
Zoya pun terkejut, lantaran Nares mencium bibirnya bahkan me***tnya, Zoya pun memejamkan matanya dan menikmati ciuman yang diberikan oleh suaminya itu.
Meskipun ini bukan ciuman pertama bagi keduanya, karena Nares pernah berciuman dengan sang istri pertamanya, dan Zoya pernah berciuman dengan cinta monyetnya ketika masih duduk di bangku kelas dua SMA, di USA.
Itupun karena permintaan sang kekasih dengan alasan ingin mengajari Zoya cara berciuman yang benar, karena Zoya masih polos ia pun dengan mudahnya mau berciuman, meski hatinya menolak.
Dan tak lama sang Daddy melihat dirinya tengah berciuman dengan sang kekasih, karena waktu itu memang Daddy dan mamah nya ingin menjenguk nya di rumahnya di USA.
Daddy nya pun menegur dan menasehati dirinya ketika sang kekasih sudah pulang dari rumahnya, ia diberitahu bahwa tidak boleh berciuman dengan seorang pria, bahkan ia diminta untuk memutuskan kekasih nya itu, karena sudah mengajarinya hal yang tidak-tidak.
Karena Zoya anak yang penurut ia pun melaksanakan apa yang Daddy nya katakan dengan memutuskan hubungan dengan kekasihnya itu, dan semenjak saat itu, ia tak lagi berani untuk menjalankan hubungan pacaran dengan pria manapun.
Karena ia takut Daddy nya akan marah kembali, untung saja ia tidak diberikan hukuman. Mungkin karena Daddy nya menganggap Zoya masih polos dan ia dimanfaatkan kepolosan nya itu oleh kekasih Zoya, sehingga Daddy nya itu hanya menegurnya saja.
Kembali lagi pada dua insan yang tengah ber***man itu, disela-sela mereka melakukan pertukaran saliva antara keduanya.
Nares pun tersadar apa yang dilakukannya, ia pun kemudian melepaskan ciumannya terhadap Zoya.
"Maaf," lirih Nares, setelah melepaskan ciumannya, seraya membersihkan sisa-sisa ciumannya di bibir Zoya menggunakan ibu jarinya.
Dan Zoya pun hanya menunduk dan mengangguk sebagai jawaban, kemudian Nares pun menggeser duduknya agar ada jarak diantara dirinya dan Zoya.
Hening keduanya saling diam, jika Zoya kini tengah malu karena telah berciuman dengan suaminya itu dengan menundukkan kepalanya, lain halnya dengan Nares.
Ia mengumpat dirinya sendiri, karena telah terbawa suasana yang ia tonton.
"Sebaiknya kita tidur, hari sudah malam. Dan ya, sebaiknya kamu terlebih dulu masuk ke kamar, biar aku yang membersihkan ini," ucap Nares.
Dan Zoya pun hanya mengangguk sebagai tanda setuju, ia pun kemudian masuk kedalam kamarnya, sambil membawa belanjaan yang tadi ia beli di mall, dan juga kardigan nya.
Setelah melihat Zoya masuk kedalam kamarnya, Nares pun mulai mematikan tv, dan juga membersihkan sisa cemilan yang mereka makan.
__ADS_1
Setelah membersihkan semuanya, Nares terlebih dulu duduk di sofa, sebelum ia ke kamarnya untuk membersihkan badannya.
Nares duduk bersandar di sofa, seraya memegang keningnya, ia merasa pusing akibat ulah yang ia perbuat.
Di dalam kamar, lain halnya dengan Zoya, ia malah tersenyum ketika mengingat kejadian yang terjadi di ruang tv barusan.
Ia memegang dadanya yang masih berdebar, dengan satu tangannya, dan satu tangannya lagi memegang bibirnya sendiri.
Setelah menetralkan perasaannya sendiri, ia pun kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sebelum tidur, tak lupa ia pun membawa piyama tidurnya.
