Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 19


__ADS_3

Di dalam kamar, Nares langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Zahra, setelah meletakkan tas kerja milik suaminya ke meja kerjanya, dan meletakan perhiasan yang diberikan oleh suaminya ke dalam lemari.


Zahra pun mengambil pakaian santai untuk suaminya.


Sebelum turun kebawah, ia mengecek putrinya itu yang sedang tidur di box bayinya, setelah itu ia pun turun kebawah untuk menyiapkan makanan yang ia masak.


Tak lama Nares pun keluar dari kamar mandi, ia hanya memakai handuk di pinggangnya.


Ia pun melihat sudah ada pakaiannya di atas ranjang, yang disiapkan oleh istrinya itu, setelah itu ia pun langsung memakinya.


Setelah memakai pakaiannya, ia terlebih dahulu menghampiri putri kecilnya yang sedang tidur, diciumnya pipi gembul sang anak.


Setelah itu, Nares pun keluar dari kamar dan turun menyusul sang istri yang sudah ada di meja makan, namun sebelum turun dari tangga ia terlebih dahulu mengirimkan pesan kepada istri kecilnya itu.


Karena ia lupa mengirimkan password apartemen dan juga pin kartu kredit kepada Zoya, setelah mengirim pesan kepada istri kecilnya, ia pun menuruni tangga dan melangkahkan kakinya ke meja makan.


°°°


Di lain tempat, Zoya yang kini tengah membaringkan tubuhnya di ranjangnya, tiba-tiba ada sebuah notifikasi dari ponselnya, ia pun melihatnya dan melihat sebuah pesan dari nomor yang tidak ada namanya.


Kemudian ia pun membuka pesan itu, setelah melihat isi pesannya, Zoya yakin pasti yang mengirimkan pesan itu adalah suaminya, Nares.

__ADS_1


0812xxxxxx


Ini adalah password apartemen, 77777.


Dan ini no. Pin ATM, 03xxxxxx.


^^^Me.^^^


^^^Terima kasih kak :)^^^


Itulah isi pesan dari Nares, setelah Zoya membalas pesan Nares, sebelum meletakan kembali ponselnya ia terlebih dahulu memberikan nama untuk nomor ponsel suaminya itu, ia pun meletakan kembali ponselnya di atas nakas.


°°°


Mereka pun turun dengan wajah yang bahagia, setelah sampai di meja makan keduanya duduk dan menikmati sarapan bersama.


Setelah sarapan Zahra, mengantarkan suaminya itu ke teras depan, karena sang suami yang katanya akan pergi ke kota Bogor untuk mengantarkan Robi temannya ke kampung halamannya.


Dikarenakan ibu kandung dari Robi sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit, karena ia hanya anak tunggal jadi sebab itulah Robi meminta ijin kepada bos sekaligus temannya itu untuk pulang kampung.


Namun Robi dikejutkan lantaran temannya itu ngotot sekali ingin ikut bersama dengan, sebenarnya Nares pergi ke kota Bogor bukan hanya untuk menjenguk ibu dari temannya itu, namun ia juga ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting kepada ayah mertuanya.

__ADS_1


Ya, Nares berencana untuk memberitahukan pernikahan keduanya pada sang ayah mertua sebelum kepada istrinya itu.


Jadi sebab itulah ia ngotot ingin ikut bersama Robi, dengan begitu ia mempunyai alasan untuk Zahra.


Dan mau tak mau, Robi pun pasrah dengan bosnya itu, setelah berpamitan kepada istri dan anaknya. Nares pun masuk kedalam mobil Robi, kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumah Nares.


Ditengah perjalanan, Robi pun mengajak temannya itu untuk berbicara.


"Gua yakin, maksud lu mau ikut gua ke Bogor bukan hanya untuk menjenguk emak gua, tapi ada hal lainnya, kan?" tanya Robi disela-sela ia menyetir.


"Iya," jawab Nares singkat.


"Memangnya hal apa, sampai-sampai lu mau ikut gua ke Bogor?"


"Gua ingin mengakui ke ayah mertua gua, kalau gua sudah nikah lagi," jawab Nares dengan entengnya.


"What? Lu serius?"


"Apa menurut lu muka gua gak terlalu serius?"


"Muka lu mah emang serius Mulu."

__ADS_1


__ADS_2