Zahra pun kembali ke kamarnya, ia akan istirahat sejenak, selagi ia menunggu balasan dari suaminya itu.


°°°


Di lain tempat, Nares yang kini sudah menyelesaikan pertemuannya dengan kliennya itu pun segera keluar dari cafe.


Pada saat didalam mobil, ia melihat ponselnya yang memang sedari tadi dalam mode senyap, sehingga ia tidak tahu ada notifikasi masuk kedalam ponsel nya itu.


Pada saat ia melihat, ada notifikasi pesan dari kedua istrinya itu.


Yang satu pesan dari Zahra, yang meminta dirinya menemani istrinya itu ke swalayan. Dan satunya lagi dari Zoya, ia meminta diantarkan ke mall, karena ingin membeli sesuatu untuk kuliah nya.


Nares pun bingung, ia bingung harus menemani siapa terlebih dahulu, pasalnya kedua istrinya itu mengirim pesan dalam waktu bersamaan.


Humairah ku ❤️


Assalamu'alaikum mas, maaf aku mengganggu. Aku hanya ingin tanya, kapan kamu akan pulang? Soalnya aku ingin mengajak kamu ke swalayan, untuk beli bahan makanan. Pasalnya bahan makanan di rumah sudah habis.


^^^Me.^^^


^^^Wa'alaikum salam, iya sayang. Bentar lagi mas pulang, sebaiknya kamu siap-siap dulu, biar nanti mas pulang langsung ke swalayan.^^^


Balas Nares, setelah itu ia pun membalas pesan dari istri keduanya, Zoya.


Zoya.


Kakak, bisakah antar aku ke mall sebentar? Soalnya ada yang ingin aku beli, ini untuk mata kuliahku, terlebih lagi teman-teman ku tidak ada yang bisa menemani ku. Jika kakak sibuk tak apa, aku bisa pergi sendiri pakai taksi.


^^^Me.^^^


^^^Iya aku akan mengantarkan kamu. Tapi nanti, tidak sekarang. Sore atau malam, aku antar, untuk sekarang aku tidak bisa. Karena aku akan mengantar Zahra terlebih dahulu, karena ia meminta untuk di temani ke swalayan, kamu tidak keberatan, kan?^^^


Zoya.


Tidak kak, aku sama sekali tidak keberatan. Yasudah, aku tunggu.

__ADS_1


^^^Me.^^^


^^^Iya.^^^


Setelah membalas pesan dari Zoya, Nares pun menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya ke rumah nya.


Tak lama, Nares pun sampai di halaman rumahnya. Di sana ia melihat istri dan anaknya itu tengah berdiri di teras rumah, dengan penampilan yang sudah rapi.


Nares pun turun dari mobil, dan mengahmipir mereka.


"Wah, ternyata putri ayah juga mau ikut ya," ucapnya setelah berada di hadapan mereka.


"Iya dong," ujar Zahra dengan nada seperti anak kecil.


"Yasudah kalau begitu ayo." Nares pun merangkul pinggang istrinya itu.


Nares pun membuka pintu mobil untuk istrinya, dan ia pun masuk kebagian kemudi.


Setelah istrinya itu sudah memakai seat belt dengan menggendong anak mereka menggunakan gendongan seperti kangguru.


Nares pun menjalankan mobilnya.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di swalayan. Mereka pun turun dari mobil.


Kini Nares mengambil alih untuk menggendong putri mereka, Zahwa.


Ia menggendong putrinya, seraya mendorong troli belanjaan, sementara Zahra ia berjalan di sampingnya.


Mereka memang keluarga ya harmonis, orang lain yang melihat itu pasti iri akan keharmonisan dari ketiganya.


Di sana Zahra mulai memilih bahan untuk ia masak.


°°°


Hari pun sudah malam, jam sudah menunjukkan pukul 20:00 wib.


Di apartemen, Zoya kini tengah bersiap-siap untuk pergi ke mall, bersama Nares, suaminya.


Walaupun suaminya itu, tidak mengabarinya lagi, tapi ia yakin, suaminya itu pasti akan menepati janjinya.


Zoya pun terus menunggu kedatangan suaminya itu, terlebih lagi jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun suaminya itu belum juga datang ke sana.


Ia pun terus menghubungi nomor ponsel suaminya, namun selalu tidak di angkat.


"Apa kakak lupa." Monolog nya.


"Sudahlah, lebih baik aku tidur saja. Nanti saja, aku akan membelinya besok. Lagi pula, jam pelajaran terakhir ini." Zoya pun masuk kedalam kamar, untuk membersihkan wajahnya yang terdapat makeup itu.

__ADS_1


Tak lama ia pun keluar dari kamar mandi, yang sudah rapi dengan pakaian tidurnya.


__ADS_2