Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 80


__ADS_3

Sementara Nares, ia tengah memikirkan, tentang kapan ia mengeluarkan benihnya di dalam rahim Zoya.


Dan setelah di pikirkan, Nares pun mengingat, pada malam panas, yang dimana malam itu ia memberi nafkah batin pada Zoya, sebelum paginya Zoya pergi darinya.


Ya, pada malam itu, ia ingat bahwa ia mengeluarkan benihnya di dalam sehingga memenuhi rahim Zoya.


Tak lama mobil pun sampai di depan halaman rumah Zoya, mereka pun turun dari mobil.


"Mm ... Ini obatnya, dan aku pulang ya. Kan sudah ada suamimu yang menemani," ucap Angel.


"Terima kasih ya kak." Zoya pun mengambil obatnya dari tangan Angel.


"Sudah ku katakan, jangan panggil aku kakak," ucapnya tak terima.


"Iya-iya maaf."


"Gitu dong." Angel pun memeluk Zoya sebelum ia kembali ke apartemennya.


"Jaga adikku, jangan sakiti dia," ucap Angel pada Nares, dan diangguki oleh Nares.


"Jo antar nona Angel ke apartemennya." Nares pun meminta Jo untuk mengantar Angel pulang.


"Astaga, Angel saja. Jangan panggil nona," ucapnya.


"Baiklah," ujar Nares.


"Kalau begitu bye, besok aku akan ke sini lagi. Jadi, jangan dulu pulang ke Indonesia oke, Zoy." Angel pun melambaikan tangannya.


"Oke," balas Zoya.


Mobil yang dikendarai oleh Jo pun sudah pergi meninggalkan halaman rumah Zoya.


Nares dan Zoya pun masuk kedalam rumah.


"Dimana kamarmu?" tanya Nares pada istrinya itu, setelah mereka sudah berada di dalam rumah.


"Di sana," jawab Zoya, seraya menunjuk ke arah pintu yang letaknya berada di dekat ruang tv.


Nares pun membawa Zoya ke kamar, didalam kamar Nares menyuruh Zoya untuk istirahat.


Sementara dirinya memilih untuk memasak sesuatu untuk Zoya dan juga bayinya yang masih berada di dalam perut Zoya.


"Istirahat lah, aku di luar. Jika ada sesuatu panggil saja aku," ucapnya, seraya menyelimuti Zoya sampai batas perutnya.


"Iya kak, terima kasih." Zoya pun mencoba untuk memejamkan matanya.


Melihat istrinya yang mulai tidur, Nares pun keluar dari kamar itu.


Nares pun melangkahkan kakinya menuju dapur, tadinya ia ingin mengabari pada istri pertamanya itu, bahwa ia sudah sampai.


Namun niatnya ia urungkan, karena Nares berpikir mungkin istrinya itu sudah tidur. Jika disini masih pagi, maka di Indonesia sudah malam hari.


Apalagi perbedaan waktu antara LA dan Jakarta memiliki perbedaan waktu antara 15 jam.

__ADS_1


Oleh karena itu, Nares memilih nanti saja menghubungi istrinya dan juga keluarganya.


Nares pun mulai berkutat dengan bahan makanan dan juga alat-alat dapur.


Jam pun sudah menunjukkan pukul dua belas siang waktu Los Angeles- Amerika serikat.


Dan Nares pun telah menyelesaikan masakannya, kemudian ia pun berencana ingin memanggil Zoya untuk makan siang, tapi sebelum itu, Zoya sudah terlebih dahulu keluar dari kamarnya.


"Baru saja aku ingin membangunkan mu, untuk makan siang," ucap Nares ketika Zoya sudah berada di hadapannya.


"Kakak masak?" tanya Zoya.


"Iya."


"Kak. Kakak, tidak seharusnya masak. Yang seharusnya masak adalah aku, maafkan aku," ucap Zoya.


"Tak apa, untuk sekarang biar aku yang masak."


"Aku berfikir nanti aku akan belajar," ucap Zoya dengan semangat.


"Iya." Nares pun mengacak rambut Zoya, seraya tersenyum manis.


