
Zoya pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia pun menatap langit-langit yang ada di kamarnya itu, dan matanya mulai berkaca-kaca.
Dan tanpa bisa dicegah, air matanya lolos sehingga berhasil membasahi pipinya, namun dengan cepat Zoya pun menghapusnya.
"Nasib menjadi istri kedua," lirihnya dengan senyum yang kecut.
Tak lama ia pun memejamkan matanya, kemudian Zoya pun tertidur.
°°°
Di rumahnya, Nares yang kini hendak tidur itu pun teringat akan janjinya terhadap istri keduanya itu.
"Astaga apa yang aku lakukan," ucapnya pada diri sendiri.
"Kenapa mas?" tanya Zahra, yang sudah tidur si samping Nares.
"Ah tidak apa-apa," jawab Nares pada istrinya itu, tapi matanya melirik ke arah jam yang menggantung di dinding.
Jam itu menunjukkan pukul sebelas malam.
Setelah mendengar suaminya, Zahra pun kembali tidur. Sementara Nares, melihat istrinya tidur dengan lelap, ia pun beranjak dari tidurnya, kemudian ia mengambil ponselnya yang tengah di charger itu.
Setelah itu, ia pun menuju balkon. Di sana, ia mencoba menghubungi istrinya itu, namun beberapa kali ia menghubungi tak kunjung ada jawaban, mungkin saja istri kecilnya itu sudah terlelap dalam tidurnya.
Nares pun menghela nafasnya, jika saja ia tak lupa dan menghabiskan waktu untuk memeriksa pekerjaannya, mungkin ini tak mungkin terjadi.
Ya, tadi pada saat Nares dan Zahra selesai berbelanja, mereka terlebih dahulu makan siang di restoran.
Setelah itu baru lah mereka pulang, dan pada sore harinya Nares mengajak keduanya pergi ke taman sekedar menghabiskan waktu bersama.
Sepulangnya mereka dari taman, Nares pun langsung masuk kedalam kamar mandi, dan pada saat jam tujuh malam ia hendak pergi ke apartemennya, karena Zoya meminta dirinya untuk menemaninya pergi ke mall.
Namun pada saat keluar dari kamar mandi, ia mendapatkan pesan dari Roy, bahwa ada pekerjaan yang harus ia periksa.
Terpaksa Nares pun memeriksa pekerjaan yang Roy kirim ke email-nya, ia pun memeriksa pekerjaannya dengan serius, sampai-sampai ia lupa bahwa ia harus pergi menemui istrinya itu, ditambah lagi ponselnya mati karena kehabisan baterai.
Setelah menelpon berkali-kali, dan tidak ada jawaban, Nares pun kembali kedalam kamarnya.
Ia pun kembali merebahkan dirinya di samping sang istri, lalu mulai menyusul istrinya itu yang sudah terlelap dalam tidurnya itu.
°°°
Pagi menerpa, Nares yang sudah rapi dengan setelan kerjanya itu pun langsung turun kebawah.
__ADS_1
Setelah dibawah, ia pun langsung pergi ke ruang makan, yang letaknya memang berada satu ruangan dengan dapur.
Setelah berada di sana, Nares pun mencium pipi Zahra yang tengah menata makanan di atas meja.
"Selamat pagi," ucapnya, seraya mencium pipi istrinya itu.
"Pagi."
Nares pun duduk di kursi, sementara Zahra mengambilkan nasi beserta lauk pauk nya untuk suaminya itu.
Setelah sarapan, Nares pun langsung pergi ke mobilnya, dengan Zahra yang mengantarkannya sampai depan rumah.
"Mas berangkat ya," ucap Nares, ketika mereka berada di depan mobil Nares.
"Iya mas, hati-hati." Zahra pun menyalim punggung tangan suaminya.
Setelah mencium kening istrinya, Nares pun masuk kedalam mobilnya, dan mulai menjalankan mobilnya.
Nares pun melambaikan tangannya ke istrinya itu, dan di balas oleh Zahra.
