
Disisi lain, Zoya yang kini sedang melihat jalanan dari jendela mobil.
Ia dikejutkan dengan adanya mobil yang menghalanginya tiba-tiba.
"Ada apa pak?" tanya Zoya pada Pak sopir itu.
"Tidak tahu. Tiba-tiba ada mobil yang menghadang," jawab sopir tersebut.
Zoya melihat empat orang yang berbadan besar dan tegap, keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil yang sedang ia tumpangi.
"Cepat keluar, atau jendelanya kami pecahkan!" Orang tersebut pun menggedor jendela mobil yang Zoya tumpangi.
"Bagaimana ini pak. Saya takut," ujar Zoya, ia merasa ketakutan.
"Waduh, saya juga takut nak."
"Cepat buka!!!"
Orang itu pun hendak memecahkan jendela, namun secepatnya Zoya dan supir taksi itu pun keluar dari mobilnya.
"Maaf, saya tidak punya uang. Saya baru mendapatkan penumpang," ucap supir itu, yang mengira mereka adalah perampok.
"Diam!!!" bentak orang itu, supir itu pun diam.
Salah satu dari mereka pun mendekati Zoya dan memegang tangan Zoya dengan kencang.
"Mau apa kalian? Lepaskan aku!!" teriak Zoya.
"Diam!!!"
"Tolong!!!" Zoya pun memberontak, namun nihil tenaganya tak sekuat tenaga orang yang memegang dirinya.
Karena Zoya terus berteriak dan memberontak, dari salah satu mereka memberikan obat bius padanya, dengan cara membekam mulut Zoya.
Dan hal hasil Zoya pun jatuh pingsan, dua orang itu pun menggotong Zoya dan memasukkan Zoya kedalam mobil mereka.
Sedangkan sang supir taksi tadi dibiarkan begitu saja, dia hanya diberi peringatan untuk tidak melaporkan kepada polisi, jika tidak, dia akan tau akibatnya.
Disisi lain, orang suruhan Nares Barus sampai pada saat Zoya di masukan kedalam mobil.
"Sial, siapa mereka. Kenapa mereka membawa nona Zoya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Aku harus menghubungi tuan." Orang itu pun menghubungi Nares, sekaligus menjalankan mobilnya untuk membuntuti orang yang menculik Zoya.
__ADS_1
"Halo tuan, ada yang ingin saya sampaikan. Ini sangat penting," ucapnya, setelah sambungan telepon terhubung.
"Hal penting apa, katakan."
"A- anu ... "
""Anu apa? Katakan yang jelas!!" ucap Nares dengan tidak sabar.
"N- nona Zoya tuan. Nona Zoya dibawa oleh seseorang, tapi saya tidak tau orang itu siapa, saya berpikir, mereka telah menculik nona Zoya."
"Apa!!! Bagaimana bisa."
"Begini. Pada saat saya sampai, ternyata mobil yang ditumpangi oleh nona Zoya, dihadang oleh beberapa orang. Dan, saya melihat orang itu membawa nona Zoya kedalam mobil mereka, dalam keadaan pingsan tuan." Orang itu pun menjelaskan apa yang ia lihat kepada Nares.
Di sebrang sana, Nares tengah menahan emosinya. Ia menarik nafasnya dengan kasar, "lalu apa kamu mengikuti mereka?" tanyanya.
"Ya, saya kini sedang mengikuti mereka dari belakang. Sepertinya mereka menuju ke arah bangunan yang sudah tak terpakai."
"Bagus, ikuti mereka. Ingat, jangan sampai ketahuan, nanti saya akan menyusul dengan beberapa polisi. Setelah kamu sampai, langsung kirim alamat tempat penyekapan istriku."
"Baik tuan."
Tut. Panggilan itu diputus oleh Nares, orang itu pun masih mengikuti kemana mereka membawa istri kecil tuannya itu.
°°°
Kini Nares tengah menunggu pesan dari orang suruhannya, sudah beberapa jam ia menunggu, namun pesan itu pun belum dikirim oleh orang suruhannya.
"Sial," umpatnya.
"Kenapa lu?" tanya Jeffry.
