Takdir Cinta Pengacara Tampan

Takdir Cinta Pengacara Tampan
Episode 52


__ADS_3

Ditengah malam Zoya pun mengerjapkan matanya.


Zoya pun membuka matanya, dan alangkah terkejutnya ia kini sedang berada di pelukan seseorang.


Zoya pun bangun, ia tak menyadari bahwa tubuhnya polos ketika selimut yang ia pakai tidak menutupi tubuhnya yang polos itu.


"Ada apa?" tanya Nares dengan suara serak, ia baru saja tidur beberapa menit lalu, namun di bangunkan oleh Zoya yang tiba-tiba mendorong tubuhnya.


"Kakak," ucap Zoya, masih belum menyadari bahwa selimutnya melorot.


Melihat pemandangan yang di depan, membuat mata Nares membulat seketika, dirinya saja masih belum bisa meredam hasratnya, namun kali ini ia harus kembali melihat tubuh sang istri yang polos.


"Zo- Zoya, pakai ... Pakai selimut mu," ucap Nares dengan gugup, seraya memalingkan wajahnya.


Mendengar itu, membuat Zoya melihat ke arah dadanya.


"Akhhh," jeritnya, ia pun segera menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Ummmm ... " Nares pun repleks membengkap mulut Zoya yang menjerit, walaupun kamar yang mereka tempati kedap suara.


"Maaf, maaf. Aku tak sengaja." Nares pun melepaskan tangannya dari mulut istrinya.


Mereka pun saling menatap satu sama lain, sehingga tanpa sadar mereka menempelkan bibir mereka.


Nares pun mendorong tubuh Zoya sehingga ia terlentang di atas ranjang.


Nares menatap manik mata biru milik istrinya itu.


"Bolehkah," ucapnya pada sang istri, dan Zoya pun mengangguk sebagai tanda setuju.


Nares pun tersenyum, ia menutupi tubuh keduanya dengan selimut, dan ia mulai membaca do'a sebelum melakukan penyatuan.


ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ


"Bismillahi Allahumma jannibna as-syaithana wa jannibi as-syathana maa razaqtana,". Yang artinya: "Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami."


Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi😅


°°°


Dikediaman keluarga Syahputra.


Zahra yang masih tinggal di rumah mertuanya itu pun terbangun dari tidurnya, lantaran putrinya menangis.


Ia pun bangun dari tidurnya, dan mengambil putrinya yang masih bayi itu untuk diberikan ASI.


Ia pun duduk di atas ranjangnya seraya menyusui putrinya itu.

__ADS_1


Setelah putrinya itu selesai menyusu, ia pun kembali meletakkan putrinya di box bayi, setelah itu ia pun kembali tidur.


Sebenarnya ia memikirkan keadaan suaminya dan juga madunya itu, di tambah lagi tadi sempat terjadi badai, apalagi suaminya itu masih belum menghubunginya.


°°°


Kembali ke Nares dan Zoya.


Setelah mereka selesai bercinta, keduanya pun sama-sama ambruk di atas ranjang yang mereka tempati, dengan nafas yang terengah-engah dari keduanya.


"Terima kasih," ucap Nares, seraya melihat ke arah istrinya yang berada di sampingnya.


"Kenapa kakak mengucapkan terima kasih lagi?" tanyanya heran, lantaran ketika suaminya sudah selesai mendapatkan hak sebagai seorang suami, ia berterima kasih kepada Zoya, dengan mencium keningnya.


"Tak apa." Nares pun kemudian bangun dari tidurnya, dan mengambil celana boxer-nya, lalu memakai nya.


"Kakak, mau kemana?" tanya Zoya, ketika melihat suaminya itu turun dari ranjang.


"Aku mau mandi, mau sekalian?" Jawab Nares sekaligus bertanya.


"Mm, boleh nanti saja mandinya? Aku mengantuk," ujar Zoya.


