Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 57


__ADS_3

Nares pun meletakan dagunya di bahu sang istri.


Sementara Zoya hanya diam, ia memejamkan matanya seraya menghela nafasnya.


Nares sengaja melakukan itu, ia sadar. Tak seharusnya ia mencurigai Zoya, Nares pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Maaf," ucapnya lagi.


Zoya pun melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya, kemudian ia berbalik menghadap ke arah suaminya itu.


"Untuk apa kakak minta maaf," ujar Zoya.


"Untuk kesalahan ku waktu itu, yang tidak bisa mengantarkan kamu pergi ke mall, dan untuk tadi, karena aku mencurigai mu," ucapnya.


"Sudahlah kak, aku sudah memaafkan kakak." Zoya pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun sebelum masuk kedalam kamar mandi, ia terlebih dahulu mengambil baju tidurnya.


Sementara Nares, ia masih berdiri, melihat punggung Zoya yang sudah masuk kedalam kamar mandi.


Drret, drret, drret.


Ponsel milik Nares berdering, ia pun melangkahkan kakinya ke balkon, dan mulai menerima telepon.


Tak lama, Nares pun mengakhiri teleponnya, bertepatan pada saat itu, Zoya pun sudah keluar dari kamar mandi.


Di sana Nares melihat Zoya sudah memakai pakaian tidurnya, celana panjang, dan baju berlengan panjang pula, tengah mengerikan rambut menggunakan handuk.


"Aku sudah menyiapkan air untuk kakak mandi," ucap Zoya setelah Nares berada di dekatnya.


"Terima kasih," ujarnya, seraya membuka kemeja yang ia pakai, dan juga celana panjangnya, dan kini yang tersisa hanya celana boxer-nya saja.


Setelah itu ia pun masuk kedalam kamar mandi, setelah Nares masuk ke kamar mandi, Zoya menyiapkan pakaian untuk Nares.


Setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya, Zoya pun duduk di atas ranjang seraya memainkan ponselnya.


Cklek.


Nares pun keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


Ia melihat, pakaiannya sudah tersusun rapi di atas ranjang, dan ia juga melihat istrinya itu tengah duduk bersandar di kepala ranjang, seraya memainkan ponselnya.


Nares pun melangkah dan mengambil pakaiannya.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Zoya, melihat suaminya itu tengah memakai baju di depannya, sehingga ia dapat melihat suaminya itu kini bertelanjang dada dan hanya memakai celana d***m.

__ADS_1


"Memakai pakaian ku," jawab Nares dengan santai.


"I- iya, tapi ... Kenapa tidak di dalam kamar mandi? Biasanya juga kakak, mengganti baju di dalam kamar mandi," ucapnya, masih memalingkan wajahnya.


"Kenapa? Toh, kamu sudah lihat ini," jawabnya.


Dan seketika Zoya melihat ke suaminya itu, yang sudah lengkap berpakaian, memakai kaos oblong berwarna putih, dan juga celana pendek berwarna hitam.


"Apa?" tanya Nares, ketika istri nya itu terus saja melihat dirinya.


Sebenarnya, Nares juga malu, berpakaian di depan Zoya, karena tidak biasa. Namun bagaimana lagi, istrinya itu terus saja diam, tanpa mau bicara dengannya.


Kemudian Nares pun naik ke atas ranjang, dan duduk di samping Zoya.


"Tidurlah, ini sudah malam," ujarnya, melihat sang istri masih asik memainkan ponselnya.


"Hm." Zoya pun hanya berdehem.


Nares pun menghela nafas, kemudian ia mengambil ponsel Zoya, setelah dapat ia taruh ponsel Zoya di atas nakas yang berada di sampingnya.


"Kakak, kembalikan ponselku," pinta Zoya dengan wajah kesal.


"Tidak. Kau harus tidur, Zoya. Ini sudah malam, besok kamu harus pergi kuliah."


