
Tak lama, ia melihat istrinya itu yang baru saja turun dari motor, yang Nares yakin, yang membawa motor sport itu ialah Erik.
Setelah melihat motor yang dikendarai oleh Erik sudah tak terlihat, begitu juga dengan Zoya yang sudah masuk kedalam lift.
Nares pun menjalankan mobilnya menuju ke basement apartemen, setelah itu ia pun turun dari mobilnya dan masuk kedalam lift.
Setelah berada di dalam unit apartemennya, Nares pun langsung masuk kedalam kamar, di sana ia melihat Zoya yang tengah berbaring dengan posisi tengkurap, yang sedang menonton drama kesukaannya di laptop.
"Zoy," panggil Nares, ketika ia sudah berada di dekat istrinya itu, namun yang di panggil tidak menyahut ataupun melihat ke arahnya.
"Zoya!!!" Panggilnya lagi, seraya menutup laptop Zoya.
"Kakak apa-apaan sih." Zoya pun kesal, dan beranjak dari posisi nya, kemudian dia duduk di atas ranjang, seraya melihat ke arah Nares dengan tatapan kesalnya.
"Kamu di panggil, tapi tidak menyahut."
Melihat Zoya yang diam saja, Nares pun melanjutkan ucapannya lagi.
"Tadi aku lihat kamu pulang diantar seseorang, siapa dia?" Nares pun bertanya dengan dingin.
"Jika kakak sudah lihat aku diantar, untuk apa kakak bertanya lagi," jawabnya tak kalah dingin.
"Jawab saja, siapa dia?"
"Erik."
"Jadi benar. Jangan pernah lagi dekat-dekat dengan dia!" Pinta Nares.
Dan hal itu membuat Zoya mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
"Kenapa kamu bilang? Kamu tau kan Zoya, kalau kamu ini sudah menikah?!"
"Ya aku tau kalau aku sudah menikah. Tapi apa salahnya jika aku hanya berteman dengan dia."
"Walaupun hanya berteman, kamu tetap tidak boleh dekat dengan dia."
"Kakak ini kenapa sih? Kenapa melarang aku berteman dengan orang lain?! Seterah aku ingin berteman dengan siapa saja, selagi aku tau batasan!"
"Kau menentang ku?" tanyanya penuh penekanan.
"Tidak."
"Seterah, yang jelas sudah kukatakan. Jangan pernah dekat lagi dengan pria yang bernama Erik, mengerti!!" tekan Nares.
__ADS_1
"Beri aku alasan, kenapa aku tidak boleh berteman dengan senior ku itu."
Dan hal itu membuat Nares bingung, pasalnya ia pun tak tahu, kenapa ia melarang istrinya itu untuk tidak dekat-dekat dengan pria yang bernama Erik itu.
"Karena aku tahu, kalau kamu di bully oleh orang yang suka pada Erik, jadi sebab itu aku melarang mu, karena aku tidak mau, orang itu mencelakai mu," ucap Nares, dengan memberi alasan yang ia tahu dari Dila, bahwa istrinya itu sering dikerjai oleh Rara, gadis yang suka pada Erik itu.
"Heh, aku pikir kau cemburu jika aku dekat dengan pria lain, tapi ternyata kamu hanya menghawatirkan aku saja," kiri Zoya yang tidak terlalu di dengar oleh Nares.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Nares, ia mendengar lirih-an dari istrinya itu, namun tidak didengar jelas olehnya.
"Bukan apa-apa," jawab Zoya.
"Yasudah kalau begitu, aku harus pergi pulang. Nanti aku akan kemari," ujar Nares, ia pun keluar dari kamar.
"Tidak perlu," ucap Zoya dengan pelan, setelah Nares tidak ada lagi di dalam kamar.
"Aku pikir, kau datang kemari ingin meminta maaf, tapi ternyata tidak. Ayolah Zoya, kamu harus sadar, bahwa suami mu itu tidak cinta padamu, dia hanya menganggap kamu layaknya adik dirinya," ucapnya lagi.