Setelah cukup lama duduk di sofa, terlebih lagi badan yang merasa gerah dan lengket, Nares pun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke kamarnya, yang sekarang Zoya tempati.
Nares pun masuk kedalam kamar, dan ia melihat Zoya yang baru saja keluar dari kamar mandi, Zoya yang memakai piyama tidur celana panjang dan baju berlengan pendek, berwarna maroon.
Ia tengah membersihkan rambutnya yang basah menggunakan handuk, apa yang dilakukan Zoya membuat Nares terkesima.
Tak ingin larut dalam suasana, Nares pun segera masuk kedalam kamar mandi tanpa berbicara kepada Zoya.
Didalam kamar mandi, Nares berdecak. Bagaimana bisa ia lupa membawa baju ganti ke kamar mandi, hal hasil Nares pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.
Sementara atasnya dibiarkan saja, Zoya yang melihat hal itu membuat ia terkesima pada perut sispack Nares. Apalagi air yang turun dari rambutnya, membuat ketampanan Nares semakin bertambah.
Nares yang melihat Zoya yang masih menatap dirinya tak berkedip, tak menggubrisnya, ia kemudian melangkahkan kakinya menuju lemari dan mengambil satu baju polos berwarna putih dan juga celana boxer berwarna biru navy.
Setelah itu Nares pun kembali masuk kedalam kamar mandi, mendengar pintu tertutup, barulah Zoya tersadar dari lamunannya.
"Astaga Zoya apa yang sedang kamu pikirkan," ucapnya pada diri sendiri, seraya mengetuk otaknya yang sedang bermasalah.
Tak lama Nares pun keluar dari kamar mandi.
"Kau belum tidur?" tanya Nares pada Zoya yang masih duduk di ranjangnya.
__ADS_1
"Belum," jawab Zoya.
"Kakak yakin akan menginap disini?" tanya Zoya.
"Ya." Nares pun menjawab dengan singkat.
"Lalu kakak akan tidur dimana?" tanya Zoya lagi, kali ini ia berharap Nares akan tidur di ranjang bersama dengan dirinya.
Namun harapan nya harus pupus, lantaran Nares menjawab akan tidur di sofa yang ada di hadapan ranjang yang ia tempati.
"Aku akan tidur di sofa," jawab Nares.
"Yasudah, kalau begitu aku tidur duluan," ujar Zoya seraya merebahkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya yang tidur miring menghadap ke lemari.
Melihat Zoya yang sudah merebahkan tubuhnya, Nares pun berniat untuk merebahkan tubuhnya di sofa, namun sebelum itu, ia mengambil bantal terlebih dulu, yang ada di samping Zoya.
Setelah mengambil bantal, ia pun meletakkan di sofa, kemudian ia merebahkan dirinya dengan posisi terlentang.
Ia menatap langit-langit yang ada dikamar, kemudian tak lama ia pun terlelap.
°°°
Pagi hari pun menyapa, setelah mengantarkan Zoya ke kampusnya, Nares pun pergi ke kantor pengacara miliknya.
Kali ini ia akan mendampingi kliennya untuk mendapatkan hak asuh anak, kliennya itu merasa bahwa mantan istrinya itu tak layak untuk mengasuh anak mereka.
Karena pada saat ia masih memiliki hubungan dengan mantan istrinya, mantan istrinya itu tak pernah sama sekali merawat anak mereka bahkan untuk sekedar menyusui pun tidak pernah.
Mantan istri klien nya itu lebih asik dengan selingkuhan nya. Ya, yang mengakibatkan kliennya itu memilih berpisah lantaran kliennya itu dikhianati oleh istrinya pada saat mereka masih memiliki hubungan pernikahan.
Mantan istri dari kliennya itu ternyata sudah memiliki hubungan dengan selingkuhannya sebelum ia menikah dengan kliennya.
__ADS_1
Yang ternyata selingkuhan dari mantan istri kliennya itu sepasang kekasih, namun karena dia dijodohkan dengan kliennya dengan alasan bisnis, mau tak mau dia pun menerima perjodohan ini.