Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 64


__ADS_3

Mendengar Zoya sudah menikah, membuat Rara bahagia, ia yakin bahwa Erik tidak akan mengejar Zoya, dan ia bisa leluasa mendapatkan Erik.


Namun sayang, walaupun Erik tidak lagi mengejar Zoya dan mulai memendam rasa cintanya, Erik masih tetap tidak menyukai dirinya.


Rara pun pergi dari sana, dan kembali ke tempat pesta.


Disisi lain, Zoya yang kini bosan pun keluar dari tempat itu, ia keluar menuju loby hotel guna mencari udara segar terlebih dahulu.


Namun pada saat ia sudah berada di luar hotel, ia dikejutkan lantaran ada yang memukul tekuk leher belakangnya dengan tiba-tiba, Zoya pun langsung pingsan ditempat.


"Hey, apa yang kau lakukan?" Teriak Erik.


Ya, tadi Erik sempat mengikuti Zoya keluar, karena ia takut akan terjadi sesuatu terhadap orang yang ia cintai.


Dan benar saja, setelah berada di luar, Erik melihat seseorang memukul Zoya dari arah belakang, ia pun langsung berlari ke arah Zoya.


"Soraya," ucapnya setelah berada di dekat Zoya.


Yaps, orang yang memukul Zoya tadi ialah Soraya anak dari paman Robert, paman angkatnya Zoya.


"Apa yang lu lakuin, hah?" tanya Erik penuh penekanan, ia pun memegang tangan Soraya dengan kuat, agar Soraya tidak lari.


"Lepaskan!! Lu gak tau apapun, jadi lepaskan gua, gua ingin beri dia pelajaran. Gara-gara dia, hidup gua hancur, Daddy gua di penjara, dan gua dikeluarkan dari kampus, terlebih lagi gua harus jatuh miskin!!" teriaknya, seraya menunjuk ke arah Zoya yang tengah tergeletak tak sadarkan diri, karena pingsan.


"Itu semua bukan salah Zoya, tapi itu semua salah keluarga lu, apalagi bokap lu yang hampir mencelakai Zoya. Dan masalah lu di keluarkan dari kampus, bukannya itu salah lu, karena lu sering bolos dan sering dapet do dari kampus," jelas Erik masih dengan nada dingin.


"Seterah, yang jelas dia harus mengalami apa yang gua alami."


"Jangan macam-macam, atau lu gua laporin ke kantor polisi. Gua bisa panggil keamanan, biar lu di bawa oleh mereka," ucapnya.


Dan hal itu berhasil membuat Soraya takut, ia pun memberontak, namun sayang pegangan tangan Erik cukup kuat.


Pada saat Erik ingin membawa dirinya, Soraya pun menggigit tangan Erik, dan hal itu berhasil membuat tangan Erik lepas dari lengannya.


Setelah lepas, Soraya pun langsung lari dari sana, ia tak mau harus berujung seperti Daddy-nya.


Sementara Erik, ia ingin mengejar Soraya namun ia urungkan, ia lebih memilih membantu Zoya.


"Apa yang harus gua lakukan," monolognya.


Tak lama ia melihat ponsel milik Zoya, ia pun kemudian mengambil ponsel milik Zoya, dan mulai menghubungi Nares.


Ya, lebih baik Erik memilih untuk memberitahukan Nares, karena Nares berhak atas diri Zoya.


Dan untungnya ponsel Zoya tidak memakai sandi atau apapun, jadi ia bisa menghubungi Nares.

__ADS_1


Tak lama sambungan telepon pun terhubung.


" ... "


"Halo, ini aku Erik."


" ... "


"Maaf, saya tidak bisa menjawabnya. Lebih baik sekarang anda cepat datang kemari, atau saya bawa Zoya pergi."


" ... "


"Jadi sebab itu, datang lah kemari. Zoya sedang pingsan sekarang."


" ... "


Erik pun menjauhkan ponsel dari telinganya, jika tidak maka ia yakin telinganya pasti akan sakit mendengar suara pekikan dari sebrang telepon.