Ya, kini memang Nares tengah berada di perusahaan milik keluarganya. Ia dan juga kakak, serta papah nya tengah membahas mengenai siapa yang akan menjalankan perusahaan sementara.
Dikarenakan Nares, tak selalu bisa menghandel dua pekerjaan sekaligus. Apalagi akhir-akhir ini, banyak sekali orang yang meminta jasa dirinya sebagai pengacara, sehingga ia tak selalu bisa mengerjakan pekerjaan perusahaan milik keluarganya itu.
Jadi sebab itulah mereka kini tengah meeting dengan beberapa orang yang memang memiliki peran yang sangat penting di perusahaannya. Seperti orang yang memiliki saham di perusahaannya itu.
Di meeting tersebut, sudah memutuskan untuk Nares tetap menjadi CEO sementara di perusahaan itu. Namun ia akan dibantu dengan sang paman, yang dimana pamannya itu adalah adik dari mamahnya.
Pamannya itu diangkat menjadi Co-CEO. Ia akan membantu beberapa pekerjaan Nares, sehingga Nares tak terlalu banyak mengerjakan pekerjaannya.
Kembali ke Nares dan Jeffry.
__ADS_1
"Lu kenapa?" tanya Jeffry lagi, karena adiknya itu tak menjawab. Ia lebih asik melihat ponselnya.
Ting. Satu pesan terkirim ke ponsel milik Nares, dan Nares pun melihat isi pesan yang dikirim ke ponselnya.
"Kurang ajar. Berani menyentuh istriku!! tak kan kubiarkan kalian selamat!!!" geram Nares, setelah melihat isi pesan yang dikirim oleh seseorang ke ponselnya.
"Lu kenapa sih?" tanya Jeffry lagi, karena ia bingung dengan adiknya itu, Nares tak menjawab pertanyaan dari sang kakak, ia hanya menyerahkan ponselnya ke kakak nya itu.
Jeffry pun menerima ponsel milik adiknya, ia pun melihat isi pesan, dan Jeffry pun sama dengan sang adik. Ia marah bahkan rahangnya mengeras, seakan-akan siap untum menghajar orang.
"Ba***ngan!!! Siapa yang melakukan hal itu."
Isi dalam pesan itu adalah sebuah video, yang menampilkan Zoya yang tengah pingsan dan hendak dilecehkan oleh empat orang yang telah menculiknya.
Ting. Satu pesan dari nomor tak dikenal masuk kedalam ponsel milik Nares, ia pun segera melihat siapa yang mengirimkan nya pesan.
Betapa marahnya, ia melihat isi pesan tersebut. Di dalam pesan tersebut mengatakan bahwa jika ingin istri kecilnya itu selamat, maka Nares harus mengirimkan uang sebanyak 1 triliun, jika sudah maka ia akan menyuruh orang suruhannya untuk tidak melecehkan Zoya.
"Sial, pria tua itu benar-benar keterlaluan."
"Ada apa?" tanya Jeffry, ia pun langsung mengambil ponselnya milik Nares, dan ya, ia pun sama hal nya dengan Nares, marah.
Ting. Satu pesan lagi masuk, dan kali ini dari orang suruhannya Nares.
Jojo.
Maaf tuan saya lama mengirimkan alamatnya. Dikarenakan tadi, saya sempat kehilangan jejak mereka, tapi anda tenang saja, saya sudah berhasil menemukan mereka.
Ini dia alamatnya tuan.
Jalan Y, yang ada di ujung kota.
Setelah melihat pesan dari orang suruhannya, Nares dan Jeffry pun pergi ke alamat yang sudah Jojo kirim.
Tapi sebelum itu, Jeffry menghubungi polisi untuk datang ke tempat yang dimana adik iparnya di sekap.
Dan ia juga meminta kepada sahabatnya untuk membantu dirinya dan adiknya, jika nanti terjadi baku hantam antara mereka dengan orang-orang yang menculik Zoya.
***
Selamat membaca π
...Terima kasih, sudah mau membaca karya saya, yg masih banyak kekurangan ... Dan ya, saya meminta tolong untuk baca juga karya pertama saya "Violleta" Terima kasih ππ...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan gift jika ada ππ
Sekali lagi Terimakasih banyakπΉπ