Zoya pun kembali merebahkan tubuhnya, dan ia pun mulai terlelap dalam tidurnya.
°°°
Di sisi lain Nares yang kini tengah berada di dalam mobil dan hendak pergi pulang kerumahnya.
Ia teringat, bahwa niatnya untuk bertemu Zoya adalah untuk meminta maaf, karena ia tak menepati janjinya untuk mengantarkan istrinya itu ke mall, malah lupa, hanya gara-gara mendengar peruturan dari Dila, bahwa istrinya itu sering mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari salah satu seniornya.
Ia kembali ke apartemen tidak bisa, lantaran mobil yang dikendarainya sudah sampai di depan rumahnya.
Setelah memakirkan mobilnya, Nares pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
°°°
Tiga hari berlalu, sudah tiga hari Nares, tidak menemui Zoya, lantaran banyak sekali pekerjaan yang harus ia kerjakan.
Tapi Nares selalu mengirimkan pesan pada kedua istrinya itu.
Selama tiga hari pula, Zoya menghabiskan waktu bersama kedua temannya.
Kadang ia meminta temannya untuk menginap di apartemen, selagi suaminya tidak ada di sana.
Malam ini, setelah kembali dari luar kota, Nares akan pulang ke apartemennya, namun sebelum ke apartemennya, ia terlebih dahulu pergi ke rumahnya, untuk menemui istrinya dan juga anaknya.
Setelah melepaskan rasa rindu dengan putrinya dan juga istrinya itu, Nares pun pergi ke apartemennya.
Dan disinilah dia berada di dalam unit apartemennya.
__ADS_1
Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, namun tidak ada tanda-tanda istrinya itu.
Nares pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya, di sana ia pun melihat tidak ada keberadaan Zoya.
Ia pun mencoba mencari ke kamar mandi, namun lagi-lagi istrinya itu tidak ada, ia mencari ke balkon, lagi-lagi nihil, tidak ada keberadaan istrinya itu.
Nares pun masuk kedalam kamar, ia mendudukkan dirinya di pinggiran ranjangnya.
"Kemana dia?" tanyanya pada diri sendiri, pasalnya ia ingin memberikan kejutan terhadap istrinya itu, namun malah ia yang mendapatkan kejutan, lantaran istrinya itu tidak ada di apartemen.
Padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Nares pun mencoba menghubungi Zoya, namun teleponnya tidak aktif.
Tak selang berapa lama, terdengar seseorang membuka pintu kamar.
Zoya yang baru pulang dari nonton bioskop di mall, bersama kedua temannya itu, dikejutkan dengan kehadiran suaminya, pada saat ia membuka pintu kamarnya, yang dimana suaminya itu sudah duduk di pinggir ranjangnya, dengan menatap dirinya dengan tatapan elangnya, seakan-akan ia ingin dimangsa.
"Kakak," ucapnya, setelah menutup kembali pintu kamarnya.
"Darimana saja kau, jam segini baru pulang?" tanya Nares dingin.
"Apa sih kak, orang masih jam sembilan juga," jawabnya tak mau disalahkan.
"Jangan membantah, jawab saja!"
"Ck, aku baru pulang dari mall," ujar Zoya.
"Dengan siapa kamu pergi ke sana?" tanyanya, seraya melangkah menuju Zoya, yang masih berdiri di dekat pintu.
"Dengan temanku," jawabnya.
"Iya siapa temanmu itu?" tanyanya lagi, setelah ia sudah berada di hadapan Zoya.
"Kakak itu apa-apaan sih. Ya, Dila dan Ratna, temanku. Siapa lagi," jawabnya dengan kesal.
"Kau yakin?!"
"Seterah kakak." Zoya pun menghindar dari suaminya, dan saat ia hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia dipeluk oleh suaminya dari belakang.
"Maaf," ucap Nares, dengan memeluk istrinya itu dari belakang.
***
Happy reading 🌹
__ADS_1
Terimakasih 🙏