Karena memang waktu masih menunjukkan pukul satu dini hari.


"Boleh, tapi harus mengambil air wudhu dulu ya."


"Tentu, dan itu disunnahkan," jawab Nares.


Jika memang wajib mandi junub dan hubungan intim terjadi di malam hari, maka boleh tidur dan mandinya ditunda hingga mendekati waktu sholat. Namun disunahkan berwudhu sebelum tidur, bahkan sangat disunahkan.


عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهْوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ


"Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah bertanya pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangkan ia dalam keadaan junub?' Beliau menjawab, 'Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur'." (HR Bukhari nomor 287; Muslim 306)


Sumber : google.


(Maaf jika salah, tolong beri tahu aku jika ada yang salah, nanti akan aku revisi🙏☺️).


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Zoya pun hendak turun dari ranjang yang ia tempati.


Namun pada saat kakinya baru menginjak lantai dan hendak berdiri, ia mengalami sakit di area sensitifnya.


Melihat istrinya sakit di area sensitif, Nares pun menggendongnya, namun sebelum menggendong Zoya, ia terlebih dahulu mengambil jubah mandi untuk Zoya pakai.


"Pakailah," pinta Nares pada Zoya, dan Zoya pun memakai jubah mandi itu.


Melihat istrinya itu sudah memakai jubah mandinya, barulah Nares menggendong Zoya ala baby koala.

__ADS_1


Mereka berdua pun masuk kedalam kamar mandi.


"Apa kamu yakin bisa berjalan?" tanya Nares, saat melihat Zoya selesai berwudhu, Nares hendak kembali menggendong Zoya, namun di tolak oleh Zoya, dengan alasan ia sudah bisa berjalan sendiri.


"Bisa," jawab Zoya.


"Benar?" tanya Nares memastikan, pasalnya ia melihat istrinya itu berjalan dengan pelan, dan berjalan seperti pinguin.


"Pfftt." Nares pun menahan tawanya agar tidak lepas.


"Kakak tertawa?" tanya Zoya.


"Tidak," jawabnya berusaha menahan tawanya.


"Awas saja kalau tertawa." Zoya pun melangkahkan kakinya meski ia masih merasa sakit, namun ia tetap berusaha untuk berjalan.


Cukup membutuhkan waktu lama Zoya berjalan, akhirnya ia sampai di ranjangnya. Setelah sampai ia pun langsung merebahkan dirinya.


"Ah nyaman sekali," ucapnya, tak lama ia pun tertidur, tanpa melepaskan jubah mandinya.


Sementara Nares, yang melihat istrinya sudah tidur dari jendela kamar mandi. Karena kebetulan tempat tidurnya dan kamar mandi hanya di halangi kaca, sehingga orang bisa melihat siapa yang tengah berada di dalam kamar mandi, begitu pun sebaliknya, jika kaca tersebut tidak ditutup oleh tirai.


Kemudian Nares pun menarik tirai untuk menutupi kaca, supaya istri kecilnya itu tidak bisa melihat dirinya tengah mandi.


Setelah itu ia pun mulai mandi, selesai mandi ia Nares pun kembali tempat tidurnya, dan ia pun merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


Nares pun tidur menyusul sang istri yang sudah terlelap dalam tidurnya terlebih dahulu, karena pukul pun masih menunjukkan pukul satu dini hari.


°°°


Pagi pun tiba, tepat pada pukul jam empat subuh, Nares terbangun dari tidurnya.


Ia pun membangunkan istrinya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


"Zoy bangun, sudah pagi." Nares pun membangunkan istri kecilnya itu dengan menggoyangkan lengan sang istri.


Tak lama Zoya pun terbangun dari tidurnya.


"Mm, memangnya ini jam berapa kak?" tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Jam empat, bangun yuk. Kamu kan harus mandi wajib dulu," ujar Nares.


***


Happy reading ❣️


Terima kasih atas supportnya🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2