
Selesai makan, mereka pun pergi ke tepi pantai.
Di sana Nares dan Zoya pun bersenang-senang, menikmati keindahan pantai.
Setelah asik bermain di pantai, keduanya pun memutuskan untuk pulang ke villa mereka, karena hari sebentar lagi malam.
Di villa, setelah melaksanakan ibadahnya, kini Nares dan Zoya tengah duduk santai di kursi yang ada di dekat kolam renang.
"Apa kamu senang?" tanya Nares, menghilangkan kesunyian di antara keduanya.
"Tentu aku senang," jawab Zoya.
"Maaf, baru kali ini aku bisa mengajakmu liburan ke luar kota," ucap Nares.
"Tak apa," ujar Zoya, ia pun tersenyum manis ke arah suaminya itu.
"Kau ingin pergi keluar?" tanya Nares.
"Boleh."
Mereka pun pergi keluar, dan mulai pergi ke tempat yang sering di kunjungi.
Di sana mereka membeli jagung bakar, dan juga membeli beberapa pernak-pernik khas Bali, dan bukan hanya itu, mereka pun makan malam di salah satu restoran di sana.
Mereka benar-benar menikmati keindahan Kuta Bali pada malam hari.
Setelah cukup puas berjalan menikmati keindahan Kuta Bali, mereka pun pulang ke villa.
°°°
Tak terasa sudah empat hari mereka di Bali, selama di Bali mereka pun mengunjungi beberapa tempat wisata.
Seperti, Garuda Wisnu kencana (GWK), tanah lot, pasar seni Ubud, dan lainnya.
Dan hari ini adalah malam terakhir mereka di Bali, karena besok mereka harus pulang kembali ke Jakarta.
Dan disinilah mereka berada, di taman belakang dekat dengan kolam renang, yang sudah di sulap menjadi tempat makan berdua dengan nuansa romantis, yang dilakukan oleh Zoya.
Ya, Zoya yang sudah melakukan hal ini, ia ingin memberikan suprise kepada suaminya itu.
"Zoy, kamu mau apa?" tanyanya pada sang istri yang tengah menutup kedua matanya menggunakan kedua tangan Zoya.
"Udah kakak diam aja," jawabnya.
Zoya pun menuntun Nares untuk duduk di kursi yang sudah ia siapkan.
"Tunggu, jangan di buka mata dulu." Pinta Zoya.
__ADS_1
Dan Nares pun menurut, ia tak membuka matanya.
"Satu ... Dua ... Tiga ... Buka."
"Suprise!!" teriak Zoya bahagia, ketiak suaminya itu sudah membuka matanya.
Dan untuk Nares, ia terkejut, lantaran ia tak menyangka bahwa istrinya itu akan menyiapkan kejutan untuk dirinya.
"Bagaimana? Kakak suka?" tanya Zoya, yang sudah duduk di pangkuan suaminya itu.
"Apa yang kamu lakukan, tak seharusnya kamu melakukan ini, Zoy."
"Memangnya kenapa? Memangnya seorang istri tidak boleh memberikan kejutan untuk suaminya?" tanyanya.
"Bukan begitu, hanya saja ..."
"Stttt, kakak lebih baik kita menikmati hari terakhir kita di Bali." Zoya pun bangkit dari duduknya, ia pun duduk di kursi yang berada di depan suaminya itu.
"Tunggu dulu, kenapa kamu pakai baju begini?" tanya Nares, karena ia baru ngeh ternyata istrinya itu memakai dress yang belahan dada sedikit terlihat.
"Kenapa?" Bukannya menjawab, Zoya justru bertanya balik.
"Zoy, lihat baju yang kamu pakai. belahan dada mu terlihat," ucap Nares, sejujurnya Nares tak suka jika istrinya itu memakai pakaian yang terbuka, ia tak mau orang lain melihat istrinya itu berpakaian seperti itu.
"Kakak, aku berpakaian seperti ini hanya didepan kamu, mana berani aku memakai pakaian yang memperlihatkan buah dadaku."
Ya, Zoya memang tidak berani lagi memakai pakaian yang memperlihatkan dadanya, atau berpakaian yang terlalu seksi.
