Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 50


__ADS_3

"Kamu mau kemana?" tanya Nares.


"Aku mau pergi kuliah kak," jawab Zoya.


"Bukankah tadi kamu bilang, tidak ada kelas?" tanya Nares lagi.


"Memang, tapi tadi aku mendapatkan pesan, katanya kelasnya akan diganti dengan hari esok. Jadi, besok baru tidak ada kelas," jawabnya, dan Nares pun hanya ber-oh ria.


"Sudah selesai, kan. Ayo, kakak antar," ucap Nares.


"Kakak emang gak ke kantor?" tanya Zoya.


"Sekalian."


"Ohh."


Mereka berdua pun turun ke bawah.


Didalam mobil tidak ada yang bersura, Nares yang tengah fokus pada kemudinya, sementara Zoya, ia hanya menatap kearah jendela.


Tak lama, mobil yang dikendarai oleh Nares pun sampai di halaman kampus.


"Aku masuk dulu ya, kak." Zoya pun berpamitan pada suaminya itu dengan menyalim punggung tangan suaminya, sebelum turun dari mobilnya.


"Ya, belajar yang rajin," ujar Nares seraya mengacak rambut sang istri.


"Ih, kakak. Nantinya rambut aku berantakan lagi," ucap Zoya dengan bibirnya yang mengerucut.


"Hehehe, iya-iya maaf."


"Ya udah, aku masuk. Kakak hati-hati dijalan."


"Hm, iya."


Setelah Zoya keluar dari mobilnya dan masuk kedalam kampusnya. Nares pun melajukan kembali mobilnya, dan ia akan pergi ke kantornya.


°°°


Hari pun sudah menunjukkan pukul jam dua siang.


Zoya yang hendak pulang, namun pada saat ia melewati koridor yang sepi, ia dikejutkan oleh seseorang yang mengguyurnya dengan air dingin, apalagi masih terdapat batu es.


Sehingga membuat pakaiannya basah.


"Hey, apa yang kalian lakukan!!" teriak Ratna dan Dila, teman dari Zoya.


"Dasar nenek sihir, apa yang lu lakuin ke temen kita, hah?!" ucap Ratna. pada Rara and the Genk, selaku senior mereka di kampus. Setelah mereka berada di dekat Zoya.


Ya, orang yang mengguyur Zoya adalah Rara dan teman-temannya.


"Anak sialan ini memang pantas diperlukan seperti ini," ucap Soraya, dengan menatap ke arah Zoya dengan sinis.


"Heh, dasar cewek g*la. Gua bilangin pada dekan baru tau rasa lu!!" ujar Ratna.

__ADS_1


"Lu pikir gua perduli? Nggak."


"Cih, mentang-mentang lu orang kaya, lu bisa bersikap seenaknya, gitu?!"


"Gua aja yang anak dari salah satu orang yang punya saham di kampus ini aja, gak belagu kaya lu!" lanjut Ratna lagi.


Ya, Ratna memang orang yang bar-bar dan suka bicara ceplas-ceplos.


"Terus, kalau bokap lu punya saham di kampus ini, gua takut gitu! Nggak."


"Dan lu pikir gua takut sama lu?!" ujar Ratna.


Keduanya menatap sengit, sementara yang lainnya hanya diam sambil menonton perkelahian antara Rara dan Ratna.


Sampai akhirnya Zoya menarik tangan Ratna untuk pergi dari sana, ia tak mau berurusan dengan orang lain, apalagi Rara adalah seniornya.


Bukan takut. Hanya saja Zoya tidak suka mencari masalah.


"Sudah-sudah, lebih baik kita pergi dari sini." Zoya pun menarik lengan Ratna, dan mereka pun pergi dari tempat itu, sementara Rara dan beberapa temannya masih di sana.


Ia melihat Zoya dan kedua temannya yang pergi dari sana dengan senyum sinis nya.


"Ini baru permulaan, awas aja kalau lu masih berani mendekati Erik. Maka gua akan melakukan hal yang lebih parah dari ini," gumam Rara, ketika ia melihat Zoya dan kedua temannya tak lagi terlihat.


Disisi lain, Zoya dan kedua temannya itu sudah berada di halaman parkir.