" ... "


"Lebih baik, anda cepat datang kemari. Nanti akan saya jelaskan."


" ... "


"Y ..." Baru juga Erik akan menjawab, namun Nares terlebih dahulu memutuskan sambungan teleponnya.


Ia pun menunggu kedatangan Nares, kini mereka menunggu di tempat tunggu yang ada di loby hotel.


Dan sebelumya tadi Erik sudah memanggil dokter, pada saat Erik membawa Zoya ke tempat tunggu yang ada di loby hotel itu.


Dan menurut dokter, keadaan Zoya tidak cukup parah, dan ia akan siuman beberapa jam lagi atau pada pagi hari.


Erik pun cukup tenang mendengar penjelasan dari dokter itu.


Tak lama ia pun melihat Nares yang sedang berbicara dengan pihak resepsionis, ia pun memanggil Nares, karena kebetulan letak tempatnya dan tempat resepsionis cukup dekat.


Setelah itu Nares pun menghampiri istrinya dan juga Erik.


"Apa yang terjadi?" tanya ketika sudah berada di antara mereka.


Erik pun menjelaskan semua kejadian yang menimpa Zoya.


Mendengar penjelasan dari Erik membuat rahang Nares mengeras, ia marah, bahkan ia mengepalkan tangannya sampai urat lengannya terlihat dan buku-buku jarinya memutih.


Nares pun mencoba menghilangkan rasa amarah nya dengan memejamkan mata dan juga menarik nafas.

__ADS_1


Setelah berhasil menghilangkan rasa amarah di dirinya, ia pun duduk di samping Zoya, di tepuk nya pipi Zoya pelan, berharap ia bangun, namun usahanya sia-sia.


"Kata dokter, Zoya akan sadar pada beberapa jam lagi atau pada pagi hari," ucap Erik.


Nares pun mendengar penjelasan dari Erik, setelah itu, ia pun bergegas menggendong Zoya ala bridal style, dan membawanya pulang.


"Kalau begitu, saya ucapkan terima kasih," ucap Nares, seraya menggendong Zoya.


"Sama-sama."


"Hm, saya permisi, sekali lagi terima kasih." Erik pun hanya mengangguk, seraya melihat Nares yang membawa pergi orang yang ia cintai.


"Huh, lu harus lupain dia rik. Ingat dia istri orang," gumamnya pada diri sendiri.


Setelah itu ia pun kembali ke tempat dimana pesta diadakan, ia berencana ingin pamit untuk pulang lebih awal kepada Rara, selaku orang yang mengadakan pesta, namun sebelum ke tempat pesta, ia melihat Ratna dan Dila ada di sana.


"Zoya kenapa kak?" tanya keduanya.


"Dia pingsan," jawabnya.


"Apa?! Tapi bagaimana biasa." Teriak keduanya, dan lagi-lagi Erik harus menutup kedua telinganya, karena teriakan dari Ratna dan Dila ini.


"Dia di pukul oleh Soraya."


"What! Jadi nenek sihir itu, ck. Gak nenek sihir, gak cewek anak, selalu saja nyakitin Zoya, apa coba salah Zoya pada mereka berdua," ucap Dila.


"Em, kalau gitu gua duluan," ujar Erik, ia pun pergi meninggalkan Ratna dan Dila berdua di loby hotel.


"Lalu kita mau kemana?" tanya Dila pada temannya itu.


"Kita cabut aja yuk, daripada disini, gak ada Zoya," jawab Ratna.


"Lu benar, kuy lah kita pulang."


Mereka pun pulang, tanpa berniat ijin pada orang yang mengadakan pesta ulang tahun itu.


°°°


Di apartemen.


Nares pun sudah sampai di apartemen, ia pun membaringkan Zoya ke atas ranjangnya.


Ia berniat ingin menginap di sana, namu. sebelum itu ia ingin menghubungi istri pertamanya itu.


Nares pun pergi ke balkon yang berada di kamarnya itu, lalu mulai menelepon sang istri pertamanya.

__ADS_1


***


Jangan lupa like, komen, vote, dan gift 🙏


__ADS_2