"Kakak, apa-apaan sih. Aku itu bukan anak kecil, yang harus di suruh tidur, karena besoknya harus sekolah," ucapnya, ia pun mencoba mengambil ponselnya, namun Nares menghalangi.


Begitupun dengan Nares, ia tidak sadar bahwa istrinya itu sudah duduk di atas pahanya. Karena mereka terlalu asik merebutkan ponsel Zoya.


"Kakak kembalikan."


"Tidak mau." Nares pun mencoba menjauhkan ponsel Zoya dari pemiliknya.


Zoya pun tak tinggal diam, ia pun mencoba untuk mengambil ponsel miliknya. Namun di saat ia mengambil ponselnya dari tangan Nares, tanpa sengaja ia menarik tangan Nares, sehingga mereka terjatuh, dengan Nares yang mengukung dirinya.


Meraka pun saling bertatapan, cukup lama, sehingga Nares memutuskannya terlebih dahulu.


Kemudian ia pun bangkit dari posisinya, dan duduk kembali.


"Sebaiknya kita tidur," ucap Nares, dengan canggung.


Dan kali ini Zoya pun menurut, ia pun tidur dengan posisi menyamping, membelakangi Nares, dan menyelimutinya sampai batas dadanya.


Begitu pun dengan Nares, ia menidurkan dirinya dengan posisi terlentang, dan ia pun melihat langit-langit yang ada di kamarnya.

__ADS_1


Tak lama Nares pun menyusul Zoya, yang sudah lebih dulu masuk kedalam dunia mimpi.


...***...


Tiga bulan kemudian.


Tidak terasa sudah tiga bulan pernikahan Zoya dan Nares.


Dan pada saat kejadian itu, Zoya tak lagi bersikap acuh pada suaminya, justru ia sekarang sudah belajar menjadi istri yang baik.


Bahkan ia juga belajar memasak, meski hasilnya tidak ada yang sempurna, sehingga Nares melarang nya untuk memasak.


Bagaimana tidak, pernah waktu itu, Zoya yang hampir membuat unit apartemen Nares terbakar. Oleh karena itu, Nares pun melarang Zoya untuk menyentuh kompor.


Dan semenjak tiga bulan pula, Nares tidak pernah mengajak Zoya untuk liburan.


Namun kali ini, Nares mengajak Zoya untuk berlibur ke Bali. Selagi, Zoya tengah libur semester.


Dan disini lah mereka, di dalam pesawat yang tengah menuju Bali.


Tak lama, mereka pun tiba di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.


Nares dan Zoya pun kini tengah menunggu jemputan, yang akan mengantar mereka ke villa.


Tak berselang lama, mobil jemputan Nares pun tiba. Nares dan Zoya pun masuk kedalam mobil, dan mobil itu pun melaju membelah jalan, menuju villa pribadi milik keluarganya Nares.


Kini mereka pun sudah sampai di villa, mereka berdua turun dari mobil, sementara supir tadi membantu Nares untuk membawakan koper milik Nares dan Zoya.


Di sana mereka akan tinggal di villa, yang dekat dengan pantai.


Saat mereka sudah berada di dalam kamar, dan sudah membereskan barang-barang mereka, Nares dan Zoya lebih memilih istirahat terlebih dahulu, baru setelah itu, mereka akan menjelajahi Dewata Bali.


Sore hari pun tiba, kini Nares dan Zoya tengah bersiap-siap untuk pergi ke pantai Kuta Bali.


Karena memang kebetulan letak villa mereka dekat dengan pantai Kuta Bali, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk mereka sampai.


Saat di sana, dan sebelum menyelusuri pantai, mereka terlebih dahulu makan, karena kebetulan waktu siang tadi, mereka tidak sempat untuk makan.


Mereka pun makan di salah satu restoran yang ada di sana, dengan pemandangan yang indah, menghadap langsung ke arah pantai yang luas.


Di sana, Nares dan Zoya memesan berbagai makanan khas Bali.


***

__ADS_1


Selamat membaca 🌷


Thanks πŸ™πŸ˜


__ADS_2