Malam ini Zoya memang memakai dress yang berbahan satin, dengan tali sepegeti, dengan panjang sebatas lutut, serta belahan dada yang rendah, dan dengan punggungnya dibiarkan terbuka, dengan rambut yang di Cepol, sehingga memperlihatkan leher jenjang mulus Zoya.
"Yasudah," ucap Nares.
Mereka pun menikmati makan malam yang romantis. Sampai akhirnya, mereka selesai.
"Mau berdansa dengan ku." Zoya pun mengajak Nares berdansa, ia mengulurkan tangannya ke arah suaminya itu.
"Astaga, harusnya aku yang mengajakmu, tapi malah kamu yang mengajakku," ucap Nares, ia pun menerima uluran tangan dari istrinya itu.
Mereka pun berdansa, dengan tangan Zoya yang berada di leher Nares, sementara Nares memeluk pinggang ramping Zoya.
Mereka pun mulai berdansa dengan diiringi musik yang dinyalakan di ponsel Zoya.
"Hehehe, maaf. Musiknya kecil," ucap Zoya di sela-sela mereka dansa.
"Tak apa."
Mereka pun berdansa dengan menatap satu sama lain, sampai hidung mancung mereka beradu.
__ADS_1
Tak lama kemudian, sedikit demi sedikit bibir mereka hampir bertemu, dan di saat kedua bibir mereka hampir menempel, ponsel Nares berdering.
Drret, drret, drret.
"Maaf, aku angkat telepon dulu," ucap Nares, ia pun melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Zoya, dan mengangkat teleponnya.
"Yasudah, kalau begitu aku langsung masuk ke kamar ya, kak."
Mendapatkan anggukan dari suaminya, Zoya pun akhirnya masuk kedalam kamar.
Di dalam kamar, ternyata Zoya sudah mempersiapkan semuanya.
Kamar itu sudah dihiasi seperti kamar pengantin, dengan kelopak bunga yang berhamburan di atas ranjang, beberapa lilin aroma yang menjadi pencahayaan-nya.
Sampai tiba Nares masuk kedalam kamar, ia masih belum menyadari bahwa kamarnya ini sudah dihiasi seperti kamar pengantin, karena ia terlalu asik melihat ponselnya.
Dan pada saat Nares menutup pintu, tiba-tiba Zoya merampas ponsel milik Nares, dan melemparnya ke atas sofa.
"Zoy, apa yang kamu laku ... Kan. Ada apa ini Zoy?" tanyanya, karena ia terkejut kamarnya sudah dihias.
Zoya pun mengalungkan tangannya ke leher Nares.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama kakak malam ini, tidak masalah, kan?!"
"Tapi ... "
"Husstt." Zoya pun mengehentikan Nares dengan menempelkan jarinya di bibir suaminya, agar suaminya itu tak lagi bertanya, atau berucap.
"Kakak, selama kita disini kita hanya menghabiskan waktu dengan jalan-jalan. Kita belum melakukan, tujuan sebenarnya kita kemari, yakni bulan madu," ucapnya dengan mengelus dada bidang Nares.
"Kakak mungkin hanya mengaggap ini hanya liburan semata, tapi aku menganggap ini sebagai bulan madu kita," ucapnya lagi, kali ini Zoya mengelus dada suaminya dengan sensual, sampai dua kancing kemeja Nares terlepas.
Nares hanya bisa memejamkan matanya, karena mendapatkan perlakuan seperti itu oleh istrinya.
Melihat suaminya itu hanya diam saja, dengan memejamkan matanya, Zoya pun mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang digunakan oleh suaminya itu.
Setelah semuanya terlepas, ia pun melempar baju itu ke sembarang arah.
Nares hanya diam saja melihat apa yang dilakukan oleh istrinya itu terhadap dirinya.
Kemudian Zoya kembali mengelus dada bidang suaminya, yang sudah tidak memakai baju.
Nares pun menangkap lengan Zoya yang tengah mengelus dadanya.
"Kenapa kamu sangat nakal sekali, hm?" tanya Nares, ia pun menarik Zoya sehingga tubuh Zoya menubruk tubuhnya.
***
__ADS_1
Happy reading...
Thank you 🙏💚