"Tapi Zoy, orang kaya dia itu harus di beri pelajaran," ucap Ratna, masih geram dengan tingkah yang dilakukan oleh seniornya itu.


"Astaga, yaudah kalau gitu kita antar lu pulang."


"Hey dodol, antar pulang pakai apa? Lu lupa, kita aja berangkat naik taksi online," ucap Dila, yang dari tadi diam.


"Ais, kenapa gua lupa sih. Kalau mobil gua masuk ke bengkel."


"Udah gak pa-pa, gua masih bisa naik taksi atau naik bus," ucap Zoya.


"Lu yakin mau naik taksi atau bus?" tanya Dila.


"Emangnya kenapa?" Bukannya menjawab Zoya justru malah balik bertanya.


"Ya lu liat penampilan lu, Zoy. Baju lu nyeplak, keliatan bentuk itu lu. Nanti gua takutnya, lu diapa-apain lagi sama supir taksinya, terus kalau lu naik angkutan umum, nanti ada orang yang mau berbuat tidak senonoh ke lu," cerocos Dila, dan hal itu berhasil membuat Zoya melihat ke arah dadanya, dan memang benar hal itu membuat nya nampak, segera ia menutup dadanya dengan kedua lengannya.


"Terus gimana? Gua benar-benar udah kedinginan banget ini, apalagi kayanya sebentar lagi bakal turun hujan," ucap Zoya, seraya melihat ke arah langit, dan memang benar cuaca pada saat itu sedang mendung.


"Gimana hubungi suami lu aja?!" Ratna pun menyarankan untuk menghubungi suami Zoya, yaitu Nares.


"Benar. Soalnya gua juga udah di telepon sama mamah gua, katanya disuruh pulang cepat," ucap Dila.


"Sama gua juga, bokap gua tadi ngabarin, kalau gua harus pulang cepet. Soalnya ada hal penting yang ingin dibicarakan olehnya, jadi maaf Zoy, gua gak bisa nganterin lu pulang," ujar Ratna.


"Iya gak pa-pa, yaudah gua telepon kak Nares dulu, tapi kalian yang ngomong ya! Soalnya gua udah gak bisa ngomong lagi, gua udah gak kuat," ucap Zoya seraya memeluk dirinya yang tengah kedinginan itu.


"Iya-iya," ujar Ratna dan Dila.

__ADS_1


Ratna pun mengambil ponsel Zoya, dan mulai menghubungi Nares.


"Halo kak," ucapnya, setelah sambungan telepon terhubung.


" ... "


"Iya, ini aku Ratna. Temannya Zoya, aku ingin mengabari, kalau Zoya sedang ada dalam masalah."


" ... "


"Iya kak, sekarang kita masih berada di parkiran, buruan ya kak. Soalnya aku sudah di jemput, begitupun dengan Dila."


" ... "


"Iya kak."


Tut. Panggilan itu pun diputus oleh Ratna.


"Bagaimana?" tanya Dila.


"Bentar lagi kak Nares kesini," jawab Ratna.


°°°


Di rumah keluarga Syahputra.


Disini lah Nares berada, tadi sepulang dari kantor, Nares memutuskan untuk menemui istri pertamanya dan juga putrinya itu.


Namun pada saat ia tengah menjaga putrinya itu yang tengah mengoceh tidak jelas, karena masih bayi, di atas ranjangnya, ia dikejutkan dengan ponselnya berdering.


Dilihatnya, yang ternyata istri keduanya itu yang menghubunginya, ia pun mengangkat telepon itu.


"Halo, ini siapa? Dimana Zoya?" tanyanya.


" ... "


"Oh, apa!! Masalah. Oke, sekarang kalian ada dimana?"


" ... "


"Yasudah, aku akan ke sana segera, tolong temani Zoya sebentar. Sebentar lagi aku ke sana."


" ... "


Tut. Panggilan itu pun terputus, setelah itu Nares pun segera beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya.


"Mas kamu mau kemana?" tanya Zahra, yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi.


***


Selamat membaca 💞


Terima kasih atas kunjungan kalian 🙏😂

__ADS_1


__ADS_2