"Oh ya. Selama disini, siapa yang memasak untukmu?" tanya Nares, saat mereka berjalan menuju ke dapur, karena Nares belum mengetahui selama disini siapa yang memasak untuk istrinya itu.


"Angel. Kalau Angel sedang sibuk bekerja, maka aku pesan makanan lewat online, atau beli sendiri," jawab Zoya.


"Begitu."


Nares dan Zoya pun duduk di kursi makan.


°°°


Pagi harinya, setelah selesai memandikan anaknya, Zahra pun turun kebawah untuk membantu mertuanya itu masak untuk sarapan.


"Pagi mah," sapa Zahra, pada saat ia sudah berada di dapur.


"Pagi sayang," balas sang mamah dengan senyum ramahnya.


"Biar Ara bantu ya mah."


"Iya sayang."


Zahra dan mamah Anggun pun masak untuk sarapan, sementara Zahwa ia titipkan pada salah satu ART yang ada di rumah itu.


Tak lama masakan yang mereka masak pun selesai.


"Ara sayang. Apa suamimu sudah menghubungi mu?" tanya sang mamah.


Kini mereka tengah meletakkan beberapa menu makanan di atas meja makan.


"Belum mah," jawab Zahra.


"Kenapa anak itu belum menghubungi mu atau pun mamah dan papah," ujar sang mamah.

__ADS_1


"Mungkin mas Nares tidak ada waktu mah, bukankah perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika cukup jauh. Mungkin saja, pada saat mas Nares sampai pada waktu pagi, sementara disini malam hari, jadinya mas Nares tidak mau mengganggu tidur kita, mah."


"Iya juga sih. Kamu benar Ara, nanti juga telepon tuh anak. Yasudah, mamah panggil papah dulu ya."


"Iya mah."


Zahra pun sambil menunggu mamah dan papah mertuanya turun ia menemui putrinya yang sedang berada di ruang tengah bersama salah satu ART di rumah mertuanya itu, sementara sang mamah ia memanggil suaminya itu untuk turun dan sarapan bersama.


"Ara ayo kita sarapan," ajak sang papah mertua.


"Iya pah. Bi tolong jaga Zahwa dulu ya," ucapnya pada bibi pelayan yang bernama bi Inem.


"Iya non."


"Terima kasih bi."


"Sama-sama non."


Setelah itu Zahra pun menyusul kedua mertuanya ke ruang makan.


Di sana ia pun duduk di salah satu kursi yang biasanya ia duduki, jika ia dan Nares menginap di rumah kedua orang tua Nares.


Setelah itu mereka bertiga pun sarapan bersama.


°°°


Los Angeles- Amerika serikat.


Jika di Jakarta sudah pagi, maka lain lagi di LA yang masih malam.


Setelah makan malam, Nares memutuskan untuk menelpon istri pertamanya itu. Sementara Zoya ia sudah berada di dalam kamar, setelah meminum vitamin dan juga susu hamil.


Dan disinilah sekarang Nares, di depan teras rumah, ia duduk seorang diri.


Dan kali ini Nares melakukan sambungan Vido call.


"Halo, assalamu'alaikum," ucapnya setelah sambungan telepon terhubung.


"Wa'alaikum salam, mas. Bagaimana kamu sudah sampai? Kamu baik-baik saja, kan?" jawab Zahra, sekaligus bertanya di sebrang sana.


"Alhamdulillah mas sudah sampai, dan juga kabar mas baik. Kamu sendiri bagaimana? Dan Zahwa tidak merepotkan kamu, kan?"


"Alhamdulillah, Zahwa tidak merepotkan aku sama sekali."


"Oh ya. Sedang apa kamu sayang?"


"Aku baru selesai sarapan sama mamah dan juga papah, mas." Zahra *yang hendak memberikan ponselnya pada sang mamah mertua, namun mertuanya itu menyuruhnya agar dia saja yang berbicara dengan Nares.


Dan Zahra pun menurut*.


"Oh. Salam buat mamah dan papah."


"Iya mas. Oh ya, mas. Apa kamu sudah bertemu dengan Zoya?"

__ADS_1


"Sudah, ini sekarang aku sedang berada di rumah Zoya."


"Lalu kapan kalian pulang?"


__ADS_2