Setelah mobil suaminya sudah tidak terlihat, Zahra pun masuk kedalam rumah.
°°°
Di sana ia melihat tidak ada istrinya itu, kemudian ia melangkah ke dapur, dan di sana hanya ada bi Siti yang tengah mencuci piring.
"Bi dimana Zoya?" tanya Nares pada bi Siti.
"Non Zoya. Non Zoya sudah berangkat pagi tadi den," jawabnya.
"Pagi-pagi sekali?" tanyanya memastikan, karena tidak bisanya istrinya itu pergi ke kampus sepagi ini, apalagi jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Iya den."
"Yasudah kalau begitu."
Nares pun pergi dari apartemennya, dan ia kembali melajukan mobilnya membelah jalan.
Tak butuh waktu lama, mobilnya pun sampai di perusahaan Syahputra company.
Setelah memakirkan mobilnya, ia pun masuk kedalam lobby perusahaan. Pada saat ia masuk, ia di sapa oleh karyawan yang berlalu lalang, dan Nares pun membalasnya dengan senyuman yang tipis.
Setelah itu, ia pun masuk kedalam lift, untuk menuju lantai tempat ruang CEO.
__ADS_1
Setelah berada di ruangannya, ia pun langsung duduk di kursi kerjanya. Dan ia pun mulai memeriksa berkas yang sudah ada di atas meja kerjanya.
°°°
Di kampus, setelah jam pelajaran pertama berakhir, Zoya dan kedua temannya pun pergi ke mall sebentar, untuk membeli keperluan yang ditugaskan untuk pelajaran terakhir nanti.
Tak lama, mobil yang dikendarai oleh Ratna pun sampai di salah satu mall yang ada di kota itu, dan beruntungnya mall itu pun lokasinya dekat dengan kampus tempat mereka belajar.
Setelah memakirkan mobilnya di basement mall, ketiganya masuk kedalam mall.
Di sana mereka langsung menuju ke toko tempat yang akan Zoya beli, setelah membeli apa yang ingin Zoya beli, mereka pun mampir ke salah satu tempat makan khas Korea.
Mereka pun memesan beberapa jenis makanan Korea. Selesai makan, mereka pun memutuskan untuk langsung kembali ke kampus mereka, karena sebentar lagi kelas akan dimulai.
Dan untung saja, jalanan tidak macet, sehingga mereka kembali tepat waktu.
°°°
Waktu pun berlalu cepat, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul jam tiga sore.
Nares yang sedari tadi berkutik dengan berkas-berkas dan juga laptop nya pun segera menutup nya.
Kemudian ia beranjak dari duduknya, dan berniat untuk pulang terlebih dahulu, kerena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang ia kerjakan.
Nares berniat untuk menjemput Zoya dari kampusnya, namun sayang pada saat ia sampai di kampus tempat istrinya belajar itu, ia tak menemukan keberadaan istri kecilnya itu.
Ia hanya melihat salah satu teman Zoya, yakni Dila, yang sepertinya sedang menunggu jemputan.
Nares pun memutuskan untuk mengahmipir nya, dan bertanya dimana istrinya, sekaligus ingin bertanya tentang masalah yang menimpa istrinya kemarin.
Dan pada saat menemui Dila, Dila mengatakan bahwa istrinya itu sudah pulang dengan di antar oleh Erik.
Mendengar nama Erik membuat rahang Nares mengeras, entah mengapa jika mendengar nama Erik, amarahnya memuncak.
Tak hanya itu ia pun marah mendengar cerita yang diceritakan oleh Dila tentang kejadian yang di alami oleh Zoya kemarin.
Entahlah, Nares kali ini benar-benar emosi, tanpa pamit, ia langsung masuk mobil, dan langsung menginjak pedal gas, dan membawa mobilnya dengan kecepatan cukup kencang.
Tak lama, ia melihat istrinya itu yang baru saja turun dari motor.
***
Selamat membaca 🤗
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote 🙏💚